
"Tuan Alfhat, kamu bisa membawa putriku dan berhak atas dirinya. Tapi, dengan satu syarat, kamu harus menikahinya terlebih dahulu." ucap tuan David dengan entengnya.
"Apa!!" Sontak Alfhat dan Etha berucap secara bersamaan. Mereka terlonjat kaget mendengar ucapan tuan David.
"Tidak bisa, aku tidak setuju! Aku tidak memiliki niat untuk menikahi putri mu yang perawan tua. ini. Aku tidak pernah kepikiran untuk menikah, bagiku pernikahan hanyalah membuang-buang waktu dan tidaklah penting." tegas Alfhat sambil bangkit dari duduknya.
"Aku pun tidak setuju untuk menikah denganmu. Jangan harap!" ucap Etha tidak terima dengan ucapan Alfhat. Bagaimana bisa orang tuanya merencanakan sebuah pernikahan antara dirinya dengan pria bajingan itu.
"Kalau begitu jangan membawa pergi putriku, lupakan saja tawaranmu itu, karena kami tidak bisa menerima tawaranmu." timpal Nyonya Lexa. Dia sengaja melakukan hal tersebut agar putrinya terbebas dari jeratan hutang.
Semalaman dia berpikir keras dan mencoba mencari tahu informasi tentang tuan Alfhat Ramous Sanders, namun dia tidak menemukan satupun artikel yang membahas tentang informasi mengenai identitas seorang Alfhat.
Namun, wanita paruh baya itu tidak menyerah dia merasa yakin bahwa pria itu tak kunjung untuk menikah. Mungkin dengan melakukan kembali kesepakatan dengan sebuah pernikahan bisa saja pria itu memilih mundur dengan tawarannya sendiri, pikirnya.
Maka dari itu dia sepakat dengan sang suami untuk melakukan kesepakatan dengan sebuah pernikahan. Mereka hanya takut sesuatu terjadi kepada putrinya, setidaknya jika menikah lalu membawa putrinya pergi sedikit membuatnya tenang.
Mereka hanya takut jika putrinya dihamili lalu di buang seperti sampah. Apalagi dia mendengar langsung dari sang suami jika pria yang bernama Alfhat sosok pria licik, kejam dan berdarah dingin yang tidak ada kata pengampunan.
Ya Allah, semoga pria ini mundur dari tawarannya dan tidak membawa pergi putriku. Batin Nyonya Lexa.
"Apa-apaan ini, tuan David! kamu membohongiku! jelas-jelas kamu menerima tawaranku dengan sukarela, untuk menjadikan putrimu sebagai alat pelunas hutang, bukan dengan cara menikahinya." bentak Alfhat yang sudah tersulut emosi. Tuan David hanya mampu bungkam tanpa menggubris ucapannya.
Dan tanpa basa-basi, Alfhat langsung menendang meja di hadapannya dengan kesalnya hingga terdengar suara benda berjatuhan dan suara-suara pecahan kaca berbunyi nyaring berserakan di lantai.
Tuan David dan Nyonya Lexa terlonjat kaget melihat aksi pria itu. Wanita paruh baya itu langsung memeluk putrinya, dia seolah melindunginya dari amarah pria yang tidak memiliki sopan santun di hadapannya itu.
Sementara Richard bergerak cepat untuk menghentikan aksi bos nya itu. Apalagi bos nya terlihat mengambil sesuatu dari saku jasnya. Jangan sampai bos nya menghabisi mereka semua.
"Jangan lakukan tuan, sebaiknya anda terima saja tawaran pernikahan itu. Lagian setelah itu, anda bisa menceraikannya bukan." bisik Richard kepada bos nya sambil memegang tangan kiri sang bos yang sedang memegang sebuah pistol.
Kening Alfhat berkerut dan sedetik kemudian senyuman licik menghiasi bibirnya. Alfhat langsung memasukkan kembali pistolnya di saku jasnya. Ada benarnya juga ucapan sekretarisnya itu.
Sementara Etha bangkit dari duduknya dan langsung menatap tajam ke arah Alfhat.
__ADS_1
"Sebaiknya Anda pergi, kami tidak menerima tamu yang membuat keributan." ucap Etha dingin dan tidak kenal takut kepada pria itu.
Alfhat mengepalkan tangannya mendengar ucapan Etha. Dia ingin sekali merobek mulut wanita sombong di hadapannya.
"Ciih, omong kosong! harusnya aku yang menyuruhmu angkat kaki dari rumah ini. Karena kalian semua sudah tidak memiliki apa-apa. Dengar! aku bisa saja menghabisi kalian semua sekarang juga. Tapi, aku tidak akan puas sebelum tujuanku berhasil." tegas Alfhat sambil menunjuk ke arah Etha dengan sorot mata tajam.
"Dasar pria licik, kalau begitu cepat habisi aku. Aku sama sekali tidak takut mati di tangan pria bajingan seperti dirimu!" tantang Etha. Setidaknya dia harus melindungi kedua orang tuanya.
Tuan David dan Nyonya Lexa mulai panik, dia tidak ingin sesuatu terjadi kepada putrinya.
