
Kami masih pokus pada lelaki yang masih berdiri di depan toko ku. ku lihat Desi dan kedua karyawan ku tidak ada reaksi yang aneh saat ini?
lantas siapa wanita yang hendak di lamar oleh lelaki ini?
ponsel ponsel sudah memenuhi halaman toko Ku. seketika orang orang ini menjadi wartawan yang tengah mengabadikan momen Langka.
Lelaki itu berjalan perlahan ke toko ku. aku yang berdiri di depan meja kasir, Desi yang berdiri sedikit lebih depan denganku, dan dua karyawan ku yang berdiri di bagian paling depan.
Lelaki tersebut terus berjalan memasuki toko Ku. dan melewati dua karyawan ku. Namun alangkah terkejutnya aku. dia malah menarik lengan ku dan menuntun ku berjalan ke halaman toko. dimana di sana sudah di kelilingi puluhan manusia yang tengah mengabadikan momen ini.
Aku yang kebingungan hanya mengikuti langkah lelaki di depanku yang masih memegang tangan ku dengan lembut. hingga kami tiba di halaman toko.
Kami saling berhadapan Lelaki yang memiliki tubuh yang lumayan tinggi ini, membuat ku hanya setinggi bahu nya atau mungkin di bawah nya. ahh entahlah.
Lelaki itu masih melihatku dengan mata elang nya. di hiasi sedikit senyum di sudut bibirnya. sebelum akhirnya dia berjongkok di hadapanku. yang seketika membuat tidak sedikit wanita disini teriak histeris.
Aku yang di penuhi kebingungan hanya diam tak berucap sepatah katapun. rasanya aku seperti terhipnotis oleh apa yang ia lakukan.
Lelaki tersebut menaruh bunga, coklat dan pengeras suara di tanah. dan kemudian ku lihat ia merogoh sesuatu di saku celana nya.
Sebuah kotak perhiasan berbentuk hati berwarna merah maroon, dan di hiasi sebuah pita kecil berwarna emas itu.
Lelaki tersebut membuka kotak tersebut dan Nampak ada sebuah cincin yang begitu cantik dan Memiliki harga yang tidak sedikit, jika cincin ini asli dan bukan Imitasi.
Beberapa Hari yang lalu aku melakukan kegiatan rutinku. pergi ke kota untuk mengunjungi ibu mertua di penjara, tak lupa aku membekali makanan enak, bermacam macam buah buahan dan pakaian yang layak untuk nya. aku mengunjungi ibu mertua setiap bulan.
itu ku lakukan karna bagaimana pun beliau tetap lah Ibunda Adit dan istri bapak yang mesti ku hormati dan hargai. selepas apa yang pernah ia perbuat. aku belajar melupakan semua dan tidak mengingatnya?
Dan aku baru ingat kala itu bahwa Ibuku berulang tahun. aku pun berniat untuk membelikan nya hadiah berupa perhiasan emas. Ya walau di desaku sudah ada banyak toko emas. tapi kalau beli di kota pasti lebih bagus dan modelnya masih langka di desa.
Aku memasuki toko emas yang begitu besar, dengan beberapa etalase menghiasi toko tersebut. Ratusan emas berwana emas dan putih menghiasi etalase toko ini.
aku pun mencari sebuah cincin untuk Ibuku. dan aku menemukan cincin yang begitu bagus nan cantik. cincin berwarna putih yang di hiasi batu berwarna biru muda dan beberapa ukiran di sana yang membuatnya terlihat sangat elegan
aku pun bertanya pada pegawai tersebut berapa harganya? namun alangkah terkejutnya aku kala pegawai tersebut menyebutkan Nominalnya.
bagaimana tidak harga cincin tersebut sama dengan harga dua motor N MAX
Aku pun akhirnya membelikan cincin lain untuk Ibuku yang harganya hanya 5 jutaan. bukan tak mau membelikan cincin itu, hanya jika ku belikan. otomatis uang sekolah untuk Dinda dan kedua adik ku akan berkurang,
Kembali ke lamaran.
lamunan ku buyar kala mendengar teriakan TERIMA dari semua orang yang memenuhi halaman tokoku.
__ADS_1
Rasanya kadar oksigen di sini sudah mengurang, sampai aku kesulitan untuk bernafas.
Lelaki itu masih berjongkok sembari memegang cincin dalam kotak itu dan senyum yang Ah entahlah. sulit untuk ku katakan. bahwa memang senyumnya sangat manis untuk kalangan lelaki jangkung sepertinya.
Ku lihat sekilas ke arah Desi. dia malah ikut ikutan merekam dengan ponsel keluaran terbaru yang baru beberapa Minggu dia beli.
bukan nya membantuku, dia malah ikut ikutan jadi wartawan sehari.
Baiklah,
"Eemm, Maaf mas, sepertinya anda salah melamar wanita? Saya Tari dan saya tidak mengenal anda!" ucapku selembut mungkin karna aku takut menyakiti orang lain.
"Saya tahu kamu Tari, itu sebab nya saya melamar mu?" jawabnya penuh keyakinan.
