
Para model profesional mulai beraksi di atas catwalk mengenakan salah satu rancangan desainer ternama dengan busana bermotif tenunan yang menjadi ciri khas dari rancangannya. Para model profesional terlihat memukau memamerkan dan memperagakan busana dari rancangan desainer yang dikenakannya.
Peragaan busana terus berlanjut hingga memasuki puncak acara dan semakin mendekati sesi akhir. Dimana desainer Etha bersama timnya belum juga tampil, dikarenakan menjadi penampil terakhir.
Puncak acara semakin meriah saja, penampilan penyayi papan atas dan artis papan atas lainnya menjadi bintang tamu semakin memeriahkan acara peragaan busana. Para audiens tampak enjoy menikmati acara tersebut.
Tak berselang lama, tuan Adnan bersama putrinya dan juga ibunya baru saja sampai di acara peragaan busana. Mereka segera menempati kursi yang di khususkan untuk tamu penting, dan tuan Adnan bersama keluarganya termasuk tamu penting dalam acara tersebut.
Tuan Adnan hampir saja melupakan momen berharga yang sudah dia tunggu-tunggu selama ini. Pasalnya malam ini dia berencana untuk melamar wanita yang sudah menggetarkan hati dan perasaannya setelah sekian lama membeku.
Setelah sekian lama tidak memiliki ketertarikan terhadap lawan jenisnya, akhirnya dia menemukan sosok wanita yang mampu membuatnya tertarik dan wanita itu adalah Etha Putri Mayer. Dia bahkan begitu yakin untuk menjadikannya sebagai istri sekaligus ibu sambung untuk putrinya.
Semoga saja nona Etha menerima lamaranku. Batinnya penuh keyakinan.
"Ayah, kalau Bilqis sudah besar, Bilqis ingin seperti kakak-kakak cantik di atas sana." ucap Bilqis sambil menunjuk ke arah model yang melenggak-lenggok di atas catwalk.
"Iya sayang, apapun yang kamu inginkan pasti ayah akan menyetujuinya, yang jelas kamu senang." ucap tuan Adnan tersenyum sambil mengelus puncak kepala putrinya.
Tak berselang lama sejak kedatangan tuan Adnan bersama keluarganya, kini kembali dua sosok pria tinggi berwajah tampan terlihat mencari kursi kosong. Masing-masing diantara mereka membawa buket bunga.
“Bro, disana masih ada kursi kosong, ayo. Semoga saja kak Etha belum tampil." ucap pria itu yang tidak lain adalah Dilan, adik angkat Etha.
Dilan menunjuk ke arah kursi barisan kedua, dimana masih tersisa dua kursi kosong di bagian pojok ruangan. Kedatangan mereka untuk memberi selamat atas pencapaian yang diperoleh saudarinya. Selain itu, mereka ingin menanyakan langsung perihal tempat tinggal saudarinya.
"Hemm." ucap Kendrick, yang memang sengaja datang untuk memberi selamat kepada Etha.
Pasalnya dia belum juga mengetahui tempat tinggal saudarinya sampai detik ini. Sudah beberapa hari dia memberi tugas kepada anak buahnya untuk memata-matai tempat tinggal saudarinya, namun hasilnya nihil. Mereka kemudian duduk saling berdampingan.
Sementara Alfhat bersama teman kencangnya mulai bosan berada di acara tersebut. Akan tetapi, karena ingin melihat penampilan Etha bersama para modelnya, membuat Alfhat mengurungkan niatnya untuk meninggalkan acara tersebut.
"Alfhat, sebaiknya kita ke restoran. Aku ingin makan malam bersamamu." Ucap Jessi tersenyum sambil mencolek lengan kekar Alfhat. Refleks Alfhat langsung menoleh kearahnya.
__ADS_1
"Acaranya belum selesai, tunggu sebentar lagi." ucapnya mencoba mengulur-ulur waktu.
"Oke, tapi setelah ini kamu harus makan malam bersamaku." Ucap Jessi kekeh dengan ucapannya.
"Hemm." Dengan malas Alfhat setuju-setuju saja.
Suara teriakan dan keriuhan orang-orang yang merupakan para pendukung Etha bersama timnya mulai menggema di ruangan tersebut, ketika satu persatu model yang notabenenya adalah gadis remaja dari panti asuhan mulai memamerkan dan memperagakan busana rancangan dari desainer Etha di atas catwalk.
Busana muslimah rancangan dari desainer Etha terlihat berkilauan dan tampak elegan di kenakan para modelnya. Para penikmat mode terlihat antusias dan memperhatikan dengan baik setiap rancangan yang memiliki kesan indah nan menawan.
Hingga tak berselang lama, muncullah sang desainer sebagai pencipta mahakarya seni yang luar biasa lewat tangan terampilnya, diikuti oleh kesepuluh modelnya.
MC acara dengan semangatnya menyebutkan nama lengkap dari desainernya beserta nama brand produknya. Semua orang langsung bertepuk tangan dengan meriah sebagai bentuk penghargaannya pada desainernya yang sudah menciptakan karya yang luar biasa.
Senyuman manis disertai perasaan lega jelas terpancar di wajah Etha. Hal tersebut mampu mengundang perhatian seorang Alfhat yang tidak lepas memandang ke arahnya.
