Benang Merah Per-Hutangan

Benang Merah Per-Hutangan
Bab 73


__ADS_3

"Sebaiknya kamu pergi! sebelum kesabaranku habis." ucap Alfhat dengan sorot mata tajam.


"Aku tidak akan pergi, Al. Aku datang untuk meminta pertanggungjawaban kepadamu. Aku sedang mengandung anakmu!" ucap Vivian dengan entengnya.


"Apa!"


Etha langsung membulatkan matanya mendengar ucapan Vivian. Begitu halnya kedua orang tua Etha yang terkejut bukan main.


"Bohong! jangan mengaku-ngaku kalau kamu hamil anakku!" tegas Alfhat yang tidak percaya dengan kehamilan Vivian. Pasalnya setiap kali berhubungan badan dengan Vivian, Alfhat selalu memakai pengaman, begitupun dengan wanita bayaran sebelum-sebelumnya. Sebejad-bejadnya dirinya, tetap saja dia tidak ingin benihnya di kandung oleh wanita malam.


"Aku tidak bohong, aku memang mengandung anakmu, Alfhat!" ucap Vivian yang kembali memperjelasnya. "Kalau kamu tidak percaya, aku akan menunjukkan buktinya." lanjutnya lalu membuka amplop coklat yang dibawanya.


"Ini bukti bahwa aku mengandung anakmu." ucap Vivian sambil menunjukkan bukti hasil tes laboratorium dari rumah sakit, dimana tercantum bahwa dirinya tengah hamil tiga bulan dan tercantum bahwa Alfhat adalah ayah biologis anaknya, dikarenakan DNA Alfhat sama persis dengan janin dalam kandungannya.


"Tidak! ini pasti rencana licikmu. Aku yakin kamu sudah memanipulasinya. Sebaiknya kamu pergi! karena hanya membuang-buang waktuku!" bentak Alfhat dengan tatapan tajam dan Etha hanya mampu diam membisu menjadi pendengar pembicaraan mereka.


Dilan, Kendrick dan keluarga kecil Adelio refleks mengalihkan pandangannya ke arah Alfhat yang sedang berdebat dengan seorang wanita.


"Aku tidak bohong Al, tolong percayalah. Aku mengandung anakmu, lihat perutku sudah menonjol. Ini anak kita Al, buah cinta kita." ucap Vivian dengan tatapan memohon dan berusaha meyakinkan Alfhat bahwa anak yang dikandungnya adalah anak Alfhat atau darah daging dari pria yang dicintainya.


Nyonya Lexa langsung menutup mulutnya mendengar penuturan wanita asing yang mengaku-ngaku hamil anak Alfhat. Sedangkan tuan David hanya mampu diam membisu dan merasa syok mendengar pembicaraan mereka, dimana menantunya menghamili wanita lain.


Sementara itu, Etha mengepalkan tangannya dengan sorot mata tajam. Kupingnya sungguh panas mendengar pembicaraan mereka.


"Sebaiknya selesaikan masalahmu dengan wanita ini. Jangan temui aku jika masalahmu belum selesai. Dan...jika wanita ini memang mengandung anakmu, maka nikahi dia, lalu ceraikan aku." ucap Etha tenang dengan tatapan sulit diartikan.


"Sayang, jangan percaya omongan wanita licik ini. Sumpah demi Allah, aku tidak menghamilinya." ucap Alfhat dengan yakin, sampai-sampai membawa-bawa Tuhannya.


"Al, untuk apa aku berbohong kepadamu. Jelas-jelas janin dalam kandunganku adalah anakmu. Apa kamu lupa, hampir setiap saat kita berhubungan badan selama satu tahun terakhir dan kamu...." Vivian tidak melanjutkan ucapannya karena dipotong oleh Etha.


"Cukup!" Etha merasa malu mendengar ucapan Vivian, apalagi di dengar oleh kedua orang tuanya.


Sontak Vivian melangkah mendekati Etha dan langsung bersimpuh di hadapan Etha. Sebelah tangan Vivian diulurkan untuk menyentuh tangan Etha, namun dengan cepat Etha menepis tangannya.


"Dari penampilanmu yang tertutup, aku yakin kamu wanita baik-baik dan pemaaf. Tolong, biarkan aku bersama Alfhat, anakku membutuhkan seorang ayah. Aku tidak ingin anakku lahir tanpa ayah." ucap Vivian memohon-mohon sambil berderai air mata di hadapan Etha.


Seketika dada Etha sesak mendengar ucapan Vivian. Sementara kerabat terdekat yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka, juga dibuat terkejut.

__ADS_1


Dilan dan Kendrick kompak mengepalkan tangannya mendengar ucapan wanita asing itu. Mereka sungguh tidak menyangka wanita asing itu mengaku mengandung anak Alfhat.


"Aku akan mengikhlaskan Alfhat bersamamu. Tapi, dengan satu syarat, anak yang kamu kandung benar-benar darah daging suamiku." ucap Etha dingin dengan mata memerah yang berusaha mengontrol emosinya.


"Sayang, jangan percaya dengan segala ucapannya. Dia wanita licik yang rela melakukan apa saja demi mencapai tujuannya. Aku yakin ini salah satu rencana liciknya untuk memisahkan kita." ucap Alfhat dengan tatapan memohon berusaha meyakinkan Etha. Sedangkan Etha hanya mampu buang muka sembari tersenyum getir mendengar ucapan Alfhat.