"Tapi saya tidak mengenal anda,?" ucapku lagi.
"Well You Marry Me?" jawabnya.
bagaimana aku menerimanya coba. kenal juga tidak, yang ada aku akan masuk ke lubang yang sama seperti beberapa Tahun yang lalu.
"Maaf mas, untuk saat ini saya belum menerima lamaran nya mas, namun jika Allah menghendaki kita...."
Belum juga aku menyelesaikan ucapan Ku, Lelaki itu sudah menarik tanganku dan memakaikan cincin mahal itu di jariku. aku semakin kebingungan di buat nya sampai mungkin saat ini mulutku tengah menganga.
Kemudian lelaki itu memberikan Buket Bungan dan coklat berbentuk hati yang lumayan besar, serta kotak perhiasan nya.
Lelaki tersebut mengacak pucuk kepalaku dengan lembut dan pergi meninggalkan ku dengan sejuta kebingungan.
Kepergian lelaki itu di ikuti beberapa orang yang sempat memenuhi halaman tokoku.
mereka pergi meninggalkan toko dan sebagian dari mereka menyalami sambil mengucapkan selamat padaku.
Mimpi apa aku semalam hingga di lamar oleh Lelaki asing dengan mahar yang cukup besar ini.
aku berjalan masuk ke toko. dan duduk di kursi kasir ku, ku taruh semua yang di berikan lelaki tadi.
ku lihat cincin yang melingkar di jari manis ku. seumur umur baru kali aku memakai cincin yang harganya mahal sampai seharga dua motor N MAX.
"Ciee, ada yang di lamar. kok gak bilang bilang sih kalau udah ada pujaan hati" ledek Desi yang menghampiriku.
"Apa sih, kenal juga nggak? Siapa sih Lelaki itu main lamar saja!" ucapku.
"Gak apa apa atuh, itu baru lelaki jantan. yang suka sama wanita langsung dia lamar" jawabnya.
__ADS_1
"Lah itu aneh namanya, orang lamarannya ku tolak malah maksa make in cincin" ucapku.
"Eh tapi coba ku lihat cincinnya?" jawabnya seraya menarik tanganku.
Desi pun membulatkan matanya dengan mulut yang sedikit terbuka.
"Gila bagus banget ini, ini cincin mahal!" ucapnya kemudian.
"Semahal apapun cincin ini, kalau aku tak tahu lelaki tadi mau gimana? masa aku harus masuk ke jurang yang sama!" jawabku.
"Mungkin saja dia sudah mengenalmu Tar,?" ucap Desi
"Entah lah, Mimpi apa aku semalam sampai di lamar mendadak begini" jawabku.
Desi hanya tertawa terbahak melihatku kebingungan, Ya walau aku tahu lelaki itu tidak akan melamar Desi, karna Desi akan segera menikah, dia telah di lamar oleh kekasihnya yang juga orang dari desanya.
Desi mengambil pelajaran dari kisah ku, dia tak ingin menikah dengan lelaki yang berbeda desa, karna dia tidak akan tahu apa yang dia kerjakan. terlebih lelaki yang akan dia nikahi adalah tetangga dan teman kecilnya dulu,
Aku bahagia melihat sahabat ku akan menikah dan bahagia, itu yang ku harapkan untuk orang orang terdekatku.
Namun aku tidak menyangka bahwa aku yang akan di lamar, ku kira salah satu pegawai ku? karna kebetulan mereka belum ada yang berumah tangga.
dan Umaya semoga dia segera mendapat jodoh yang baik untuknya. karna semenjak hari itu, dia di talak oleh suaminya. dan Umaya hanya bisa mengurus anak nya seminggu sekali dengan suaminya.
pastinya setelah berunding cukup lama. aku memohon pada pihak keluarga suami Umaya untuk mengijinkan Umaya mengurus anak nya seminggu sekali dengan suaminya.
dan akhirnya mereka mau mengijinkan nya. .
Tiap bulan juga ku kirim biaya untuk kebutuhan Umaya, dia mengurus bapak dan tinggal dengan bapak. tiap Minggu aku berkunjung untuk melihat bapak dan Umaya,
Desi akan melangsungkan pernikahan nya tahun depan, aku memutuskan untuk memberinya hadiah yang tidak dia pikirkan.
Ya aku akan memberinya hadiah bulan madu di puncak Bogor.
aku telah mencari info hotel yang memiliki pemandangan alam yang asri. agar mereka bisa menikmati hari bersama mereka berdua.
Kembali lagi ke topik utama.
Siapa sebenarnya Lelaki tadi. jika dia lelaki yang kurang sehat, mana mungkin jika dia bisa membeli cincin yang mahal ini..
Pikiranku masih terganggu akan Lelaki yang baru beberapa menit yang lalu melamar ku di hadapan banyak manusia. ..
Ah, biarkan saja lah
__ADS_1
aku pun menyerahkan coklat ini pada Desi dan karyawan ku untuk mereka makan.
karna aku sudah kenyang dengan kejutan tak terduga tadi...