Bahagiaku Setelah Berpisah

Bahagiaku Setelah Berpisah
"KEBENARAN SINTA"


__ADS_3

Aku sungguh tidak percaya dengan apa yang ku lihat tadi, Sinta. aku benar benar tidak menyangka bahwa Sinta sampai melakukan perbuatan yang menjijikan.


Ku langkah kan kaki ku menuju parkiran,


"Pak, ayo antar saya ke tujuan awal" ucapku pada sopir taksi yang sedari tadi setia menungguku.


Mobil pun melaju, Namun entah kenapa? Aku merasa sebagian dari diriku telah hilang. aku benar benar kecewa atas penghianatan yang Sinta lakukan padaku.


Jika saja dia hanya berselingkuh, mungkin aku masih bisa memaafkan nya. Tapi ini?


dia sampai tega menjual diri. dan yang lebih Buruk nya lagi adalah.


Sinta sudah melakukan ini selama satu tahun.


Ya ampun. berarti semenjak kami bertunangan. Sinta sudah sering melakukan ini?


.


Mobil pun tiba di depan rumah ku. rumah yang menjadi saksi lahir nya diriku. dan yang menjadi tempat aku dan keluargaku bernaung.


"Mah, Bima pulang" ucapku kala duduk di kursi tamu.


"Kamu sudah pulang Nak? Kok tidak memberi tahu mamah dulu" jawab mamah.


Tak lama kemudian, mamah datang dengan segelas Lemon Tea di tangan nya.


Itu lah mamah, dia selalu menyiapkan apapun keperluanku. dan selalu bersikap aku masih Anak anak.


"Nak, ini kalung turun temurun. dulu mamah mendapatkan kalung ini dari Ibu mertua mamah. dan sekarang Mamah minta kamu berikan pada Sinta. Ya, walau sebenarnya mamah masih belum terlalu menyukai Sinta. tapi pernikahan kalian hanya tinggal satu bulan lagi. mamah tidak mau bersikap egois" ucap mamah sembari memberikan kotak berisikan kalung.


Ku tatap wajah mamah, mamah begitu tegar walau dalam hatinya tidak memberikan ijin untuk ku. namun mamah selalu berupaya membuatku bahagia.


"Tidak perlu mah, mamah simpan kembali kalung ini. karna Sinta sangat tidak pantas mendapatkan kehormatan seperti ini!" jawabku.


"Kenapa Nak? kenapa kamu sampai berucap begitu? apa kalian bertengkar" ucap mamah.


"Bima akan membatalkan pernikahan Bima dengan Sinta" jawabku.


"Apa, Nak. jangan bersikap gegabah Nak. pertengkaran pasti akan terjadi di Antara dua kekasih. kamu harus bijak memilih keputusan. pernikahan kalian tinggal satu bulan lagi" ucap mamah.


"Bima sudah tidak bisa melanjutkan pernikahan ini mah" jawabku.


"Ada apa sebenarnya? Kamu sudah membooking hotel mewah untuk resepsi pernikahan mu, undangan juga telah jadi. lalu kenapa Nak?" ucap mamah.


"Sinta berkhianat mah" jawabku.


Mamah nampak terkejut dengan ucapan ku barusan.


"Apa maksud mu?" ucap mamah.

__ADS_1


"Tadi Bima melihat Sinta pergi ke hotel dengan seorang lelaki. Bima membuntuti mereka sampai masuk ke sebuah kamar. Bima meminta pihak hotel memberikan kunci cadangan. setelah beberapa waktu berdebat. mereka pun memberikan Bima kunci tersebut dan alangkah mengejutkan. Sinta tengah memadu kasih dengan lelaki tersebut" jawabku.


"Apa?" ucap mamah sembari menutup mulut nya.


"Yang lebih menyakitkan, Sinta sudah melakukan hal ini selama satu tahun. Sinta menjual tubuhnya mah" jawabku. sembari menahan sesak di dada


"Kamu yang sabar ya nak, berterima kasih lah pada pencipta. karna kamu sudah mengetahuinya sebelum terlambat. bayangkan jika kamu mengetahui ini semua setelah kamu menikah dengan Sinta? bukan hanya kehidupan asmara mu. Namun pekerjaan mu juga akan di pertaruhkan" ucap mamah.