"Secepatnya selesaikan masalahmu. Jika memang janin yang dikandung wanita ini adalah darah daging mu, maka lepaskan aku. Aku akan siap menerima dengan lapang dada keputusan kita untuk berpisah." ucap Etha dengan entengnya.


Diluar dugaan Vivian menyeringai tipis mendengar ucapan Etha, dia terus saja menunjukkan sandiwaranya yang sedang berpura-pura menangis. Akhirnya rencananya kali ini berhasil untuk memisahkan Etha dan Alfhat. Dia hanya perlu menunggu waktunya, setelah itu Alfhat akan meresmikan kembali hubungannya.


Tinggal selangkah lagi, Alfhat akan kembali ke pelukanku. Batin Vivian dengan seringai licik diwajahnya.


"Terima kasih Etha, akhirnya kamu mau percaya kepadaku. Kamu memang wanita baik dan begitu bijaksana." ucap Vivian sambil menghapus sisa-sisa air matanya yang masih setia bersimpuh di hadapan Etha.


Etha sendiri sama sekali tidak menimpali ucapan Vivian, kedua tangannya hanya dikepal kuat lalu berbalik badan untuk melanjutkan langkahnya. Namun, Alfhat langsung menghadangnya lalu menarik tubuh Etha masuk ke dalam pelukannya.


"Sayang, jangan terprovokasi dengan ucapannya." bisik Alfhat di telinga Etha, membuat Etha langsung mencubit perutnya.


"Awwww." Alfhat langsung meringis kesakitan merasakan cubitan istrinya.


"Itu hukuman untukmu, dikarenakan di masa lalu kamu sangat nakal terhadap para wanita." bisik Etha dengan raut wajah tampak kesal.


"Maaf sayang, di masa lalu aku sungguh


khilaf." ucap Alfhat memelas.


Namun diluar dugaan, Dilan dan Kendrick melangkah mendekati pasangan suami istri itu. Tanpa basa-basi Dilan langsung memisahkan mereka dan melayangkan pukulan keras tepat di wajah Alfhat hingga membuat Alfhat hampir saja terjatuh, untungnya Etha dengan sigap menangkap tubuhnya.


"Dari dulu aku tidak pernah setuju kamu menikahi saudaraku! teganya kamu mengkhianatinya, ternyata kelakuanmu tidak berubah! dasar bajingan!" ucap Dilan dengan amarah menggebu-gebu dan kembali melayangkan pukulan keras di wajah Alfhat.


Bughhhh


Sedangkan Alfhat sama sekali tidak melakukan perlawanan. Sehingga Etha bergerak cepat melerainya.


"Hentikan Dilan!" ucap Etha yang berdiri di tengah-tengah mereka berusaha untuk menghentikannya. Etha tetap membela Alfhat dari amukan saudaranya.


Seketika Dilan menghentikan aksinya sambil meninju udara dengan kesalnya. Sementara Alfhat hanya mampu memegang sudut bibirnya yang berdarah.

__ADS_1


"Dia tidak pantas untuk dibela, dia pria bajingan." ucap Dilan emosi dan kembali ingin menghajar Alfhat, namun Kendrick keburu menghentikan aksinya lalu menyeretnya pergi.


Alfhat hanya mampu menunduk mendengar ucapan adik iparnya. Sedangkan Etha menghela nafas berat. Rumah tangganya kembali diterpa cobaan.


Sementara itu, Vivian yang melihat perkelahian mereka hanya mampu tersenyum tipis. Dengan liciknya Vivian memegangi keningnya dan ingin pura-pura jatuh pingsan di depan Alfhat. Namun semua orang memilih untuk bubar.


Begitu halnya dengan Etha dan Alfhat memutuskan ke kamar hotel untuk beristirahat. Mereka seolah melupakan masalah yang baru saja menerpa rumah tangganya.


"Sial, kenapa mereka pergi." ucap Vivian sambil berdengus kesal.


*


*


*


Di dalam kamar hotel, Etha dan Alfhat duduk saling berhadap-hadapan. Mereka hanya saling tatap-tatapan dan masih diam membisu. Sedari tadi kamar yang ditempatinya menjadi hening tanpa adanya obrolan yang diciptakan mereka berdua.


Alfhat mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Etha, namun Etha dengan cepat melipat lengannya di depan dada.


"Sayang"


"Kenapa?" ucap Etha ketus.


"Aku minta maaf. Tolong, jangan percaya ucapan...." Alfhat tidak melanjutkan ucapannya.


"Bagaimana jika mantan kekasihmu benar-benar mengandung anakmu!" ucap Etha dengan kesalnya.


"Itu tidak mungkin terjadi, sayang. Aku selalu memakai pengaman. Jika wanita licik itu memang hamil, aku yakin itu bukan anakku. Mungkin saja anak dari pria lain. Secepatnya aku akan menyelesaikan masalah ini dan membongkar kebusukan Vivian." ucap Alfhat dengan penuh keyakinan.


"Ya sudah, buktikan ucapanmu. Tapi, untuk sementara waktu aku akan tinggal bersama kedua orang tuaku. Jadi jangan menghalangiku. Satu lagi, jangan menemuiku jika masalahmu dengan mantan kekasihmu belum kelar" tegas Etha.


Alfhat terpaksa mengangguk sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar. Sungguh dirinya tidak bisa jauh dengan istrinya. Tapi apa boleh buat, kedatangan Vivian di kehidupannya menimbulkan masalah baru bagi rumah tangganya.


Bersambung....


Mohon maaf baru update 🙏

__ADS_1


__ADS_2