Bahagiaku Setelah Berpisah

Bahagiaku Setelah Berpisah
"ENDING KISAH KU"


__ADS_3

Kini bu maya telah berdiri di hadapan ku,


rasanya keringat dingin bercucuran keluar, walau ini bukan kali pertama aku berjumpa dengan nya. namun Bu Maya memiliki aura yang tegas,


"Maaf sayang, kami mengagetkan mu ya?" ucap Bu Maya seraya memeluk ku yang memang tak mengerti apa ini?


"Tidak apa Bu," jawabku canggung.


"ini semua ide Bima, katanya kamu suka kejutan jadi mamah ikut saja" ucapnya


Ah sejak kapan aku suka kejutan aneh seperti ini, kejutan yang mengundang puluhan orang.


entah berapa kali aku di jadikan pusat tontonan orang banyak, Ah Lelaki di depan ku memang menyebalkan tingkat dewa.


ku lihat dia hanya tersenyum.


"Tidak kok Bu, sebenarnya Tari tak suka Kejutan yang menggoyangkan jantung, hanya Bima saja yang sering melakukannya" jawabku seraya melihat wajah Bima yang memucat.


"Loh, kata Bima? Dasar anak ini ya.. Maaf ya sayang kami mengejutkan mu ya?" ucap Bu Maya seraya mencubit anak nya.


"Tidak apa kok Bu, saya sudah mulai terbiasa. " jawabku sambil tersenyum.


"Kamu sedang sibuk? mamah ganggu ya?" ucapnya sambil melihat ke arah toko.


"Tidak kok Bu," jawabku.


"Eemm, kalian asik banget ngobrolnya, sampai lupa ada aku disini, eemm ngomong ngomong kamu belum jawab pertanyaan aku" ucap Bima


"Oh, iya iya, kalau begitu mamah mundur deh" jawab Bu Maya seraya berjalan menjauh.


"Gimana?" tanya Bima.


"Gimana apanya?" jawabku.


"Itu, kamu mau gak jadi orang yang marahin aku sepanjang hidupku?" ucapnya seraya tersenyum


"Enggak!" jawabku.


"Loh kenapa? kamu masih belum bisa menerima aku ya? gak apa, aku bakal terus nunggu kamu, jangan kan tiga tahun, aku bakal nemenin dan ganggu kamu sampai kamu jadi nenek nenek, rambut kamu penuh uban, kulit kamu mulai keriput, tapi pasti masih tetap cantik" ucapnya seraya tersenyum.


"Aku bakal masukin kamu kedalam sel karna sudah mengganggu ku!" jawabku penuh penekanan.


"Silahkan, karna aku bakal terus gangguin kamu, sampai kamu menyerah dan menerima aku di hidupmu" ucapnya penuh keyakinan.


"Terserah" jawabku.


Bima hanya tersenyum setelah mendengar jawaban tersebut dariku.


"Baik lah Tukang marah ku yang cantik, sudah cukup kejutan hari ini, Abang mohon pamit tunggu kejutan kejutan selanjutnya, yang pastinya membuat mu melongo melihat itu. dan jangan lupa Mimpiin Abang ya dalam tidurmu" ucapnya seraya berjalan bersama rombongan yang ia bawa.


Bima pun pergi menaiki mobil odong odong bersama semua rombongan nya,. entah siapa orang orang itu, mau maunya ikut ikutan kelakuan aneh lelaki itu,


"Cieee, yang ketemu Polisi Bucin, mukanya udah berbinar gak kusut lagi" ledek Desi seraya tersenyum di depan ku.


"Apa sih, enggak juga tuh biasa aja" jawabku.


"Keliatan tahu kalau kamu udah mulai terbiasa akan tingkah aneh Bima," ucapnya.


"Biasa aja kok, kamu aja yang terlalu parno kali!" jawabku seraya berjalan ke meja kasir.


"Ah masa, jadi kamu beneran gak mau sama Bima? dia ganteng loh, malah pake banget, udah tinggi badannya bagus, kulitnya putih, Kerjaan nya bagus juga, malah gak cukup disitu, dia juga punya usaha yang sukses, apalagi coba. kalau kamu gak mau yaa mau aku jodohkan dengan saudaraku" ucap Desi seraya berjalan membelakangi ku.


"Terserah!" jawabku.


"Iihh, cemburu ya? makannya Kalau suka bilang jangan malu malu, nanti ada yang ngembat baru tahu" ucap Desi.


"siapa juga yang cemburu, silahkan aja kalau kamu mau jodohin dia sama saudaramu, malah bagus. jadi dia gak gangguin aku lagi!" jawabku.


"Gak usah bohong, keliatan tuh mukamu" ucap Desi.

__ADS_1


"Udah ah, aku mau ke salon dulu lama lama kamu nyebelin, kesan nya kaya ngedukung Bima" jawabku seraya berjalan keluar.


"Ya udah sana, nanti kalau Bima naksir aku jangan marah ya!" ucapnya sambil tertawa.