"Iya mah" jawabku.


"Lalu, bagaimana dengan semua uang yang telah kamu bayarkan untuk acara pernikahan kalian? apa masih bisa di tarik" ucap mamah.


"Bima tak tahu mah, jika masih bisa di tarik. bagus. jika tidak pun tak apa" jawabku.


Memang, uang yang telah ku keluarkan memang tidak lah sedikit. aku sudah mengeluarkan dana 400 juta. untuk membooking hotel yang sinta mau, untuk mencetak undangan. dan untuk membayar jasa Catering. dan untuk fitting baju.


Namun. pikiran ku bukan terganggu akan semua uang yang telah ku keluarkan. Tapi. pada Sinta. untuk apa dia melakukan ini semua. bukan kah setiap bulan aku telah memberinya uang. bahkan untuk membeli baju dan kosmetik telah ku sediakan. lalu untuk apa dia melakukan ini semua?..


Hari itu.......


Hari ini aku telah masuk lagi ke kantor. namun kala kaki ku melangkah masuk. Aku mendapati Angga tengah Menemui Sinta.


Rupanya Sinta dan lelaki itu di bawa ke sini?


Aku pun memasuki kantor dan duduk.


"Angga" jawabku sembari bangkit dari duduk.


"Kamu jadi polisi sekarang?" ucapnya.


"Iya, kamu sedang apa disini" jawabku.


"Bima, Bim. aku mohon maafkan aku Bim. aku akan jelaskan semua. semua itu hanya salah paham" tiba tiba Sinta berlari sembari memegang tanganku.


"Dengar Sinta, semua bagiku sudah jelas. aku sudah memaafkan kamu. tapi tidak bisa menerima mu kembali, keputusan ku sudah bulat. aku akan membatalkan semua rencana pernikahan kita" jawabku.


"Tidak Bim, Tidak. kamu tidak boleh membatalkan pernikahan kita. bukan kah kamu sangat mencintaiku? lalu kenapa kamu mau membatalkan pernikahan kita" ucap Sinta.


Angga hanya diam mendengarkan pembicaraan antara aku dan Sinta. Angga nampak begitu terkejut


"Semua sudah terjadi Sinta. kesalahan yang kamu perbuat tidak bisa ku maafkan, mungkin kemarin aku begitu mencintai kamu. tapi setelah aku melihat nya. bukan cinta


melainkan aku begitu jijik kala mengetahui perbuatan mu" jawabku.


"Kamu jahat Bim, aku bersumpah kamu tidak akan pernah bahagia" ucapnya seraya berlari keluar kantor polisi.


"Kamu ada hubungan apa dengan Sinta Bim?" tiba tiba Angga bertanya.


"Sebenarnya aku hendak menikah dengan nya satu bulan lagi" jawabku.

__ADS_1


"Apa?" Angga begitu terkejut.


"Kamu sedang apa disini, tadi kamu tidak sempat menjawab?" jawabku.


"Aku kesini untuk membebaskan Sinta, seperti yang sudah sudah" ucapnya membuatku kaget.


"Membebaskan Sinta? Memang nya kamu ada hubungan apa dengan Sinta" jawabku.


"Dia adalah istri sepupuku. dan salah nya adalah aku yang mengenalkan mereka berdua. ku kira Sinta gadis yang baik. rupanya aku salah besar, selama pernikahan mereka berdua. Sinta selalu membuat onar. Biaya hidup sinta begitu tinggi. sampai gaji sepupu ku tidak bisa menutupi gaya hidupnya. semua tidak berakhir disitu. Sinta sampai menggadaikan sertifikat rumah tanpa sepengetahuan suami dan mertuanya. dia beralasan hendak membangun rumah orang tuanya. namun setelah diselidiki. uang bulanan yang selalu di berikan untuk sinta kirim ke mereka. tidak sinta berikan. bahkan setelah memiliki anak, Sinta di ketahui sering menjual diri dan entah untuk apa?" ucap Angga panjang lebar


"Apa?" jawabku terkejut.


