Benang Merah Per-Hutangan

Benang Merah Per-Hutangan
Bab 56


__ADS_3

Alfhat tidak menyangka istrinya akan seantusias begini hanya karena dia akan belajar sholat. Bagaimana jika dia melakukan semua syarat yang diajukan kepadanya, bisa-bisa istrinya klepek-klepek kepadanya.


Alfhat mulai bertekad untuk berubah, demi bisa membuat istrinya menyukainya dan tidak menutup kemungkinan bisa saja istrinya mulai jatuh cinta kepadanya. Hanya itu keinginannya untuk sekarang, berubah karena cinta.


Dengan posisi saling berpelukan, pasangan suami istri itu sama-sama saling membatin merencanakan suatu hal.


Alhamdulillah, akhirnya suamiku mau berubah. Insyaallah, aku akan berusaha keras untuk membimbingnya ke jalan yang benar. Batin Etha tersenyum.


Aku akan melakukan apapun demi bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku, nona debat. Aku akan membuktikan kepadamu bahwa aku bersungguh-sungguh ingin berubah. Batin Alfhat tersenyum.


Lama dalam posisi berpelukan, tiba-tiba saja Alfhat mengerutkan keningnya mendengar perut Etha berbunyi nyaring dan itu menandakan istrinya sedang lapar.


"Kamu lapar!" ucap Alfhat sambil mencolek hidung mancung Etha, karena tidak sengaja mendengar suara-suara aneh yang sepertinya berasal dari perut istrinya.


"Hehehe iya." ucap Etha cengengesan.


Alfhat menjadi gemes dan tidak segan mencium kedua pipi sang istri.


Cup


"Ya sudah, ayo kita makan. Kebetulan aku juga sangat lapar." ucap Alfhat tersenyum dan Etha hanya mengangguk menanggapi ucapannya. Alfhat lalu melepaskan pelukannya kemudian menggandeng tangan istrinya dan membawanya ke ruang makan.


Kini mereka sudah berada di ruang makan dan tengah duduk di kursi masing-masing untuk makan siang bersama di waktu sore hari. Maklum mereka baru saja pulang, setelah habis tersesat dalam hutan.


Tampak Etha begitu cekatan mengambilkan makanan di piring Alfhat, membuat Alfhat senyum-senyum sendiri memperhatikannya. Setelah itu, barulah Etha yang mulai mengambilkan makanan di piringnya.


Alfhat tampak antusias memegang sendok dan garpu yang sudah siap menyantap makanannya. Tapi, Etha langsung buka suara untuk menegurnya.


"Baca doa dulu. Sekarang kamu yang pimpin doa" ucap Etha menegurnya sebelum memulai makan. Sontak membuat Alfhat langsung menurunkan sendok yang dipegangnya. Alfhat langsung memasang tampang bodoh sambil menggeleng cepat dan tak lama kembali dia mengatakan bahwa dia tidak tahu berdoa sebelum makan.


Etha hanya mampu menghembuskan nafasnya kasar. Lalu dengan sabar Etha mulai mengajari Alfhat berdoa sebelum makan. Lidah Alfhat seperti keseleo melapalkan doa yang diajarkan oleh istrinya. Sungguh dia tidak pernah sekalipun berdoa selama makan dan sesudah makan.


Setelah itu barulah mereka mulai menyantap makanannya. Alfhat tampak senyum-senyum memakan makanannya dengan lahap, pandangan selalu saja tertuju ke arah sang istri.


Etha hanya mampu geleng-geleng kepala melihat gelagat sang suami.


Apa benar dia bersungguh-sungguh menyukaiku? sampai-sampai terus menatapku seperti itu. Batin Etha penasaran. Jika suaminya memang menyukainya, mau tidak mau dia harus membuka hatinya untuk sang suami.


Selesai makan siang bersama yang dilakukan di waktu sore hari, pasangan suami istri itu memutuskan kembali ke kamar. Mereka sungguh lelah dan butuh beristirahat.


Saat tiba di depan pintu kamar, Etha dan Alfhat bergegas masuk ke dalam kamar. Mereka melangkah cepat mendekati ranjang dan langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang sambil tertawa terbahak-bahak. Karena merasa tingkahnya begitu konyol, bagaimana tidak mereka ibarat melakukan perlombaan naik ke atas ranjang.

__ADS_1


"Akhirnya tubuhku kembali beristirahat di tempat yang nyaman." gumam Etha tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya, hingga Alfhat langsung menggenggam salah satu tangannya, membuat Etha langsung menoleh kearahnya.


"Ya, kita tidak tidur lagi dengan beralaskan jerami atau dedaunan kering." timpal Alfhat tersenyum yang juga menoleh kearahnya.


Mereka pun saling melempar senyuman satu sama lain, dimana Alfhat tengah menggenggam tangan sang istri.


"Jika kamu diberikan kesempatan untuk mengulang kembali kejadian itu, apa kamu masih ingin menjalaninya?" tanya Alfhat.


"Tidak, aku tidak mau menjalaninya. Karena jika aku kembali mengulanginya, otomatis aku akan terjebak di masa lalu." jawab Etha dengan santainya.


"Yakin kamu tidak ingin kembali dimasa lalu bersamaku? bukankah kamu sendiri mengatakan bahwa begitu senang berada di dalam hutan" ucap Alfhat yang mengembalikan ucapan istrinya bahwasanya begitu senang, damai dan tentram selama berada di dalam hutan. Namun kenapa sekarang istrinya seolah tidak ingin kembali ke sana.


