
"Will you marry me?." Ucap Pria itu dengan suara lantang yang sengaja memakai mic dan begitu percaya dirinya berlutut di hadapan Etha sambil menyodorkan kotak beludru berwarna merah berisikan cincin berlian di dalamnya.
Etha terlonjat kaget mendengar ucapan pria itu, begitu halnya dengan Alfhat dan kedua saudaranya serta MC acara dan beberapa audiens.
"Will you marry me?." Kembali pria itu mengulangi ucapannya dan seolah siap menerima segala jawaban yang dilontarkan oleh wanita berhijab itu.
Etha yang memeluk tiga buket bunga hanya mampu tersenyum kikuk dan tidak bisa berkata-kata. Dia seolah terpojok dengan ucapan pria itu.
"Ayo dong dijawab, Miss Etha. Jawab...jawab!" ucap MC acara dengan begitu antusiasnya dan mulai gemes melihat mereka.
Sementara di belakang panggung terlihat Kayla dan kawan-kawannya tampak antusias melihat layar monitor yang menampilkan suasana acara di luar. Dimana bosnya sedang dilamar oleh pria yang hampir setiap hari menjadi topik pembicaraan mereka.
"Katakan yes, katakan yes, Miss Etha. Iih si duda tampan gentleman banget. Aku salut deh dengan usahanya." Kayla mulai heboh sendiri sambil bersorak gembira.
"Pokoknya kita semua mendukungmu, Miss." Titin juga ikut-ikutan dan terlihat begitu antusias sambil merangkul pundak Kayla.
"Iya betul, kami semua mendukungmu." Para karyawan tampak kompak menyuarakan dukungannya terhadap si duda tampan.
Sementara Alfhat yang menempati kursinya tampak mengepalkan tangannya dengan rahang mengeras, kedua matanya memancarkan kilatan amarah, dadanya sudah bergemuruh di dalam sana, seolah akan diluapkan pada orang-orang disekitarnya dan meluluhlantakkan tempat tersebut. Bahkan dia langsung bangkit dari duduknya.
Sontak Jessi yang melihatnya langsung menegurnya.
"Kamu mau kemana?" tanya Jessi.
Saat Alfhat akan buka suara untuk menjawab pertanyaannya, tiba-tiba dia mendengar suara seseorang yang sangat dikenalinya mulai terdengar menggema dalam ruangan tersebut.
Refleks Alfhat langsung mengalihkan pandangannya ke atas panggung. Dimana dia mampu melihat dengan jelas wanita tua itu sudah buka suara.
"Aku sangat mengapresiasi usahamu tuan Adnan. Kamu sosok pria baik dan begitu menyayangi putrimu. Tapi, mohon maaf yang sebesar-besarnya, aku tidak bisa menerima lamaranmu." ucapnya tak enak hati dengan pandangan tertunduk. Etha tak berani mengangkat wajahnya, karena ia kembali mematahkan perasaan pria itu bahkan dengan terang-terangan menolaknya di depan semua orang.
Aksinya itu seolah mempermalukan duda beranak satu di depan khalayak. Seketika para audiens menyesalkan ucapannya, begitu halnya dengan para karyawannya yang sangat mendukungnya bersama dengan si duda tampan, namun keputusan ada ditangan bosnya.
Sedangkan raut wajah Alfhat perlahan berubah, layaknya sebuah bunglon berubah warna. Seringai tipis langsung tercipta di sudut bibirnya mendengar jawaban dari Etha. Dengan gaya angkuhnya, dia kembali menempati kursinya.
"Tolong katakan alasanmu, nona Etha. Kenapa kamu menolak lamaranku!" ucap tuan Adnan dengan wajah datarnya dan kembali berdiri tegak. Pria itu terlihat tenang tanpa adanya beban sama sekali.
__ADS_1
"Aku sudah menikah dan aku sudah memiliki suami. Jadi sekali lagi aku minta maaf, karena selama ini aku merahasiakan pernikahanku." ucap Etha dengan entengnya.
Perkara bodoh jika Alfhat murka kepadanya karena telah membongkar pernikahannya. Daripada dia terus menghancurkan perasaan pria yang berusaha mendekatinya. Karena terus merahasiakan pernikahannya, lambat laun semuanya pasti akan terbongkar juga dan masalahnya akan semakin runyam, pikirnya.
Dari ucapannya itu, membuat Alfhat tersenyum tipis, emosinya yang tadinya sudah meledak-ledak seketika mulai mencair saat mendengar ucapan dari Etha, pasalnya dirinya diakui sebagai suaminya. Padahal selama ini dia selalu meminta Etha untuk terus merahasiakan pernikahannya, namun untuk saat ini dia bisa memakluminya.
Sementara Dilan dan Kendrick terkejut bukan main, mereka saling pandang kemudian kembali menatap ke arah panggung tempat saudarinya berdiri di sana.
"Aku sama sekali tidak percaya jika kak Etha sudah menikah. Kita harus meminta penjelasan darinya. Bagaimana mungkin dia merahasiakan pernikahannya dari keluarganya sendiri, pantas saja tingkahnya sangat aneh akhir-akhir ini" ucap Dilan sambil bangkit dari duduknya.
"Tunggu, sekarang belum saatnya untuk meminta penjelasan darinya. Jangan merusak keadaan, mungkin kak Etha sangat menjaga privasi pernikahannya." ucap Kendrick menghentikannya.
"Apa maksudmu menghentikanku?" tanya Dilan.
