Bahagiaku Setelah Berpisah

Bahagiaku Setelah Berpisah
"HUTANG ADIT"


__ADS_3

sesampainya aku di rumah Ayah. aku pun langsung membayar sejumlah uang pada ojek yang mengantarku.


aku pun bergegas masuk ke rumah.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumusallam. lho Tari" jawab ibu dari dalam.


aku pun mencium tangan ibu dengan takzim


dan langsung menjatuhkan badan ku di kursi tamu.


"Udah makan Tar?"


"Udah Bu. tapi ibu masak apa?"


"Pepes ikan"


"Wah nampak nya enak"


"Makan sana"


ibu pun menyuruhku untuk makan.


tak butuh waktu lama aku sudah mengambil nasi putih yang di temani pepes ikan. dengan bumbu pedas gurih asam.


di tambah ibu selalu memakai kemangi yang banyak.


rasanya menambah sedap ikan dalam balutan daun dan bumbu ini.


sekitar 5 menit aku pun berhasil menghabiskan nasi dan ikan tanpa sisa.


setelah selesai dengan piring aku pun menghampiri adik ku yang hendak tidur siang.


ku cium dan ku peluk mereka beberapa saat


sebelum mereka pergi menjelajah alam mimpi.


aku pun masuk ke dalam kamar ku.


dan bergegas melepas rindu pada kamar ini.


kamar yang pernah menjadi tempat ku meluapkan semua rasa.


yang menjadi teman saat aku tengah terpuruk.


tapi tidak lagi. sekarang aku tidak lagi tinggal di kamar ini.


tidak akan ada kekecewaan yang pernah ku rasa. tidak akan ada keterpurukan seperti yang pernah ku alami.


semua sudah mulai membaik. seiring berjalan nya waktu.


ku buka lemari pakaian ku.semua barang barang ku masih tersimpan rapih di tempatnya.


dan aku pun membaringkan tubuh ku di kasur kesayangan ku ini.


ku pandangi atap atap kamar ku.


entah kapan aku akan tidur lagi di kamar ini. rasanya tidak mungkin.


karna aku sudah memiliki rumah yang sekarang ku tempati bersama Adit.


sekitar 30 menit aku meluapkan rindu pada kamar ini aku pun bergegas menemui ibu.


aku duduk di depan tv dan ibu masih sibuk di dapur.


"Bu. boleh bicara sebentar"


"Boleh dong. bentar ya ibu selesain ini dulu"


tak lama ibu pun menghampiri ku.dan duduk di samping ku.


"Ada apa?"


"Mau nanya?"


"Apa?"


"Dulu ibu hamil aku setelah berapa lama menikah?"

__ADS_1


"Eemm kalau gak salah satu tahun?"


"Oh iya"


"Kenapa kamu tanya gitu?"


ada rasa lega karna kenapa aku belum hamil. bukan nya ibu juga hamil aku setelah satu tahun menikah.


sedangkan aku baru 7 bulanan menikah.


ya memang pernikahan ku sudah setahun lebih beberapa hari. namun sah nya pernikahan ku baru tujuh bulan.


"Gak apa apa Bu. hanya saja Tari bingung mengapa Tari belum hamil?"


"Tari. anak itu titipan. jika yang memberi belum mempercayai nya maka tidak akan terjadi. kamu yang sabar saja dan tetap ikhtiar. memang nya kamu sudah siap?"


"Yaa gak tahu Bu. "


"Lah kamu belum siap kok udah mau punya anak"


"Eemm ibu nya Adit nanyain terus kapan Tari hamil Bu. jadi Tari kepikiran"


"Wajar lah. kan kalian baru menikah


pasti ibunya Adit nanya sedemikian. udah jangan berpikiran yang bukan bukan?"


"Iya Bu".


benar juga kata ibu. aku kan baru menikah. sudah pasti yang di tanyakan ibu mertua pasti kapan aku hamil?


yaa mungkin kosa kata nya yang sedikit kasar.


"Eemm Bu"


"Apa lagi?"


"Apa benar ya di dunia ini kita akan memiliki orang yang wajah nya mirip dengan kita?"


"Mungkin begitu?"


