Bahagiaku Setelah Berpisah

Bahagiaku Setelah Berpisah
"PERBUATAN ADIT"


__ADS_3

saat hendak bangkit dan pulang. ku lihat Adit pun bangkit. sepertinya dia akan pergi. atau jangan jangan dia akan pulang ke rumah.


pasti bahaya jika dia tidak menemukan kehadiranku di rumah, pasti dia akan mengadukan pada ayah.


akhirnya tanpa pikir panjang aku pun mengabari nya, bahwa aku sedang menginap di rumah Ayah.


"Iya Tar gak apa apa, kamu tidur yang nyenyak ya di sana" balas nya sesaat kemudian.


Ku lihat Adit mulai bersiap akan pergi. entah kemana dia akan pergi?


Namun dia tidak sendiri melain kan dengan dua wanita itu yang dia bonceng bersamaan.


motor yang di kendarai Adit pun melaju dan aku pun mulai berjalan. sengaja aku mengabarinya bahwa aku sedang di rumah Ayah. karna aku takut jika dia pulang dan tidak menemukan keberadaan ku.


Rasanya aku masih tidak percaya jika suami ku berbuat seperti tadi. kemana Adit yang dulu rajin beribadah. kemana Adit yang dulu selalu mengutamakan aku, kemana Adit yang berjanji akan setia bersama ku?


apa semua yang dia lakukan. semata mata hanya untuk memikat ku saja? apa sebenarnya dia tidak sebaik yang ku lihat dulu?


dan apakah ini sipat nya yang sesungguhnya?


Kaki ku terus berjalan. hingga ada beberapa tukang ojek yang sudah mangkal.


ku lihat jam memang menunjukan pukul 2 dini hari. jam segini biasanya banyak pedagang akan belanja ke pasar.


lekas ku pesan ojek untuk mengantarku.


dalam setengah sadar ku. aku malah mengarahkan ojek tersebut mengantarku ke rumah.


sepanjang perjalanan pikiran ku pergi ke segala arah.


hingga saat aku hampir tiba di rumah. ku lihat motor Adit sudah terparkir di teras rumah.


apa Adit pulang?


kenapa aku malah pulang kesini, baik lah jika Adit bertanya akan ku jawab bahwa aku tidak bisa tidur di rumah Ayah.


setelah membayar ojek yang ku pesan. aku pun berjalan ke pintu rumah. namun alangkah terkejutnya aku kala mendapati ada sendal wanita di depan pintu.


karna pikiran ku sudah mulai menguasai ku. akhir nya aku masuk dengan perlahan. berharap tidak ada yang menyadari kehadiran ku.


semoga apa yang saat ini merusak pikiran ku tidak lah benar!


saat aku masuk. sungguh menjijikan aku malah mendengar ******* wanita yang saling bersahutan. apa kah mereka?


ku dekati pintu kamar ku. yang memang dalam keadaan tidak tertutup rapat.


ku intip ke dalam.


sungguh terkejutnya aku. aku masih tak percaya dengan apa yang ku lihat,


ku bekap mulutku karna takut aku tak bisa mengendalikan suara ku.


suami ku. dia tengah memadu kasih layaknya suami istri. bahkan bukan cuma dengan satu wanita. melainkan dua wanita!


sekuat tenaga ku ambil ponsel ku. dan ku rekam kegiatan mereka.


setelah beberapa lama berada di sana. aku merasa dadaku mulai sesak. ku putuskan untuk keluar rumah.

__ADS_1


aku pun pergi ke samping rumah. yang memang hanya ada kebun yang terbentang.


ku tutup mulut ku. karna aku tak mau jika mereka mendengar tangisan ku.


sesak sekali rasanya. mengetahui kenyataan bahwa suamiku berbuat hal menjijikan dengan wanita wanita itu.


aku masih bisa menerima jika dia tidak memberiku nafkah, tapi ini aku tidak bisa mentoleransi perbuatan nya.


*******


jam menunjukan pukul 03,30 dini hari. terdengar bahwa mereka keluar rumah. dengan suara yang di buat sekecil mungkin. nampak nya mereka takut jika ada yang mengetahui perbuatan mereka.


motor Adit pun melaju pergi meninggalkan rumah. bersama dengan dua wanita tadi.


lekas ku masuk dan menangis sejadi jadinya. aku tak percaya dengan apa yang ku lihat barusan.


penghianatan yang menyakitkan. bahkan Adit melakukan nya di kamar ku?


rasa sesak di dada membuat ku kehilangan akal. ku ambil ponsel ku dan hanya nomor Desi yang ku ingat saat ini.


suara dering ponsel berbunyi beberapa saat. sebelum terdengar Desi menjawabnya.


