Bahagiaku Setelah Berpisah

Bahagiaku Setelah Berpisah
"MENGUNJUNGI KANTOR POLISI"


__ADS_3

Setelah tertangkap nya Ibu mertuaku. bapak mertua dan Umaya tidak lagi memusuhiku.


mereka masih tidak menyangka bahwa Ibu dan Adit tega berbuat sedemikian,


Tangis bapak mertua pun pecah kala dia mengetahui bahwa bukan hanya berusaha membunuh ku, namun mereka juga telah berhasil membunuh bayiku.


"Maafkan bapak, bapak termakan ucapan Ibu sampai sampai bapak tidak bisa melihat kejahatan yang mereka lakukan" ucap bapak mertua di iringi tangis. .


"Iya kak, Umaya juga minta maaf, kita tidak menolong kakak di saat mereka selalu menyiksa kakak"


.


"Tidak apa, semua sudah terjadi biarkan kita jalani apa yang seharusnya menjadi kehendak yang di atas"


Ayah pun saling meminta maaf pada bapak mertua. apa yang terjadi sangat tidak mereka sangka.


"Ini, Apa ini benar anak Adit" tanya bapak. kala melihat Dinda menghampiriku.


"Iya, ini Adinda, putri Adit cucu bapak" jawabku.


"Sini nak, maafkan kakek. kemarin kakek menolakmu"


Dinda hanya diam tak berbicara apapun.


"Sayang, itu kakek ayo Salim"


aku berusaha meyakinkan gadis ini. dan memintanya mencium tangan bapak mertua.


beberapa lama aku menyakinkan anak ini, akhirnya dia pun mengikuti apa yang aku katakan.


" Bapak, tidak menyangka Adit berbuat curang seperti ini"


"Apa benar ibu anak ini teman kakak?"


"Iya, dulu dia pernah menjadi teman kakak, sebelum akhirnya..."


aku menggantung ucapan ku. ada rasa sakit di dada jika terus mengingat apa yang mereka lakukan.


*******


Setelah berunding, apa yang akan di lakukan kedepan nya adinda. Dinda memilih tetap bersamaku, bapak mertua selalu membujuk gadis ini. namun semua nya tetap nihil. gadis ini tetap tidak mau meninggalkan ku.


akhirnya aku yang akan mengurus anak ini, dan biaya semua kebutuhan adinda akan di tanggung bapak mertua.


Sebenarnya aku tidak keberatan sama sekali. jika harus merawat gadis ini.


gadis ini sangat baik. dia tidak pernah rewel atau menyusahkan ku di malam hari.


Jadi aku dengan senang hati merawatnya.

__ADS_1


Hari ini aku Ayah dan Desi memutuskan untuk pergi ke kantor polisi.


aku sempat mengajak bapak mertua dan Umaya, namun mereka menolak ikut. karna mereka masih sangat kecewa pada ibu dan Adit.


Aku pun menitipkan dinda pada bapak dan Umaya. karna aku tidak mungkin membawa nya ke kantor polisi.


sesampainya kami disana. Ayah langsung menanyakan perkembangan tiga manusia yang sudah merenggut cucunya.


ada rasa kebencian di wajah Ayah, mungkin dia sangat kecewa pada menantu yang selalu dia banggakan.


Polisi memberi tahu. bahwa mereka hanya menunggu pengadilan untuk memutuskan hukuman pada tiga manusia itu.


karna semua bukti sudah sangat jelas


jadi tidak ada alasan mereka bisa bebas.


Ada rasa tenang dalam diriku. karna mereka akan mendapat hukuman yang setimpal.


Aku pun meminta ijin. untuk bertemu mereka bertiga. Ayah sempat melarang ku namun aku ingin menemui mereka dan melihat keadaan mereka setelah bersenang senang melihat ku terkapar di rumah sakit.


Ayah dan Desi pun akhirnya menemani ku bertemu mereka. karna takut mereka akan menyerang ku. terlebih Ibu mertua.


dia masih sangat membenciku. selepas kejadian beberapa hari lalu.


Kami pun di antar polisi menunggu di satu ruangan. tak lama ketiga manusia itu di gandeng polisi dan menemui ku.


ada rasa puas melihat wajah frustasi Adit. wajah kesal ibu dan wajah pucat Anita.


