
"Kamu berhak atas diriku. Aku siap melakukan kewajibanku sebagai istrimu." ucap Etha tersenyum.
Alfhat ikut tersenyum lalu mencium kening istrinya cukup lama sembari melafalkan doa sebelum memulainya.
Setelah sekian lama menunggu waktu yang tepat untuk melakukan malam pertama, akhirnya malam ini Alfhat dan Etha resmi melakukan hubungan suami istri dengan penuh cinta dan kasih. Mereka masing-masing menunaikan kewajibannya sebagai suami istri.
Baru saja Alfhat melepaskan dirinya dari Etha. Dan tidak lupa memberikan kecupan singkat di kening istrinya sebagai tanda terima kasihnya. Karena dia orang pertama yang melakukannya, sungguh beruntung dirinya bisa menjadi orang pertama, padahal dia bukanlah pria baik selama ini.
Jika mengingat kembali masa lalunya, dirinya hanyalah pria bajingan yang bergelimang dosa. Sungguh dia begitu menyesal pernah memasuki dunia hitam dan pergaulan bebas. Hingga akhirnya dia ditakdirkan berjodoh dengan wanita muslimah yang baik hati.
Walaupun hubungan mereka diawali oleh sebuah hutang dan berbagai kesalahpahaman yang pernah mereka lakukan, hingga akhirnya dia pun jatuh hati kepada wanita tua pelunas hutang yang sudah sah menjadi istrinya.
Alfhat tersenyum tipis jika mengingat kembali kejadian itu bersama Etha, dia persis Tom and Jerry.Yang awalnya dia saling benci, hingga akhirnya timbul perasaan suka dan berujung cinta.
Alfhat lagi-lagi senyum-senyum memandangi wajah cantik Etha yang tampak kelelahan setelah melayani nafsunya yang tiada habisnya bahkan masih kuat untuk melakukannya. Namun dia kasihan mendengar rengekan istrinya yang sudah kelelahan melayaninya sepanjang malam. Sehingga dia memutuskan untuk beristirahat dari aktivitas bercintanya, mengingat istrinya sudah KO karena ulahnya.
Tidak hanya itu, baru kali ini Alfhat bercinta dengan waktu yang lama, sampai berkali-kali, beronde-ronde bahkan Alfhat tidak bisa menghitungnya saking nikmatnya bercinta dengan istri tercintanya.
Padahal Alfhat sudah pernah bahkan sering bercinta dengan berbagai wanita cantik yang kesemuanya sesuai dengan kriterianya, termasuk umur yang menjadi kriteria utama. Namun dia tidak sampai melakukannya berkali-kali, karena memang kenyataannya dia hanya sebatas partner, saling memberikan kepuasan tanpa menyangkut-pautkan yang namanya perasaan.
Sekarang dia berhasil bercinta dengan istrinya, sungguh memberikan kepuasan tiada habisnya, karena nikmatnya yang luar biasa. Melakukannya dengan penuh cinta pada istri sendiri sekaligus wanita yang sangat-sangat dicintainya.
Ada hikmah dibalik setiap peristiwa. Setelah berpuasa dalam jangka waktu cukup lama, karena berbagai kendala, syarat dan tantangan yang harus dihadapi sebelum menggauli istrinya, akhirnya segala usaha dan kerja keras Alfhat membuahkan hasil. Dia berhasil memiliki istrinya seutuhnya.
Alfhat kembali mengeratkan pelukannya, suasana hatinya benar-benar bahagia. Apa yang diinginkannya, akhirnya terwujud sudah. Karena malam ini menjadi momen indah baginya, dimana istrinya melayaninya dengan baik. Dia sangat mencintai istrinya dan sungguh berterima kasih karena istrinya masih ingin bertahan disisinya sebelum akhirnya dia berubah.
Sungguh Alfhat tidak ingin menyia-nyiakan wanita yang sangat dicintainya, dia ingin istrinya terus berada di sisinya sampai maut memisahkan. Sejauh ini, dia sudah berjuang keras sampai di titik ini dan perjuangannya tidaklah main-main. Dia ingin membina rumah tangga yang bahagia bersama istri tercinta, hingga dikaruniai anak, itulah menjadi impiannya saat ini. Semoga doa-doanya secepatnya diijabah oleh Allah SWT.
Sementara Etha sudah tertidur pulas sedari tadi dan tampak nyaman menjadikan dada bidang Alfhat sebagai bantal empuknya. Ditambah tubuhnya berada dalam dekapan hangat sang suami. Dia tidak peduli lagi dengan penampilannya yang setengah polos. Dimana hanya memakai baju tidur Alfhat yang begitu kebesaran ditubuhnya.
