
Didalam Sel Adit berada terpisah dengan ibu dan Anita.
Mereka sering mendapat perlakuan yang kasar dari penghuni sel yang senior.
Adit sering mendapat pukulan karna dia sering menolak atau berlaga jago pada beberapa teman sel nya.
dan Anita serta Ibu nya Adit. sering di perintah dan di jadikan budak oleh teman teman sel nya.
Memijat adalah rutinitas mereka setiap harinya.
Tangisan yang keluar dari mata Anita pun tak sedikitpun membuat mereka merasa iba atau berbelas kasih.
Terlebih saat penjaga rutan memberi tahu alasan mereka masuk ke dalam sel.
Beberapa ibu yang berada di dalam sana merasa geram pada Anita dan ibu.
perbuatan mereka sangat tidak terpuji.
terlebih sampai membuat seorang ibu kehilangan anak nya.
Beberapa siksaan mereka dapatkan. bahkan tak jarang mereka tidak makan dengan lauknya.
karna lauk mereka akan di ambil oleh senior nya masing masing.
Kelaparan yang di rasakan ibu dan Adit. sangat menyiksa mereka. jika biasanya mereka akan makan enak tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun.
kini semua berbanding terbalik. mereka bahkan hanya makan nasi putih. jika tidak mereka akan kelaparan.
bukan nya mendapat teman selama di dalam sel. mereka malah mendapat musuh.
sore itu.
Ibunda Adit protes pada teman teman sel yang menyuruhnya memijat kaki mereka.
"Saya tidak mau memijat lagi!"
"Hey, enak saja. saya belum selesai ayo cepat pijat kaki saya!"
"Tidak, kamu tidak punya otak ya, saya lebih tua dari kamu!"
Anita tak berbicara sedikitpun. begitupun dengan beberapa orang dalam sel.
"Hey, berani kamu ya!"
Perempuan itu menghampiri Ibunda Adit. yang membuatnya tersudut sampai tembok.
Plak..
Tanpa di duga, ibu menampar perempuan dengan tubuh gemuk dan rambut keriting.
perempuan yang di takuti satu sel tersebut.
karna perempuan itu adalah senior sebelum yang lain. dengan kasus pembunuhan.
beliau membunuh suaminya karna telah menganiaya anak nya. tanpa sepengetahuan nya.
"Berani kamu!" ucapnya sambil menatap ibu dengan tatapan yang tajam.
Perkelahian tak terelakan. ibu yang sudah tua pastinya tidak akan bisa mengalahkan perempuan itu,
dengan ganas nya ibu di tampar, di pukul, bahkan di dorong sampai terjatuh. dan di bangunkan dengan paksa.
__ADS_1
tamparan demi tamparan di dapat ibu.
Anita yang menyaksikan semua itu, diam tak berkutik. dia tidak berusaha menolong ibu dari suaminya.
perkelahian itu terjadi dengan ibu yang kalah di dalam nya.
saat ibu hendak melayangkan tangan. dengan cepat perempuan itu membanting ibu sampai dia terjatuh dan pingsan.
dengan beberapa luka di wajah. yang ibu dapatkan karna sikap nya.
melihat ibu pingsan bukan nya mereka memanggil petugas rutan. mereka malah tertawa. karna berhasil menyiksa orang yang kejam pada menantu dan membunuh cucu nya.
bahkan hampir semua dari mereka meludahi wajah ibu yang tak sadarkan diri.
sedangkan Anita hanya diam.
"Hey, kenapa kamu diam saja. ibu mertuamu pingsan!" ucap perempuan itu.
"Aku gak ikut ikutan, Biarin saja dia pingsan"
"Dasar wanita Licik, bukan hanya berkhianat pada teman, kamu juga tidak memiliki empati pada mertuamu!"
Cuih.
Satu ludahan mendarat pada baju Anita,
ia ingin melawan namun dia tahu pasti nanti dia akan berakhir seperti mertuanya.
Hingga beberapa saat. petugas rutan pun datang. dan menanyakan apa yang terjadi pada ibu.
"Mengapa dia bisa begini? siapa yang berbuat begini!"
"Dia berkelahi dengan menantunya!"