*******


Benar dugaan ku, semenjak kembalinya dia kesini kejutan kejutan aneh bermunculan kembali. aku sampai harus menutup telinga dan wajah karna menahan malu.


bahkan dia sampai menggunakan daster dan membawa sebuah kertas karton dengan bertuliskan AKU MENCINTAIMU TARI, dengan hurup kapital.


tak cukup disitu, dia sampai menari Nari, bernyanyi walau suaranya sangat tidak enak di dengar di depan toko ku. dengan menggunakan pengeras suara. yang sudah pasti memancing puluhan manusia untuk melihatnya.


Entah di buat dari apa manusia yang satu itu, apa benar jika urat malu nya sudah terputus.


aku pun mulai lelah dengan kelakuan nya.


hingga tepat di hari ke tiga tahun mengenalnya. aku memutuskan untuk memberinya sedikit ruang,


"Baik Bima, kamu benar aku lelah, sangat lelah. aku menyerah jika kamu memang benar menyayangiku. maka buat aku menerima mu sepenuhnya, jangan tanyakan soal cinta? bagiku tidak ada lagi cinta di hatiku. buktikan bahwa kamu benar, dan bisa membuatku yakin akan kehadiranmu!"


Seketika Bima berteriak histeris. dia melompat lompat seperti anak kecil yang mendapat kemenangan dari sebuah permainan.


aku tak menyangka sebelumnya kalau Bima akan melakukan itu, yang sudah jelas membuat semua orang bersorak dan bertepuk tangan. bahkan Bima sampai mencium seorang nenek yang ikut bertepuk tangan untuknya.


Hari demi hari Bima terus memberiku sebuah kejutan, bahkan tanpa ku tahu dia menyiapkan sebuah pesta ulang tahun ku di rumah Ayah,


Ayah memanggilku dengan suara tergesa. tentu aku sangat panik dibuatnya. sampai melupakan tengah memakai masker wajah.


sesampainya di rumah Ayah, aku di kejutkan dengan sebuah kue ulang tahun yang berukuran sangat besar,


balon balon berbentuk hati dengan bertuliskan nama ku disana.


Desi beserta suaminya ikut hadir. bahkan bapak serta Umaya dan suaminya juga ikut hadir. Bu Maya mengenakan pakaian senada dengan ibu.


"Tukang marah, kamu gak malu?" tanya Bima berbisik di telingaku.


"Mukamu penuh masker yang hancur, jadi kaya badut lampu merah" ucapnya meyakinkan.


Seketika aku teringat bahwa aku memang tengah maskeran. pantas saja semua orang tertawa kala melihatku.


********


Kado ulang tahun yang pernah bima berikan tidak akan terlupakan, dia memberikan kado berisikan Boneka pemberian Roni dulu, boneka yang memiliki Nama di bagian depan yang berbentuk hati dengan bertuliskan Namaku.


Boneka tersebut memang telah rusak, sebelah tangannya rusak karna ikut terbakar kala Adit membakar pakaian ku dulu,


aku sampai menangis kala melihat benda kesayanganku itu hampir hangus setengah.


entah bagaimana Bima bisa membetulkan boneka kesayanganku, dan dari mana dia tahu tentang boneka ku itu?


Semakin hari kami semakin dekat, Bima begitu menyayangi Dinda, sampai gadis kecilku itu begitu lengket kala bertemu dengan nya,


Ku lihat dari raut wajah ayah ada kebahagiaan kala Bima berkunjung, ibu sampai membuat makanan kesukaan Bima kalau Bima berkunjung,


Bapak juga tak luput bahagia, dia akan langsung datang ke rumah Ayah, jika mengetahui Bima berada disana,


Di hari ke tiga tahun 6 bulan,


"Baik Bima, aku menerima lamaran kamu"


Suara sukur Bima menggema di udara, suasana CAFE yang di hiasi musik klasik,


tak terdengar karna suara Bima yang tak henti hentinya berucap syukur.


Ku lihat bima meneteskan air mata. bahkan dia sampai beberapa kali bersujud di lantai lesehan tempat kami duduk..


"Terima kasih Ya Allah, terima kasih wanita pemarahku" ucap Bima seraya memegang tanganku.


Kedua pihak keluarga pun bertemu untuk kesekian kalinya, kali ini bukan membicarakan hal yang biasa di bicarakan. melainkan rencana pernikahan kami,

__ADS_1


Ku lihat Ayah, Ibu bahkan Bapak begitu bahagia, mereka sangat antusias dengan rencana pernikahan ini,


Bahkan bapak sampai antusis untuk mengurus pernikahan ini, dan ayah begitu antusias untuk menjadi wali nikahku.


Kebahagiaan keluarga yang teramat ku sayang begitu membuat hatiku terasa tentram. walau beberapa tahun yang lalu, ku berikan mereka semua yang mereka butuhkan. namun untuk kali pertama nya, ku lihat mereka begitu bahagia.


