Bahagiaku Setelah Berpisah

Bahagiaku Setelah Berpisah
"PENYEWAAN RUKO"


__ADS_3

aku pun menaiki ojek yang sedari tadi menunggu ku.


sepanjang perjalanan aku memikirkan sedang bersama siapa Adit tadi kumpul?


mengapa dia kumpul kumpul layaknya pria tak beristri.


setelah motor tiba aku pun membayar nya. dan meletakan uang dalam dompet ku.


kemudian aku memesan paket usaha pada Anggi. dan minta di kirim cepat.


jumlah yang ku pesan total nya 3 juta. dengan beberapa model baju daster dan gamis.


dan beberapa model tas juga.


tak lama. rasa lapar ku mulai menyeruak


aku pun makan tanpa menunggu Adit pulang. karna aku tahu Adit tidak akan buru buru pulang.


akhir akhir ini Adit jarang sekali pergi ke mushola seperti dulu


apa yang membuatnya berubah?


jam menunjukan pukul 08,00 malam. terdengar suara motor Adit pulang.


benar saja dia masuk ke dalam dan ku lihat dia duduk di depan tv.


rencana awal ku tadi ingin meminta maaf pada Adit. rasanya memudar. entah kenapa aku merasa ada yang aneh.


dan aku ingin menyelidikinya


"Dari mana?"


"Dari rumah bapak"


dari rumah bapak katanya terus yang ku lihat tadi siapa?


kenapa sekarang ada banyak kebohongan yang ku lihat.


"Habis apa?"


"Main aja. oh iya kamu udah masak?"


"Udah"


Adit pun langsung pergi ke dapur dan mengambil nasi beserta lauk nya.


setelah beberapa saat ia pun selesai dengan makanan nya. dan saat ia hendak berganti pakaian. aku malah mencium parfum wanita.


"di rumah bapak ngapain aja?"


"Gak ngapa ngapain. cuman main dan ngobrol dengan bapak dan Umaya"


"Oh iya. gimana anak Umaya?"


"Baik baik aja kok. dia nanyain kamu?"


"Nanyain apa?"


"Kapan main?"


aku tahu dia berbohong. sudah jelas jelas aku tahu dia habis kumpul kumpul. kenapa dia bilang malah dari rumah bapak nya.


kenapa Dit? kenapa sekarang kamu membuat aku merasa curiga?


setelah selesai berganti pakaian Adit pun berbaring di tempat tidur. .


*********


pagi ini aku berencana akan menemui pemilik ruko di pasar. seperti biasa aku memasak makanan untuk makan pagi.


Adit nampak baru selesai mandi

__ADS_1


"Sarapan dulu" tawarku pada Adit.


"Iya bentar aku jemur handuk dulu"


tak lama Adit pun datang dan duduk di depan ku.dia pun makan nasi goreng yang ku masak tadi.


nampak dia sering mencuri pandang padaku. entah apa yang dia pikirkan?


setelah sama sama selesai sarapan. aku menyimpan piring bekas kami makan.


"Nasi goreng nya enak. masih ada sisa gak Tar?"


"Ada. kenapa?"


"Mau aku bawa buat makan di tempat kerja"


tidak biasanya dia minta membawa bekal. kemarin kemarin saat aku masak nasi goreng dia tidak meminta membawa bekal.


"Nanti aku siapin"


"Makasih"


"Iya"


aku pun memasukan nasi goreng ke dalam box bekal dan men ceplok telor untuk teman nasi goreng.


setelah selesai aku langsung memberikan nya pada Adit.


Adit nampak sudah bersiap untuk pergi kerja.


"Oh iya beras masih ada?"


"Ada"


Adit pergi ke dapur. dan ku dengar suara benda beradu di dapur. tak berapa lama Adit keluar dengan membawa beras di kantung plastik. dan nampak dia membawa lauk sayur dalam kulkas juga.


"Buat apa kamu bawa itu semua?"


kasian bapak lagi gak ada uang"


"Oh"


entah kenapa aku gak percaya dengan ucapan nya.


"Oh iya. kamu ada uang gak? 100 ribu saja. Umaya kemarin minjem buat bawa anak nya ke posyandu"


"Emang anak nya Umaya kenapa?"