"Kalau gak ada hubungan darah juga bisa?"


aku diam sejenak. bingung mau bicara apa?


aku takut salah bicara nanti ibu malah marah padaku karna meragukan menantu kesayangan nya.


tapi pikiran ku masih terganggu dengan wajah Adinda yang mirip dengan Adit.


tapi. bagaimana cara aku menanyakan nya?


"Kenapa kok malah bengong?"


"Enggak Bu. hanya saja teman aku baru lahiran dan anak nya malah mirip dengan suami orang"


akhirnya aku pun berbohong saja. rasanya lidah ku kelu jika bicara Adit pada ibu atau ayah.


"kok bisa?"


"Gak tahu Bu. makan nya aku tanyain juga ke ibu"


"Mungkin waktu hamil si ibu nya benci sama orang itu."


"Oh iya kah Bu"


"Iya. atau malah memang mereka ada hubungan yang tersembunyi"


"maksudnya?"


"Ya mungkin selingkuh gitu. kan jaman sekarang mah udah gak aneh. artis aja banyak yang selingkuh"


jawaban ibu membuat dadaku sedikit berdetak tak karuan.


apa Adit berselingkuh dengan Anita?


tapi tak mungkin.


aku tahu Anita dan tahu Adit.


tidak mungkin mereka ada hubungan

__ADS_1


walau aku tak pernah tahu suami Anita. dan sebaliknya Anita pun tak pernah tahu suamiku


rasanya bodoh jika aku berpikir hal sedemikian.


"Udah ahh jangan banyak ngomongin orang. nanti jatuh nya dosa" ucap ibu


"Ihh bentar. Ayah mana?" jawab ku yang menghentikan langkah ibu.


"Bentar lagi pulang"


"Oh iya"


ibu pun pergi melihat adik ku yang tertidur di kamar. tak lama ayah pun sampai.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumusallam" jawabku seraya menyambut tangan ayah dan menciumnya.


"Udah lama Tar?"


"Lumayan yah"


ayah pun duduk di samping ku. sampai ibu datang menghampiri kami.


"Oh iya yah. uang yang Tari pinjam berapa ya semuanya?"


"Memang nya kamu sudah ada uang?"


"Udah yah. alhamdulilah Tari ada rejeki"


"Mau di bayar semua?"


"Iya yah"


tak lama ayah menghitung dan membuat ku kaget bukan main.


"Semua nya lima juta"


"Hah?"


"Kenapa kok kaget gitu?"


"Itu benar utang Tari yah?"


aku kaget pasalnya. utang yang ku pinjam bisa menjadi sebesar itu?


"Benar. ini utang kamu dan Adit?"


"Adit?"


"Iya. seminggu yang lalu dia kesini meminjam uang 500 ribu. dan sekitar dua bulan lalu meminjam uang 3 juta"


aku kaget bukan main. untuk apa Adit meminjam uang sebanyak itu?


bukan nya selama ini dia jarang memberi ku uang. lalu untuk apa dia meminjam uang pada ayah?


di kemana kan uang yang dia pinjam.


"Eemm yah Adit pinjam uang 3 juta untuk apa?" tanya ku ragu ragu pada ayah


"Lho kok kamu malah tanya pada ayah. bukan nya katanya buat kebutuhan kamu. katanya kamu ingin membuat usaha jadi perlu modal"


"Oh itu yah. kirain Tari Adit gak meminjam ke ayah"


aku pun hanya berbohong. dan luar biasa kaget. pasalnya usaha ku tidak melibatkan uang nya sepeserpun.


dan mengapa dia berbohong pada ayah.


sebenarnya di kemana kan uang yang dia pinjam pada ayah?


"Emm yah kalau Tari bayar hutang Tari dulu gak apa apa? biar yang 3 juta nanti?"


"Gak apa apa Tar. lagian kamu kaya sama siapa saja. kalau gak ada juga gak apa apa?


gimana usaha kamu?"


"Iya yah makasih. alhamdulilah yah"


aku pun membayar uang 2 juta pada ayah. utang Adit dan utang Ku hanya untuk yang 3 juta aku tak membayarnya. aku ingin tahu di kemana kan uang itu?

__ADS_1


__ADS_2