"Kamu tahu, Sinta bukan hanya kali ini di tangkap polisi karna perbuatan nya. namun selama menjadi istri sepupuku. dia juga sering melayani lelaki lain. bahkan Sinta tidak pernah memperdulikan anak nya. jika tidak di urus oleh suami dan mertuanya. mungkin anak Sinta sudah meninggal" ucapnya


"Meninggal?" jawabku.


"Ya, saat sepupuku harus pergi keluar kota hari itu. hanya ada Sinta dan anak nya di rumah. namun Sinta meninggalkan anak nya yang berusia satu bulan sendiri di rumah. dalam keadaan pintu terbuka lebar. bahkan bayinya sampai menangis selama semalaman. dan di ketahui oleh tetangga nya, lalu bayi mereka di antarkan ke rumah mertua Sinta. yang tidak jauh dari kediaman mereka berdua. dan selama pernikahan. Sinta tidak pernah menjadi menantu yang baik. dia selalu bersikap kasar pada mertuanya. bahkan meminta untuk menjual rumah yang saat ini di tempati oleh mertuanya. dia meminta hak warisan. yang bahkan mertuanya masih sehat" ucap Angga.


Mengapa cerita yang di ceritakan Sinta berbanding terbalik dengan yang Angga jelaskan padaku? .


"Tapi, Sinta mengatakan padaku. bahwa suaminya sama sekali tidak peduli padanya. dan selalu bersikap kasar. serta tidak pernah memberinya uang. bahkan dia tidak bisa merawat anak nya karna tidak di ijinkan oleh mertuanya, dan Sinta juga mengatakan padaku, bahwa mereka sudah bercerai" jawabku.


"Tidak, Sinta belum bercerai dengan suaminya. berulang kali sepupuku hendak menceraikan Sinta, namun dia selalu bersikap bodoh. sampai mau bunuh diri di hadapan banyak orang. dan akhirnya sepupuku kembali mengalah, dan selama ini Sinta lah yang bersikap arogan. karna sepupuku begitu mencintai nya. Sinta pun memanfaatkan semua itu. jika bayi nya tidak di rawat oleh mertuanya maka siapa yang akan merawat, sedangkan Sinta begitu acuh pada anak nya sendiri"ucap Angga. ..


"Jadi Sinta belum bercerai?" jawabku kaget.


"Iya, itu sebab nya tadi aku terkejut kala kalian berbicara tentang pernikahan" ucap Angga.


"Angga, aku benar benar tidak tahu. Sinta menjelaskan bahwa dia sudah bercerai. dengan suaminya. dan tidak mendapat hak asuh anak nya. maka sebab itu aku memutuskan untuk menikahinya" jawabku


"Tidak apa Bim, aku tahu kamu juga begitu mengagumi Sinta. tapi keberuntungan masih berpihak padamu. kamu sudah mengetahui semuanya sebelum terlambat dan berakhir seperti saudaraku. jika kamu ingin membuktikan semua nya. ikut lah dengan ku. maka kamu akan mengetahui semua nya" ucap Angga


kebenaran telah terungkap sempurna. kala Angga membawa ku bertemu dengan suami dan mertua serta anak nya Sinta. bahkan aku juga memergoki Sinta ada di rumah itu,


mengapa Sinta sampai berbuat tega begitu?


aku benar benar telah tertipu dengan penampilan dan ucapan manis nya, Sinta tidak sebaik yang terlihat.


Rupanya hijab yang selalu dia kenakan. tidak menjamin bahwa seseorang itu adalah wanita terhormat dan mulia, aku benar benar tertipu akan penampilan Sinta. dan aku meminta maaf pada suami, Angga dan mertuanya Sinta. karna aku hampir saja menikahi Sinta.


Sejak saat itu, aku takut dengan seorang wanita. aku menjadi malas memiliki hubungan dengan wanita. aku takut mengalami kekecewaan untuk kedua kali.


Angga berulang kali mengenalkan ku dengan saudara perempuan nya dan saudara istrinya. namun aku masih tidak bisa membuka hati.


Hingga dua tahun kemudian...


jabatan ku semakin naik, dan aku memutuskan untuk membuka usaha kuliner seperti yang aku cita citakan dulu.


........

__ADS_1


__ADS_2