Setelah selesai bercinta, dengan perhatiannya Alfhat tidak tega membiarkan tubuh Etha menjadi polos bahkan tidak ingin membiarkan tubuh istrinya kedinginan. Untuk itu, dia dengan cepat memakaikan baju tidurnya di tubuh sang istri.
"Terima kasih, aku mencintaimu istriku" bisik Alfhat lalu mendaratkan ciuman di kening istrinya.
__ADS_1
Kemudian Alfhat memilih memejamkan matanya berharap bisa mengikuti mimpi indah istrinya. Tak berselang lama kemudian, dia pun sudah tertidur pulas.
*
*
*
Suara alarm ponsel Etha berbunyi nyaring, membuat Alfhat terbangun sambil mengerjapkan matanya. Hal pertama yang dia lihat adalah wajah cantik Etha yang sedang tertidur pulas di dekatnya.
Alfhat langsung tersenyum tipis lalu mengulurkan sebelah tangannya untuk mengusap lembut punggung Etha. Dia mencoba untuk membangunkan istrinya.
"Nona debat, sudah subuh, ayo bangun." ucap Alfhat sambil mengusap lembut punggung istrinya.
Etha hanya mampu menggeliat hingga bibir mungilnya mengingau sambil meringis kesakitan merasakan seluruh tubuhnya remuk seperti habis dipukuli habis-habisan.
"Sudah subuh ya? padahal aku baru tidur beberapa jam yang lalu. Huaammm, aku masih ngantuk." ucap Etha dengan rengekannya.
"Ayo bangun, terus kita sholat bersama."
Namun sayangnya seketika hasratnya kembali muncul, namun dia tidak tega untuk melakukannya lagi. Istrinya sudah kelelahan melayaninya semalaman.
Setelah berbagai cara untuk membangunkan Etha, akhirnya Alfhat berhasil membangunkannya lewat sebuah ancaman. Jika istrinya tidak bangun, maka malam pertamanya kembali diulang di pagi hari. Bahkan dia akan melakukannya sampai puas.
Sehingga ancamannya itu membuat Etha langsung bangun dan perlahan bergerak untuk duduk dengan susah payah.
"Akkkkhh" Etha menggigit bibir bawahnya merasakan area selangkangannya terasa sakit bahkan terasa kebas. Untuk duduk saja membuatnya kepayahan dengan seluruh tubuhnya begitu remuk. Deru nafasnya masih saja tak beraturan dan masih merasa kelelahan akibat kejadian semalam.
Bagaimana tidak, semalaman dia menghadapi monster kelaparan yang belum pernah makan. Tidak ada celah baginya untuk lepas, dia hanya mampu melayaninya disertai gumaman dan rengekan kecil.
"Maafkan aku, sudah membuatmu seperti ini." ucap Alfhat ikut bangun dan tidak tega melihat keadaan istrinya yang sedikit memperihatinkan akibat ulah ganasnya semalam. Alfhat kembali mengelus lembut puncak kepala istrinya.
"Tidak, jangan meminta maaf. Aku baik-baik saja, aku senang bisa melakukan kewajibanku sebagai istrimu dengan melayanimu. Kita melakukannya karena sama-sama saling mencintai." ucap Etha tersenyum sambil mengelus rahang kokoh suaminya.
__ADS_1
"Sekali lagi, terima kasih untuk semalam." ucap Alfhat tersenyum bangga lalu mencium punggung tangan istrinya.
"Aku mencintaimu, istriku"
"Aku juga mencintaimu, suamiku" Etha tersenyum merekah mengatakannya.
Setelah itu Alfhat menggendong Etha dengan penuh kasih sayang ke kamar mandi guna untuk mandi bersama. Selesai membersihkan diri, mereka pun bergegas memakai pakaiannya lalu melaksanakan sholat subuh bersama.
*
*
*
Sementara di tempat lain....
"Bagaimana?" tanya tuan Lucas kepada anak buahnya.
"Maaf tuan muda, kami tidak berhasil memprovokasi anggota The Tiger." ucap pria tinggi beralis tebal.
Bughhhh
Satu bogem mentah mendarat sempurna di wajah pria malang itu.
"Bodoh, harusnya kamu memanfaatkan keadaan ini dengan berpura-pura menjadi kelompok The Tiger, setelah itu barulah menyerang anggota kelompok The Posse" ucap tuan Lucas dengan amarah menggebu-gebu.
"Maaf tuan, saya tidak akan pernah mengulang kesalahan seperti ini." ucapnya penuh keyakinan.
Namun sayangnya tuan mudanya keburu menghabisinya.
"Aku tidak suka memelihara orang bodoh seperti dirimu!" ucapnya menyeringai licik. Kemudian kembali menyayat wajah anak buahnya yang malang tanpa henti.
Bersambung.....
__ADS_1
Author ucapin selamat hari raya idul Fitri 1444 H, mohon maaf lahir dan batin 🙏