
5 Tahun kemudian
Terdengar suara kehebohan anak kecil dari dalam kamar bernuansa krem. Langkah kaki anak kecil yang berlarian di dalam sana terdengar jelas di indera pendengaran.
Sosok wanita cantik berhijab yang masih terlihat awet muda melangkah ke arah pintu kamar dan mengayunkan tangannya untuk membuka pintu kamar tersebut.
Kedua matanya membola sempurna melihat suasana di dalam kamar tersebut seperti kapal pecah. Wanita berhijab itu melangkah masuk ke dalam kamar dan langsung menegur ketiga anak-anaknya yang saling kejar-kejaran.
"Ya ampun, apa yang kalian lakukan. Tolong berhenti anak-anak." ucapnya menegur ketiga anaknya yang masih saja saling kejar-kejaran membawa bantal yang sudah rusak di tangannya.
"Maaf Bunda, permainannya belum selesai. Kami belum menangkap ayah." ucap ketiga anaknya dengan kompak.
Wanita berhijab itu hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu mengalihkan pandangannya mencari sosok biang keroknya.
"Mas Alfhat! apa yang kamu lakukan bersama anak-anak?" ucap wanita berhijab itu sambil bertolak pinggang menatap tajam ke arah sang suami yang sedang berlari mengitari sofa di samping tempat tidur. Dimana ketiga anaknya ikut berlarian untuk menangkapnya.
"Maaf sayang, mereka mengajakku bermain." ucap pria dewasa itu yang masih tetap berparas tampan tanpa termakan oleh usia.
"Astaga!" wanita berhijab itu hanya mampu geleng-geleng kepala melihat tingkah laku mereka yang selalu saja membuat kehebohan di dalam rumah.
Mereka adalah pasangan Etha dan Alfhat bersama ketiga anak kembarnya, Edward, Edwin dan Elina.
Lima tahun bukanlah perkara mudah bagi pasangan Etha dan Alfhat bisa melaluinya. Susah, senang, sedih, bahagia, tawa, tangis sudah mereka lalui bersama dalam kehidupan rumah tangganya. Bisa dikatakan asam garam kehidupan sudah mereka lalui bersama.
Walau seringkali diterpa masalah dan isu-isu miring atas scandal Alfhat di masa lalu, dengan kembali hadirnya wanita bayaran dari masa lalunya untuk menghancurkan kehidupan rumah tangga mereka. Tapi, keyakinan mereka untuk tetap menjaga keutuhan rumah tangganya.
Dikaruniai anak kembar tiga adalah suatu anugerah terindah dari Allah SWT untuk keluarga mereka. Memiliki anak tampan dan cantik semakin membuat hari-harinya berwarna.
Namun, tetap saja cobaan masih datang silih berganti menghampiri keluarga kecilnya, namun mereka saling menguatkan satu sama lain dan menjalaninya dengan penuh kesabaran. Karena kebahagiaannya saat ini terdapat pada anak-anaknya.
"Ya tangkap, ayah sudah tertangkap. Yeyeayy...yeyeayy ayah tertangkap." ucap ketiga anak kembarnya sambil memukuli ayahnya dengan bantal yang dipegangnya, membuat isi dari bantalnya berhamburan keluar mengenai rambut dan seluruh pakaian mereka, termasuk pakaian ayahnya. Mereka tertawa terbahak-bahak dan begitu bahagianya bisa bermain bersama.
Etha hanya mampu tersenyum tipis sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah laku suami dan anak-anaknya.
"Sudah hentikan!" ucap Etha menghampiri mereka lalu menjewer telinga Alfhat. Seketika ketiga anak kembarnya langsung tertawa terbahak-bahak.
"Ampun sayang.... ampun. Anak-anak tolong bantu ayah" ucap Alfhat memelas berpura-pura kesakitan sambil mengedipkan matanya kepada ketiga anak-anaknya.
__ADS_1
"Maaf ayah, kami tidak bisa membantu ayah. Bunda tidak pernah salah." ucap ketiga anak kembarnya dengan kompak sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
"Baiklah jika kalian tidak membantu ayah, maka ayah sendiri yang akan menghadapi bunda." ucap Alfhat menyeringai menoleh ke arah istrinya.
Tanpa basa-basi Alfhat
langsung menarik pinggang Etha lalu memeluknya erat. Membuat Etha langsung memutar bola matanya melihat kelakuan suaminya.
"Mas!" ucap Etha sambil memukul kecil lengan Alfhat, agar Alfhat mau melepaskan pelukannya. Namun Alfhat semakin berulah dengan mengeratkan pelukannya.
"Ha ha ha ha, kami juga mau dipeluk." ucap ketiga anak kembarnya dan berhambur memeluk ayah dan ibunya.
Seketika Etha tersenyum lebar merasakan jari-jari anak-anaknya memeluk tubuhnya. Mereka pun tertawa bersama dengan penuh kebahagiaan.
"Ayah, aku mau digendong." rengek Elina sambil memasang wajah sendu. Membuat mereka kompak menatap Elina, gadis kecil yang sangat cantik nan imut dan menjadi kesayangan di keluarganya.
