Benang Merah Per-Hutangan

Benang Merah Per-Hutangan
Bab 57


__ADS_3

Keesokan harinya.....


"Carikan aku guru hebat yang paham betul tentang agama. Karena aku ingin belajar agama dari nol." ucap Alfhat dengan entengnya kepada sekretarisnya.


Richard yang fokus mengemudi langsung terlonjat kaget mendengar ucapan bosnya. Bahkan dia hampir saja menabrak kendaraan di depannya.


Untungnya Richard cepat banting stir dan langsung merem mendadak hingga mobil yang dikendarainya berhenti tepat di pinggir jalan dan tak mencelakai pengendara lain.


"Apa kamu sudah bosan hidup!" bentak Alfhat melihat cara berkendara bawahannya.


"Maaf tuan, aku mengaku salah." ucapnya cepat lalu melihat ke belakang untuk memastikan bosnya baik-baik saja.


"Tuan, apa aku tidak salah dengar bahwa anda ingin belajar agama. Maaf, aku tidak mendengar secara keseluruhan ucapan anda." ucap Richard hati-hati.


"Kamu tidak salah dengar. Baiklah, aku ulangi kembali ucapanku yang tadi. Aku ingin kamu mencari guru agama yang hebat dan paham betul tentang agama. Karena aku ingin belajar agama dari nol." ucap Alfhat dengan nada penekanan agar orang kepercayaannya bisa langsung paham.


"Baik tuan. Kalau boleh tau, anda mau belajar agama karena nona Etha ya?" ucap Richard dengan tebakannya.


"Hemm" ucap Alfhat sambil mengusap rambutnya ke belakang. Memang ucapan orang kepercayaannya benar adanya, keinginannya belajar agama semata-mata demi istri yang dicintainya.


"Apalagi yang kamu tunggu, cepat jalan." perintah Alfhat kepada orang kepercayaannya.


"Baik tuan." ucap Richard dan langsung menancap gas menuju perusahaan Sanders Group.


*


*


*


Sementara di tempat lain.....


Etha juga kembali beraktivitas seperti biasanya. Dia sedang meeting bersama karyawannya guna untuk merencanakan desain produk baru rancangan busana muslimah untuk musim semi. Mereka melakukan meeting hampir dua jam lamanya, hingga akhirnya meeting nya selesai dan berjalan dengan lancar.


Etha dan Kayla berjalan bersama-sama keluar dari ruang meeting.


"Miss Etha, anda kemana saja dua hari ini?" tanya Kayla lalu membuka pintu ruangan bosnya.

__ADS_1


"Oh itu, aku habis berpetualang di hutan bersama suamiku." ucap Etha tersenyum sembari melangkah masuk ke ruangannya. Tidak mungkin jika dia mengatakan kepada asisten pribadinya bahwa dirinya di culik pada waktu itu.


Kayla mengerutkan keningnya mendengar ucapan bosnya. Dia yakin bosnya sedang berbulan madu, hanya saja malu untuk mengatakannya.


"Berpetualang? atau jangan-jangan Anda sedang berbulan madu kan, Miss." goda Kayla sambil menutup pintu ruangan bosnya.


"Hehehe..bisa dibilang begitu. Kami berpetualang plus berbulan madu." ucap Etha tersenyum sambil mengangguk agar Kayla tidak curiga kepadanya.


"Miss Etha, sebenarnya aku butuh penjelasan tentang pernikahan anda. Kapan anda menikah? siapa pria beruntung yang sudah menikahi anda? dan mengapa anda merahasiakan pernikahan anda pada waktu itu?. Andai saja, si duda tampan tidak melamar anda di acara peragaan busana, mungkin kami semua tidak tahu bahwa anda ternyata sudah menikah." ucap Kayla panjang lebar yang meminta penjelasan perihal pernikahan bosnya.


Etha yang mendengar ucapan asisten pribadinya yang panjang lebar, hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar. Mau tak mau dia harus mengatakan yang sebenarnya.


"Aku menikah sebulan yang lalu dan pria yang menikahiku adalah rekan bisnis ayahku yang bernama tuan Alfhat. Kami hanya bertemu beberapa kali di restoran dan di hotel. Pertemuan kamu begitu singkat hingga akhirnya kami memutuskan untuk menikah. Bisa dibilang pada waktu itu kami mendadak menikah, mengingat umur kami tidak lagi muda. Lagian Papa dan mama ku merestui hubungan kami, jadi untuk apa menundanya" jelas Etha. Dia tidak ingin membuka aib pernikahannya yang sebenarnya dirinya hanya dijadikan sebagai alat pelunas hutang.


"Wow, pertemuan yang singkat hingga akhirnya Miss berjodoh dengan pria itu. Aku yakin suami anda pria yang baik dan taat beribadah, mengigat jodoh adalah cerminan dari diri kita. Anda wanita sholehah sudah pasti mendapatkan pria sholeh pula. Aku ucapkan selamat atas pernikahanmu, Miss. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah dan cepat diberikan momongan." ucap Kayla tersenyum.


