
Semakin hari usaha yang di jalani Tari semakin ramai pengunjung. Bahkan dia sampai memperkerjakan Desi sebagai karyawan nya.
sudah pasti uang yang di miliki Tari jumlah nya tidak sedikit.
bukan nya dia bercerai, malah semakin maju. apa siksaan yang di layangkan suami dan mertuanya. tidak membuatnya kepikiran?
Hari semakin Hari. kandungan Tari semakin membesar, aku terus menyuruh adit untuk memukul Tari bahkan menyiksa nya. Namun sial nya Tari terus saja bertahan karna alasan bayi yang dia kandung.
bahkan aku tahu bahwa Tari sampai bisa membeli Rumah, itu artinya uang nya benar benar tidaklah sedikit. hingga akhirnya aku memutuskan untuk menjalan kan rencana supaya Harta yang Tari miliki berpindah padaku.
Dengan di bantu Adit dan ibu mertua. yang ku tahu dia sangat mata duitan. sudah pasti dia langsung mendukung rencana ku.
terlebih saat ku jelaskan bahwa Tari memiliki Toko pakaian yang ramai. bahkan sampai membeli rumah. .
Adit sempat meminta bukti rumah yang di beli Tari, namun sialnya aku tak tahu dimana lokasinya.
"Aku mau kita Buat Tari celaka, dengan begitu kita bisa paksa dia menyerahkan semua hartanya pada kita. dan akan kita bagi tiga!" ucapku pada dua orang di depan ku.
"Ibu setuju, ibu sudah lelah melihat wanita itu, dan tidak sabar menikmati uang nya!"
"Aku sih setuju saja, tapi bagaimana caranya?"
Sejenak kami terdiam dalam pikiran masing masing. entah bagaimana cara agar bisa membuat Tari celaka, dan mau menyerahkan semua hartanya untuk ku,
Aku tidak peduli akan kebaikan yang pernah dia lakukan untuk ku. bahkan walau dia pernah menyelamatkan nyawa putriku. itu tidak membuatku tidak berhenti ingin melihat dia Menderita.
Aku sudah lelah hidup miskin. aku harus kaya bagaimana pun caranya. lagian Tari akan memaafkan semua kesalahan ku karna aku lah Teman nya.
Dia tidak akan marah saat aku meminta dia menyerahkan semua hartanya. dia juga sangat menyayangi putriku. pasti dia tidak akan keberatan Jika aku memintanya memberikan semua aset nya untuk ku Adinda .
setelah cukup lama berpikir. aku pun menemukan cara untuk membuatnya celaka!.
"Aku tahu," ucapku yang membuat Adit dan ibunya penasaran
"Bagaimana?" jawab Adit.
"Kamu tabrak dia saat dia sedang jalan sendirian, dengan begitu dia akan terluka!"
"Bagaimana kalau mati?" jawab Adit.
"Itu malah bagus, kalau dia mati otomatis semua hartanya akan menjadi milik kita!" ucap ibu.
Entah mengapa aku malah menyukai jika Tari mati, bukan nya itu justru akan lebih memudahkan rencana kami,
membunuh wanita hamil besar bukan lah hal yang sulit.
"Iya, kamu bunuh aja dia sekalian, dengan begitu kita akan terbebas dari wanita pembawa sial itu, dan bonus nya kita akan menikmati semua uang nya" ucap ibu Adit.
"Iya Dit aku setuju!" jawab ku.
"Tapi kalau aku tertangkap bagaimana?"
"Tidak, sebelum kita lakukan itu, kita lihat situasi!" jawab ibu.
__ADS_1
"Baiklah," ucap Adit.
Beberapa hari aku tinggal di rumah yang pernah di tempati Tari, walau aku berpura pura menjadi saudaranya Adit pada tetangga. itu tak apa?
yang penting aku bisa merasakan tinggal di tempat yang lebih layak. dan di tempat ini pula kami merencanakan pembunuhan itu,
Harta dan Iri hati akan kesuksesan Tari membuatku gelap mata. aku tak ingat bahwa dia tengah mengandung bayi.
Jika Tari mati, apa bayinya akan ikut mati?
semoga saja tidak, karna aku tidak berniat membunuh bayi itu. aku hanya ingin ibunya yang mati.
Beberapa hari kemudian. rencana kami pun sudah bulat,
Hari itu. kami memutuskan untuk menjalankan rencana kami.
Ibu dan aku mengawasi Tari dari jauh. hingga keberuntungan berpihak pada kami. Tari berjalan sendiri menyebrangi jalan. dan Desi berada beberapa langkah di belakang Tari,
Aku langsung menyuruh ibu menghubungi Adit. dan tanpa menunggu lama. dengan kecepatan Adit menabrak Tari, dan membuat wanita itu jatuh dengan berlumuran darah,
ada kepuasan saat melihat Tari terkapar dengan darah yang membasahi seluruh wajah cantiknya.
aku dan ibu langsung kembali ke rumah, saat orang orang mulai mengerubungi Tari,
Tanpa ku tahu rupanya Tari di bawa ke rumah sakit dan sialnya dia selamat. dan Desi mengabari ku tentang kondisi Tari,.
Sial, harusnya dia sudah mati.
kami sempat berupaya membobol tokonya. namun sial perbuatan kami hampir di pergoki warga yang melihat kami. dan kami pun membatalkan rencana itu.
itu membuatku panik. namun tak tau harus berbuat apa?
dan Desi memaksaku berkunjung pada Tari, demi tidak menyimpan rasa curiga. aku pun mengikuti permintaan mereka.
namun sialnya saat aku hendak pulang karna berdebat dengan Desi. Adit malah di giring polisi menemui Tari,
beberapa kali Adit memohon untuk di lepaskan. namun Tari tidak sedikitpun mendengarnya. karna Adit telah membunuh bayi yang dia kandung.