"Bukan, bukan saya yang buat ibu menjadi begitu, tapi perempuan itu!" bela Anita sembari menunjuk perempuan itu.
"Bohong, dia bohong"
"Iya, dia bohong, saya lihat sendiri dia yang buat mertua nya jadi seperti itu"
"Iya saya juga!"
Semua orang dalam sel menyalahkan nya.dan dia tidak bisa membela dirinya karna semua saksi mengarahkan padanya.
anita pun di giring ke tempat interogasi.
sementara ibu di bawa ke ruang pemeriksaan. jika lukanya parah dia akan di bawa ke rumah sakit khusus tahanan.
dalam ruang interogasi. ruangan tersebut begitu mencekam. bahkan orang yang masuk ke dalam sana akan merasakan berada di dunia lain.
"kenapa kamu berbuat ulah disini!" ucap petugas.
"Saya tidak berbuat apa apa!" bela Anita.
"Saya sudah tahu kenapa kamu sampai masuk kesini, dan bukan nya berubah kamu malah berbuat onar!"
"Tapi bukan saya yang melukai ibu"
"Jangan berani berbohong pada saya!"
Satu tamparan di dapat Anita. perih di pipi yang ia rasakan.
__ADS_1
"Saya tidak bersalah, saya di fitnah!"
"Siapa yang ingin memfitnah kamu!"
"Mereka yang ada dalam sel, Mereka sama seperti si Tari menjijikan!"
"Tari, perempuan yang kamu hampir bunuh dan berhasil melenyapkan anak nya bukan?"
"Tapi dia pantas mendapat kan itu semua!"
Plak.
satu tamparan kembali dia dapatkan.
"Bukannya menyadari kesalahan mu, kau malah menyalahkan korban mu!"
Tamparan demi tamparan Anita dapatkan.
bahkan bukan lagi perih yang ia rasakan pada pipi nya. melainkan sakit.
entah berapa kali dia mendapat tamparan dari petugas itu. sampai dia merasakan sakit di bagian pipi. dan sedikit darah di hidung.
sampai akhirnya dia kembali di giring masuk ke dalam sel.
"Kenapa kalian memfitnah ku?" tanya anita pada teman sel nya.
Tidak ada yang menjawab ucapan nya. bahkan mereka malah tidak melirik padanya.
"Dasar orang orang jahat!" celetuk Anita.
"Hey, kamu tidak sadar kenapa kamu sampai berada disini?" jawab salah satu dari mereka.
Anita hanya diam sebelum dia menjawab.
"Aku berada disini karna ulah perempuan jahat itu, yang sudah membuatku masuk dan harus berpisah dari anak ku"
"Hahahaha"
Bukan nya mendapat empati. mereka malah mentertawakan Anita dengan lantang nya.
"Kenapa kalian tertawa!"
"Hanya merasa heran. rupanya masih ada orang bodoh disini!" .
"Apa yang kamu katakan?"
"Kebenaran nya, jika kamu orang baik. tidak mungkin kamu berada disini. malah yang memasukan mu mantan teman mu!"
"Sudahlah, percuma bicara dengan wanita jahanam seperti dia"
"Iya, jika dia bisa membunuh anak teman nya, dia sama seperti hewan"
"Hewan pun tahu terima kasih!"
Umpatan demi umpatan Anita dapatkan.
dia tidak terima di salahkan. karna menurutnya Tari lah yang bersalah bukan dirinya.
Tari adalah wanita jahat. yang dengan tega membuatnya masuk ke penjara dan terpisah dari putrinya.
Anita sama sekali tidak menyadari kesalahan nya. dia tidak sadar bahwa berusaha melenyapkan nyawa orang lain adalah tindakan kriminal. bahkan upaya itu telah mengakibatkan bayi meninggal dunia.
__ADS_1
dia masih tidak menyadari itu semua. baginya Tari tetap lah yang bersalah. jika Tari teman nya dia tidak akan memasukan nya ke dalam sana. .
Anita menyimpan dendam yang teramat dalam. baginya jika nanti dia bebas dan keluar. dia akan memberi perhitungan pada Tari lebih dari apa yang dia dapatkan saat ini...