"Baiklah, aku akan menghabisimu, tapi....setelah menikahimu!." ucap David dengan entengnya.
Deg!
Tuan David dan Nyonya Lexa terlonjat kaget mendengar ucapan tuan Alfhat. Dia tidak menyangka rencananya akan berakhir seperti ini. Dia pikir tuan Alfhat akan mundur dari tawarannya, ternyata dugaannya salah.
"Astaghfirullah, bagaimana ini mas." ucap Nyonya Lexa dan terlihat begitu panik.
"Tenang sayang, semuanya akan baik-baik saja. Kita belum mendengar ucapan Etha, jika Etha tidak setuju, maka kita sekeluarga harus segera pergi dari rumah ini." ucap tuan David.
Sementara Etha yang mendengar ucapan Alfhat ikut terkejut, namun sebisa mungkin terlihat biasa-biasa saja.
"Richard, segera persiapkan pernikahanku. Hari ini juga, aku akan menikahi wanita perawan tua ini." ucap Alfhat sambil menunjuk ke arah Etha.
Orang tua Etha langsung membelalakkan matanya saking terkejutnya mendengar ucapan tuan Alfhat.
"Baik tuan." jawab Richard cepat.
"Tu-tuan Alfhat, putriku belum setuju untuk menikah denganmu. Dan persiapan pernikahan membutuhkan waktu yang cukup lama." ucap tuan David terbata-bata.
Alfhat hanya mampu menyeringai licik lalu kembali buka suara.
"Mau tidak mau putrimu harus setuju menikah denganku. Bukankah kamu sudah menerima tawaranku untuk menjadikan putrimu sebagai alat pelunas hutang, atau lebih jelasnya kamu menjual putrimu untuk membayar seluruh hutangmu. Dan jangan katakan persiapan pernikahan yang kamu maksud, karena aku hanya ingin menikahi putrimu dibawah tangan." ucap Alfhat menyeringai.
__ADS_1
"Apa! aku tidak setuju. Sebaiknya batalkan pernikahan ini." timpal Nyonya Lexa bangkit dari duduknya. Dia tidak setuju putrinya menikah dengan pria bernama Alfhat.
Namun apa boleh buat, semuanya tetap terjadi. Etha dan Alfhat resmi menikah dibawah tangan (nikah siri). Nasi sudah menjadi bubur, hari itu juga putrinya sah menjadi istri seorang Alfhat secara agama. Tak ada persiapan sama sekali, hanya dihadiri oleh mereka yang berada di ruangan tersebut.
Tuan David dan Nyonya Lexa tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya penyesalan yang mendalam yang mereka rasakan. Putrinya sudah dibawa pergi, semoga Allah selalu menjaga putrinya dimanapun berada.
Karena setelah selesai menikah, Alfhat langsung membawa pergi Etha dari kediaman tuan David. Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang terjadi di dalam mobil yang melaju kencang membelah jalanan.
Etha hanya duduk termenung di dalam mobil. Dia tidak menyangka sudah resmi menjadi seorang istri dari pria bajingan seperti Alfhat. Padahal dia begitu percaya Allah akan menurunkan jodoh yang terbaik untuknya.
Karena menurutnya wanita-wanita yang baik jodohnya untuk laki-laki yang baik pula, bukan sebaliknya. Memang selama ini dia selalu menutup diri, dan menolak jodoh yang datang kepadanya.
Mungkinkah ini sebuah teguran sekaligus karma untuknya. Karena beberapa laki-laki baik sudah pernah dia tolak sebelumnya. Karena dia sepenuhnya belum yakin untuk ke jenjang pernikahan dan membina hubungan rumah tangga bersama.
Tak terasa mobil yang membawa mereka berhenti di sebuah restoran mewah. Richard bergerak membukakan pintu mobil untuk mereka.
Alfhat turun dari mobil lalu disusul oleh Etha. Mereka berjalan beriringan memasuki restoran mewah tersebut. Pelayan restoran langsung mengarahkannya ke sebuah ruangan private.
"Bagaimana menurutmu? lihatlah, aku bisa melakukan apa saja." ucap Alfhat dengan tatapan sinisnya, kemudian duduk di kursi.
Etha ikut duduk di kursi tanpa menimpali ucapannya.
"Aku seperti membeli kucing tua dalam karung dan bisa juga dikatakan sedang membeli barang yang hampir expired." ejek Alfhat tersenyum sinis.
Etha yang mendengar ucapannya langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan sulit diartikan.
"Andai saja perusahaan Papa ku tidak jatuh bangkrut, aku tidak akan pernah sudi dijadikan sebagai alat pelunas hutang untuk laki-laki bejat seperti dirimu. Bagiku hutang harus dibayar, karena pertanggungjawabannya sampai di akhirat." ucap Etha dengan nada penekanan.
Alfhat langsung tergelak tawa mendengar ucapannya.
Bersambung...
Jangan lupa, like, love, komen, hadiah dan vote ya teman-teman 🙏
__ADS_1
biar aku semangat nulisnya 🤗