*****


Hari ini adalah hari pernikahan ku, setelah menunggu waktu sekitar enam bulan.


semua keluarga menggunakan pakaian seragam yang berwarna Milo,


Ibu,Ayah bapak, ibu Adit serta Bu Maya mengenakan pakaian senada. Kebetulan Bima memang tak memiliki Ayah, jadi bapak yang duduk di samping Bu Maya di kursi pelaminan. Ibu Adit pun nampak bahagia melihat pernikahan ku, tak pernah ku sangka dan ku mimpikan sebelumnya, bisa menikah dengan anggota kepolisian, acara akad dan resepsi di adakan di satu gedung yang sama hanya beda waktu,


Tepat pukul 08:00 Bima membacakan ijab qobul yang di saksikan semua keluarga serta kerabat dekat ku dan Bima.


Aku tak pernah bermimpi bisa menikah di salah satu gedung ternama di kota ku, dengan tamu undangan yang bukan kalangan orang biasa.


Tepat pukul 10:00


aku dan Bima telah berganti pakaian dengan warna senada dengan kedua orang tua kami,


acara pedang Pora yang di langsungkan sebagai tanda penghormatan dari para anggota polisi.


membuat ku bergetar, tak pernah aku merasakan bisa menikah dengan upacara pedang Pora.


Bima memegang tangan ku erat, dia pasti tahu aku begitu gugup. berjalan secara perlahan melintasi pedang Pora yang di bentangkan oleh beberapa anggota kepolisian.


Semua mata para tamu undangan melihat ke arah kami, ku lihat Ibu dan Ayah beberapa kali mengusap air mata kala melihat ku,


Ibu Adit yang berdiri di barisan terdepan, tersenyum dan mengusap air matanya,


Setelah acara resepsi telah usai, semua tamu undangan telah pulang, hanya meninggalkan sebagian anggota keluarga kami,


***********


tiga bulan setelah pernikahan, hubunganku masih sama. aku sering sekali memarahi Bima. karna tak jarang dia membuatku malu bahkan saat berbelanja sekalipun.


Dinda tetap ikut dengan ku. Rumah ku yang pernah ku beli ku jadikan sebagai panti jompo, dengan beberapa renovasi untuk membuat beberapa kamar dan kamar mandi.


akhirnya telah usia dan bisa di tempati.


Mengapa rumah tersebut ku jadikan panti jompo, karna tidak sedikit aku melihat kakek dan nenek yang sudah lanjut usia. mereka meminta minta, berjualan bahkan sampai berbaring di pinggir jalan. itu yang membuatku mau menghibahkan rumah hasil perjuanganku dulu,


Semakin hari rejeky ku semakin berlimpah. semenjak rumah panti berdiri.


Bima naik jabatan, usaha yang kami jalani semakin berjalan baik, bahkan ada beberapa donator yang ikut menyumbang untuk kebutuhan para jompo yang ku urus.


10 pekerja yang mengurus 25 jompo dari wanita dan lelaki.


*********


dua tahun kemudian, aku pun memiliki seorang putra, Tangis keluarga pecah kala menerima cucu yang mereka dambakan. tidak ada perubahan dari ku dan Bima kala menyayangi Dinda dan putra kami, kami memperlakukan mereka sama.


Kehidupan kami pun berjalan begitu harmonis. walau telah memiliki anak, Bima tidak lah berubah sedikitpun. dia memperlakukan ku sama sebelum aKu menerimanya,


kejutan demi kejutan sering ku dapatkan. bahkan dia lebih romantis setelah aku melahirkan...


( Inilah kisah ku, kisah seorang wanita yang di tinggal meninggal oleh tunangan yang begitu ia kasihi, dan harus menikah secara sepihak dengan lelaki yang bahkan dengan sengaja nya menyiksa serta berupaya membunuh ku, dan berhasil merenggut belahan jiwaku, merenggut putri yang belum sempat ku peluk dan cium.


hingga aku menjalani hari dengan penuh ketakutan dan tidak menginginkan untuk berumah tangga lagi, hingga aku di pertemukan dengan sosok lelaki yang begitu menyayangiku. dan rela menantikan ku sampai waktu yang cukup lama. dia tak pernah berubah memperlakukan ku. selalu aku menjadi wanita yang istimewa di perlakukan nya. hingga kehidupan kami di karuniai seorang putra,)


~NABI MUHAMMAD SAW pernah bersabda~


Bahwasanya bersabar pahala tergantung pada besarnya ujian Bala', dan sesungguhnya Allah Ta'ala apabila mencintai suatu kaum, Maka kaum itu di ujinya lebih dahulu, Maka barang siapa yang rela mendapat ujian itu, Maka mendapat keridhoan Allah, dan barang siapa yang benci maka kemurkaan Allah baginya....


Wahai saudaraku.


bersabarlah seberat apapun itu ujian yang menimpa kita, tetap yakin dan percaya lah akan jalan terbaik yang Allah siapkan untuk kita, karna Allah akan selalu menyertai dan bersama orang orang yang sabar...

__ADS_1


__ADS_2