
Adnan tersenyum tipis memperhatikan putrinya bersama Etha. Baru kali ini dia memiliki ketertarikan terhadap seorang wanita.
Diluar dugaan, Richard bersama rombongannya baru saja sampai di parkiran Mall. Mereka semua bergerak cepat memasuki Mall untuk mencari keberadaan Etha.
"Ayo, titik lokasi nona Etha berada di area bermain anak. Cepat temukan nona Etha, jangan sampai misi kita gagal." tegas Richard mengingatkan kepada para bodyguard Alfhat.
"Baik tuan Richard." ucap salah satu bodyguard Alfhat.
Kemudian mereka mulai bergerak cepat mencari keberadaan Etha.
Sementara itu, Nyonya Helen mengerutkan keningnya melihat tingkah laku putra sulungnya yang terlihat melamun, namun tatapan matanya tidak lepas dari posisi Etha berdiri.
"Adnan" Nyonya Helen memanggil nama putranya, namun tak ada jawaban sama sekali.
"Adnan!" nyonya Helen kembali mengulangi sambil menepuk bahu sang putra, sontak lamunan Adnan terbuyarkan saat mendengar suara ibunya memanggil namanya.
"Aku belum kepikiran ke arah sana." ucap Adnan gelagapan menanggapi ucapan ibunya. Dia seperti tertangkap basah sedang memperhatikan Etha bersama putrinya.
Nyonya Helen hanya mampu menghela nafas mendengar ucapan putranya. Kapan putranya akan kembali berumah tangga, ia hanya kepikiran dengan nasib cucunya yang selalu saja menantikan seorang ibu.
"Ayah!" teriak Bilqis sambil melompat kegirangan saking bahagianya melihat ayahnya. Lalu anak menggemaskan itu berlari menghampiri ayahnya.
Etha langsung mengalihkan pandangannya ke arah Nyonya Helen dan tak sengaja bertemu pandang dengan pria tinggi yang berdiri di samping nyonya Helen. Kemudian Etha buru-buru menundukkan pandangannya lalu melangkah mendekat ke arah mereka.
"Nona Etha, kenalin ini putra saya." ucap nyonya Helen antusias memperkenalkan putranya kepada Etha.
"Adnan." ucap Adnan sambil mengulurkan tangannya ke arah Etha. Kedua matanya terlihat memindai wajah Etha dengan seksama.
"Etha." ucap Etha tersenyum ramah sambil mengatupkan kedua tangannya tanpa ingin bersalaman dengan pria itu.
Adnan menjadi canggung, uluran tangannya tidak dibalas oleh Etha. Dengan kikuk dia lalu mengusap rambutnya ke belakang. Ini momen pertama kalinya dirinya bertemu langsung dengan Etha, sosok wanita berhijab yang hampir setiap hari dibicarakan oleh putrinya.
Dan ucapan putrinya semuanya benar adanya, karena wanita berhijab yang berdiri di hadapannya sekarang memang sangatlah cantik dan baik. Itulah penilaian pertama yang ditujukan kepada Etha.
__ADS_1
"Bagaimana tante cantik, ayah Bilqis tampan dan keren kan, jadi tante cantik mau ya jadi ibu Bilqis." ucap Bilqis dengan tatapan mata memohon. Sementara Adnan yang tengah menggendong putrinya hanya mampu berdehem, dia merasa sedang terjebak dengan ucapan putrinya sendiri.
Etha yang mendengar ucapan Bilqis hanya mampu diam dan merasa canggung, pasalnya ayah Bilqis kini sudah berdiri di hadapannya. Dia tidak enak hati jika langsung to the point kepada mereka.
Diluar dugaan, Richard bersama rombongannya akhirnya menemukan keberadaan Etha, mereka lalu bergegas menghampirinya.
"Nona Etha, anda harus ikut bersama kami." ucap Richard dengan sopan.
Etha langsung mengalihkan pandangannya ke sumber suara, hingga terkejut melihat Richard bersama lima bodyguard Alfhat.
"Tante cantik, siapa mereka?" ucap Bilqis penasaran.
"Emm mereka itu....." Etha tidak melanjutkan ucapannya.
"Kami pengawal nona Etha." potong Richard cepat dengan sorot mata tajam menatap tidak suka ke arah pria dewasa yang sedang menggendong seorang anak perempuan.
Entah mengapa dia tidak ingin pria itu mendekati istri bos nya. Jika sampai itu terjadi, dia tidak segan-segan membuat perhitungan kepada pria beranak satu itu.
"Kalau begitu saya permisi." pamit Etha undur diri dari hadapan mereka. Mau tak mau dia harus mengikuti ucapan anak buah Alfhat.