"Bagaimana kabar kalian? Betah berada disini?" tanyaku pada mereka.


"Tari, aku mohon bebaskan aku, Ayah Adit mohon suruh Tari bebaskan Adit! Adit tidak bersalah" mohon Adit pada ku dan ayah.


dia masih tidak menyadari kesalahan nya. masih saja dia bilang bahwa dia tidak bersalah. setelah dia membunuh anakku.


"Tari, kamu menantu yang baik, bebaskan ibu. apa kamu tega melihat ibu ada di sini. ibu tidak betah" rengek mertuaku.


" Kalian pikir, Apa yang kalian lakukan berhak ku maafkan?"


Seketika ketiga manik mereka menatapku.


mungkin mereka pikir aku sudah bisa melupakan apa yang terjadi.


hanya mimpi jika mereka berpikir begitu.


luka jahitan di perutku saja belum mengering sempurna. dan kematian putriku pun belum genap 40 hari. apa mereka pikir dengan mudah aku bisa melupakan kejadian itu.


"Dasar wanita iblis, kamu akan menjadi penghuni neraka karna sudah memisahkan aku dan anak ku" celetuk Anita.


Dia tidak sadar apa yang ia lakukan padaku?

__ADS_1


"Wow, apa yang kamu katakan, aku tidak mendengar nya dengan jelas" jawabku pada Anita.


Tidak ku sangka. hubungan pertemanan ku dengan nya akan berakhir seperti ini?


"Aku mengutuk mu wanita jahanam, hidupmu tidak akan pernah tenang, aku akan menuntut balas"


Plak...


Satu tamparan mendarat di pipi wanita yang memiliki tubuh kurus itu.


Ayah menamparnya tepat di hadapan ku.


Desi hanya diam.


" Jaga bicaramu, Saya tidak segan segan melukaimu jika berani bicara pada putriku begitu!"


"Aku tidak takut, putrimu memang pantas mati, dia sudah memisahkan ku dengan anak ku"


"Hey, dasar manusia tidak tahu diri. sudah banyak di tolong malah begini, kamu tahu siapa yang mengurus anak mu?" Desi pun bersuara.


"Jangan ikut campur kamu Desi, kamu sama saja dengan si Tari!" pangkas Anita


"Memang susah bicara dengan manusia yang tidak memilki otak, perlu kau tahu Tari yang merawat anak mu! karna nenek nya sendiri tidak menerimanya"


Desi sengaja mengatakan itu di hadapan ibu mertua dan Adit.


" Cukup, jangan terus membela nya. aku tidak peduli. jika dia mengurus anak ku itu memang kewajiban nya. karna dia telah memasukan ku kedalam penjara!"


Bukan nya sadar akan perbuatan nya, Anita malah semakin menjadi. Rupanya percuma sekali berbicara dengan mereka.


"Sudahlah Des, kenapa kamu buang buang tenaga melayani dia, Jika dia memiliki otak dia akan malu berbicara begitu"


"Dan, kamu mengatakan kewajiban ku merawat anak mu? Kamu tidak malu selama ini aku yang telah membantumu? jadi bukan aku yang berhutang melainkan kamu"


Anita hanya diam melihat ku mengatakan itu,


"Dan kamu Adit, setelah kamu membunuh anak ku, apa kamu pikir kedatangan ku kesini untuk membebaskan kamu? Itu hanya mimpi,"


"Dan untuk mu ibu mertua, kamu pikir saya masih bodoh, mengasihani mu dan membebaskan mu. jika suami dan putrimu saja Merasa jijik bertemu dengan mu. apa aku akan menampungmu?"


.


"Hhaa, hanya manusia bodoh yang berpikiran sedemikian? kedatangan ku kesini. untuk melihat ganjaran apa yang telah kalian dapatkan."


"Dasar Licik, aku bersumpah akan membunuhmu Tari"


"Itu pun kalau kamu bisa keluar"


Seketika Anita terdiam. mungkin dia sadar belum tentu dia bisa keluar setelah apa yang dia perbuat.

__ADS_1


"Aku adalah kunci kebebasan kalian, jika aku mau aku bisa saja membebaskan salah satu dari kalian"


Mereka saling tatap. mungkin mereka memikirkan apa yang aku katakan.


__ADS_2