
Sementara Alfhat dan rombongannya baru saja selesai meninjau bangunan apartemennya. Tampak mereka berjalan bersama-sama keluar dari bangunan. Alfhat memilih untuk menghampiri Etha di pos penjaga, namun sayangnya dia sudah tidak melihat keberadaan wanita itu.
"Kemana perginya." ucapnya terkejut dan langsung melihat disekelilingnya. Hal-hal yang tidak diinginkannya seketika menghinggapi pikirannya.
"Hei, apa kalian melihat wanita berhijab duduk di bangku ini." teriak Alfhat kepada para pekerja yang tampak berdebat. Raut wajah Alfhat seketika berubah menjadi panik tidak melihat keberadaan istrinya.
"Wanita berhijab?. I-Iya tuan...wanita itu sudah dibawa pergi oleh orang asing. Saya sempat mengejar mobilnya, namun keburu dibawa pergi." ucap salah satu pria itu yang menjadi saksi mata.
Alfhat langsung mengepalkan tangannya dan meninju udara. Kemudian dia berlari menghampiri mobilnya. Pak Agus dan Pak Mario yang tengah berdiri menghadap kearahnya hanya mampu mengerutkan keningnya melihat tingkah laku bosnya yang berlari kencang ke arah mobil yang terparkir.
Usut punya usut mereka ikut menghampiri para pekerja yang masih berdebat untuk menanyakan perihal sang big bos terlihat berlari menghampiri mobilnya. Setelah salah satu pekerja itu menjelaskan. Kemudian mereka menyuruh ketiga pekerja itu untuk bubar dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sementara Alfhat sendiri tampak berkendara ugal-ugalan melewati jalan rusak yang sering dilewati oleh truk yang mengangkut bahan material bangunannya. Berharap dia masih bisa menyusul mobil yang sedang membawa istrinya.
"Aku tidak akan membiarkan seorangpun menyakiti wanitaku." ucap Alfhat dengan amarah menggebu-gebu. Sorot matanya memancarkan kilatan amarah.
Instingnya mengatakan bahwa pria yang bernama Lucas dalang semua ini. Berani-beraninya dia menculik istrinya. Dia akan mengejarnya sampai ke ujung dunia sekalipun dan kembali menghancurkannya.
"Aku tidak akan mengampunimu, Lucas. Aku bersumpah akan menghancurkanmu." Geramnya sambil memukul stir mobilnya.
Mobilnya terus melaju kencang membelah jalanan yang tampak rusak parah. Jalanan tersebut jarang dilewati kendaraan umum. Hanya truk yang mengangkut bahan material bangunan yang setiap hari melewati jalanan tersebut.
*
*
*
Sementara pria asing yang menculik Etha, kembali menyuntikkan obat bius di lengan kiri Etha, berharap wanita berhijab itu tak bangun-bangun. Karena bisa saja merepotkannya setelah ini, setelah dirinya berhasil menculiknya.
"Kita harus segera membawa wanita ini ke kediaman tuan muda." ucap Pria itu sambil membuka helmnya lalu berpindah posisi duduk di depan, tepatnya di samping kursi kemudi. Dimana sang supir tampak fokus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kediaman tuan mudanya.
"Ya. Cepat buat pesan broadcast kepada anggota The Sinaga untuk menghadang orang-orang yang ingin menyelamatkan wanita ini di persimpangan jalan menuju kediaman tuan muda. Aku sangat yakin, ketua The Posse langsung murka dan tidak akan tinggal diam setelah istrinya di culik." ucap rekannya yang tampak fokus mengemudi.
"Aku setuju dengan ucapanmu. Baiklah, aku akan menghubungi rekan-rekan kita." ucap pria yang menculik Etha, lalu segera membuat pesan broadcast kepada anggota The Sinaga, yang merupakan anggota kelompoknya.
Mereka semua harus siap siaga menerima serangan balik, karena tidak menutup kemungkinan anggota The Posse pasti bergerak cepat untuk menyelamatkan istri ketuanya.
__ADS_1
Sekitar satu jam perjalanan, mobil yang membawa mereka mulai memasuki kawasan hutan yang menjadi lokasi kediaman tuan mudanya.
Mereka masih perlu menempuh perjalanan sejauh tiga kilo meter sebelum sampai di pos penjagaan pertama, lalu pos penjagaan kedua hingga akhirnya sampai di sebuah gerbang menjulang tinggi dengan penjagaan super ketat sebelum masuk ke dalam mansion mewah bergaya klasik yang berdiri kokoh di tengah hutan.
Terdapat lima penjaga berwajah beringas yang berjaga-jaga di gerbang utama dan masing-masing penjaga membawa senjata api laras panjang. Tidak mudah bagi orang-orang akan lolos memasuki kediaman Lucas sebelum melewati dua pos penjaga dengan penjagaan super ketat.
****
Sementara Alfhat sendiri masih terus melajukan mobilnya. Dia melewati jalan pintas yang jarang dilewati oleh kendaraan. Jalanan tersebut mampu membawanya ke dalam hutan. Untungnya dia masih bisa mengetahui titik lokasi keberadaan istrinya melalui sambungan GPS yang selalu aktif di ponsel sang istri.
"Shiittt...Dasar psikopat gila, hobinya hanya bersembunyi di dalam hutan." umpatnya dengan emosi sedikit redam.
