Bahagiaku Setelah Berpisah

Bahagiaku Setelah Berpisah
"TIBANYA TEMAN TEMAN KU"


__ADS_3

aku pun menyiapkan cemilan yang tadi ku taruh di meja tv, dan menuangkan nya ke dalam toples. tak lupa aku pun menyusun beberapa roti dan biskuit di nampan ceper.


saat tengah menyusun, terdengar suara salam dari luar.


"Assalamualaikum" suara serentak dari teman teman ku.


"Waalaikumusallam"


aku pun bergegas menyambut mereka, dan nampak ada beberapa teman ku.


ada Eni, Dodi, Linda, Susi, Permana, Ida dan satu teman yang dulu tidak begitu dekat dengan ku Desi.


mereka adalah teman ku saat di sekolah dulu. kecuali Desi tentunya, aku tak tahu jika dia pun ikut juga.


dulu dia sering sekali mengejek ku, dan tak jarang juga dia mempermalukan ku di sekolah.


dia dan Genk nya memang menyebalkan saat sekolah dulu.


mudah mudahan saja sekarang sudah berubah.


aku mempersilahkan mereka untuk masuk.


"Ayo masuk dulu, mau aku bikin kan minum apa?" tanya ku pada mereka


mereka pun masuk dan duduk di karpet yang sudah ku sediakan.


"Aku mah kopi" jawab Dodi.


"Aku teh" jawab Permana


"Aku juga teh aja" ucap Eni


"Aku samain aja teh" ucap Linda dan Ida


"Aku susu ada" ucap Susi


"Aku juga teh aja" ucap Desi sambil tersenyum.


Desi berpenampilan berbeda dengan yang lain, di saat yang lain hanya mengenakan jeans dan kaos


Desi justru mengenakan dress dengan corak bunga sakura, dengan panjang di atas lutut.


dengan rambut yang dia ikat, nampak memperlihatkan leher panjang nya dan menambah kecantikannya.


dia tidak berubah sama sekali, tetap cantik seperti jaman sekolah dulu. penampilan nya yang feminim membuat banyak sekali pria yang mengejarnya.


namun aku pun pernah mendengar berita tentang nya, bahwa dia pernah menghancurkan rumah tangga orang.


bukan hal yang mustahil bagiku, paras cantik yang ia miliki pasti mudah baginya mendapatkan lelaki manapun.


aku pun pergi ke dapur, dan menyediakan apa yang di minta teman teman ku.


setelah selesai aku pun ke depan dan membawa gelas yang sudah berisikan pesanan mereka.


"Eh Tar, di mana suami kamu?" tanya Susi


"Iya, di mana dia Tar?" sambung Linda

__ADS_1


dan di susul anggukan oleh yang lain.


"eemm dia ada urusan di luar, jadi gak bisa ikut" ucap ku berbohong.


"Padahal kami ingin kenalan lho sama suami kamu" ucap Permana yang di susul anggukan oleh Eni.


aku pun hanya tersenyum mendengar nya.


kita pun berbincang panjang lebar, bahkan kita pun berbincang pada saat jaman sekolah dulu.


saat kita asik tertawa tiba tiba Desi berbicara.


"Aku pikir, kamu tidak akan bisa move on dari Roni, tau nya bisa juga" ucapan nya yang membuat ku sekejap berhenti tertawa.


nampak juga beberapa teman teman ku terkejut akan pertanyaan nya.


"Memang nya kenapa?" jawab ku.


"Tidak apa apa, hanya saja bukan nya kamu sama Roni itu kaya cinta sejati, kemana mana selalu berdua. bahkan saat kamu di hukum berdiri di tengah lapangan pun, Roni ikut juga" jawab nya panjang lebar.


"Masa lalu biar lah jadi kenangan, sekarang tetap lah berjalan ke depan" ucap Dodi berusaha melerai perbincangan kami.


"Iya benar, buat apa mengingat masa lalu" jawab Susi.


