
Hari itu......
Persiapan untuk pernikahan sudah mulai ku siapkan, dari Fitting baju pernikahan. bahkan mencari Catering ternama. Undangan sudah mulai ku cetak.
Bahkan aku sudah survei beberapa gedung untuk acara pernikahan ku. foto foto prewedding juga sudah di siapkan.
"Mah," ucapku pada mamah yang tengah duduk sembari memegang foto Papah.
"Kamu sudah besar Nak, sudah bisa menentukan pilihan" jawabnya sembari terus menatap lurus ke depan.
"Mah, Bima mohon restui hubungan Bima dengan Sinta, Sinta wanita yang baik dan pintar kok mah. mamah pun tahu seberapa besar Bima mencintai Sinta?" ucapku sembari memegang tangan mamah.
"Pintar bukan lah kriteria utama di rumah ini," jawab mamah.
"Sinta juga wanita yang baik dan Sholehah kok mah, dia kemana kemana menutup auratnya. mamah sendiri tahu" ucapku berusaha membuat mamah memberikan restunya.
"Nak, ke Sholehan seseorang tidak terukur dari pakaian yang dia kenakan, Akhlak yang mulia. serta adab yang baik. tidak bisa di dapatkan dari sekolah manapun. " jawabnya.
"Mah, Sinta pasti bisa menjadi menantu idaman mamah. Bima yakin Sinta wanita terbaik untuk Bima dan juga mamah" ucapku.
"Jika papah mu ada, Mamah yakin dia akan bisa mencari jalan keluar yang terbaik" jawab mamah seraya berjalan meninggalkan ku.
Masalahku masih satu, yaitu mamah masih belum memberi restu sepenuhnya pada ku dan Sinta.
*************
Satu Bulan Sebelum Acara Pernikahan di gelar........
Aku memang tengah di tugaskan oleh atasanku ke luar kota untuk dua Minggu. yang berarti tidak bertemu dengan mamah dan Sinta selama itu. rasa rinduku pada dua wanita itu begitu membara. aku tak sabar rasanya ingin segera bertemu dengan keduanya.
Saat di tengah perjalanan pulang. ku dapati Sinta tengah berdiri di bahu jalan.
Aku memutuskan hendak menemuinya. Namun belum juga Taksi yang ku tumpangi sampai di depan nya. sinta sudah pergi dengan sebuah Mobil yang menjemputnya.
Dan entah bagaimana? kali ini aku begitu ingin membuntuti Sinta.
"Aku akan memberi nya kejutan" ucapku dalam hati.
Dengan sebuah kotak perhiasan yang berisikan sebuah gelang Mas, aku yakin. Sinta pasti akan terkejut dengan kedatangan ku.
ku ikuti terus mobil yang membawa Sinta, Mobil tersebut masuk sebuah Tol, kemana sinta akan pergi?
Beberapa jam berlalu, mobil yang di tumpangi Sinta telah sampai di sebuah Hotel.
"Apa tengah ada acara di hotel ini?"
Beberapa lama, Sinta pun keluar dari mobil namun dia keluar dengan seorang lelaki?
__ADS_1
Siapa lelaki itu? dan ada perlu apa sinta dengan lelaki itu?
Ku ikuti terus mereka berdua. jantungku mulai berdetak. kala lelaki tersebut merangkul Sinta. dan Sinta begitu bergelayut manja di lengan lelaki tersebut.
Keringat dingin mulai keluar dari tubuhku, nafasku rasanya mulai terasa berat,
aku terus mengikuti mereka. hingga tiba lah mereka masuk ke sebuah kamar.
ku tempelkan telingaku di pintu kamar tersebut, hanya ada suara tertawa di dalam sana.
Tanpa pikir panjang, ku datangi resepsionis. dan memberi tahu tujuan ku, mereka sempat menolak memberikan ku kunci cadangan kamar Sinta. Namun aku menjelaskan bahwa yang ada di kamar tersebut adalah calon istriku.
dan aku adalah anggota kepolisian, beberapa waktu beradu argumen dengan beberapa pegawai hotel disini. akhirnya mereka memberikan apa yang aku minta. dengan syarat. beberapa petugas keamanan ikut serta dengan ku.
Pintu kamar pun sudah mulai di buka.
perasaanku mulai tak karuan, pikiran buruk mulai merasuki pikiran ku.
dan saat pintu berhasil di buka......
Alangkah terkejutnya aku, seperti mendapat sebuah tembakan beruntun di bagian jantungku. ku lihat wanita yang sebulan lagi akan menjadi istriku. wanita yang begitu ku sayangi dan cintai. bahkan aku sampai mengabaikan restu mamah untuk hubungan ku dengan nya.
dia tengah berpelukan dengan seorang lelaki yang hanya mengenakan ****** *****, dan wanita yang amat ku kasihi. hanya mengenakan celana short dan Sebuah bra yang masih menempel di tubuhnya.
