
setelah terlelap dalam tidur, suara adzan subuh pun membangunkan ku dari tidur.
ku kucek kedua mata yang masih berat. memaksanya untuk segera terjaga, tak lama terdengar pintu depan terbuka dan kembali di tutup. mungkin Adit sudah pergi ke mushola.
aku pun duduk sejenak dan melihat ponsel ku jam menunjukan pukul 04,30 pagi.
aku pun berjalan keluar kamar. menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
kemudian ku ambil beras dan mencuci nya.
yaa aku memutuskan untuk mulai mengerjakan pekerjaan rumah, bagaimana pun aku tak boleh meninggalkan kewajiban yang satu ini.
setelah menekan tombol cook pada magic com. aku pun beralih membuka kulkas. dan mengambil beberapa bahan masakan.
memang selama ini Adit yang belanja.
aku bahkan belum menerima uang dari nya.
setelah bergelut dengan tumis kangkung dan ikan goreng, aku pun mengambil sapu. dan menyapu rumah hingga bersih. tak lupa aku pun mengepel nya.
setelah selesai beres beres rumah. aku pergi ke kamar. dan membersihkan kamar ku.
jam menunjukan pukul 05,30 tapi belum ada tanda tanda adit pulang.
akhirnya aku putuskan untuk mandi saja. setelah selesai mandi, ku lihat Adit tengah duduk di teras depan.
aku pun tak menghiraukan nya, aku masuk ke kamar dan mulai bersiap.
setelah 30 menit bersiap. aku pun keluar sambil menenteng tas yang berisikan ponsel dan dompet ku.
ku lihat adit masih duduk di teras. sambil memainkan ponsel nya.
asik sekali dia dengan ponsel nya, sampai menghabiskan waktu cukup lama.
aku pun keluar dan memakai sendalku.
"Aku mau ke rumah ayah, makanan sudah aku siap kan" ucapku ketus
"Ehh tar, kamu dari tadi di situ? mau ke mana?"
yaa ampun, demi apa jadi dia gak tau kedatangan ku, dan malah gak denger aku ngomong benar benar menyebalkan!
"Aku mau ke rumah ayah, makanan sudah aku siapkan, dan kalau kamu mau keluar. tolong kunci rumah simpan saja di atas pintu" ucapku panjang lebar
"Oh iya tar, makasih kamu sudah masak, mau aku antar"
"Gak usah"
aku pun berjalan, sumpah manusia macam apa dia. masa iya aku di biarin berjalan ke rumah ayah walau jarak nya gak begitu jauh. tapi cukup cape dan pegal kalau jalan kaki.
akhirnya ku putuskan cari ojek pangkalan untuk mengantarku.
setelah berjalan 10 menit, akhirnya tiba juga aku di pangkalan ojek.
setelah memesan satu ojek. sial nya aku lupa pada bingkisan untuk adik dan ponakan ku.
"Eemm pak, maaf bisa antar saya ke rumah dulu, ada barang yang ketinggalan"
"Iya neng siap"
aku pun menunjukan arah jalan menuju rumah, dan setelah beberapa menit akhirnya sampai.
aku pun bergegas masuk dan berjalan menuju kamar ku. namun aku mendengar Adit tengah menelpon seseorang?
terdengar rayuan di sana? siapa yang di telpon Adit. mengapa dia merayu orang tersebut?
ahh terserah lah, paling juga adik perempuan nya, dia kan dekat sekali dengan adik nya.
aku pun masuk dan mengambil bingkisan ku,
__ADS_1
saat keluar kamar. Adit nampak terkejut melihat ku ada di rumah.
"Kamu kok ada di sini, bukan nya tadi udah pergi?"
aneh sekali dia, memang nya kenapa kalau aku kembali. bukan nya dia yang membawaku ke rumah ini dasar aneh.
"Bingkisan ku ketinggalan"
"Oh iya"
aku pun berjalan keluar dan menaiki kembali ojek yang tadi ku pesan, dan motor pun melaju menuju rumah ayah.
perjalanan memakan waktu 20 menit, hingga aku tiba di rumah ayah.
aku pun membayar sejumblah uang untuk ojek yang ku pesan.
dan bergegas masuk.
"Assalamualaikum," ucap ku dari luar
"Waalaikumusallam' Tari, " jawab ibu dari dalam.
aku pun memeluk ibuku, dan duduk di kursi tamu. kedua adik ku menghampiri ku tak lupa aku memeluk dan mencium mereka.
ku berikan bingkisan berisikan mainan untuk mereka. mereka menyambutnya dengan senang dan langsung memainkan nya.
