
Satu bulan telah berlalu, kepergian Anita dan Adit sempat meninggal luka yang mendalam bagi sanak saudara. bapak sempat terpukul sampai harus di rawat di salah satu rumah sakit. Ayah pun sempat terpuruk beberapa hari. karna ku tahu Ayah teramat sangat menyayangi Adit sebagai menantunya.
Tidak ada satu manusia pun yang tidak menangisi kepergian mereka. Anita dan Adit di makam kan berdampingan. itu permintaan terakhir Anita. dan Adit memintaku agar menggantikan nya menjadi putra bagi bapak.
Ibu mertua pun begitu terpukul saat mengikuti pemakaman Adit dan Anita. ia sampai pingsan beberapa kali. bagaimana tidak, seorang ibu tidak akan kuat menerima kematian anaknya.
kasih sayang seorang ibu tidak akan bisa di ragukan. dan tidak akan pula bisa tergantikan.
Ibu mertua mendapat hukuman penjara seumur hidup. itu sebab nya beliau masih bisa menghadiri pemakaman putra dan menantunya. dan beliau masih mendapat kesempatan untuk merubah diri menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi.
ini adalah hari 40 harian nya Adit dan Anita.
Aku yang mengeluarkan semua dana untuk acara tersebut. Karna hanya ini yang bisa ku lakukan untuk kedua orang yang pernah memberikan pelajaran hidup yang teramat berharga untuk ku.
bapak beberapa kali menolak. namun dengan keyakinan dan paksaan ku. beliau pun pasrah akan apa yang aku kehendaki.
acara di langsung kan di 3 tempat sekaligus. yaitu di kediaman Ayah, di kediaman bapak, dan di kediaman Desi.
Ayah, bapak dan Desi beberapa kali meminta untuk membantu mengeluarkan dana. namun ku tolak. karna dengan cara ini aku bisa sedikit membuang rasa bersalahku pada Anita dan Adit.
Aku dan Dinda ikut dalam acara di kediaman Ayah. beberapa hidangan untuk mengisi kotak makan telah siap. tinggal di masukan ke tempat nya masing masing. dan beberapa buah tangan pun sudah siap.
semua orang sibuk dengan pekerjaan nya masing masing. Dinda bermain dengan beberapa anak anak dari saudara dan tetangga.
aku pun membantu menyiapkan hidangan yang khusus untuk pak ustad. karna di tradisi kampung kami. ustad atau pemimpin acara akan mendapat hidangan yang berbeda dengan yang lain.
setelah selesai dengan semua hidangan yang sudah tersusun rapih. aku pun duduk di teras depan. dan melihat anak anak tengah bermain.
Dinda sudah tak sungkan dengan keluargaku dan keluarga bapak. aku mengenalkan nya sebagai keluarga pada Dinda.
Agar dia tidak merasa sendiri. bahkan beberapa kali dia salah memanggilku dengan sebutan mamah.
namun berulang kali ku tegaskan bahwa aku adalah Tante nya. dan bukan mamah nya.
bukan apa. aku tak pernah memiliki niat untuk menggantikan Anita dalam hidup Dinda.
karna seorang ibu tidak akan bisa tergantikan oleh siapapun.
Adzan isya pun telah berkumandang.
aku ibu dan beberapa saudara melaksanakan sholat isya di rumah. sedangkan Ayah melaksanakan nya di masjid yang pernah di bangun oleh Roni dulu.
__ADS_1
Hingga beberapa tamu pun datang.
teras dan ruang dalam rumah Ayah penuh akan tamu yang kami undang untuk melaksanakan acara 40 harian nya Anita dan Adit.
kami pun membacakan doa dengan di pimpin oleh ustad tersebut.
Aku berharap dengan di adakan di tiga tempat sekaligus. akan membuat Anita dan Adit tenang di alam sana.
bukan kah semakin banyak doa semakin bagus untuk mereka yang membutuhkan doa dari kita.
Acara 40 harian pun berakhir. beberapa tamu telah kembali ke rumah nya masing masing. hanya ada beberapa tamu dan ayah nya Roni.
ya hubungan kami dengan keluarga Roni tetap terjalin dengan baik. bahkan ibunda Roni bangga akan keputusan ku untuk tetap mengurus Dinda.