Keterkejutan dari keduanya membuat ku tak habis pikir, Sinta langsung menarik selimut di atas kasur untuk menutupi tubuhnya. yang hampir telanjang sempurna. Sinta menatapku tak percaya
"Sinta, jadi ini yang kamu lakukan selama ini?" ucapku pada wanita yang pernah ku cintai itu.
"Ada apa ini?" ucap lelaki tersebut.
"Siapa kamu!" jawabku pada lelaki itu.
"Kamu yang siapa? Berani berani nya kamu mengganggu kenyamanan saya!" ucapnya.
Beberapa petugas keamanan berusaha menahan ku, agar aku tidak meluapkan emosiku dengan memukul mereka berdua.
"Sudah sudah, Bu, pak, silahkan pakai pakaian kalian kembali. dan ikut kami ke ruang pemeriksaan" ucap keamanan di hotel ini.
Sinta dan lelaki itu pun mengenakan kembali pakaian mereka. kami bertiga di giring ke sebuah ruangan.
aku duduk di depan meja pemeriksaan,
"Bim, aku mohon kamu dengarkan penjelasan ku dulu" ucap Sinta yang berjongkok di hadapan ku.
"Penjelasan apa?" jawabku mulai muak pada wanita ini.
Aku begitu mempercayai dan mencintai nya. Namun dia....
__ADS_1
"Ada apa ini semua? Saya sudah membayar biaya sewa. namun kenapa saya malah mendapat hal yang tidak mengenakan seperti ini!" tiba tiba lelaki itu bersuara
"Siapa kamu?" tanyaku pada lelaki yang berdiri dengan dua Security.
"Kamu yang siapa? berani berani nya kamu mengganggu kenyamanan saya!" jawabnya sembari menunjuk wajah ku.
"Bim, sudah ayo kita pulang. nanti aku jelaskan semua nya pada kamu" ucap Sinta sembari memegang tanganku.
Namun, segera ku tepis pegangan Sinta padaku,
"Ada hubungan apa kamu dengan wanita ini?" tanya ku pada lelaki di hadapan ku.
"Saya tidak ada hubungan apa pun dengan dia, dia adalah wanita yang biasa saya sewa untuk memuaskan nafsu saya" jawabnya dengan yakin.
Ku tatap Sinta, dia hanya tertunduk.
"Sudah berapa lama kamu melakukan ini Sinta?" tanyaku pada Sinta, namun bukan nya menjawab Sinta malah terus menerus menangis. dan berusaha memeluk ku.
"Berapa kamu menyewa wanita ini? dan sudah berapa lama?" tanyaku pada lelaki itu.
"Kamu tidak perlu tahu!" jawabnya.
"Saya harus tahu, karna wanita yang kamu sewa adalah calon istri saya. dan saya adalah anggota kepolisian, jika kamu terus melawan. saya pastikan akan membuat kamu membusuk di penjara!" ucapku. yang seketika membuat lelaki tersebut ketakutan.
"Maaf, saya tidak tahu kalau wanita ini sudah bertunangan. saya sudah lama menyewa jasa dia. sudah hampir satu tahun lamanya" jawab nya sembari tertunduk.
Satu tahun?....
Itu berarti, selama bertunangan dengan ku, Sinta sering melayani lelaki hidung belang?
"Bim, aku mohon maafkan aku Bim" ucap sinta
"Untuk apa kamu melakukan ini semua Sinta?" jawabku tanpa melihat wajah nya.
"Bim, maaf kan aku. aku melakukan ini terpaksa. aku memerlukan biaya untuk hidup ku" ucapnya.
"Biaya? bukan kah setiap bulan aku memberikan mu semua yang kamu perlukan, uang dan semua nya. lalu? kebutuhan apa lagi ini Sinta?" jawabku.
"Bim, maaf kan aku. sebaiknya kita pulang. akan ku jelaskan semua nya" ucapku.
"Tidak Sinta, aku benar benar kecewa padamu. pernikahan kita satu bulan lagi. dan kamu mencoreng semua nya dengan kelakuan mu. aku akan membatalkan semua rencana pernikahan kita. dan aku minta kamu jangan pernah datang dan menemui ku" jawabku.
"Tidak Bim, kita tidak boleh membatalkan pernikahan kita. bukan kah kamu begitu mencintai ku? mengapa kamu tega Bim" ucapnya.
"Tega? siapa yang tega disini sin, aku selalu menuruti semua keinginan mu. bahkan mengabaikan restu dari mamah ku. karna apa? karna aku percaya kamu wanita baik baik" jawabku.
Aku pun meninggalkan Sinta, beberapa kali dia berteriak memanggil namaku. namun aku enggan mendengar mereka
__ADS_1
Ku tahu mereka di boyong ke kantor polisi oleh pihak keamanan hotel tersebut.
Aku benar benar tidak menyangka Sinta bisa melakukan itu?