Dari atas panggung dengan jarak cukup dekat, Etha tidak sengaja melihat kearah Alfhat yang sedang duduk bersebelahan dengan seorang wanita cantik. Hingga pandangan mata mereka bertemu dan terkunci beberapa detik, sontak Etha langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
Kemudian pihak penyelenggara acara memberikan buket bunga beserta selempang kepada Etha, refleks Etha setengah membungkukkan badannya sebagai tanda hormat dan ucapan terima kasihnya.
Lalu dua pria tampan bertubuh Atletis dengan sejuta pesona mulai naik ke atas panggung. Para audiens semakin heboh saja melihat kedua pria tampan itu, termasuk MC acara yang mulai kepo untuk menanyakan siapa para pria tampan itu.
Sementara itu, keterkejutan Etha semakin bertambah ketika melihat kedatangan kedua pria tampan mendekat ke arahnya. Akan tetapi, dalam hatinya dia begitu senang dengan kedatangan kedua pria tampan itu.
Karena mereka adalah saudaranya, yakni Dilan dan Kendrick. Etha merasa yakin kedatangan saudaranya semata-mata untuk memberikan selamat atas pencapaiannya. Dia pun berusaha untuk terlihat biasa-biasa saja dan bersikap profesional.
"Selamat Nuna. Kamu sangat luar biasa, mama dan papa sangat bangga kepadamu" ucap Dilan memberikan selamat untuk kakak perempuannya, bahkan kembali memanggilnya dengan sebutan Nuna. Panggilan yang selalu dia lontarkan semasa kecilnya. Tak lupa Dilan memberikan buket bunga untuk kakak perempuannya.
"Terima kasih diks, aku sangat senang kamu datang." ucap Etha jujur dari lubuk hatinya dan langsung mengambil buket bunga tersebut dengan wajah sumringah.
Refleks Dilan langsung memeluk kakak perempuannya dan tak lupa menempelkan kamera kecil pada gaun yang dikenakan kakaknya.
__ADS_1
Etha sendiri terkejut yang diselimuti perasaan haru, namun dia tetap membalas pelukannya dengan perasaan campur aduk. Lalu Dilan melepaskan pelukannya setelah berhasil menempelkan kameranya di gaun sang kakak.
Terlihat seseorang tampak mengepalkan tangannya melihat kedekatan mereka. Mendadak api cemburu menyelimuti perasaannya.
"Aku ucapkan selamat untukmu Miss Etha." Ucap Kendrick yang juga memberikan selamat plus buket bunga untuknya.
"Terima kasih Ken, kalian berdua memang kompak." Ucap Etha menerima buket bunganya dan tak lupa saling tos bersama dengan Kendrick.
"Sudah pasti lah, bukankah kita tiga serangkai." ucap Kendrick tersenyum tipis dan Etha hanya mampu tersenyum menanggapi ucapannya.
Kemudian Mereka melakukan sesi foto bersama.
"Lihatlah para ladies, Miss Etha dikelilingi pria tampan." ucap MC acara dengan antusiasnya melihat desainer cantik itu dikelilingi pria tampan. "Kalau boleh tau, siapakah kedua pria tampan ini?" tanya MC acara yang begitu penasarannya.
Etha hanya mampu tersenyum merekah mendengar ucapan dari MC acara. Kemudian dia pun menjawab dengan lugas pertanyaannya, bahwa kedua pria tampan yang bersamanya adalah saudaranya.
Sedangkan Alfhat tampak mengepalkan tangannya yang masih setia menempati kursinya. Dadanya bergemuruh dan dia berusaha menahan amarahnya.
Padahal Alfhat sudah memberikan peringatan kepada wanita tua itu untuk tidak lagi berhubungan dengan para keluarganya. Tapi apa sekarang, wanita tua itu dengan terang-terangan tidak mengindahkan peringatannya. Bahkan sekarang dia memperkenalkan saudara-saudaranya di depannya pula.
Sialan, berani-beraninya dia membohongiku. Batinnya kesal.
Kemudian Dilan dan Kendrick segera turun dan kembali ke kursinya masing-masing. Sedangkan Etha bersama para modelnya pamit undur diri dan mulai melangkah ke belakang panggung. Diluar dugaan,Tiba-tiba saja seorang pria menghentikan langkahnya.
Sontak Etha berbalik badan ke arah orang itu. Hingga matanya membulat sempurna. Sementara itu, lagi-lagi MC acara kembali dibuat penasaran dengan pria yang baru saja naik ke atas panggung, lalu bergerak menghampiri mereka untuk menanyakan beberapa hal kepada pria itu.
"Will you marry me?." Ucap Pria itu dengan suara lantang yang sengaja memakai mic dan begitu percaya dirinya berlutut di hadapan Etha sambil menyodorkan kotak beludru berwarna merah berisikan cincin berlian di dalamnya.
Etha terlonjat kaget mendengar ucapan pria itu, begitu halnya dengan Alfhat dan kedua saudaranya serta MC acara dan beberapa audiens.
Bersambung....
__ADS_1
Mohon maaf baru update, soalnya author sangat sibuk akhir-akhir ini.