
Hari ini aku memutuskan untuk Menemui Anita, setelah keputusan hakim beberapa hari yang lalu.
"Kamu yakin Tar mau menemui Anita lagi? setelah beberapa kali kita kesana dan perlakuan nya makin menjadi!" ucap Desi kala melihatku tengah bersiap.
"Iya Des, begini Dinda hampir dua bulan ini tidak bertemu ibunya, dan Anita pun sama" jawabku.
"Ya memang, tapi kalau di sana dia berulah seperti kemarin lagi bagaimana?" ucap Desi.
"Semoga saja tidak ya, Jika aku saja yang belum pernah melihat dan merawat putriku begitu sakit harus berpisah. aku yakin, Anita lebih sakit dari yang aku rasakan" jawab ku seraya menunduk.
"Baiklah, Kita kesana. tapi jika dia berkata apapun jangan kamu pikirkan!" jawabnya.
"Baik"
Setelah selesai bersiap. lekas ku dandani Dinda yang baru selesai mandi. ku pakaikan pakaian yang baru di beli kemarin. semenjak ikut dengan ku baru kemarin aku sempat membelikan nya pakaian.
tak lupa ku ikat rambutnya yang panjang nan lebat itu.
"Dinda mau pakai jepitan yang bunga atau yang kupu kupu?" tanya ku pada gadis kecil yang tengah ku dandani.
"eemmm, ini" jawabnya seraya menunjuk jepit kupu kupu.
"Baik bos" ucapku pada gadis ini.
Aku pun menghiasai rambut nya dengan jepit kupu kupu. ku pakaikan sepatu yang senada dengan warna pakaian nya.
"Beruntung Dinda bertemu kamu" ucap Desi kala aku tengah memakai kan sepatu Dinda.
"Kenapa?" jawabku.
"Kamu begitu menyayangi nya seperti seorang ibu, tanpa melihat perbuatan orang tuanya padamu" ucap Desi.
"Biasa saja Des, lagian Dinda anak yang baik. tak pernah merepotkan ku. bahkan dia bisa melakukan semuanya sendiri." jawabku.
"Itu karna didikan Mu Tar, Dinda mencontoh adab yang baik dari yang dia lihat" ucapnya.
"Ah berlebihan kamu Des, aku hanya memberi tahu dia apa yang baik dan salah itu saja" jawabku.
"Baiklah, nanti kalau aku ada anak ku titipkan disini biar jadi anak yang baik" ucap Desi sambil tersenyum.
"Udah punya anak saja. menikah juga belum." jawabku.
"Ya kan nanti," jawabnya.
Kami pun berangkat untuk menemui Anita di dalam Lapas. semoga pertemuan kami yang kesekian kalinya ini. Anita tidak lagi mengeluarkan kata kata yang kasar,
Beberapa saat kami di perjalanan. angkutan kota yang kami tumpangi pun berhenti di tempat yang kami minta.
kami pun berjalan memasuki gedung yang tengah menahan Adit, Ibu dan Anita.
__ADS_1
Kami pun menunggu di kursi yang memang di khususkan untuk orang luar yang ingin bertemu tahanan.
tak lama menunggu. Anita pun berjalan di temani penjaga lapas yang berjalan bersama nya.
Anita berlari ketika melihat Sosok Dinda yang berada di dekatku. Namun gadis kecil itu hanya diam tak ikut serta berlari menghampiri ibunya.
Anita langsung memeluk Dinda dengan air mata yang membanjiri pipinya.
tubuh Anita semakin kurus. wajah nya pun pucat. hanya ada beberapa luka yang belum mengering di beberapa tubuhnya.
Apa Anita sakit?
"Permisi Bu, mengapa Anita tampak pucat dan kurus ya?" tanyaku pada petugas yang tengah memperhatikan kami.
"Sudah dua hari saudari Anita tidak mau makan. mungkin itu sebabnya wajah nya terlihat pucat!" jawab petugas itu.
Ya, aku memahami apa yang dia rasakan, seorang ibu yang terpisah dari anak nya. pasti sangat menderita. apalagi beberapa Hari yang lalu. hakim menjatuhkan hukuman mati pada Anita. pasti dia sangat tersiksa.
Beberapa lama mereka berpelukan. Anita pun melepaskan pelukan nya pada putrinya.
dan berdiri menghadap Ku.
tanpa di duga sebelumnya Anita berhambur memelukku. aku yang tak menyangka akan tindakan nya. hanya kaget dan diam.
"Tari, aku mohon maafkan aku. aku sadar aku telah bersalah. aku telah dengan tega nya merenggut bayimu!" ucap Anita yang terputus akan tangisnya.
Desi yang melihat kejadian ini hanya diam menyaksikan kami.
"Aku mohon ampun!" ucapnya.
Aku pun melepaskan pelukan Anita. ku lihat dia nampak tulus meminta maaf. ku hapus air mata yang mengalir dari matanya.
"Aku sudah memaafkan mu Anita. biar bagaimana pun kamu pernah menjadi temanku. selepas semua yang telah kamu perbuat. aku telah memasrahkan nya pada yang maha pencipta" jawabku.
Anita nampak diam.
"Terima kasih karna kamu telah Sudi memberi maaf untuk ku Tari, aku telah di sadarkan oleh seseorang. bahwa apa yang aku lakukan sangat lah salah. dan dia mengatakan sebelum semuanya terlambat hendaknya aku meminta maaf" ucapnya seraya memperlihatkan sedikit senyuman.