**********
beberapa bulan telah berlalu. Usaha yang ku jalani semakin hari semakin berkembang, alhamdulilah aku sudah memiliki satu toko fashion yang berisikan pakaian, sepatu, tas dan hijab.
dan satu toko kosmetik.
usaha berjualan skincare yang dulu ku jalani alhamdulilah ikut berkembang.
setiap hari Jumat ku tutup toko, dan berbagi makanan dan sedikit uang untuk mereka yang membutuhkan.
Uang dari keuntungan terus ku tabung. selain untuk biaya sekolah Dinda. adik adik ku pun sudah mulai bersekolah. aku memutuskan untuk membantu biaya pendidikan kedua adik Ku.
Aku juga ingin merenovasi mushola di daerah tempat tinggal bapak mertua. karna melihat kondisi mushola tersebut sudah sangat usang.
aku sempat berbicara dengan pengurus mushola tersebut dan membicarakan dana nya.
Sebenarnya uang tabungan ku cukup untuk membangun mushola tersebut. hanya tidak ku lakukan. karna sebagian adalah uang pendidikan adik dan Dinda.
Percayalah, jika kita menanam benih kebaikan dalam hidup kita tanpa mengharapkan imbalan nya, Maka Allah sendiri yang akan memberikan kita hasil yang jauh dari yang kita bayangkan.
aku memetik semua itu, aku tidak melupakan akan ajaran Ayah saat aku kecil dulu. untuk tetap menghargai orang yang lebih tua. dan memberikan sedekah, untuk orang yang membutuhkan.
Dan dari buah kesabaran yang ku pelihara kala menjadi istri dari Adit. membuat ku memetik keberkahan.
Orang orang mengingat akan kisah ku. Kisah seorang istri yang selalu di dizolimi oleh suami dan Mertuanya.
hingga Allah sendiri yang mengutus bala tentaranya untuk membantu hidupku.
__ADS_1
Allah tidak akan pernah meninggalkan orang orang yang sabar akan cobaan yang ia berikan. jika ke keikhlasan menyelimuti hati mereka. maka percayalah. Allah sendiri yang akan membuat kita bahagia.
Aku bahagia. memiliki sahabat sebaik Desi. memiliki keluarga seperti ayah dan bapak.
memiliki Dinda dalam hidupmu
Allah masih memberiku kesempatan untuk mengurus dan mendidik seorang anak. dengan mengirim Dinda dalam hidupmu.
perekonomian ku semakin hari semakin melonjak. Berkat dukungan dari orang orang hebat di dekat ku. aku bisa melalui semua masalah dengan jalan terbaik.
*******
"Will YOU MARRY ME?"
pemandangan yang menjadi pusat perhatian semua orang di pasar tempat toko ku berdiri.
beberapa orang mencari tahu dari mana pusat suara tersebut. karna suara tersebut menggunakan pengeras suara. hingga mampu terdengar oleh banyak orang.
Aku dan Desi hanya kebingungan dan terus melanjutkan pekerjaan kami.
Desi sekarang menjadi pengurus di toko baju ini. dia di bantu oleh dua pegawai.
aku hanya sesekali berkunjung ke toko ini dan toko kosmetik untuk melihat perkembangan nya.
.karna waktuku sekarang ku habiskan untuk mengurus Dinda dan menjadi putra yang baik untuk bapak.
"WILL YOU MARRY ME?"
lagi lagi suara tersebut menggema terbawa angin di pasar sini. namun aku dan Desi masih tak tahu siapa pemilik suara tersebut. hanya saja suara tersebut nampak semakin membesar.
"WILL YOU MARRY ME?"
alangkah terkejutnya aku. kala suara tersebut berada tepat di depan toko ku. beberapa orang pun berkumpul di belakang pemilik suara tersebut. beberapa dari mereka merekam kejadian tak biasa ini di ponsel mereka masing masing?
Aku Desi dan dua pegawai ku pun merasa heran?
siapa yang di lamar oleh lelaki yang memiliki tubuh tinggi nan tegap ini. dengan wajah yang sangat manis dengan kumis tipis dan cambang yang tembus ke dagu. dan memiliki mata elang ini.
lelaki yang mengenakan celana jeans panjang dan kemeja putih serta membawa sebuah Buket Bunga mawar merah berukuran cukup besar. dan sebuah kota coklat berbentuk hati.
dengan santai dan tanpa rasa malu dia mengungkapkan isi hatinya ingin melamar wanita yang ia kasihi itu.
__ADS_1
Siapa wanita yang akan di lamar lelaki tersebut?
aku bertanya dalam hati, karna di toko ini hanya ada Aku, Desi dan dua pegawai ku yang juga kebetulan adalah wanita. .