Benang Merah Per-Hutangan

Benang Merah Per-Hutangan
Bab 71


__ADS_3

Richard bersama anak buahnya langsung berlari dan bersembunyi ke tempat aman. Sementara ketiga pria tadi mendadak jatuh dari atas gedung dan tubuh mereka tergeletak bersimbah darah tidak jauh dari tempatnya bersembunyi.


Richard mengalihkan pandangannya hingga terhentak melihat Kendrick melambaikan tangannya ke arahnya yang sedang memegang pistol. Richard langsung mengangguk cepat hingga tersenyum tipis kearah Kendrick, untungnya adik ipar bosnya bergerak cepat membantunya.


"Kerja bagus bro! terima kasih sudah membantu" ucap Richard kepada Kendrick.


"Hemm, fokus fokus. Jika kalian tidak becus mengamankan hotel ini, kelaut saja." sindir Kendrick lalu melenggang pergi.


"Kami akan terus memberikan pengamanan terbaik hotel ini, jangan ragukan kemampuan kami!" teriak Richard kepada Kendrick. Supaya ucapannya itu mampu didengar oleh adik ipar bosnya.


Kendrick hanya mampu mengangkat sebelah tangannya menanggapi ucapan Richard. Ada hal yang mencurigakan di area lobi hotel, makanya pria itu semakin mempercepat langkahnya menuju lobi hotel.


Sementara Richard bersama anak buahnya kembali bergerak menyusuri koridor hotel untuk menangkap anak buah Lucas yang masih berkeliaran di dalam hotel.


Ketatnya sistem penjagaan di hotel tersebut, namun masih saja mendapatkan celah bagi kubu musuh yang ingin menghancurkan pesta pernikahan Alfhat dan Etha.


Tapi, anggota The Posse dan anggota The Tiger sudah turun tangan dan saling bekerjasama untuk mengamankan hotel tempat diselenggarakannya pesta. Mereka tidak akan membiarkan musuh datang menghancurkan pesta tersebut.


Kedua kubu yang saling bermusuhan itu sepertinya sudah akur berkat usaha dari kedua belah pihak yang memiliki peranan penting dalam masing-masing kelompok yang dipimpinnya.


Jalan damai menjadi prioritas utama, dibandingkan harus melakukan pertumpahan darah dan berakhir bercerai berai tanpa adanya ujung dari permasalahan sengit yang tengah dihadapi. Karena pada dasarnya damai itu indah.


*


*


*


Di ballroom hotel tempat diselenggarakannya pesta, para tamu undangan yang menempati mejanya mulai heboh saat melihat kedatangan pengantin wanita didampingi oleh ibu tercinta dan para bridesmaids nya dari arah kanan.

__ADS_1


Lalu disusul dengan kedatangan pengantin pria yang juga didampingi oleh kerabat terdekat dari arah berlawanan. Mereka nantinya akan bertemu di atas pelaminan.


Semua orang kompak berdiri dan bertepuk tangan menyambut kedatangan pasangan pengantin yang begitu serasi. Termasuk keluarga besar Alexander yang juga tengah berkumpul menempati kursi yang dikhususkan untuk keluarga inti. Mereka tampak tersenyum melihat pasangan berbahagia itu.


Baik Etha dan Alfhat terlihat raut wajah keduanya memancarkan kebahagiaan dan perasaan haru juga menyelimuti perasaan mereka yang sedang berjalan menapaki karpet merah.


Penampilan Etha dan Alfhat sungguh berbeda, dimana mereka mengenakan pakaian pengantin berwarna putih dan merupakan warna yang begitu sakral. Pakaian yang mereka kenakan begitu pas di tubuh mereka. Apalagi hari ini menjadi momen bahagia mereka sekali dalam seumur hidupnya.


Sementara itu, diam-diam dua pria misterius tampak berbaur dengan para tamu undangan. Mereka berdua masing-masing membawa pistol yang disembunyikan di dalam saku jasnya. Sesekali kedua pria itu saling melempar kode-kode rahasia kepada rekannya, dimana jarak mereka cukup dekat dari tempat mereka berdiri


Meskipun mereka berhasil berbaur dengan tamu undangan, akan tetapi anak buah Alfhat juga tersebar bersama tamu undangan lainnya. Tidak ada yang tahu pasti bahwa pria dan wanita yang berbaur dengan tamu undangan beberapa diantaranya adalah para anak buah Alfhat.


"Selamat Miss Etha" Rombongan Kayla tampak begitu heboh menyuarakan selamat kepada bosnya yang berjalan melewatinya dan Etha sendiri hanya mampu tersenyum melirik para karyawannya.


Kini Etha dan Alfhat sudah berada di atas pelaminan dan tengah berdiri saling berhadap-hadapan. Dimana Etha fokus menatap wajah Alfhat dengan intens dan tatapannya begitu sulit diartikan.


"Maaf sayang, aku terpaksa merahasiakan pesta pernikahan kita." ucap Alfhat tersenyum tanpa beban sama sekali. Etha melangkah mendekati Alfhat lalu menggenggam tangannya.