"Hallo'" ucap Desi yang terdengar bahwa dia tengah tertidur.


"Des, bisa ke rumah"


"Kenapa Tar, ada apa?"


"Gak apa apa, tolong ke rumah sekarang"


telpon pun di matikan oleh Desi. hingga sekitar 15 menit, Desi pun tiba dengan motor matic nya.


Desi langsung masuk ke dalam. dan langsung memelukku yang memang dalam ke adaan menangis.


"Tar, kamu kenapa? ada apa"


aku masih belum menjawab pertanyaan desi. Rasanya mulut ku begitu berat untuk mengucapkan kata. rasa sesak di dada ini benar benar membuatku ingin mengakhiri hidup dalam seketika.


beberapa kali Desi bertanya? apa yang terjadi padaku. hingga tangis ku pun mulai mereda.


Namun saat mulut ku hendak berbicara. kepala ku begitu pusing dan kemudian hanya kegelapan yang ku lihat.


entah apa yang terjadi. namun saat ku buka mata. aku sudah berada di ruang pemeriksaan.


ku perhatikan sekeliling dan jendela. nampak nya sudah pagi. terlihat cahaya mentari yang sudah menyinari bumi.


ku lihat di balik pintu kaca. Desi nampak tengah berbincang dengan dokter di sana. entah apa yang mereka bicarakan.


beberapa saat kemudian. Desi dan dokter pun menghampiriku.


"Bagaimana keadaan ibu sekarang? apa masih pusing di kepala?" tanya dokter padaku.


"Hanya pusing sedikit Dok" ..


"Itu hal yang wajar, Darah ibu cukup rendah. mungkin ibu kurang istirahat dan ada satu yang saya ingin kabarkan. Ibu tengah mengandung dan usia janin sudah memasuki dua bulan"


aku tak percaya dengan apa yang ku dengar, Desi nampak tersenyum kecil padaku.

__ADS_1


"Apa Dok saya hamil?"


"Iya Bu."


Dokter itu pun meninggalkan ku bersama Desi. ..


"Cie cie, selamat ya. akhirnya aku akan punya ponakan juga hhee"


aku tak menjawab ucapan Desi. rasanya kehamilan ini datang tidak tepat waktu,. disaat aku ingin mengakhiri pernikahan ku dengan Adit. mengapa aku malah hamil?


penghianatan yang di lakukan Adit tidak bisa ku maafkan. tapi apa anak aku yang akan menanggung semua kesalahan Ayah nya?


apa dia yang akan membayar dari keegoisan ku?


tapi aku juga tidak ingin terus mempertahankan pernikahan ini. terlebih setelah aku mengetahui perbuatan Adit tadi malam.


entah apa yang akan aku lakukan sekarang,


baru saja aku akan menyerahkan bukti perbuatan Adit pada Ayah dan ibu. agar mereka tahu siapa menantu yang mereka sayangi itu.


tapi, jika begini? apa aku harus mengalah demi kesejahteraan calon anak yang ku kandung. karna dia tidak lah bersalah


"Hey, Kok malah bengong sih? selamat ya kamu jaga calon ponakan ku baik baik."


"Des, sebenarnya"


Desi nampak menajamkan matanya. dia sepertinya menangkap ada keanehan dalam diriku.


"Ada apa Tar?"


"Sebenarnya, aku berniat menyudahi pernikahan ku"


"Hah, kenapa? Ada masalah apa. dan Iya tadi kenapa kamu menangis"


"Suamiku terbukti benar apa yang di katakan orang orang, bahwa suamiku bermain di warung itu"


"Kamu menyelidiki suami kamu?"


"Iya"


"Kapan?"


"Semalam"


Desi nampak terkejut dengan penuturan ku.


ini belum apa apa? dari apa yang aku lihat semalam.


"Kamu bisa bilangin suami kamu agar berhenti minum di warung sana, dengan begitu kalian akan baik baik"


"Kamu tahu?"


ku hentikan ucapan Ku yang membuat Desi nampak penasaran.apa aku akan menceritakan semua pada Desi.


karna saat ini dia lah yang paling dekat dengan ku.


jika aku bicara keburukan Adit pada Ayah. mungkin Ayah tidak akan percaya.

__ADS_1


__ADS_2