Raut wajah Etha mendadak berubah mendengar ucapan Kayla, seketika dia teringat dengan suaminya. Apa yang dikatakan oleh Kayla tidak lah benar, karena dia dinikahi oleh seorang pria bajingan. Namun dia tetap menerima pernikahannya dan akan membuat suaminya berubah dan berada di jalan yang benar.


"Aamiin... terima kasih, Kayla. Semoga secepatnya kamu juga dipertemukan dengan pria yang baik." ucap Etha menunduk lalu duduk di kursi kebesarannya.


Namun lamunannya terbuyarkan saat Etha memintanya membuat sketsa gambar untuk desain produknya.


"Baik Miss Etha. Padahal aku sedang melamun kan pria...." Kayla tidak melanjutkan ucapannya karena bosnya langsung memotong ucapannya.


"Jangan terus melamun, jangan sampai kamu disangka gila" ucap Etha senyum-senyum.


"Yaa Miss...Mentang-mentang ya pengantin baru, hobinya senyum melulu." ledek Kayla lalu bergegas keluar dari ruangan bosnya untuk melanjutkan pekerjaannya.


*


*


*


Malam harinya....


Alfhat tampak mondar-mandir di ruang tamu menunggu kedatangan Richard. Pasalnya Richard sudah menemukan guru agama yang akan mengajarinya tentang agama, khususnya belajar sholat.

__ADS_1


Tak berselang lama kemudian, orang yang ditunggu-tunggu kedatangannya akhirnya muncul juga.


"Selamat malam, tuan." ucap Richard menyapa bosnya.


"Cepat katakan dimana gurunya?" tanya Alfhat yang sudah tidak sabaran sambil melirik ke arah pintu. Siapa tahu gurunya masuk belakangan.


"Maaf tuan, Pak Kiai H.Ibrahim akan mengajari anda tentang agama. Hanya saja....." ucap Richard menjeda ucapannya.


"Hanya apa? cepat katakan!" ucap Alfhat berbisik takutnya pembicaraannya di dengar oleh istrinya.


"Tuan harus menjadi muridnya dan wajib tinggal di pondok pesantrennya." ucap Richard dengan serius.


"Apa!" ucapnya terlonjat kaget. "Kenapa tidak minta saja dia datang ke kantorku untuk mengajariku. Ini tidak masuk akal, tidak mungkin aku harus tinggal di tempatnya. Asal kamu tahu, aku tidak ingin jauh dari istriku, apalagi harus tinggal disana. Cari saja guru yang lain, bukankah banyak guru agama diluar sana, kalau perlu datangkan dari negara luar" kesal Alfhat sambil mengepalkan tangannya.


"Pak Kiai H.Ibrahim Yusuf terkenal sebagai guru spiritual dan jadwalnya sangat padat. Dia selalu mengajar murid-muridnya di pondok pesantrennya. Sudah ribuan anak dan orang-orang dewasa yang bermasalah akibat pergaulan bebas, mengonsumsi obat-obatan terlarang dan masih banyak lainnya perbuatan yang ditentang oleh hukum dan agama, sudah berhasil dia bimbing hingga mereka semua berubah dan berada di jalan yang benar." jelas Richard.


"Sekali-kali tuan berkorban demi nona Etha." lanjutnya dengan setengah membungkukkan badannya. Takutnya ucapannya menyinggung perasaan bosnya. Sedangkan Alfhat tampak memijit keningnya yang sedang berpikir keras.


"Hufff, ini sangat rumit. Tapi....demi istriku, atur saja. Dan kamu akan selalu menemaniku selama belajar di pesantren" ucap Alfhat pada akhirnya.


"Baik tuan, kemanapun anda pergi, aku akan selalu setia menemani anda." ucap Richard bersungguh-sungguh.


"Hemm, aku tau." ucap Alfhat sambil menghela nafas berat. Dia seolah akan melakukan pertempuran untuk memenangkan hati istrinya.


"Jika anda bersungguh-sungguh ingin belajar agama, kita bisa datang ke pondok pesantren pak Kiai H.Ibrahim besok pagi-pagi untuk melakukan pendaftaran. Karena menurut informasi, kouta pendaftarannya sangat terbatas. Untuk itu, kita datang lebih awal. Jikalau anda menyelesaikan pendaftarannya hari itu juga, kemungkinan besar anda sudah diperbolehkan tinggal disana." ucap Richard menjelaskan.


"Secepat itu aku tinggal disana?" tanya Alfhat.


"Kamu mau tinggal dimana?" ucap seseorang menimpali ucapannya. Alfhat langsung mengalihkan pandangannya ke arah sang empunya hingga matanya membulat sempurna.


"Sekali lagi aku bertanya, kamu mau tinggal dimana?." ucap orang itu yang tidak lain adalah Etha.


"Aku....aku ingin tinggal di pesantren untuk belajar agama." ucap Alfhat dengan tatapan sendu menatap wanita yang dicintainya.


Bersambung.....


Mohon maaf baru update 🙏

__ADS_1


__ADS_2