"Iya, aku memaafkanmu. Asal kamu tahu, aku begitu syok dengan kejutanmu yang satu ini. Bisa-bisanya kamu merahasiakan pesta pernikahan kita tanpa ingin memberitahuku. Karena setidaknya aku bisa membantumu dan menuangkan ide-ideku dalam mempersiapkan pernikahan kita. Tapi, kamu mempersiapkannya sendiri dan main rahasia-rahasiaan denganku. Untuk itu, malam ini kamu tidur di luar." ucap Etha kesal sambil berbisik kepada Alfhat.


"Tolong sayang, jangan seperti ini. Aku sama sekali tidak main rahasia-rahasiaan kepadamu. Aku sungguh minta maaf, ini semua kulakukan semata-mata untuk memberimu kejutan yang begitu spesial untukmu, apapun akan kulakukan demi bisa membahagiakanmu, karena aku sangat mencintaimu. Hari ini menjadi hari bahagia kita, jangan merusaknya dengan menunjukkan sikap cemberut mu itu." ucap Alfhat membujuk istrinya.


Etha mencubit lengan Alfhat dengan kesalnya, karena dia seolah dibohongi oleh suaminya sendiri. Kenapa mesti harus merahasiakan hal penting seperti itu. Seharusnya dia bersama-sama dengan suaminya mempersiapkan pesta pernikahannya, tapi suaminya lebih memilih mempersiapkannya sendiri, itulah yang sangat disayangkan wanita berhijab itu.


"Awww...Sayang, banyak tamu yang lihat kita." ucap Alfhat memelas dan masih berusaha untuk tetap tersenyum di depan para tamu undangan.


"Biarin aja, itu hukuman untukmu yang sudah membohongiku." ucap Etha tersenyum penuh kemenangan yang masih setia mencubit lengan Alfhat.


"Aku mengaku salah, sayang. Tolong hentikan." ucap Alfhat memelas sambil menepuk bahu istrinya menggunakan sebelah tangannya.

__ADS_1


"Cie cie pengantin baru, hobinya bermesraan melulu dan serasa dunia milik mereka berdua." ucap wanita bercadar yang begitu hebohnya naik ke atas pelaminan membawa kedua anak kembarnya dan didampingi oleh suami tercintanya. Mereka adalah keluarga kecil Adelio.


Refleks Etha langsung menghentikan aksinya Dia segera mengalihkan pandangannya ke sumber suara sembari menjaga jarak dengan Alfhat.


Mendadak Etha tersenyum kikuk dan merasa malu melihat Rania bersama keluarganya mulai naik ke atas panggung untuk memberikan selamat untuknya.


"Selamat menikah aunty Etha, akhirnya aunty melepaskan status jomblonya. Dan semoga secepatnya diberikan momongan dan kebahagiaan hingga kakek nenek." ucap Rania dengan kompaknya bersama anak kembarnya. Segala ucapan Rania diikuti dengan lancar oleh si kembar. Hingga membuat Etha tersenyum merekah dengan mata berbinar mendengar ucapan mereka.


Rania ikut tersenyum dibalik cadarnya, begitu halnya anak kembarnya, sedangkan Adelio selalu saja memasang wajah datarnya tanpa ekspresi sama sekali.


"Terima kasih sayang, sungguh pintar ponakan aunty yang tampan ini. Nanti aunty berikan hadiah untuk kalian." ucap Etha tersenyum bahagia.


"Sama-sama aunty. Hadiahnya jangan lama-lama ya." ucap si kembar dengan kompaknya. Kira-kira umur mereka empat tahun.


"Iya, insyaallah, aunty janji." ucap Etha tersenyum sambil mengelus puncak kepala si kembar dan Alfhat ikut tersenyum melihat keakraban Etha bersama ponakan kembarnya dan sudah pasti si kembar juga menjadi ponakannya.


Kemudian Rania memeluk Etha sembari mengucapkan selamat atas pernikahannya. Rania sungguh syok saat mengetahui bahwa Etha dan Alfhat diam-diam sudah menikah, begitu halnya dengan anggota keluarga lainnya.


Namun, keluarga besar Alexander tetap menerima pernikahan mereka dan tidak lupa memberikan restunya. Mau bagaimana lagi, Etha dan Alfhat sudah ditakdirkan untuk berjodoh.


Kemudian anggota keluarga lainnya dan beberapa tamu undangan turut memberikan selamat atas pernikahan Etha dan Alfhat. Setelah itu, para tamu undangan mulai menikmati jamuannya.


Diam-diam pria misterius tadi mengeluarkan pistolnya dan langsung membidik kearah Alfhat yang sedang mengobrol bersama rekan bisnisnya. Setelah dirasa bidikannya tepat sasaran, pria misterius itu langsung menarik pelatuknya hingga terdengar suara tembakan.


Dor


Semua orang langsung panik melihat seseorang sudah tergeletak di lantai bersimbah darah.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2