"Aku malah senang, sekarang Tari bisa move on" ucap Eni.


akhirnya Desi tak lagi bertanya yang tidak tidak.


kita berbincang, dan aku pun menawari mereka makan, memang aku belum masak biar pas makan masih hangat.


akhirnya aku pun pergi ke dapur untuk masak, di susul oleh Eni, Linda dan Susi.


aku membumbui ayam, kali ini aku ingin langsung menggoreng nya, biar lebih gurih dari pada di ungkep dulu.


Susi menyiapkan tumisan, dan Linda memasak nasi, Eni menyiapkan bahan untuk sambal.


setelah semua masakan telah selesai. kami pun membawa nya ke depan. dan memakan nya bersama sama.


"Wow, enak ini lengkap lauk nya" ucap Dodi yang langsung mengambil nasi.


"Iya benar" jawab Permana.


kami pun langsung menyantap masakan ini.


kami makan sambil berbincang dan bercanda gurau.


hingga masakan pun lenyap tak bersisa.


aku menyimpan piring ke dapur. akan ku cuci setelah teman teman ku pulang.


setelah itu kami pun kembali mengobrol, saat tengah asik berbincang.


ada penjual rujak yang lewat depan rumah. dan teman teman ku ingin makan rujak setelah makan.


aku pun memesan beberapa porsi rujak.


dan memberikan nya pada mereka.

__ADS_1


kami pun kembali memakan rujak bersama sama.


sekitar pukul 03,00 sore. mereka nampak bersiap untuk pulang.


"Tar kami pulang dulu yaa, makasih jamuan nya" ucap Dodi dan di jawab anggukan oleh yang lain.


"Iya Tar, jamuan nya enak banget" jawab Susi


"Kapan kapan, kita boleh kan main lagi" ucap Linda.


"Iya pasti boleh dong" jawabku seraya mengulas senyum.


"Lain kali kita bakar bakar yu" ucap Desi


"Ayo ayo" serentak di jawab yang lain.


aku hanya memberikan anggukan,


akhirnya mereka pun pamit dan pulang,


sepulang nya mereka. aku langsung membereskan semua nya.


cemilan yang masih bersisa ku campur menjadi satu wadah.


tujuan nya agar tidak memakan tempat saja.


dan biskuit yang sudah di buka dan masih ada sisa. ku masukan ke toples agar tidak melempem.


ku buang semua gelas air mineral, dan membawa semua gelas gelas sisa teh dan kopi.


ku letakan cemilan di meja tv, dan menyapu karpet karna cukup kotor.


setelah membereskan ruang tv, aku beralih ke dapur dan mencuci semua piring dan perabot bekas tadi makan dan masak.


tak lupa aku pun membersihkan nya,


setelah selesai mengelap dapur dan menyapu nya.


aku pun kembali ke kamar.


rasanya cukup lelah juga.


aku duduk di tepi ranjang, dan bersandar sembari memeluk boneka kesayangan ku.


ada rasa tak enak hati, mengingat Adit yang tidak ku ajak dalam acara apalagi dia memberi uang untuk menjamu teman teman ku.


apa dia tidak ada rasa sakit hati, mengapa dia nampak semua baik baik saja. padahal pernikahan kami tidak seperti pernikahan yang lain.


tapi aku juga tak bisa mengelak, bahwa aku masih membencinya bagiku dia sudah menghancurkan hidup ku.


andai dia tak menerima perjodohan ini, mungkin aku tak akan sebenci ini padanya.


dan mengapa dia malah menawarkan, sebuah pertemanan padaku? harusnya dia men talak ku saja agar kita sama sama bahagia.


tapi, dia justru malah bersikap baik padaku. dan sabar menghadapi kemarahan ku. apa dia sebaik itu. hingga ayah memutuskan untuk menikah kan ku padanya.


mungkin untuk kalangan dia, dia mudah mencari wanita. karna dia baik dan tampan.

__ADS_1


tapi aku tak bisa melupakan Roni dalam hidup ku apa lagi harus menggantikan nya.


memikirkan semua ini, membuat kepala ku berasa pening. aku pun tertidur dalam pelukan boneka ke sayangan ku.


__ADS_2