"Ya...aku memang menyukai tempat itu. Tapi, lebih baik tinggal di rumah dan menjalani aktivitas setiap hari seperti sediakala." ucap Etha tersenyum.


"Ternyata kamu gampang berubah-ubah?" timpal Alfhat.


"Berubah bagaimana?"


"Berubah haluan seperti kucing manis" Alfhat tergelak tawa mengatakannya, membuat Etha memukul kecil kepalanya menggunakan sebelah tangannya.


Bisa-bisanya Alfhat mengatainya kucing manis. Sedangkan Alfhat semakin tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kesal istrinya.


*


*


*


Richard bersama beberapa rombongannya baru saja tiba di kediaman tuannya. Richard meminta mereka untuk beristirahat di mes pekerja. Kemudian ia langsung bergerak cepat memasuki rumah untuk menemui tuannya.


Alfhat yang tengah duduk bersantai di ruang tamu sambil memainkan ponselnya seketika langsung mengalihkan pandangannya mendengar suara ketukan pintu.


Salah satu pelayan bergerak cepat membukakan pintu. Hingga muncullah orang yang digadang-gadang di tunggu kedatangannya.


Alfhat langsung menatap tajam ke arah Richard. Sedangkan Richard langsung berjalan cepat sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk bosnya.


"Berhenti di situ!" peringat Alfhat kepada orang kepercayaannya.


"Kenapa tuan?" Richard menjadi bingung mendengar ucapan bosnya. Kedua tangan yang direntangkan untuk memeluk bosnya langsung di turunkan cepat.


"Lihat dirimu sangat kotor. Lekaslah pulang, terus mandi dan beristirahat. Jangan lupa, seperti biasa, kamu harus datang menjemputku besok pagi" ucap Alfhat dan langsung mengibaskan tangannya mengusir orang kepercayaannya.

__ADS_1


Padahal Richard ingin sekali memeluk bosnya yang sangat dirindukannya. Namun sayangnya bosnya malah mengusirnya.


"Baik tuan." ucap Richard sambil membungkukkan badannya lalu melenggang pergi.


Sementara Alfhat kembali fokus pada layar ponselnya yang sedang memeriksa email masuk di ponselnya. Namun ketika melihat Etha tengah berjalan melewatinya, dia langsung memasukkan ponselnya di saku celananya dan bergegas mengekor di belakang istrinya.


"Kenapa sedari tadi kamu terus mengikutiku!" ucap Etha sambil melangkah tergesa-gesa menuju kamarnya. Pasalnya kemanapun Etha pergi Alfhat selalu mengikutinya persis anak ayam mengikuti induknya.


"Karena aku ingin terus berada di sampingmu, memangnya ada yang salah." ucap Alfhat.


"Ya tingkahmu itu yang salah dan membuatku menjadi risih. Karena seolah-olah aku sedang diikutin terus oleh rentenir." ketus Etha sambil membuka pintu kamar dan bergegas masuk ke dalam.


"Tak masalah jika kamu menganggapku rentenir, memang nyatanya aku seorang rentenir yang beruntung, karena mendapatkan istri yang super galak." ucap Alfhat tersenyum tipis sambil menutup pintu kamarnya lalu menguncinya cepat.


Etha tidak menimpali ucapannya, dia berlalu masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih terlebih dahulu sebelum tidur dan Alfhat juga melakukan hal yang sama.


Selesai melakukan rutinitasnya sebelum tidur. Etha dan Alfhat langsung berbaring di atas ranjang dan bersiap untuk tidur. Sebelum Etha memunggunginya, Alfhat langsung menarik tubuh istrinya masuk ke dalam pelukannya.


"Aku akan membuatmu tidur nyenyak, nona debat." ucap Alfhat melancarkan aksi modusnya.


"Dengan cara memelukku seperti ini, bukannya tidurku nyenyak. Tapi, malah membuatku gerah." ketus Etha sambil memukul kecil lengannya.


"Aku sangat menyukai tingkahmu yang jual mahal. Karena aku akan terus tertantang dan berusaha keras mendekatimu. Aku bersumpah akan menaklukkanmu dalam waktu dekat, nona debat ku." bisik Alfhat ditelinga Etha, membuat Etha langsung menyikut perutnya.


"Awwww" Alfhat langsung meringis kesakitan hingga pelukannya terlepas, istrinya benar-benar kelewatan.


"Baiklah, kita akan lihat seperti apa usahamu menaklukkan wanita seperti diriku, tuan Alfhat." ucap Etha tersenyum sinis. Sontak membuat Alfhat langsung bergerak cepat menindihnya. Hingga pandangan mata mereka bertemu.


"Jangan pernah meremehkanku. Apapun akan kulakukan demi tercapainya tujuanku. Satu hal lagi, aku akan menerima segala syaratmu itu dan membuatmu menjadi istri seutuh ku." ucap Alfhat serius membuat Etha langsung bungkam mendengar ucapannya.


"Selamat malam." ucap Alfhat lalu mendaratkan ciuman di kening istrinya. Kemudian Alfhat menggeser tubuhnya menjadi terlentang. Sedangkan Etha hanya mampu bengong yang sedang mencerna ucapan Alfhat. Hingga dia memilih untuk tidur.


*


*


*


Keesokan harinya.....


"Carikan aku guru hebat yang paham betul tentang agama. Karena aku ingin belajar agama dari nol." ucap Alfhat dengan entengnya kepada sekretarisnya.

__ADS_1


Richard yang fokus mengemudi langsung terlonjat kaget mendengar ucapan bosnya. Bahkan dia hampir saja menabrak kendaraan di depannya.


Bersambung.....


__ADS_2