
"Lahiran?" Alfhat terbelalak kaget mendengar ucapan ibu mertuanya. Jantung Alfhat langsung memompa lebih cepat mendengar kata lahiran.
"Kita harus segera membawanya ke rumah sakit" ucap Nyonya Ziva dan merasa yakin ponakannya akan lahiran.
"Aaaaaaa....ssaaakiiit,... mama..." ucap Etha yang mengalami kesakitan luar biasa.
"Tenang nak, semuanya akan baik-baik saja. Cepat nak Alfhat, kita harus segera membawanya ke rumah sakit" ucap Nyonya Lexa panik dan Alfhat langsung menggendong istrinya.
Mereka segera membawa Etha ke rumah sakit. Mereka semua terlihat khawatir dan tidak menyangka dengan kehamilan Etha yang masih tujuh bulan, namun sudah akan lahiran, bagaimana bisa Etha akan lahiran secepat itu?. Mereka hanya mampu mendoakan yang terbaik dan kelancaran persalinan Etha. Semoga Etha dan bayinya selamat.
Waktu yang selama ini mereka tunggu-tunggu akhirnya tiba juga, dimana Etha akan melahirkan anak pertamanya. Hal ini akan mendebarkan semua orang dan sekaligus memberikan kebahagiaan.
Tak terasa mobil yang membawa mereka tiba di rumah sakit terbaik negara A. Alfhat bergegas turun dari mobil dan langsung menggendong istrinya, kemudian membawanya masuk ke dalam rumah sakit diikuti oleh orang tuanya, adik iparnya dan lainnya.
Dokter dan dua perawat wanita terlihat berjalan menghampirinya sambil mendorong brankar. Alfhat melangkah tergesa-gesa mendekat ke arah mereka dan dengan hati-hati meletakkan tubuh istrinya di atas brankar, kemudian mendorongnya bersama perawat. Kedua orang tua Etha, Nyonya Ziva beserta keluarga dan lainnya hanya mampu mengekor di belakangnya.
Sementara itu, Dilan dan Kendrick memilih mengurus administrasinya, setelah itu barulah menyusul mereka
"Hah uuugghhhh.... sakit mas"
Kembali Etha mencengkeram erat lengan Alfhat dan lagi-lagi merasakan kontraksi. Sedangkan Alfhat terus saja mendoakan keselamatan istri dan bayinya, semoga persalinan istrinya berjalan lancar, aaamiin.
Etha segera dibawah ke ruang persalinan. Alfhat senantiasa mendampinginya. Dokter segera mengambil tindakan untuk pasiennya yang akan melahirkan.
Keluarga besar Etha hanya mampu menunggu di depan pintu ruang persalinan. Mereka semua hanya mampu mendoakan kelancaran persalinan Etha.
Kini Etha sudah berada di dalam ruangan dan tengah berbaring di atas tempat tidur pasien, dimana Alfhat setia berdiri di sampingnya memberikan semangat untuknya.
Para dokter bedah dan perawat sudah mengenakan seragam operasinya. Mereka sudah siap dengan peralatan medisnya, tapi sebelum memulainya mereka kompak memilih memanjatkan doa terlebih dahulu sebelum melakukan operasi.
Selama proses persalinan berlangsung, Alfhat senantiasa berdiri di samping istrinya melihat secara langsung proses persalinan istrinya yang dilakukan secara ceesar.
__ADS_1
Dari sinilah Alfhat mulai sadar melihat perjuangan istrinya mempertaruhkan nyawanya demi buah hatinya. Dengan mata berkaca-kaca Alfhat selalu membisikkan kata-kata cinta untuk istrinya dan tak henti mendoakannya.
Setelah menunggu berjam-jam lamanya, akhirnya persalinan Etha berjalan lancar tanpa adanya kendala sedikitpun. Ketiga bayinya lahir dengan selamat. Hanya saja bobot tubuhnya masih rendah, mengingat lahir dalam keadaan bayi prematur yang masih tujuh bulan.
Ketiga bayinya langsung dimasukkan ke inkubator dan ditempatkan di ruangan NICU khusus untuk bayi yang terlahir prematur.
Sementara itu, seluruh keluarga tampak harap-harap cemas menunggu di luar ruangan. Hingga pintu ruang persalinan terbuka, tampak dokter wanita yang baru saja menangani Etha berdiri di ambang pintu dengan raut wajah tampak sulit diartikan.
"Bagaimana persalinan putri saya dok" ucap Nyonya Lexa dengan nada khawatir.
"Persalinannya berjalan lancar, nona Etha melahirkan bayi kembar tiga, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Untuk saat ini nona Etha belum bisa ditemui. Setelah dipindahkan di ruang perawatan, pihak keluarga boleh menemuinya" ucap Dokter tersebut menjelaskan dengan ramahnya.
"Alhamdulillah" ucap mereka kompak dengan penuh syukur.
Semua orang tampak bernafas lega mendengar persalinan Etha berjalan lancar. Tuan David dan Nyonya Lexa begitu bersyukur kepada sang pencipta. Raut wajah keduanya tampak bahagia dengan mata berkaca-kaca, akhirnya mereka dikarunia cucu pertama, tentunya mereka bergelar kakek dan nenek.
