Bahagiaku Setelah Berpisah

Bahagiaku Setelah Berpisah
"SiKAP BURUK ADIT"


__ADS_3

Kejadian semalam benar benar mengguncang diriku. bukan hanya merasakan sakit di wajah ku. hatiku juga sakit


setelah di tampar Ayah saja membuat ku terguncang. sekarang suamiku yang melakukan hal sedemikian.


Aku tidak bisa tidur semalaman. karna menahan rasa sakit yang teramat di bagian wajah ku. Aku tak tahu seberapa parah luka di wajahku ini. karna aku tidak sanggup melihat nya di cermin.


Adit pun tidak pulang semalaman. paling paling dia bersama wanita wanita itu lagi, setelah memukulku di hadapan ibunya tidak ada kah rasa menyesal sedikitpun?


Aku rasanya tidak bisa pergi ke toko, tapi hari ini aku akan melihat tabungan ku untuk membeli rumah.


Saat aku tengah mengusap pipiku yang sakit. pintu depan terbuka,


"Tar, Ya ampun kamu masih tidur sayang?"


Rupanya Adit yang pulang, dia langsung masuk ke kamar ku dan tanpa ada rasa bersalah dia bersikap seolah olah tidak ada sesuatu yang terjadi.


Aku masih tidak menjawab ucapan nya, bahkan melihat nya saja aku sudah tidak Sudi,


jika bukan karna bayiku sungguh aku ingin mengakhiri pernikahan ini.


dapat mertua yang selalu menyakiti saja sudah tersiksa, sekarang suami yang dengan ringan nya mengangkat tangan padahal ibunya yang salah.


"Sayang, Kok Kamu diam saja? Kamu sakit?"


Aku masih diam dalam posisiku, enggan berbalik dan melihatnya.


"Eemm aku minta maaf atas kejadian kemarin ya, lagian kamu salah kenapa kamu berbohong padaku!"


"Sayang"


Karna tidak kunjung mendapat jawaban dariku. diapun pergi keluar. ku dengar dia pergi ke dapur. apa yang akan dia lakukan?


"Tar, kenapa belum ada makanan? apa kamu tidak masak!"


"Tari, aku sedang bicara jawab dan tatap aku"


Adit memaksaku membalikkan badan menghadapnya.


"Kenapa muka kamu jelek gitu? sampai lebam lebam"


Masih bisa dia bertanya kenapa muka ku lebam? apakah dia lupa bahwa dia yang membuat nya?


"Tar, aku lapar cepat masak sesuatu,"


"Aku sedang tidak sehat, jadi kamu masak saja sendiri"


Adit memegang kening ku, dia seperti memastikan ucapan ku.


"Kamu memang agak panas, kamu minum obat ya biar cepat sembuh. atau mau aku belikan sesuatu?"

__ADS_1


"Tidak"


"Ya sudah kalau kamu sakit dan gak bisa masak gak apa apa, kamu istirahat saja sini biar ku belikan nasi uduk saja ya"


"Tidak usah"


"Ya sudah kalau kamu gak mau, Sini aku minta uang untuk membeli sarapan dan ongkos bensin ku"


Apa dia tidak ada rasa malu sedikitpun, setelah dia membuatku begini. masih bisa dia meminta uang padaku.


"Tidak ada"


"Apa maksud nya tidak ada? Begini sayang aku tahu kamu marah karna kemarin aku sedikit memukul kamu. tapi itu karna kamu salah. istri tidak pantas berbohong pada suaminya, Sekarang aku minta uang untuk membeli sarapan dan bensin motorku"


"Aku sudah tidak punya uang, kamu minta saja pada ibumu"


Aku pun berjalan kembali ke kasur ku. ingin rasanya segera berbaring kepala ku sangat pusing.


"Apa apa an ini? Bagaimana mungkin kamu tidak punya uang?"


"Kenapa aku harus ada uang, bukan nya uang ku di ambil ibumu?"


"Itu cuma 300 ribu Tar, Sudah sudah, Sayang Aku tidak ingin berdebat setiap hari karna uang, Sini mana uang nya"


Dia masih bersikukuh meminta uang, Ya walau pun ini bukan kali pertama ku Adit meminta uang, dia setiap hari meminta uang entah itu untuk makan atau bensin motornya.


bahkan Setiap hari kami berdebat masalah uang, bahkan dia sampai mengeledah tas ku saat aku ke kamar mandi.