"Sakit pilek"


aku pun memberikan nya uang yang dia minta.sebenarnya ada rasa curiga. tapi jika kecurigaan ku salah. tentulah aku akan menjadi manusia paling hina.


membantu ipar saja tidak bisa. dan sudah pasti ibu mertuaku akan membanjiri ku dengan kata kata nya yang pedas.


Adit pun pergi melajukan motornya


saat Adit sudah tidak lagi terlihat. aku pun bersiap dan menelpon pemilik ruko untuk bertemu.


setelah selesai berkemas. aku menutup pintu dan membawa tas untuk pergi ke ruko.


aku sudah janjian dengan Desi sebelumnya


dia akan mengantarku melihat lihat ruko itu.


aku pun bertemu dengan Desi di persimpangan jalan.


"Udah yu" ucapnya kala aku sampai.


"Ayo"


sepanjang perjalanan kami hanya berbicara tentang niat ku yang ingin mengembangkan usaha.

__ADS_1


sesampai nya kami di ruko sudah ada bapak bapak yang duduk di sana. ku yakini pasti itu pemilik nya.


"Assalamualaikum" ucapku serentak dengan Desi.


"Waalaikumusallam. ini yang tadi nelpon ya?"


"Iya pak. saya yang tadi nelpon"


"Oh iya neng. ini ruko yang mau saya sewakan. silahkan di lihat lihat dulu"


aku pun melihat lihat ruko itu. aku bertanya pada Desi dan dia mengatakan Oke.


"Bisa kurang gak pak biaya sewa nya?"


"kalau mau langsung 3 bulan jadi 700 ribu saja"


Wah tawaran yang bagus. dari satu juta turun jadi 7 ratus ribu.


aku pun membayar biaya sewa selama 3 bulan ke depan.


setelah selesai si bapak itu memberikan kunci dan aku langsung membersihkan isi ruko tersebut.


nampak ada beberapa dus kosong. aku memasukan sampah sampah ke dalam dus dan membuang nya di tempat sampah.


ku lanjutkan dengan menyapu dan mengepel lantai hingga bersih.


Desi membantuku dengan mengelap tembok tembok dalam ruko.


"Mau di kasih nama apa Tar?" tanya Desi dari luar. dia nampak tengah memperhatikan spanduk di atas ruko.


"Kalau toko berkah bagus gak?"


"Bagus. tapi kamu gak mau kasih nama kamu gitu?"


entah kenapa aku enggan memberi nama ku dalam ruko ini. aku tak tahu apa alasan nya.


Desi pun pergi ke tempat sepanduk.dia ingin membuat nama yang ku sebutkan tadi.


dan aku memanggil ojek gerobak. untuk membantu ku membawa pakaian dan rak di rumah.


sesampai nya aku di rumah. aku langsung memasukan semua pakaian ke dalam plastik besar dan dus besar.


sedangkan si bapak yang ku sewa. mengangkat rak rak ke dalam gerobak.


setelah menghabiskan waktu 30 menit. aku dan si bapak pun pergi lagi ke pasar.


ku susun semua rak dan Desi menyusun pakaian


dia menyusun daster dan gamis dengan urutan nya masing masing.


setelah selesai ku lanjutkan menyusun tas tas dan hijab di rak nya masing masing.


Desi mengatakan bahwa spanduk akan selesai 2 hari setelah pembuatan.


dia banyak membantuku. teman yang dulu sering membuly ku. kini menjadi sangat dekat dengan ku.


"Senang deh aku lihat kamu sukses gini Tar"


"Makasih banyak ya Des. kamu banyak membantu aku"


"Kalau gini kan. aku lebih dekat kalau harus ambil pesanan"


"Iya"


setelah selesai membereskan semua. tak terasa waktu menunjukan sudah sore.


saat aku menutup ruko.


aku mengajak Desi untuk makan dulu. karna seharian ini dia sudah banyak membantu ku.


bahkan rasanya cuma memberi makan saja tidak akan cukup dengan tenaga yang ia keluarkan.

__ADS_1


__ADS_2