"Beruntung kamu di pertemukan dengan orang itu, bertaubatlah Anita. aku yakin Allah akan memaafkan semua perbuatan mu" jawabku.
"Iya Tari, sekali lagi aku berterima kasih" ucapnya.
"Maaf, aku tidak sedikitpun memiliki niat untuk menjauhkan mu dengan Dinda. apalagi memberimu hukuman itu," jawabku. karna sejujurnya aku merasa bersalah kala hakim menjatuhkan hukuman itu pada Anita.
"Tidak, ini takdir yang harus ku jalani. maaf karna aku telah menjadi teman yang jahat, sebenarnya ada yang ingin ku katakan!" ucapnya
Seketika aku merasa penasaran akan apa yang hendak Anita ucapkan.
"Apa?" jawabku
__ADS_1
"Sebenarnya satu bulan setelah kepulangan Adinda dari rumah sakit hari itu, aku mengetahui kebenaran bahwa Adit adalah suamimu? dan entah setan apa yang telah merasuki Ku. sampai aku lupa atas semua kebaikan mu padaku. hingga aku merencanakan untuk membuatmu menderita!" ucapnya seraya menunduk.
"Lalu?" jawabku.
"Ya, aku sebenarnya tahu kalau adit dan ibu mertua selalu menyiksamu dan memukulmu. dan aku malah menikmatinya. aku juga tahu bahwa tujuan Adit menikahi mu hanya untuk uang, dan aku memanfaat kan itu semua untuk melihat kamu semakin menderita!" ucapnya dengan suara yang makin melemah.
"Kemudian?" tanyaku.
"Saat aku tahu kamu hamil. ada rasa benci yang teramat sangat dalam diriku. bahkan setelah usaha mu kian berkembang ada rasa iri yang sangat dalam, bahkan kala kandunganmu kian membesar aku takut jika Adit malah bersikap baik dan berbalik mencintai kamu!" ucapnya kemudian ku lihat ada air mata yang mengalir di sudut matanya.
"Hemm, Lalu?" jawabku.
"Aku pun merencanakan kejadian hari itu, bersama Adit dan Ibu mertua. tujuan kami hanya lah merebut harta yang kamu miliki. dan akan membaginya menjadi Tiga" ucapnya kemudian.
"Anita, Harta itu hanya titipan. dan siapapun manusia di dunia tidak akan kekal memiliki itu? harta tidak akan di bawa mati, dan tidak pula menjanjikan kebahagiaan dan ketenangan" ucapku pada wanita di hadapanku.
"Iya, aku tidak memikirkan itu!" jawabnya.
"Jika kamu hanya mengejar dunia, ku yakini kamu tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang kamu miliki? Harta itu hanya titipan. yang harus ku jaga, namun jika hari itu kamu dengan baiknya meminta semua itu, maka akan ku berikan!" ucapku yang seketika membuat Anita mengangkat wajahnya dan melihatku.
"Tari," jawabnya.
"Kamu tahu apa yang kita miliki selama di dunia akan di pertanggung jawabkan di akhirat, jangan kan dosa yang kita perbuat. uang seribu rupiah pun akan ada pertanggung jawaban nya nanti. Jika ku tahu harta yang ku miliki membuat kamu hilang akal. maka aku memilih tak memiliki apapun demi pertemanan kita" jawabku.
Anita dan Desi melihatku tak percaya.
"Semua sudah terjadi, kita hidup di dunia dengan alur kehidupan masing masing. kita tak tahu takdir akan membawa kita ke mana?
dan aku beruntung memiliki keluarga seperti keluargaku. memiliki Sahabat seperti Desi yang selalu menemaniku saat susah dan senang, dan pernah memiliki kamu sebagai teman. agar aku tak pernah mengeluh atas kehidupan. dan mendapat pelajaran dari Adit dan Ibunya. semua itu semata mata untuk membuatku semakin baik dan baik lagi" jawabku.
"Iya kamu benar Tar, Dan aku juga mau meminta maaf pada Desi, karna aku selalu membuatmu susah sebagai seorang teman, bahkan aku dengan tega nya membuat mu berpisah dengan tunangan mu dan membuat orang orang mencibir kamu Desi" ucap Anita seraya menatap desi.
"Aku sudah melupakan semua itu Anita. mungkin bagas bukan jodohku" jawab Desi
"Terima kasih banyak, kalian telah memaafkan ku" ucap Anita
Aku pun memeluk Anita,
"Percayalah aku sudah memaafkan kamu jauh sebelum kamu meminta maaf" ucapku.
"Terima kasih banyak Tar, aku beruntung pernah memiliki teman sebaik kamu" jawabnya.
"Iya" ucapku.
"Dan aku sekarang bisa tenang, karna Adinda berada di tangan yang tepat, ku lihat putriku semakin cantik dan terurus. dia nampak gemuk. berbeda saat dia bersama ku.
Terima kasih Tar, kamu dengan baik nya mau menerima putriku dan mengurusnya." jawabnya.
"Jangan pikirkan itu, Dinda ku anggap seperti putriku, dia gadis yang baik. dia tak pernah merepotkan ku" ucapku.
__ADS_1
hingga waktu bertemu kami pun berakhir. dan anita harus kembali ke dalam Sel. sebelum dia kembali. Anita memeluk dan mencium Dinda. aku dan Desi pun memeluk nya.
dan kami berpisah.