Sial, kenapa malah bayinya yang mati harusnya Tari yang mati.
aku menggerutu dalam Hati. namun sialnya Adit malah membongkar rencana ku juga, yang membuat Tari marah dan berhasil menamparku, dengan lantangnya. dia menyuruh polisi ikut menangkap ku.
tanpa diduga aku pun ikut mendekam di penjara, beberapa kali Tari mengunjungi ku. aku memarahinya dan menghinanya.agar dia sadar bahwa dia telah salah. dan membebaskan ku demi berteman dengan ku lagi. namun dia malah lebih murka dariku. tidak pernah ku lihat Tari se marah itu padaku. selama ini yang ku Lihat Tari adalah wanita yang penyabar dan Rela berbuat apapun demi orang terdekatnya.
*********
beberapa lama berada dalam penjara. entah bagaimana kami di serang penyakit yang menyiksa kami. Ibu dengan struk ringan nya. Adit dengan penyakit di area kelaminnya. dan aku terserang penyakit kulit yang mengeluarkan nanah serta bau busuk. bahkan aku sampai di pisahkan sendiri karna yang lain tidak ingin berada satu sel denganku..
belum juga penyakit yang kami alami sembuh.
Keputusan Hakim saat memukulkan palu tanda Sah nya hukuman ku dan Adit serta Ibu. membuatku hancur, duniaku rasanya Runtuh. Kali ini tidak ada lagi kesempatan untuk ku keluar. jangan kan untuk membalas dendam untuk menyelamatkan hidupku pun aku sudah tidak bisa.
tidak ku sangka Tari benar benar mempermasalahkan perbuatan kami. sampai menggiring kami ke pengadilan.
__ADS_1
Ya, memang beberapa kali Tari memintaku berubah. namun aku tidak ingin meminta maaf padanya. jika dia yang memohon maaf padaku. baru aku akan berubah..
namun Tari tak jua menuruti keinginan ku. dia seolah membuktikan bahwa dia tidak membutuhkan teman sepertiku.
"Puas kamu Tari, Hidupmu tidak akan pernah tenang, selama nya kamu akan terbayang bayang oleh kematian ku!"
Ucapku pada Tari. yang membuat semua orang melihat ku, Aku berharap dia mencabut semua yang pernah terjadi dan melupakan nya.
namun bukan nya sadar akan kesalahannya yang membuatku berada di sini.
dia malah berucap maaf tidak bisa berbuat apa apa!
Aku benar benar tidak menyangka bahwa dia tidak ingin melupakan kejadian hari itu?
apa susahnya dia meminta maaf. aku akan memaafkan nya dan aku akan berbaik hati untuk tidak mengambil semua harta nya. melainkan hanya separuh.
Dia benar benar tidak pantas di jadikan teman. teman akan berbuat apapun demi teman nya. tapi dia malah mengirim ku ke gerbang kematian.
Sumpah serapah ku lontarkan pada Wanita yang merawat putriku.
sampai aku benar benar di giring kembali ke sel.
**********
semenjak keputusan hakim di umumkan. hari hari ku rasanya sudah tidak ada artinya lagi bagaimana bermakna. jika kematian ku saja sudah di tentukan. aku hanya menunggu kapan giliran ku. entah hari ini, esok atau lusa.
aku sudah tidak ingin mengisi perut ku dengan apapun. karna semua di rasa percuma...
"Kenapa kamu tidak makan?" Tanya penjaga rutan padaku. karna makanan yang dia antarkan tidak ku sentuh sama sekali.
"Aku tidak lapar!" jawabku.
"Aku tahu apa yang kamu Rasakan, namun semua sudah terjadi dan kamu harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya" ucap penjaga seraya mengusap bahuku.
"Apa maksud mu?" tanyaku.
"Dengar, aku tahu wanita yang kau akan bunuh adalah temanmu sendiri, dan bahkan dia dengan rela nya mau mengurus anakmu. tanpa melihat kesalahanmu. aku pun sering mendengar, dia berupaya membantumu namun sikap egois mu yang akhirnya membawamu pada keputusan yang memilukan ini!"
"Aku gak mengerti!" ucapku.
"Singkatnya. Bertaubatlah selagi kamu masih bisa bertaubat. dan minta lah maaf pada teman mu itu. karna kamu sudah merenggut hal yang paling berharga pada seorang Ibu. yaitu anak.!"
Seketika aku terdiam.
"Pikirkan apa yang saya katakan. minta lah maaf sebelum terlambat." ucapnya seraya meninggalkan ku sendiri.
Entah mengapa ucapan penjaga itu seperti menembus otakku. jika aku marah pada Tari karna di pisahkan dengan putriku?
lantas mengapa dia tidak boleh marah padaku. karna aku telah merenggut bayi yang dia jaga selama ini.
Sekilas bayangan kebaikan Tari melintas di otakku. saat dia memberiku uang, makanan pakaian,
saat dia membawa Adinda ke rumah sakit. yang ku tahu tidak sedikit biaya. dan memberiku uang untuk makan!
__ADS_1
Sebanyak itu kah kebaikan yang dia berikan untuk ku? namun aku. dengan sengaja berupaya membunuhnya.
andai aku di beri kesempatan. aku ingin meminta maaf pada Tari, dan bertemu putriku. karna aku sudah tidak berharap akan selamat dari hukuman mati ini...