"Bagaimana pernikahan kamu? apa semua nya baik baik saja?" ucap ibu nampak risau
"Semua baik baik saja Bu,"
"Apa kamu sudah mulai menerima Adit?"
"Tari sudah mulai belajar menerima Adit, walau belum sepenuhnya. tapi tari sedang berusaha, "
"Alhamdulilah, ibu senang mendengar nya,"
"Kamu sudah makan? ibu ada masak pindang ikan bandeng, "
"Wah pasti enak sekali Bu, sudah lama tari tak makan itu"
aku pun bergegas pergi ke dapur dan mengambil nasi serta lauk ikan yang di masak ibu.
aku makan cukup lahap. terlebih aku belum makan tadi di rumah.
setelah selesai makan, aku pun menaruh piring di dapur. dan mencucinya
setelah selesai aku bermain dengan adik adik ku. mereka nampak gembira memainkan mainan yang baru ku bawa.
setelah beberapa waktu bermain bersama adik adik ku.
aku pun pergi ke kamar.
ku lihat tiap sudut kamar ku. tempat yang sangat nyaman bagiku.
aku berbaring di kasur dan mata pun mulai berat.
hingga tak sadar aku pun tertidur cukup lelap
sampai terdengar suara ayah.
aku pun bangun dan keluar kamar.
aku mencium tangan ayah, dan duduk di samping nya.
"Adit dimana?" tanya ayah padaku
"Ada di rumah, tadi dia tidak ikut karna ada urusan katanya"
terpaksa aku berbohong pada ayah mau gimana lagi.
__ADS_1
"Kamu yang baik ya pada Adit, bagaimana pun dia itu suami mu. hormati dia dan jaga harga diri nya"
"Iya yah"
ayah pun berlalu pergi ke luar, aku pun duduk sambil menonton tv.
ku ambil ponsel di dalam tas. dan mulai memainkan nya.
setelah beberapa lama bermain ponsel. aku teringat akan boneka pemberian Roni. yang berada di lemari.
aku pun bergegas mengambilnya.
akan ku bawa pulang nanti.
jam menunjukan pukul 03,00 sore.
"Kamu pulang di jemput Adit atau tidak?" tanya ayah padaku.
mengapa ayah bertanya demikian, tak senang kah dia aku ada di sini?
"Kurang tahu yah,"
"Coba kamu tanya Adit? dia mau jemput atau tidak? kalau tidak ayah akan antarkan kamu pulang, tidak baik kamu keluar terlalu lama"
ya ampun apa yang harus aku lakukan, mau bertanya bagaimana?
nomor nya saja tidak ku simpan, akhir nya aku sedikit memainkan ponsel. dan berpura pura sedang menelpon.
"Tidak di angkat yah, mungkin Adit masih sibuk dengan urusan nya" ucap ku berbohong.
"Ya sudah nanti kamu ayah antar saja"
"Apa tidak seharusnya nunggu Adit saja yang jemput kesini yah?"
sangkal ku, karna aku masih ingin berada di sini, dan tidak ingin buru buru pulang.
"Tidak, biar ayah antarkan saja cepat kamu bersiap"
aku pun hanya menarik napas panjang,
ku ambil tas di kamar. dan memasukan ponsel yang terletak di kursi depan tv.
tak lupa ku peluk boneka kesayangan ku pemberian Roni.
"Sudah?" tanya ayah.
"Ya "
"Kamu mau bawa boneka itu?"
"Yaa, aku gak ada teman di sana. jadi biar ada teman "
ayah hanya memandangi ku, yang memasang muka muram tak lama ibu pun keluar.
"Mau kemana?" tanya ibu
"Mau ayah antar pulang, Adit sepertinya masih sibuk" jawab ayah
"Oh ya sudah" ucap ibu
aku mencium tangan ibu, dan menaiki motor ayah.
sepanjang perjalanan aku diam. kenapa ayah begini tak senang kah dia kalau aku pulang? sampai harus di paksa pulang begini.
"Ayah bukan tak senang kamu pulang, hanya saja sekarang kamu sudah menjadi istri seseorang. tak baik jika kamu keluar rumah lama apa kata orang nanti?" ucap ayah menjelaskan
"Ya"
aku hanya diam sambil memeluk boneka kesayangan ku.
__ADS_1