Mobil yang membawa Alfhat sudah memasuki kawasan hutan milik Lucas. Suasana disekitarnya terlihat mulai gelap, karena pencahayaan dari sinar matahari di tempat tersebut tertutupi oleh pepohonan rindang dan berkabut, hingga tempat tersebut mulai terlihat gelap padahal belum waktunya malam hari.
Alfhat memelankan laju mobilnya, karena hutan tersebut memiliki banyak perangkap yang dibuat oleh anak buah Lucas. Alfhat memilih menepikan mobilnya di area semak-semak, kemudian ia merogoh ponselnya di saku jasnya.
"Syukurlah, di tempat ini masih ada signal." ucapnya, kemudian menghubungi orang kepercayaannya.
"Iya tuan, kenapa anda menghubungiku?" ucap seseorang di ujung telepon dan tidak lain adalah Richard.
Entah mengapa, baru kali ini dia begitu mengkhawatirkan bahkan sampai peduli kepada wanita tua itu. Padahal selama ini dia tidak pernah peduli kepada wanita tua pelunas hutang yang sudah berstatus sebagai istrinya. Namun kali ini, dia sungguh tidak ingin jauh apalagi berpisah dengan wanita itu.
Sementara Richard langsung terkejut mendengar ucapan tuannya, namun dengan cepat dia mengiyakan ucapannya.
"Baik tuan." ucap Richard di ujung telepon. Dia tidak menyangka musuh bebuyutan bosnya begitu cepat bergerak dan langsung melakukan penculikan terhadap istri bosnya.
"Sekarang titik lokasi keberadaanku berada di hutan milik Lucas. Kamu bisa bergerak dari arah Utara, tidak jauh dari sungai Niagra. Disana terdapat gua dan bekas reruntuhan tembok yang sudah terbengkalai, kalian bisa bergerak dari sana." ucap Alfhat menjelaskan. Dia sedikit tahu tentang daerah kekuasaan musuh bebuyutannya.
"Siap tuan." ucap Richard di ujung telepon.
"Hemm, cepatlah bergerak." ucap Alfhat. Namun, tiba-tiba saja panggilannya terputus akibat signal yang sudah tidak mendukung.
"Sial" Alfhat mengumpat kesal menggenggam ponselnya, ditambah baterai ponselnya sudah hampir habis.
Dengan kesal Alfhat memasukkan ponselnya di saku jasnya. Kemudian dia bergegas turun dari mobil. Dia hanya ingin berjalan kaki menuju kediaman Lucas, hanya itu cara aman agar dia tidak tertangkap oleh anak buah Lucas.
****
__ADS_1
Sementara di tempat lain....
Kebetulan Richard sedang berada di markas besar The Posse. Sehingga Richard dengan cepat mengumpulkan anggota The Posse. Tak lupa dia memberikan mereka arahan sebelum bergerak menyerang kediaman musuhnya.
"Kalian sudah siap." teriak Richard kepada anggota The Posse.
"Kami sudah siap." teriak para anggota The Posse dengan kompaknya.
Lalu mereka semua bergerak cepat masuk ke dalam mobil yang siap membawanya ke lokasi tujuan.
****
Sementara di kediaman Lucas, mobil yang membawa Etha baru saja memasuki gerbang utama setelah melalui berbagai tahapan pemeriksaan secara ketat.
Terlihat Tuan Lucas dan Ares menyambut kedatangan mereka di teras rumah. Mereka baru saja selesai bermain golf di halaman rumah. Kebetulan halaman rumah Lucas begitu luas hingga lapangan golf juga tersedia di dalamnya.
Dua pria terlatih yang bertugas menculik Etha, bergegas turun dari mobil, kemudian mereka membopong tubuh Etha lalu di letakkan di atas meja biliar yang tersedia di teras rumah.
"Ha ha ha, rencana kita berhasil. Hanya seujung kuku saja kemampuanmu, Alfhat. Kamu bahkan tidak menyiapkan orang-orang terlatih untuk menjaga istrimu. Lihatlah sekarang, begitu gampangnya anak buah ku menculik istrimu." ucapnya diiringi gelak tawa, lalu mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang sedang terpengaruh obat bius.
Seketika tuan Lucas terkejut melihat wajah wanita itu.
"Tunggu, apa kalian tidak salah menculik orang?" tanya tuan Lucas, dia terkejut melihat wajah wanita itu. Dia tidak salah lihat, wanita itu adalah anggota keluarga Alexander.
"Kami tidak salah orang tuan muda, wanita ini istri dari tuan Alfhat." ucap salah satu pria itu dengan perasaan takut.
"Apa!"
Tuan Lucas langsung membulatkan matanya dan merasa tidak yakin. Dia memang meminta anak buahnya untuk menyelidiki terlebih dahulu istri dari Alfhat sebelum menculiknya. Hanya saja dia tidak sempat membaca segala informasi yang dikumpulkan oleh anak buahnya.
"Benar tuan, wanita ini istri dari tuan Alfhat." timpal Ares. "Jadi bagaimana tuan muda?" ucap Ares dengan hati-hati.
"Bawa dia ke kamar tamu." ucapnya dengan raut wajah berubah masam.
"Ini akan menambah masalah baru. Kamu tahu sendiri, seperti apa keluarga Alexander." ucapnya sambil menggeram kesal.
Bersambung.....
__ADS_1