Bahagiaku Setelah Berpisah

Bahagiaku Setelah Berpisah
"MELAMAR TARI"


__ADS_3

Setelah beberapa hari memikirkan saran Mamah dan saran Desi. aku pun mencari tahu tentang cara melamar dengan cara yang romantis. yang banyak di idamkan oleh kaum hawa tersebut.


Setelah meminta di ajarkan oleh pak Bambang yang tak lain adalah bawahan Ku. karna beliau telah berumah tangga. jadi paham bagaimana cara melamar wanita.


aku pun memberanikan diri dan membuang semua sikap tegas ku. ku beli sebuket bunga mawar merah. dan coklat berbentuk love dengan berukuran lumayan besar, tak hanya itu. aku juga membawa sebuah cincin yang sempat Tari pilih namun gagal dia beli.


cincin tersebut memang hanya ada satu di toko perhiasan Ku. cincin dengan model yang sangat elegan namun terdapat sebuah batu berlian dengan warna biru langit. yang membuat cincin tersebut nampak sangat indah nan cantik.


Aku sempat memergoki Tari keluar dari toko perhiasan ku kala pulang dari menjenguk ibu mertuanya. aku pun menanyakan nya pada pegawai ku. dan mendapati bahwa Tari sempat menanyakan harga dari cincin ini.


Aku pun memasukan cincin indah ini ke dalam kotak berbentuk love dengan warna merah maroon. dan ada sebuah pita berwarna emas yang menjadi aksesoris kotak perhiasan ini.


berjalan di tengah ramai nya pasar. aku membawa Bunga dan coklat. tak lupa aku membawa sebuah pengeras suara dan mengatakan WELL YOU MARRY ME


Sepanjang jalan. aku menjadi pusat perhatian. hingga aku tiba di halaman toko pakaian Tari. dan ku dapati wanita pujaan ku tengah berada di depan meja kasir. dan memperhatikan ke arah banyak nya Manusia yang tengah menonton aksi aneh ku.


Dua pegawai dan Desi juga ikut menyaksikan kekonyolan yang ku buat, Desi sampai ternganga melihat aksiku kali ini,


Bima yang dia kenal selama ini begitu tegas, dan berwibawa. namun kali ini.


Aku membuang rasa malu ku. karna saat ini aku tengah menjadi pusat perhatian banyak orang, bahkan ada beberapa di antara mereka yang mengabadikan aksiku dalam ponsel mereka.


"Well You Marry Me?"


Lagi lagi aku mengucapkan kalimat yang membuat banyak mata penasaran akan siapa yang akan ku lamar.


Hingga aku pun melangkahkan kaki memasuki dalam toko pakaian. aku melewati dua pegawai Tari yang kebetulan juga wanita. dan melewati Desi yang berdiri tepat di depan Tari, Desi sampai membulatkan matanya dan menganga begitu besar kala aku menggandeng tangan sahabatnya itu.


Tidak ada perlawanan dari wanita ku ini, dia masih mengikuti langkah kaki ku. walau saat ini ku lihat ada banyak kebingungan di matanya.


Ya, memang ini adalah kali pertama kami saling bertatap mata. selama ini aku memang memperhatikan dia dari kejauhan.


Aku pun berjongkok di hadapan nya setelah berdiri dan saling tatap dalam beberapa waktu.


hal yang ku lakukan mengundang banyak suara bersorak dari kalangan wanita yang tengah menyaksikan aksi ku ini.

__ADS_1


Tari pun ikut larut. bahkan dia sampai membuka mulut nya lebar dan membulatkan bola matanya.


"Well You Marry Me?"


Ucapku sambil menyodorkan sebuah cincin ke hadapan wanita mungil ini.


"Maaf, sepertinya anda Salah melamar wanita, saya Tari dan saya tidak mengenal anda!" ucapnya seramah mungkin.


"Saya tahu kamu Tari, itu sebab nya saya melamar kamu" jawabku dengan masih berjongkok di hadapan nya.


beberapa saat dia terdiam. entah apa yang ada dalam pikiran wanita ini? namun dia melihat ku dan melihat sekeliling dengan wajah memerah.


mungkin kah dia malu? atau dia terkesima akan keberanian ku. jika papah saja langsung di terima oleh mamah, aku yakin. aku juga pasti akan di terima oleh dia.