"Kita bisa membicarakannya bersama di belakang panggung. Jika kak Etha tidak ingin buka suara dan tidak ingin berkata jujur, kita bisa menyelidiki masalah ini secara sembunyi-sembunyi dan siapakah sosok pria yang sudah menikahinya." jawab Kendrick.
"Emmm...kurasa ucapanmu ada benarnya bro." ucap Dilan sambil melihat situasi disekelilingnya dan perlahan kembali duduk di tempatnya semula.
Tuan Adnan hanya mampu diam membisu setelah mendengar alasan dari Etha. Gurat kekecewaan jelas terpancar di wajahnya. Dia tidak bisa berkata apa-apa, mau tak mau dia harus menerima segala keputusan wanita itu dengan lapang dada.
MC acara yang masih berdiri di atas panggung hanya mampu diam dan tidak berani untuk ikut campur dengan urusan mereka.
Tiba-tiba saja Bilqis berlari kecil naik ke atas panggung menghampiri ayahnya. Tuan Adnan bergerak cepat mengambil putrinya lalu menggendongnya.
"Tidak apa-apa ayah, Bilqis bangga kepada ayah. Karena ayah sangat hebat dan keren. Bilqis tidak ingin lagi menyuruh ayah untuk menikah dengan tante cantik. Maafin Bilqis ya ayah." ucap Bilqis sambil mengelus pipi ayahnya seolah tahu apa yang sedang dialami oleh ayahnya. Apalagi saat ini melihat wajah ayahnya tampak murung.
"Kamu adalah kesayangan ayah dan juga kebahagiaan ayah. Kamu tidak salah apa-apa sayang. Ayah sangat menyayangimu" ucap tuan Adnan tersenyum, membuat Bilqis ikut tersenyum lalu mencium kedua pipi ayahnya. Setelah itu, Bilqis kembali memeluk ayahnya dengan erat, membuat tuan Adnan tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
Para audiens yang melihat keakraban ayah dan anak itu hanya mampu tersenyum dan ikut terharu. Mereka dengan kompak bertepuk tangan mengiringi langkah ayah bersama putrinya turun dari panggung.
Di belakang panggung, Etha menjadi pusat perhatian dari karyawannya. Kayla melangkah mendekat ke arah bosnya. Wanita singel itu masih belum percaya jika bosnya sudah menikah dan dia butuh penjelasan dari bosnya.
"Terima kasih untuk semuanya, seluruh pihak yang sudah berpartisipasi, baik yang bekerja di depan layar maupun dibelakang layar. Kalian semua sudah bekerja keras." ucap Etha tersenyum yang mulai buka suara.
Sontak Kayla ikut tersenyum dan tidak jadi meminta penjelasan kepada bosnya. Dia bisa membicarakannya lain kali.
__ADS_1
"Selamat untukmu, Miss. Kami semua bangga kepadamu" ucap Kayla antusias lalu berhambur memeluknya.
"Aku juga mengucapkan ucapan yang sama, Miss." timpal Titin yang ikut memeluk mereka.
Semua karyawannya tampak bahagia dan merangkul bersama sebagai tanda kesuksesan atas peragaan busana malam ini.
Etha hanya mampu tersenyum bahagia melihat antusiasme karyawannya dan tak lupa menaikkan jempolnya.
"Aku sangat bangga kepada kalian. Terima kasih atas kerja kerasnya." ucap Etha kepada karyawannya.
"Untuk Miss Debora, selamat atas keberhasilan anda, yang sangat luar biasa sudah melatih anak-anak panti, hingga mampu memunculkan bakat mereka." Tak lupa Etha memberi ucapan kepada orang yang cukup berjasa dalam peragaan busana tersebut.
Miss Debora hanya mampu tersenyum kepadanya, lalu berpamitan karena memiliki urusan penting.
Kemudian Etha kembali menghampiri para modelnya.
"Teruntuk para model, kalian semua akan menjadi brand ambassador produk fashion kami." ucap Etha tersenyum.
"Terima kasih Miss Etha." para gadis panti asuhan kompak mengucapkan terima kasih dan begitu bahagia kembali dipercayakan menjadi brand ambassador produknya.
"Sama-sama, anak-anak." ucap Etha tersenyum yang masih mengganggap mereka anak-anak.
"Oh iya, mengenai acara makan-makan atas perayaan keberhasilan kita. Kalian semua bebas memilih tempat yang ingin kalian kunjungi. Mengenai bayarannya, sudah menjadi tanggungjawabku. Katakan saja kepada Kayla, biar Kayla yang mengaturnya. Dan maaf sekali, aku tidak bisa ikut bersama kalian." ucap Etha menjelaskan.
"Tidak apa-apa, Miss Etha. Serahkan segalanya kepadaku. Kami semua sangat mengerti dengan kondisi Miss saat ini." ucap Kayla tersenyum menggoda. Kayla mulai yakin bahwa bosnya sudah berstatus istri, hingga ruang geraknya tidak bisa sebebas dulu lagi.
"Baiklah, jika seperti itu. Aku pamit pulang, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Kayla dan lainnya kompak menjawab salamnya.
Etha tersenyum lalu melangkah menuju pintu keluar, diluar dugaan Dilan dan Kendrick sudah menunggunya di luar sana. Dengan terpaksa Etha berubah haluan, dia tidak ingin di interogasi oleh mereka berdua.
Etha memutuskan keluar lewat pintu belakang. Namun, tiba-tiba seseorang langsung menarik tangannya dan menyeret tubuhnya masuk ke dalam mobil.
Bersambung.....
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