"Tunggu, tante cantik." ucap Bilqis yang baru saja turun dari gendongan ayahnya. Dia berlari kecil menghampiri Etha.
Hal itu membuat Etha kembali berbalik badan kearahnya.
"Tante cantik belum menjawab pertanyaan Bilqis, apa tante cantik setuju menikah dengan ayah Bilqis?" ucap Bilqis dengan suara cemprengnya. Etha lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil itu.
Bilqis begitu mudahnya melontarkan pertanyaan tentang pernikahan, tapi, wajar-wajar saja, anak menggemaskan itu tergolong masih kecil dan belum mengerti apa-apa.
Untuk itu, membuat Richard mengepalkan tangannya mendengar ucapan anak kecil itu. Bisa-bisanya anak kecil itu menjodoh-jodohkan istri bosnya dengan ayahnya.
"Emm.... maaf sayang, tante tidak bisa." ucap Etha tidak enak hati. Dia tidak bisa terus-menerus memberikan harapan palsu kepada anak kecil itu.
Walaupun pernikahannya sama sekali tidak diketahui oleh orang lain, tapi, lambat laun semuanya pasti terbongkar juga. Begitu pun jika terus berbohong kepada anak kecil itu.
__ADS_1
Secara mendadak wajah Bilqis berubah menjadi murung. Adnan yang juga mendengar ucapan Etha raut wajahnya berubah menjadi masam, dia ibarat sedang ditolak. Sedangkan nyonya Helen hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Sementara Richard yang mendengar ucapan istri bos nya tersenyum simpul ke arah Adnan. Tatapan Richard terlihat meremehkan menatap ke arah Adnan. Lewat tatapan matanya itu menandakan, jika pria itu mencoba mendekati istri bosnya maka bersiaplah berurusan dengan bos nya, tuan Alfhat Ramous Sanders.
"Tapi, tante cantik tetap menganggap Bilqis seperti anak tante sendiri." ucap Etha tersenyum.
"Benarkah? tapi.... tante cantik tidak mau menikah dengan ayah Bilqis. Berarti tante cantik tidak mau menjadi ibu Bilqis." ucap Bilqis dengan mata berkaca-kaca dan sudah mau menangis.
Etha langsung memeluknya. " Walaupun tante tidak menikah dengan ayah kamu, bukan berarti tante tidak mau menjadi ibu kamu. Dengar, Bilqis masih bisa kok mengaggap tante seperti seorang ibu." ucap Etha mencoba memberi perhatian kepada anak kecil itu.
"Bilqis sangat menyayangi tante cantik dan... ingin terus bersama tante cantik." ucap Bilqis.
Adnan segera mendekat ke arah mereka dan langsung mengambil paksa putrinya dari pelukan Etha.
"Ayah, turunin Bilqis." ucap Bilqis memberontak di gendongan ayahnya. Bahkan sudah menangis karena ingin terus bersama dengan tante cantiknya.
Sementara itu, Richard langsung mencekal lengan Adnan.
"Jika keluargamu ingin tetap aman, maka jauhi nona Etha." ucap Richard dengan ancamannya yang tidak main-main. Setelah itu, Richard melenggang pergi membawa istri bos nya.
"Jangan pergi tante cantik, hiks...hiks...hiks " ucap Bilqis berteriak diiringi isak tangis melihat kepergian Etha. Bahkan sampai memukul kepala ayahnya untuk segera diturunkan. Sungguh anak menggemaskan itu ingin selalu bersama dengan Etha dan tidak ingin membiarkan Etha pergi. Nyonya Helen bergerak cepat menenangkan cucunya.
Sedangkan Etha sesekali berbalik badan melihat ke arah Bilqis yang sedang menangis di gendongan ayahnya. Dia sungguh kasihan melihat anak itu menangis.
"Perhatikan langkahmu, nona." tegur Richard, hal itu membuat Etha berdengus kesal dan langsung mendahului Richard.
Etha berjalan cepat melangkah menuju pintu keluar Mall. Sedangkan Richard dan kelima bodyguard hanya mampu mengekor di belakangnya.
Kini mobil yang membawa Etha melaju kencang membelah jalanan pusat kota dan berhenti pada bangunan 30 lantai dan diyakini sebuah hotel milik Sanders. Terdapat dua unit helikopter sudah menunggu mereka di rooftop hotel dan tersedia helipad. Dua unit helikopter itu siap membawanya ke kota tujuannya.
Bersambung....
Jangan lupa, like, love, komen, hadiah dan vote ya teman-teman... terima kasih 🙏🤗
__ADS_1