Bahagiaku Setelah Berpisah

Bahagiaku Setelah Berpisah
"BERTEMU DENGAN SINTA"


__ADS_3

Sebenarnya aku hanya asal ingin menjadi polisi, tidak sedikitpun tujuan ku menjadi anggota kepolisian.


Aku mengurangi berat badanku. dan mengurangi pula mengemil di waktu malam. hingga acara kelulusan pun tiba, Sinta masih saja membully ku. dan masih saja mengejek ku. walau aku sudah tidak begitu gendut. tetap saja dia tidak menyukai ku.


padahal aku masih sangat mengagumi Gadis itu.


kami merayakan acara kelulusan dengan mencoret baju baju kami, acara ini memang sangat tidak berfaedah. namun ini adalah salah satu cara kami meluapkan kesenangan kami karna berhasil lulus dan bisa melanjutkan masa depan kami setelah ini.


Setalah lulus aku langsung mendaftar kepolisian, sebenarnya aku tidak begitu yakin. karna memang cita citaku tidak lah ingin jadi anggota kepolisian. aku melakukan ini semata mata untuk mewujudkan impian Papah dulu.


Beberapa orang yang hendak mendaftar jadi anggota kepolisian begitu banyak, membuatku juga ikut gugup. karna mereka begitu modis dan bersemangat. berbeda dengan ku.


********


Tidak ku sangka aku terpilih dan di Lantik menjadi anggota kepolisian.


setelah beberapa kali dan waktu menjalani beberapa tugas dan seleksi akhirnya aku menjadi polisi juga.


Hari demi hari penampilan ku semakin berubah, aku mulai merawat wajah ku yang tadinya di penuhi jerawat, Kini jerawat itu sudah hilang hanya tinggal beberapa bekas nya saja. Mamah juga selalu mengingatkan ku untuk mengubah pola makan ku.


dan terbukti, kini aku tidak lagi gendut dan hitam.


********..Singkat cerita....


Setelah satu tahun menjabat menjadi seorang polisi. aku bertemu lagi dengan Sinta, rupanya dia telah menikah dengan seorang lelaki yang berprofesi sebagai seorang guru tersebut.


padahal aku masih sangat mengagumi wanita itu. andai saja dia tidak menikah lebih dulu. pasti aku akan mencoba menyatakan cinta untuk yang kedua kalinya.


Hari itu, aku tengah duduk di sebuah Cafe, setelah menjalankan tugas dan hendak pulang.


"Bima?" tiba tiba suara yang teramat ku kenal memanggilku .


"Sinta?" jawabku. karna mengetahui bahwa yang memanggilku adalan Sinta gadis yang pernah menolak ku.


"Aku boleh duduk disini?" ucapnya.


"Eemm, boleh" jawabku.


"Ini benar kamu Bima yang dulu satu sekolah denganku kan?" ucapnya seperti tak percaya bahwa yang duduk di hadapan nya adalah aku.


"Iya benar" jawabku


"Kamu jadi Polisi?" ucapnya


"Iya" jawabku.


Jujur saja, Sinta nampak semakin cantik dan Ayu. walau ku tahu dia sudah berkeluarga. Namun tidak dapat ku pungkiri, aku masih menyimpan rasa yang sama terhadap wanita yang sekarang berperan sebagai seorang istri itu.


"Kamu berubah sekarang ya, tidak gendut dan dekil lagi" ucapnya seraya memberikan senyum yang dulu tidak pernah dia perlihatkan padaku.

__ADS_1


"Setiap orang bisa berubah seiring berjalan nya waktu Sin" jawabku.


"Eemm, aku boleh minta nomor WhatsApp mu Bim?" ucapnya


"Untuk apa?" jawabku.


"Ya tidak untuk apa apa, kamu kan sekarang jadi polisi, siapa tahu aku butuh bantuan mu kan?" ucapnya.


"Baik lah, 089*******90 itu Nomor WhatsApp ku" jawabku setelah memberikan Sinta nomor telpon ku.


Ku lihat Sinta nampak menyimpan Nomor Telpon ku di ponsel nya. Ku perhatikan terus wanita ini, dia semakin cantik dan ayu. hijab yang ia kenakan semakin modis dan membuatnya seperti ABG.


"Ya sudah ya Bim, aku pergi dulu" ucapnya seraya bangkit dari duduk dan berjalan meninggalkan ku.