"Tidak ada"


"Cukup Tar, jangan buat aku hilang kesabaran ya, tidak mungkin kamu tidak ada uang, Sini biar ku ambil sendiri"


Adit mengambil Tas ku, dia mengeluarkan semua isi dalam tas ku, dan dia membuka isi dompet ku. hanya ada kartu minimarket dan KTP di sana. karna aku menyimpan Rekening ku dalam Tas yang sengaja ku sobek tipis untuk menaruh kartu itu,


orang tidak akan menyangka jika melihat nya sekilas. namun jika di raba raba, maka akan tahu jika dalam balutan kain tas itu ada benda pipih tersebut.


Mengapa aku melakukan Hal demikian. karna sudah satu bulan lebih ini Adit selalu meminta uang padaku, bahkan sampai menggeledah lemari dan laci laci kamar ku.


itu yang membuat ku melakukan hal sedemikian. jika dia sampai tahu aku ada tabungan sudah pasti dia akan mengincarnya. dan aku tidak akan punya apa apa?


Terlebih setelah kejadian kemarin. ibu mertua sampai mencuri uang untuk bayar listrik. makin enggan aku menyimpan benda berharga di rumah ini.


"Kamu simpan uang dimana Hah! Kenapa tas kamu gak ada uang nya"


"Aku memang tidak ada uang"


"Bohong! Kamu istri pembohong Cepat berikan uang itu padaku, Atau.."


Adit meninggikan suaranya, dia sangat marah karna tidak mendapatkan uang di sana.

__ADS_1


"Atau apa?"


Aku ingin tahu, apa dia akan memukulku seperti semalam? sikap Adit satu lagi yang ku temukan disini, Dia mudah mengangkat tangan dan melukai orang lain. setelah itu dengan mudahnya dia melupakan kejadian kemarin.


dan sekarang, Apa dia akan melakukan hal serupa padaku karna untuk pertama kalinya dia tidak mendapat apa yang dia inginkan?


"Berani kamu nantang aku!"


Dia menghampiriku yang tengah duduk bersandar pada tempat tidur. dan mencengkram bawah daguku dengan sedikit kuat, Sejujur nya ada rasa takut. aku takut dia sampai nekat membunuhku karna aku tidak memberinya uang,


Tapi itu tidak mungkin, Adit tidak mungkin Setega itu melakukan hal sedemikian padaku.


Adit. menatapku dengan tatapan yang menakutkan. dia Melepaskan cengkraman tangan nya. dan berjalan ke lemari. apa yang akan dia lakukan.


.


Sedetik kemudian, tidak ku sangka. dia membuang semua baju ku di bawah. dan mengeluarkan semua barang barang ku,


termasuk Make up ku dia buang ke segala arah, Aku masih tercengang melihat kejadian pagi ini. semarah ini kah suamiku, hanya karna aku tidak memberi ya uang?


Kemudian dia mengeluarkan sesuatu di saku celana nya, dan ku lihat dia mengeluarkan korek api, Mau apa dia?


Hal yang tidak ku duga sebelumnya. dia membakar pakaian ku yang dia buang sebelumnya di lantai, karna aku kaget melihat apa yang dia lakukan. aku pun berjalan ke arah nya


"Adit, apa yang kamu lakukan, Kenapa kamu sampai membakar pakaian ku"


Aku berusaha memadamkan api dan memisahkan pakaian yang tidak terkena api,


"Itu yang akan kamu terima jika berani membangkang padaku Tari"


.


Aku melihat wajah Adit sekilas. nampak ada kepuasan disana,


"Kamu keterlaluan Adit, ini semua pakaian yang ku beli tanpa menggunakan uang mu"


Bukan nya sadar akan kesalahan nya. dia malah memaksaku berdiri dengan menjambak rambutku.


"Berikan aku uang, atau ku bakar kamu"


Dia melepaskan Jambak kan nya dengan keras, sampai aku ter pontang panting. jatuh dan hampir kepala ku terkena tembok.


"Aku memang tidak ada uang Dit"


"Bohong!"


Suaranya sangat keras sampai membuatku terkejut. ku lihat dia membuka satu laci dan mendapatkan jam tangan ku disana.


"Baik lah, jika kamu tidak bisa memberiku Uang, ini sudah cukup "

__ADS_1


Dia keluar kamar dengan membawa Jam tangan ku bersama nya.


lekas ku bangkit dan membawa air untuk menyiram api yang masih menyala di beberapa pakaian ku...


__ADS_2