Benang Merah Per-Hutangan

Benang Merah Per-Hutangan
Bab 39


__ADS_3

Di sebuah kamar mewah, terlihat sosok wanita berbaring di atas ranjang. Kedua tangan dan kakinya berbalut kain kasa. Perlahan wanita itu mulai mengerjapkan matanya diikuti gerakan tubuhnya yang menggeliat, hingga dia meringis kesakitan merasakan tubuhnya yang terluka kembali berdenyut nyeri.


"Awwww." bibir seksinya mulai berkeluh kesah sambil melihat suasana kamar yang ditempatinya. Hingga ia terkejut, karena merasa asing dengan kamar yang ditempatinya.


"Dimana ini? apa aku sudah berada di alam lain." gumamnya melihat disekelilingnya yang tampak asing dan sunyi. Dia pun mengingat terakhir kali dirinya dibawah pergi oleh bodyguard kekasihnya, hingga dibuang ke suatu tempat. Setelah itu, dia sudah tidak mengingatnya lagi.


Kemudian wanita itu bangun dan bersandar di kepala ranjang. Tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar dan muncullah dua sosok pria tinggi berpenampilan dingin. Sorot mata keduanya sama-sama tajam dan mengintimidasi bagaikan mata elang yang siap menerkam mangsanya.


"Si-siapa kalian?" tanya wanita itu dengan guratan wajah ketakutan sambil memegang erat ujung selimutnya.


"Jangan takut nona. Kenalkan, aku Ares, orang yang sudah menolong anda. Dan ini tuan muda Lucas, orang yang sudah berjasa membayar seluruh pengobatan anda." ucap Ares menjelaskan sekaligus memperkenalkan diri.


"To-tolong, bawa aku pulang. Aku.... harus menemui kekasihku." ucapnya dengan tatapan memohon.


"Untuk apa lagi nona kembali pada pria kejam dan licik yang sudah membuat anda seperti ini." ucap Ares mengingatkannya.


Tidak mudah baginya untuk mendapatkan segala informasi tentang wanita yang ditolongnya itu, karena wanita itu merupakan korban penganiayaan yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri.


Usut punya usut, kekasih wanita itu adalah Alfhat Ramous Sanders musuh bebuyutan tuan mudanya. Sehingga mereka hanya perlu memanfaatkan wanita itu untuk dijadikan sebagai alat balas dendam kepada pria kejam bernama Alfhat.


"Walaupun Kekasihku berbuat jahat kepadaku. Tapi, tetap saja aku sangat mencintainya. Kekasihku orang baik, dia melukaiku gara-gara wanita tua pelunas hutang yang tak tahu diri itu. Karena wanita tua itu begitu pandai menghasutnya. Dan aku tidak akan tinggal diam, aku ingin membunuhnya." ucapnya dengan kedua mata memancarkan kilatan amarah. Obsesinya teramat tinggi untuk terus bersama kekasihnya. Walaupun sejujurnya dia berniat untuk balas dendam kepada kekasihnya.


"Wanita tua? siapa wanita tua yang kamu maksud?" timpal pria bermanik coklat yang selalu dipanggil tuan muda.


"Wanita tua itu adalah wanita pelunas hutang yang sudah menjadi istri dari kekasihku. Dia terpaksa menikahinya, demi memuluskan rencana balas dendamnya kepada wanita tua yang sangat ku benci." jelas wanita itu.


Seketika pria yang dipanggil tuan muda mengerutkan keningnya hingga seringai licik terpatri di wajahnya, seolah pria tinggi nan tampan itu mendapatkan tender besar.


"Nona Vivian, apa ucapanmu barusan benar adanya?" tanya Ares memperjelasnya.


"Untuk apa aku berbohong kepada kalian. Jika kalian tidak percaya, ya sudah selidiki saja." ucapnya kesal. Dan wanita itu tidak lain adalah Vivian, mantan kekasih sekaligus wanita bayaran yang selalu menghangatkan ranjang seorang Alfhat Ramous Sanders.


"Emm.... kalau kalian tidak keberatan, aku ingin meminta bantuan kepada kalian untuk melenyapkan wanita tua itu." ucap Vivian dengan entengnya.

__ADS_1


Kedua pria tinggi itu hanya mampu mengerutkan keningnya mendengar setiap ucapannya.


"Kenapa harus membutuhkan bantuanku? aku tidak serta-merta akan membantu orang asing seperti dirimu. Lagian, imbalan seperti apa yang akan aku dapatkan setelah membantumu?" tanya pria bermanik coklat sambil bersedekap dengan sorot mata tajamnya.


"Aku akan memberimu 20% harta kekayaan kekasihku, setelah aku berhasil kembali masuk di kediamannya." jelas Vivian. Karena baginya uang bisa melancarkan segalanya.


"Ha ha ha, apa kamu menganggapku pria miskin. Uang sebesar itu tidak ada apa-apanya bagiku. Kekayaanku hampir setara dengan kekayaan yang dimiliki oleh Alfhat. Jadi pikirkan imbalan yang lain." ucap pria itu diiringi tawa menggelegar.


Membuat Vivian terkejut dan terlihat guratan ketakutan diwajahnya, hingga diapun kembali bergidik ngeri melihat seringai licik di wajah pria itu.


"Nona Vivian, jangan asal bicara. Ucapan anda barusan harus terlebih dahulu diselidiki kebenarannya. Dan satu hal lagi, jangan sekali-kali membuat tawaran kepada tuan muda Lucas, karena bisa saja anda yang hancur lebih dulu dibandingkan orang yang ingin anda hancurkan." peringat Ares kepadanya, membuat Vivian menjadi bungkam.