Saat, dia berucap kata yang hampir menolak ku, aku langsung memakaikan cincin ini ke jari manis nya.yang sontak saja menimbulkan suara sorak serta tepuk tangan dari banyak orang disini.


Namun tidak dengan wanita pujaan ku ini, dia nampak semakin bingung, Niat nya ingin menolak malah terkesan ku paksakan. namun sejujurnya aku pun tak tahu harus berbuat apa? dan aku replex saja bersikap begini pada dia.


hingga aku pun berdiri. dan memberikan Bunga serta coklat di tangan nya. tak lupa aku juga memberikan kotak perhiasan ini padanya.


Ku tinggalkan dia setelah mengucapkan kata terima kasih. aku tak tahu lagi apa yang terjadi disana. hingga beberapa jam kemudian pesan masuk dari Desi membuyarkan lamunan ku.


"Pak" ucapnya


"Iya" jawabku.


"Jadi, wanita yang bapak maksud itu sahabat saya?" ucapnya


"Iya" jawabku


"Haha, kenapa gak bilang dari dulu, kalau gitu saya bisa bantuin atur skenario pelamaran nya. biar gak terkesan dadakan kaya tadi" ucapnya.


"Kata kamu wanita suka di lamar kaya aktor Korea gitu?" jawabku.


"Iya sih, tapi gak gitu juga pak." ucapnya.

__ADS_1


"Memangnya kenapa? Tari sedang apa sekarang?" jawabku.


"Dia marah marah pak, wajah nya sampai merah karna malu katanya. bahkan dia juga mengatakan bahwa bapak lelaki gila. gak kenal main lamar saja" ucapnya.


"Boleh foto kan dia, dan kirim ke saya?" jawabku.


"Sebentar" ucapnya.


Tak lama Desi mengirim foto Tari dengan wajah cemberutnya. entah kenapa aku begitu menyukai kala Tari memasang wajah marahnya itu. terlihat semakin imut saja. membuat dadaku semakin bergemuruh hebat di buat nya.


"Haha, imut nya" ucapku.


"Imut sih pak, tapi bapak berhasil membuat kami kena dampaknya haha" jawab Desi.


"Tari jangan sampai tahu tentang saya ya, kamu harus merahasiakan siapa saya. anggap saja kita tidak saling kenal" ucapku.


"Baik pak, lain kali kalau butuh bantuan bilang saja" jawab nya.


"Baik, terima kasih" ucapku.


Aku terus memandang foto Tari dengan wajah marah nya itu, aku sampai tersenyum beberapa kali di buat oleh wanita ini, Entah sihir apa yang sudah merasuk dalam diriku. namun aku sangat menyukai wanita ini.


aku merasa tergila gila pada dia. perasaan ku dulu pada Sinta tidak sebesar saat ini. dari awal aku menganggapnya wanita bodoh. karna mau mengurus anak hasil perselingkuhan suami dan teman nya. . Namun sekarang, aku malah tergila gila akan kebaikan yang dia berikan pada semua orang terdekatnya. .


Wanita ini sangat langka, dia tidak menyimpan dendam sama sekali pada musuh yang pernah melukai dirinya. dia dengan mudah nya memberi maaf pada orang orang yang berbuat jahat padanya.


bahkan kebaikan nya itu, yang membuatku akhirnya penasaran dan mencari tahu tentang dia, hingga tak ku sadari. telah tumbuh benih benih Cinta di hatiku. karna sering memperhatikan dia dari kejauhan. kala menyuapi mantan ibu mertuanya. memberi kasih sayang layaknya putri pada ibunya.


memberi aku banyak pelajaran, bahwa memaafkan jauh lebih damai dari pada terus menyimpan luka hati yang entah sampai kapan akan hilang. bahwa menyayangi jauh lebih membahagiakan. dari pada sikap tak peduli.


Melupakan setiap kesalahan orang lain pada kita, jauh lebih menenangkan dari pada terus mengingatnya.


Pelajaran moral yang ku dapat dari wanita yang hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama( SMP)


Namun, pesan akan kisah hidupnya itu. mampu mengalahkan Lama nya pendidikan yang ku jalani selama ini...

__ADS_1


__ADS_2