Sementara Dilan dan Kendrick saling merangkul yang masih selimuti perasaan haru atas kelahiran ponakan kembarnya. Begitu halnya dengan pasangan Rania dan Adelio, serta anggota keluarga lainnya yang turut hadir.
Di ruang persalinan....
Alfhat tersenyum bahagia dan berulang kali menghapus air mata bahagianya yang menetes di pipinya. Alfhat tidak bisa menggambarkan perasaannya seperti apa saat ini, yang jelasnya perasaan haru dan bahagia yang lebih dominan menyelimuti perasaannya. Dia benar-benar salut atas perjuangan istrinya yang baru saja melahirkan buah hatinya.
Alfhat tak henti-hentinya mengucapkan kata syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak pertamanya dan kembar tiga sekaligus, sungguh anugerah terindah untuk keluarganya dan kini sudah menjadi keluarga kecil.
"Terima kasih sayang, kamu sudah berjuang keras untuk bayi kita" ucap Alfhat tersenyum lalu mencium kening istrinya. Etha hanya mampu tersenyum yang belum berapa lama sudah siuman pasca operasi caesar.
*
*
*
__ADS_1
Seminggu kemudian....
Etha sudah mendekap hangat salah satu bayi kembarnya di dalam ruangan NICU, ditemani Alfhat yang senantiasa berada di sampingnya. Etha dengan penuh kasih menyusui salah satu bayi kembarnya. Terlihat bayi mungil yang berjenis kelamin laki-laki itu begitu lahap menyusu pada ibunya.
Etha dan Alfhat tersenyum melihat bayi mungilnya menyusu. Mereka sangat bahagia bisa menjadi orang tua untuk anak-anaknya. Mereka sungguh tak menyangka dikaruniai anak kembar tiga, dimana anak sulungnya yang lahir pertama dan anak keduanya berjenis kelamin laki-laki, serta anak bungsunya berjenis kelamin perempuan.
Etha menyusui ketiga bayi kembarnya secara bergantian. Mungkin kedepannya ia harus menyelinginya dengan susu formula untuk ketiga bayi kembarnya.
"Terima kasih ya Allah atas anugerah terindah yang engkau berikan kepada keluarga kami. Semoga anak-anak kami tumbuh menjadi anak Sholeh dan Sholehah serta berbakti kepada orang tuanya, aamiin.. aamiin ya Rabb." ucap Etha dengan mata berkaca-kaca melihat ketiga bayi kembarnya yang kembali menempati inkubator.
"Mereka berdua sangat mirip denganmu, mas. Wajahnya bagaikan pinang dibelah dua, persis ayahnya, harusnya wajahnya mirip dengan aku, karena aku yang mengandungnya" ucap Etha tersenyum memandangi ketiga bayinya.
"Ya, aku sangat bangga, karena wajah anak kita, si sulung dan si bungsu lebih mirip dengan wajahku. Sekali lagi, terima kasih sayang, kamu telah berjuang untuk bayi kembar kita" ucap Alfhat tersenyum lalu mencium kening istrinya yang sedang diselimuti kebahagiaan.
"Hemm sama-sama. Semua ibu pasti melakukan hal yang sama seperti diriku." balas Etha tersenyum. "Emm...Kita belum memberikan mereka nama. Apa kamu sudah menyiapkan nama untuk bayi kita" ucap Etha menoleh ke arah Alfhat.
"Sudah, apa perlu aku mengatakan nama mereka sekarang?" ucap Alfhat tersenyum hangat sambil menatap salah satu bayi kembarnya.
"Ya, katakanlah sekarang ayah, karena sepertinya ketiga bayi kita ingin mendengar namanya masing-masing." ucap Etha antusias sembari mendekatinya, Alfhat langsung merangkul pundaknya.
"Baiklah, anak kita yang lahir pertama bernama Edward Mayer Sanders, yang lahir kedua, Edwin Mayer Sanders dan yang lahir ketiga dan sekaligus putri bungsu kita adalah Elina Mayer Sanders. Aku menyelipkan nama keluargamu dan juga nama keluargaku masing-masing nama mereka, semoga kelak anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang berbakti dan membanggakan." ucap Alfhat tidak lepas memandangi setiap anak kembarnya.
"Aamiin ya Allah." timpal Etha tersenyum dan Alfhat ikut tersenyum lalu mendaratkan ciuman di keningnya.
"Terima kasih sayang, kamu sudah menjadi ibu dari anak-anakku. Aku semakin mencintaimu." ucap Alfhat tersenyum hangat memandang wajah istrinya.
"Sama-sama, mas. Aku juga berterima kasih karena kamu sudah menjadi ayah anak-anakku dan cintaku padamu tidak akan pernah berubah." ucap Etha tersenyum merekah sambil mengelus rahang kokoh sang suami.
Kemudian mereka kembali menatap satu persatu ketiga bayi kembarnya yang masih menempati inkubator dengan mata berkaca-kaca.
Bayi kembarnya menjadi buah cinta hubungan mereka. Kedepannya mereka akan senantiasa merawat dan menjaga bayinya hingga tumbuh dewasa.
__ADS_1
Kebahagiaan dan kehangatan akan selalu mereka rasakan di kehidupannya bersama ketiga anak kembarnya. Etha dan Alfhat begitu bahagia menjalankan perannya sebagai orang tua. Harta berharganya saat ini adalah ketiga anak kembarnya.