Sementara pria bermanik coklat yang dipanggil tuan muda Lucas terlihat berbalik badan, kemudian melangkah keluar dari kamar tersebut. Lalu disusul oleh Ares yang mengikuti langkah kaki tuan mudanya.


"Siapa sih mereka? dari segi penampilan, mereka terlihat berasal dari kalangan atas. Aku yakin itu. Tapi, bagaimana caranya agar mereka mau membantuku untuk balas dendam kepada Alfhat dan wanita tua itu?. Lantas imbalan seperti apa yang diinginkan si tuan muda Lucas. Tidak mungkin juga jika aku menyerahkan diri, apalagi penampilanku sekarang seperti wanita buruk rupa. Sepertinya aku harus mendapatkan belas kasih darinya, supaya si tuan muda Lucas mau merubah penampilanku menjadi cantik kembali." ucap Vivian dengan idenya.


Sementara itu, pria bermanik coklat tengah duduk di kursi kebesarannya di dalam ruang kerjanya. Sorot matanya begitu tajam menatap ke arah anak buahnya yang terlihat duduk bersimpuh di hadapannya dengan raut wajah ketakutan.


"Bagaimana? ini sudah hampir tiga bulan dan kamu tak kunjung membawa kabar baik tentang perusahaan Sanders!" bentaknya sambil menggebrak meja kerjanya, membuat pria berumur empat puluhan tahun itu terkejut bukan main dengan tubuh bergetar ketakutan.


Dor


Pria itu belum selesai menjelaskan laporannya, namun sayangnya timah panas sudah bersarang di kepalanya.


"Dasar bodoh, singkirkan jasadnya dari hadapanku!" perintahnya kepada lima bodyguard yang berjaga-jaga di depan pintu ruang kerjanya.


"Baik tuan." ucap salah satu bodyguardnya dan langsung membereskan pria malang itu.


Ares hanya mampu berdiri dengan raut wajah datar di samping tuan mudanya.


"Tuan muda, anda memiliki rapat pagi ini." ucapnya dengan hati-hati kepada tuan mudanya.


"Hemm, siapkan mobil kita akan berangkat ke kantor." ucapnya sambil bangkit dari duduknya.

__ADS_1


Lucas Antonio, pria 35 tahun, musuh bebuyutan Alfhat. Lucas seorang CEO dan juga ketua Mafia The Sinaga, klan yang di pimpinnya. Lucas sosok pria dingin nan kejam dan sifatnya hampir sama dengan Alfhat. Dia peniru ulung, segala bisnis yang digelutinya hampir sama dengan bisnis yang dijalankan oleh Alfhat.


Misalnya saja bisnis properti, casino, club malam dan perdagangan senjata serta barang-barang terlarang lainnya juga tidak lepas darinya.


Perselisihannya dengan Alfhat dimulai sejak berusia remaja. Dimana Alfhat selalu merendahkannya semasa duduk di bangku sekolah menengah atas. Pasalnya mereka bersekolah di tempat yang sama, hingga perkelahian hampir setiap hari mereka lakukan di lingkungan sekolah.


Seiring berjalannya waktu, perselisihannya semakin memuncak saat keduanya mulai membentuk kelompok masing-masing. Ditambah adik perempuan Lucas sangat terobsesi ingin menjadikan Alfhat sebagai kekasihnya.


Namun sayangnya, Alfhat dengan terang-terangan menolaknya, hal tersebut membuat adik perempuan Lucas depresi dan memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya.


Itulah penyebab utamanya hingga akhirnya Lucas begitu dendam kepada Alfhat, dia bersumpah akan membalaskan dendam atas kematian adik perempuannya. Hingga detik ini dia masih saja menjadi musuh bebuyutan Alfhat.


Sebuah mobil hitam sudah terparkir tepat di depan pintu rumah dan siap membawanya pergi. Tampak Ares mempersilahkan tuan mudanya masuk ke dalam mobil. Setelah memastikan tuan mudanya duduk di kursi belakang. Dia bergerak cepat menutup pintu mobil, kemudian barulah dirinya bergegas masuk ke dalam mobil dan duduk di samping supir.


"Jalan." perintahnya kepada supir.


Mobil melaju pelan melewati pelataran rumah, hingga melaju kencang setelah keluar dari gerbang utama. Sementara itu, terlihat Lucas melamun sambil menopang dagu tengah memikirkan sesuatu.


Aku bersumpah akan membunuhmu Alfhat, kamulah penyebab utama atas kematian adikku. Aku akan menyerangmu melalui perusahaanmu. Setelah itu, aku akan menghabisi orang-orang di sekitarmu, termasuk orang yang berarti dalam hidupmu. Batin Lucas menyeringai jahat.


*


*


*


Sementara di tempat lain....


Etha dan Kayla baru saja sampai di butik. Mereka terlihat bersemangat habis berkunjung ke panti asuhan. Sepertinya mereka sudah mendapatkan anak panti yang bisa dijadikan model peragaan busana nantinya.


"Kita hanya perlu melakukan persiapan lainnya. Kayla, catat apa-apa saja yang masih kurang. Setelah itu kita akan kembali melakukan meeting bersama para karyawan." ucap Etha antusias dengan senyuman menghiasi bibirnya.


"Siap Miss." ucap Kayla sambil memberi hormat, kemudian berlalu masuk ke ruangannya.

__ADS_1


Sementara Etha memilih masuk ke ruang kerjanya untuk melanjutkan kembali pekerjaannya.


Bersambung....


__ADS_2