Bahagiaku Setelah Berpisah

Bahagiaku Setelah Berpisah
"BERTEMU MAMAH BIMA"


__ADS_3

"Ini calon istri Bima mah, cantik kan"


Suara yang amat ku kenal, seketika aku mengangkat kepala ku yang tengah duduk dan melihat buka catatan dimeja kasir salon baruku.


Mataku membulat sempurna kala menemukan Bima tengah berdiri di depan ku bersama seorang wanita yang sudah hampir sepuh. namun masih sangat cantik.


Lekas aku berdiri, dan tak tahu apa yang akan mereka lakukan disini?


"Oh jadi ini wanita yang kamu sering ceritakan itu Nak?" ucap wanita tua itu. .


"Iya mah, bagaimana cantik bukan?" jawab Bima. seraya melihat ke arahku.


.


Aku semakin bingung di buatnya?


"Saya Maya, mamah nya Bima dan mungkin sebentar lagi menjadi mamah mu juga Nak" ucap wanita yang ku tahu adalah mamah nya Bima seraya menyodorkan tangan nya.


"Tari," jawabku seraya mencium tangan nya.


"Anak saya selalu menceritakan tentang kamu, hampir tiap malam saya di ganggu oleh curhatan nya, tapi ternyata kamu memang sangat cantik Nak" ucap mamah Bima.


"Eemm, terima kasih Bu" jawabku canggung.


"Jangan panggil ibu, tapi panggil mamah saja" ucapnya kemudian.


Ku lihat Bima, dia tersenyum bangga, aku harus memberi pelajaran untuk lelaki yang satu ini.


"Eemm, Bu permisi sebentar, saya mau bicara dengan Bima. ibu bisa duduk dan santai" ucapku menahan amarah.


Ku tarik Bima keluar, ingin rasanya ku tembak lelaki yang satu ini, tidak kenal tiba tiba melamar, kemudian mengirim banyak sekali bunga dan coklat, lalu selalu mengganggu ku dengan kotak kotak kado yang selalu dia bawa yang entah apa isinya?


dan sekarang, bisa bisanya dia langsung membawa orang tuanya?


"Apa apa an ini?" tanyaku pada lelaki yang berdiri di depan ku,


"Apa nya yang apa?" jawab nya.


"Kenapa kamu kemari, dan membawa ibumu kesini?" tanyaku.


"Mamah selalu menanyakan kamu, kapan aku mengenalkan calon menantunya, ya jadi ku bawa mamah kesini untuk bertemu kamu?" jawabnya ringan.


"Calon mantu? Ya ampun berapa kali aku jelas kan, aku tidak ingin menikah dengan kamu!" ucapku menahan amarah.


"Tapi aku ingin menikahi mu?" jawabnya.


"Dengar, aku tidak ingin menikah dengan mu, atau dengan siapapun! aku bahagia dengan hidupku yang sekarang, aku tidak butuh lelaki manapun untuk mendampingi hidupku. jadi aku mohon berhenti bersikap begini? kita bahkan tidak tahu satu sama lain bagaimana bisa menikah!" ucapku berusaha meyakinkan lelaki ini.


.


Rasanya aku sudah kehabisan kata, entah berapa ribu kali aku memaki dan memarahinya, dan berusaha meyakinkan bahwa aku memang tidak ingin menikah,


tapi bukan nya mengerti, dia malah semakin menjadi. sampai berdiri Berjam jam sambil kehujanan demi bertemu dengan ku.

__ADS_1


aku bahkan sampai tak tahu berapa bunga dan coklat yang tiap hari dia kirim ke tiga tokoku. belum lagi dengan beberapa kotak berbungkus kertas kado yang tidak pernah ku buka, dan sekarang, bisa bisanya dia membawa orang tuanya menemui ku, memperkenalkan bahwa aku adalah calon istrinya. benar benar Gila!.


"Kita bisa belajar saling mengenal? asal kamu memberi aku kesempatan itu" jawabnya.


"Tidak ada kesempatan, percayalah aku benar benar tidak ingin menikah. dengan kamu atau dengan siapapun!" ucapku berusaha meyakinkan.


"Sesakit itukah? sampai kamu menutup seluruh hatimu untuk ku?" jawabnya dengan tatapan elang nya.


"Jika kamu memang mengenalku? jawaban ku adalah IYA, rasa sakit yang dulu ku rasakan membuat ku enggan menikah kembali, aku tidak ingin terjerat dalam hubungan yang pernah ku lalui, sampai membuatku kehilangan bayiku!" ucapku berusaha menahan air mata yang ingin keluar,


"Apa kamu tidak ingin memberiku kesempatan, walau hanya sedikit?" jawabnya dengan terus menatapku.


"Dengar, aku tidak ingin memberimu sebuah harapan yang aku sendiri tidak tahu kapan waktu nya?" ucapku.


"Aku bahkan akan dengan senang hati menunggu waktu itu, walau kamu sendiri tidak tahu kapan? asalkan beri aku satu jawaban IYA, maka aku akan menunggu sampai kamu siap" jawabnya penuh serius,


tak pernah aku melihat nya seserius ini? satu tahun mengenalnya. aku hanya melihat tingkah nya yang aneh, dengan sejuta imajinasinya itu.


"Apa lagi yang harus ku katakan? aku tidak akan memaksamu jika ingin pergi dan tetap tinggal, kamu bebas melakukan apapun yang ingin kamu lakukan, tapi ku mohon. jangan pernah menanyakan kapan aku bisa menerimamu, karna aku tidak tahu itu" ucapku, dan berharap dia kan pergi.


