
Hari ini, aku memutuskan untuk menemui Sinta, setelah jam bekerja ku usai. aku memberi tahu Sinta dan memutuskan untuk bertemu dengan nya di Cafe kemarin.
Tentu Mamah tak tahu bahwa aku menemui Sinta. jika mamah sampai tahu. sudah pasti dia akan memarahiku karna mamah tahu Sinta telah menikah.
Sekitar 10 menit menunggu di cafe ini.
Sinta pun tiba.
Dengan mengenakan kaos ketat dan celana jeans yang tidak begitu ketat. di padukan dengan pasmina yang melilit di di leher nya. membuat Sinta sangat cantik.
"Hai Bim, kamu sudah lama menunggu?" ucap ya seraya duduk di hadapan ku.
"Tidak apa Sin, sebenarnya ada apa?" jawabku.
"Tidak, aku hanya ingin bertemu dengan mu" ucapnya.
"Bagaimana kalau suami mu tahu kamu bertemu dengan ku? apa dia tidak akan marah" jawabku.
"Dia tidak akan tahu, dia itu suami yang buruk. dia sama sekali tidak peduli dengan ku Bim. aku sangat menyesal menikah dengan nya" ucapnya
"Kenapa kamu berkata begitu? memang nya kenapa dengan suamimu?" jawabku.
"Dia itu suami yang jahat Bim, dia sering memarahiku membentak ku. dan bahkan tidak memberiku uang untuk kebutuhan rumah" ucapnya.
"Lalu, bagaimana dengan anak mu?" jawabku.
"Mereka di asuh oleh ibu dari suamiku. aku bahkan tidak di ijinkan merawat anak anak ku" ucapnya sambil mengusap air matanya.
Tak ku sangka, kehidupan rumah tangga wanita yang ku sayangi ini begitu menderita. ku kira dia hidup dengan bahagia. rupa rupanya kehidupan nya sangat menyedihkan. dia sampai tidak di ijinkan mengurus anak anak nya.
"Kenapa kamu tidak melaporkan suamimu? apa keluarga mu tahu?" ucapku.
"Tidak, aku tidak mau membuat keluarga ku terbebani dengan masalahku" jawabnya.
"Lalu, kamu akan melakukan apa?" ucapku.
" Entah lah Bim, aku sebenarnya ingin bercerai dengan suamiku. tapi aku tidak ingin jauh dari anak anak ku. jika aku sampai berpisah sudah pasti aku tidak akan bisa bertemu dengan anak ank ku" jawabnya.
Kami pun terus mengobrol, sampai kami mengingat saat sekolah dulu. dia begitu terkenal sebagai ketua OSIS. sampai banyak yang mengaguminya dan tentunya aku salah satunya.
Namun aku tidak bernasib beruntung. dia menolak ku. karna aku sangat jelek dulu. ku kira setelah hampir dua tahun tidak bertemu. Sinta berbahagia dengan kehidupan barunya. namun semua nya berbanding terbalik. dia begitu menderita membuatku ikut merasakan sakit yang dia rasakan.
***********
Setelah pertemuan kami, aku dan Sinta sering bertemu dan jalan berdua. ku rasa Sinta sudah mulai menyukai ku. namun status nya masih istri orang lain. jika atasanku tahu aku dekat dengan istri orang. aku bisa kena sangsi. dan bisa di berhentikan secara tidak hormat.
Namun, aku begitu bahagia kala bisa bertemu dengan Sinta. bagaimana tidak, dia adalah cinta pertama ku.
Hari itu.......
__ADS_1
"Bim, kamu mau gak jadi pacar aku?" tiba tiba ucapan Sinta membuatku tersedak.
"Apa?" jawabku.
"Bim, sebenarnya aku sangat mencintai kamu" ucapnya.
"Bukan nya kamu masih bersuami Sinta?" jawabku.
"Aku sedang mengurus surat pisah ku, kalau kamu mau jadi suami ku aku akan kuat berpisah" ucapnya seraya menggenggam tanganku.
Aku sangat tidak bisa menolak ajakan Sinta, bagaimana pun aku juga sangat mencintai dia. terlebih selama hampir tiga bulan ini kami selalu jalan dan bertemu. membuatku semakin mencintai wanita ini.
"Aku mau sin" jawabku
"Benarkah? kamu mau jadi pacar dan suamiku Bim" ucapnya.
"Iya, tapi sebelum itu. kamu harus sudah menyelesaikan perceraian mu dengan suamimu. masalah anak aku akan bantu kamu mengurus hak asuh anak mu" jawabku.
Bagai mendapat sebuah kabar tak terkira. hatiku saat ini begitu bahagia. akhirnya aku bisa memiliki wanita yang dari jaman sekolah dulu sudah mencuri hatiku.