Alfhat tersenyum sambil melonggarkan pelukannya dari istri tercintanya. Sementara Edward dan Edwin berhambur memeluk ibunya.
"Kemarilah putri cantik ayah." ucap Alfhat sambil mengulurkan tangannya. Elina langsung melompat ke tubuh ayahnya. Membuat Alfhat tergelak tawa melihat tingkah menggemaskan putri kecilnya.
"Sekarang, kalian semua harus mandi." ucap Etha lalu mengambil Elina dari gendongan sang suami.
"Edward, Edwin, ayo ikut ayah." ucap Alfhat kepada anak-anaknya. Pasalnya mereka akan mandi bersama.
"Oke ayah." ucap keduanya dengan kompak. Lalu berjalan mengikuti ayahnya.
Alfhat dan Etha selalu membantu anak-anaknya bersiap-siap sebelum berangkat ke sekolah. Ya ketiga anak kembarnya sudah bersekolah di sekolah PAUD. Padahal ketiga anak kembarnya sudah mandiri dan bisa melakukan rutinitasnya setiap hari sebelum berangkat sekolah. Namun mereka masih tetap melakukannya bersama-sama dan akan terus memantau tumbuh kembang anak-anaknya.
Kebetulan hari ini adalah hari libur, Alfhat berencana akan membawa anak-anaknya berkunjung di perkebunan anggurnya. Dia sudah mempersiapkan kejutan untuk keluarga kecilnya.
"Anak-anak cepat turun, kita harus pergi." teriak Alfhat di ruang tamu yang sedang menunggu kedatangan anak-anaknya.
Terlihat Etha dari atas lantai tiga membawa ketiga anak-anaknya masuk ke dalam lift. Lalu lift bergerak turun ke lantai dasar. Sudah empat tahun mereka menempati hunian barunya yang letaknya tak jauh dari kediaman orang tua Etha.
Bukan tanpa sebab Alfhat memutuskan meninggalkan kota xxx, ia hanya ingin hidup tentram bersama keluarga kecilnya. Pasalnya selama menempati mansionnya masalah terus saja datang menghampiri rumah tangganya. Untuk itu, dia memutuskan menjual mansionnya lalu memutuskan menetap di kota yang sama dengan keluarga istrinya.
Tak berselang lama, pintu lift terbuka lebar ketiga anak kembarnya berlarian keluar dari lift, Etha bergerak cepat menyusul mereka.
__ADS_1
"Ayah, ayo berangkat." ucap si kembar yang sudah memakai tasnya masing-masing dan di dalam tasnya berisi bekal dan mainannya.
"Ayo sayang." ucap Alfhat antusias dan ingin segera membawa ketiga anak kembarnya pergi.
"Tunggu sebentar, sepertinya aku tidak bisa ikut bersama kalian" ucap Etha menghentikan mereka sambil bertolak pinggang.
"Kenapa sayang?"
"Kenapa bunda?"
Mereka kompak berbalik badan menghadap kearah Etha. Dimana Etha sedang memasang wajah sendu menatap mereka semua.
"Maafin bunda, soalnya bunda....." Etha menjeda ucapannya lalu mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya dan menunjukkan di hadapan mereka.
Alfhat bergerak mendekati istrinya. Hingga matanya membulat sempurna melihat benda asing di tangan istrinya.
"Adik kalian tidak bisa membiarkan bunda pergi." ucap Etha tersenyum merekah.
"Apa kamu hamil?" tanya Alfhat dengan tatapan hangatnya.
Etha langsung menggangguk cepat menanggapi ucapan Alfhat. Tanpa basa-basi Alfhat langsung menggendong istrinya dan memberikan ciuman bertubi-tubi di wajah istrinya. Membuat Etha hanya mampu tergelak tawa.
"Anak-anak kalian akan memiliki adik." ucap Alfhat dengan bahagianya. Edward, Edwin dan Elina langsung berlarian mendekati kedua orang tuanya lalu berhambur memeluknya.
"Hore kita akan punya adik." Si kembar bersorak gembira dan begitu bahagia mendengar ibunya hamil, yang artinya mereka akan memiliki adik.
"Terima kasih sayang, aku semakin mencintaimu." ucap Alfhat tersenyum lalu mengecup kening istrinya. Sementara Etha hanya mampu tersenyum merekah yang sedang diselimuti perasaan haru dan bahagia melihat antusiasme anak-anaknya mendengar dirinya tengah hamil.
Kebahagiaan kembali datang menghampiri keluarga kecil Alfhat. Kabar kehamilan istrinya menjadi kabar bahagia untuk keluarga kecilnya. Mereka akan saling menjaga dan melengkapi satu sama lain. Semoga kebahagiaan terus menghampiri keluarga kecilnya.
TAMAT
Terima kasih untuk seluruh teman-teman yang selalu memberikan dukungannya terhadap cerita Benang Merah Per-Hutangan 🙏🙏🙏
Baik berupa, like, hadiah, komen dan vote nya selama ini, author sangat berterima kasih🙏
Akhir kata, sampai jumpa di lain kesempatan 🤗🙏
__ADS_1