"Terima kasih, karna kamu mengijinkan ku tetap menunggumu," jawabnya berlutut di hadapan ku.


"Ku mohon hentikan dan berdirilah, aku malu di perhatikan banyak orang" ucapku


Baru beberapa detik yang lalu dia bersikap serius, dan sekarang dia mulai berulah lagi.


aku benar benar sudah tidak tahu setebal apa mukaku karna menahan malu akan kelakuan nya, dan sekarang bisa bisanya dia berlutut di pinggir jalan?


"biar mereka melihat betapa aku mencintai kamu" jawabnya tersenyum kecil.


"TARI..... AKU MENCINTAIMU DAN INGIN MENIKAHI MU......." jawabnya berteriak kencang.


Sontak aku kaget buka main dengan kelakuan nya. ku lihat banyak orang melihat kemari, dan bahkan orang orang dalam Salon keluar semua. karna teriakan yang dia buat,


bahkan ku lihat mamah nya pun ikut keluar dan melihat ke arah kami, ya Tuhan....


cobaan apa lagi ini?


"Ayo bangun, cepat bangun atau ku tembak kamu!" ucapku berusaha membuat nya bangun.


"Itu yang ku harapkan, kamu menembak ku dengan kata Cinta" jawabnya semakin Gila.


"Berhenti bersikap gila, cepat bangun aku malu di lihat banyak orang!" ucapku sambil menutup wajahku.


"WELL YOU MARRY ME?" jawabnya dengan melihatku sambil tetap berlutut di pinggir jalan,


"Terserah, kamu mau bangun atau tidak dasar Gila!" ucapku berjalan memasuki salon ku karna malu. .


Dasar lelaki Gila, apa urat malu nya benar benar sudah terputus! bisa bisa nya dia berbuat sedemikian,


"Pacar nya So Sweet banget mbak, sampai berlutut dan melamar di hadapan banyak orang" ucap salah satu pengunjung yang mulai masuk kembali.


"Iya, saya juga mau dapat pacar begitu, romantis sekali" ucap yang lain.

__ADS_1


"Saya udah 5 tahun menikah, belum pernah suami bersikap begitu!" ucap ibu ibu yang masuk dan duduk di salah satu kursi khusus pengunjung.


Aku hanya diam mendengarkan mereka membicarakan aku dan kelakuan Bima barusan.


Akan ku laporkan dia ke polisi, biar mendekam sekalian di dalam sel dengan begitu hidupku akan tenang..


Sekitar 2 jam telah berlalu, aku memutuskan untuk melaporkan Bima, setidaknya jika dia tidak di hukum mungkin ini akan memberinya sebuah pembelajaran. aku benar benar sudah hilang akal menghadapi lelaki satu itu.


"Dea, saya keluar dulu, kamu gantian jaga disini" ucapku pada salah satu karyawan salon ku.


"Baik Bu" jawabnya.


aku pun membulatkan niat ku untuk melaporkan Bima ke kantor polisi.


sekitar 30 menit di perjalanan dengan kendaraan roda dua. akhirnya aku pun sampai. di salah satu kantor polisi di kota ini.


sengaja aku memilih menaiki ojeg, agar cepat sampai dan cepat selesai pula masalah ku dengan Bima.


"Permisi pak saya mau melaporkan seseorang" ucapku setelah masuk dan menemui salah satu polisi yang tengah duduk di kursi nya.


"Baik Bu silahkan, apa permasalahan nya?" jawab polisi tersebut.


"Saya merasa terganggu, karna orang yang ingin saya laporkan selalu membuat saya malu dengan kelakuan nya!" ucapku.


"Bisa di jelaskan apa yang dia lakukan Bu?" jawab polisi itu.


"Ya, dia membuat saya malu dengan khayalan tingkat dewa dia, dia mengirim ratusan Bunga dan coklat bahkan dia tadi membuat saya malu di hadapan banyak orang. pokonya meresahkan sekali, dan saya minta dia di hukum" ucapku menahan marah.


"Siapa identitas pelakunya Bu?" jawab polisi itu.


Aduh, bagaimana ini? aku kan tak tahu identitas Bima, dan di mana dia tinggal.


"Eemm, saya gak tahu, cuma namanya Bima, dan oh iya ini, eemm ini fotonya" ucapku seraya memberikan foto bima yang sengaja ku ambil diam diam untuk melaporkan dirinya ke kantor polisi.


"Apa? Anda yakin ini orang nya?" jawab polisi dengan alis bertaut seperti orang kebingungan. ..


jangan jangan Bima adalah buronan polisi, dan dia adalah orang jahat sampai polisi bersikap begini?


untung saja aku cekatan melaporkan nya, kalau tidak mungkin saja hal yang tidak ku ingin kan terjadi.


mana dia kenal keluargaku lagi?


aku harus memberi tahu Semua keluargaku siapa Bima sebenarnya. agar mereka menjauhi lelaki aneh ini?


"Iya pak, dia orang nya. jangan jangan dia orang jahat ya? atau dia buronan polisi?


saya mohon cepat tangkap dan hukum saja dia pak!" ucapku yang membuat polisi di depan ku masih memandangku tanpa berkedip.


"Anda tahu siapa dia?" jawab polisi di depanku.


"Tidak!" jawabku........


siapa sebenarnya Lelaki ini? ......

__ADS_1


ucapku dalam hati......


__ADS_2