Aku tidak memberi tahu mamah tentang hubungan ku dengan Sinta. namun bukan mamah jika dia tidak tahu sendiri.
"Akhir akhir ini mamah perhatikan kamu sering pulang lambat, dan sering sekali menerima telpon dan menghabiskan waktu di layar ponsel mu?" tanya mamah tiba tiba.
"Bima sedang banyak kerjaan mah, jadi pulang terlambat. " jawabku mengelak.
"Kamu tidak sedang berbohong pada mamah kan?" ucapnya mencari kebenaran di mataku.
"Dengar Nak, kamu di dalam perut mamah selama 9 bulan, mamah menyusui mu selama 2 tahun. mamah selalu bergadang sampai kamu berusia 5 tahun. dan mamah yang membesarkan mu dengan tangan dan keringat mamah, dari kamu kelas 6 SD. jadi siapa yang lebih mengenalmu selain mamah?" ucapnya yang membuatku tak dapat berkutik.
Mamah terus memandangku.tanpa memalingkan wajah nya dari ku.
"Jika kamu merasa mamah tidak perlu tahu tak apa? hanya mamah harap apa yang kamu lakukan adalah kebenaran" ucapnya
"Mah.." jawabku.
"Apa?" ucapnya.
"Apa mamah akan marah?" jawabku.
"Mamah tidak akan marah padamu Nak, kamu satu satunya belahan jiwa mamah" ucapnya.
"Mah, sebenarnya Bima menjalin hubungan dengan Sinta" jawabku.
Seketika ku lihat wajah mamah berubah.
"apa mamah marah?" tanyaku pada mamah, karna beberapa saat mamah terdiam.
"Apa kamu lupa bahwa Sinta sudah berkeluarga?" jawabnya dengan wajah datar.
__ADS_1
"Bima tahu mah, tapi Sinta sedang dalam proses bercerai dengan suaminya" ucapku
"Apa kamu penyebab mereka bercerai?" jawabnya.
"Tidak mah, sebelum kami menjalin hubungan Sinta memang sudah memutuskan untuk bercerai dengan suaminya. karna suaminya sangat tidak baik. dan Sinta sampai tidak bisa mengurus anak nya" ucapku.
"Apa kamu sudah menyelidiki semua nya?" jawabnya
"Tidak mah, Bima rasa tidak perlu bima mencari kebenaran. karna Bima sangat percaya pada Sinta. Bima mengenal nya mah" ucapku
"Sebesar itu kah rasa di hatimu untuk Sinta nak?" jawabnya dengan tatapan yang masih datar.
"Mah, Bima sangat mencintai Sinta. mamah tahu selama ini Bima tidak bisa melupakan Sinta dalam hati Bima. dan mungkin sekarang saat nya Bima bersatu dengan Sinta" ucapku.
"Jika kamu sudah mengambil keputusan demikian, apa mamah masih bisa berkata?" jawabnya seraya berjalan lunglai meninggalkan ku.
Apa mamah marah dengan keputusan ku?
tapi bagaimana pun aku tidak bisa melawan perasaan ku.
Tiga Bulan Kemudian.......
Sidang perceraian Sinta pun telah usai. aku membawa Sinta untuk bertemu mamah. walau belakangan ini sikap mamah berubah. dia tidak lagi bertanya kapan aku pulang, atau mau makan apa hari ini?
bahkan mamah juga tidak bertanya mengapa aku pulang malam?
sesampai nya aku di rumah, ku perhatikan mamah tengah berada di depan TV. aku dan sinta masuk ke dalam. ku pinta Sinta untuk mencium tangan mamah. awalnya dia menolak namun lama lama dia pun mengikuti perintahku.
Beberapa saat tidak ada obrolan di antara kami bertiga.
"mah" ucapku berusaha mencairkan suasana yang kaku ini.
"Apa?" jawabnya terus melihat TV nya.
"Bima ingin melamar Sinta" ucapku.
Seketika wajah mamah berubah. dia menatap Ke depan dengan pandangan yang tidak bisa ku artikan.
"Lalu?" jawabnya.
"Apa mamah setuju? jika mamah setuju. Bima akan melamar Sinta dengan uang dari gaji Bima" ucapku.
"Memangnya uangmu masih ada? bukan nya selama ini kamu menghamburkan gaji mu untuk biaya dia?" jawab mamah yang seketika membuatku kaget.
Bagaimana mamah bisa tahu?
memang selama ini aku sering membuang gaji ku untuk memenuhi keinginan Sinta, bahkan terbilang biaya hidup sinta sangat tinggi. dia bahkan tidak sungkan meminta untuk arisan dan kumpul dengan teman teman nya. yang bisa menghabiskan uang sampai 3 sampai 5 jutaan.
tapi, selama ini aku tidak pernah memberi tahu mamah, lantas mamah tahu dari mana?
__ADS_1
.......