Kenapa ini? kenapa aku malah di pertemukan lagi dengan Sinta? padahal dia sudah menikah dan memiliki suami, Namun Pesona dan perasaan ku padanya kenapa masih sama seperti dulu?


Setelah melihat Sinta pergi dengan menaiki sebuah mobil, aku dapat melihat bahwa di mobil tersebut ada seorang lelaki. mungkin itu suaminya?


dan aku pun memutuskan untuk pulang ke rumah.


"Mah, Bima pulang" ucapku kala memasuki rumah yang ku tempati bersama Mamah ku.


"Ayo makan dulu Nak" jawab mamah dari dalam.


"Baik mah" ucapku seraya menghampiri suara mamah,


"Bagaimana kerjaan kamu hari ini Nak?" tanya mamah seraya menyendok nasi untuk ku.


"Seperti biasa mah" jawabku


"Kamu kalau jadi polisi itu harus Jujur, bekerja yang benar. harus menjadi polisi yang berguna bagi masyarakat banyak" ucapnya seraya duduk.


"Iya Mah, Bima akan menjadi polisi yang jujur dan berguna bagi banyak orang, Bima akan membanggakan Mamah dan Almarhum Papah" jawabku


kami pun makan bersama.


"Nak, kamu belum pernah mengenalkan Pacar mu pada Mamah?" tanya mamah.


"Bima belum ada pacar Mah" jawabku.


"Masa anak mamah yang ganteng begini belum ada pacar?" ucap mamah.


"Memang belum Mah, Bima belum memikirkan memiliki pacar" jawabku.


"Kamu masih belum bisa Move On dari Sinta Nak?" ucap mamah kemudian.


"Tidak kok Mah, lagian kan mamah tahu Sinta sudah berkeluarga" jawabku meyakinkan.


Karna sejujurnya aku memang belum bisa melupakan Sinta.

__ADS_1


"Bagus lah kalau begitu, dengar Nak, Sinta dulu pernah menolak mu. Mamah harap itu tidak menjadi penghalang bagimu untuk membuka hati untuk gadis lain" ucapnya.


Mamah memang tahu segala nya tentang ku, tidak ada satu hal pun yang aku sembunyikan dari mamah. termasuk perasaan ku pada Sinta, dan alasan Sinta menolak ku.


Selain menjadi mamah sekaligus papah bagiku, mamah juga menjadi teman yang baik. dia selalu setia mendengarkan keluh kesah ku. dari aku masih sekolah. saat aku begitu patah hati kala di tolak oleh Sinta. hingga aku di Lantik dan sekarang menjabat menjadi seorang polisi.


"Tidak mah, Bima hanya belum mau pacaran saja" jawabku mengelak.


"Ya sudah kalau begitu, kamu mending istirahat saja di kamar mu. seharian ini kamu pasti cape karna bekerja" ucap mamah


"Baik mah, Bima masuk ke kamar dulu ya" jawabku seraya berjalan meninggalkan wanita terhebat ku.


Aku pun membaringkan tubuh ku di kasur kesayanganku. merentangkan tubuh dari lelah nya aktivitas yang ku geluti seharian ini.


Ting....


Tiba tiba ponsel ku berbunyi. ku ambil ponsel ku yang ku simpan dalam tas. dan melihat siapa yang mengirim pesan padaku.


(Bim, ini aku Sinta)


Rupanya Sinta yang mengirim kan pesan padaku. mau apa dia malam malam begini?


(Ya sin, ada apa?)


(Tidak ada apa apa, apa besok kita bisa bertemu?)


(Mau apa?)


(Mau mengobrol saja, ada yang mau aku bicarakan)


(kita lihat saja besok ya Sin)


(Baik, kita bertemu di Cafe tadi ya Bim)


(Ya)


(Sampai jumpa besok ya Bim)


(oke)


Tidak ada balasan dari Sinta lagi, entah harus berbuat apa? jika mamah tahu apa dia akan suka. kalau aku berbalas pesan dengan Sinta. yang notabene nya adalah seorang istri orang lain?


Entah lah, tapi aku juga tidak bisa berbohong. bahwa aku masih sangat mencintai wanita itu.


Biar ku lihat apa yang akan di bicarakan sinta besok, mungkin dia tengah membutuhkan bantuan ku. ...


*********


Ke esokan harinya.......

__ADS_1


__ADS_2