
Happy reading ya ๐ค
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
๐บ Alur Masa Lalu ๐บ
รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท
"Sana temui kakakmu dulu Cha." Titah bu Gina,,, ibunya Mira pada Icha adiknya.
"Ibu ini kenapa sih??" Sungut Icha yang merasa jengkel namun geli dengan sikap ibunya yang takut pingsan melihat calon menantunya yang baru saja turun taksi dan tengah menurunkan barang barangnya.
Mira tersenyum dan melambaikan tangannya saat melihat Icha sudah berdiri menyambutnya. Icha dengan sigap ikut membantu mereka membawa barang barangnya.
"Mana ibu?" Tanya Mira padanya.
"Tuh!!! Takut pingsan." Sahut Icha sembari memonyongkan bibirnya ke arah ibunya.
Yudha yang tak tau apa maksud perkataan Icha mengenai pingsan hanya mengernyitkan dahinya. Zamira tertawa saja melihat raut wajah Yudha yang heran itu.
"Cha,,,, kenalkan ini mas Yudha. Dan abi,,, ini Icha adik Mira." Ucap Zamira lembut dan saling memperkenalkan keduanya.
"Halo Cha,,, Senang berjumpa denganmu." Ucap Yudha ramah pada calon adik iparnya itu.
"Hai mas,,,, Mbak Mira sudah banyak bercerita padaku tentangmu." Seru Icha yang langsung akrab dengan Yudha. Sifat riangnya membuat Yudha juga langsung bisa akrab dan menyayanginya.
"Mana sih ibu???" Tanya Mira sekali lagi sambil beranjak masuk.
Icha pun berteriak memanggil manggil bu Gina sembari mempersilahkan Yudha masuk. Yudha pun masuk dan bertemu dengan wanita yang disebut ibu oleh kakak beradik itu.
"Halo ibu,,,, perkenalkan Saya Yudha." Ucap Yudha sopan sembari menyalami tangan beliau dan mencium punggung tangannya.
Yudha sengaja tak mengucapkan salam pada bu Gina karena mereka berbeda keyakinan. Hanya Mira saja yang berpindah keyakinan mengikuti Yudha.
"Selamat datang di gubuk ibu." Jawab beliau dengan hangat dan merendah.
"Bagaimana?? Tidak pingsan kan?" Tanya Mira pada bu Gina.
Hal itu membuat kening Yudha kembali berkerut mendengarnya. Mira kemudian menjelaskan padanya kenapa terus saja membahas kata pingsan. Mendengar penjelasan Mira itu,,, Yudha pun tertawa dan merasa bu Gina lucu juga.
"Dijamin normal kok bu,,,,." Ucap Yudha bercanda.
__ADS_1
Mereka pun semua tertawa. Perkenalan dengan keluarga Mira ternyata tak sesulit yang dibayangkan Yudha. Keluarga itu terasa hangat.
Dirasa cukup berbasi basi,,, Yudha pun mulai bicara serius perkara rencana pernikahan mereka.
"Bu,,,,,ijinkan Yudha menjadikan Mira sebagai istri Yudha. Yudha janji akan menjadikannya ratu di hati Yudha. Yudha akan berusaha membahagiakan dan mencukupi nafkah lahir dan batinnya." Ucap Yudha dengan sopan dan penuh harap bahwa bu Gina akan mengijinkan.
Bu Gina pun tersenyum. Lalu menjawab.
"Ibu akan menyerahkan keputusan pada Mira. Ibu hanya bisa mendoakan semoga pernikahan kalian nantinya langgeng dan dipenuhi kebahagiaan. Jika ada masalah,,, bicarakan berdua baik baik. Jangan sakiti Mira,,,, Jangan kecewakan dirinya yang begitu mempercayaimu." Pesan bu Gina sembari menitikkan airmatanya.
Yudha berusaha mengerti arti tangisan beliau itu. Mungkin ada segelintir rasa berat di hati beliau melepas putrinya yang memilih meninggalkan agamanya dan mengikuti Yudha.
Walau sebenarnya bu Gina tak begitu mempermasalahkannya sejauh ini. Mungkin juga beliau hanya sedih mengingat pernikahan Mira sebelumnya yang juga kandas.
"Iya bu,,,, Yudha janji. Yudha juga ingin segera mengenalkan Mira pada keluarga Yudha bu,,,, Setelah itu mereka akan datang menemui ibu juga untuk membawa seserahan lamaran." Ucap Yudha mantap.
"Apa kamu yakin keluargamu bisa menerima Mira yang belum begitu paham dengan keyakinan kalian?" Tanya bu Gina memastikan.
"Pasti bisa bu,,, Yudha sudah pernah mengatakan semua tentang Mira pada mereka. Inshaallah mereka bisa mengerti dan mau membantu Yudha mengajarkan agama pada Mira." Sahut Yudha dengan penuh keyakinan.
"Baiklah kalau begitu,,,, Ibu lega mendengarnya." Jawab bu Gina dengan suara yang lebih terdengar ringan karena beban dalam hatinya terungkapkan.
Yudha memandang Mira yang tersenyum sangat manis padanya. Betapa Yudha tidak sabar segera menghalalkan wanita itu agar dirinya bisa segera memeluknya.
Cacing di perut Yudha langsung bernyanyi melihat masakan yang sudah begitu lama rasanya tak pernah dia makan selama ini. Bahkan saat liburan seperti ini pun,,,, Yudha juga tak pernah mendapatkan makanan ini karena bu Ambar tidak begitu pandai memasak.
"Enak sekali bu,,," Puji Yudha sambil terus mengunyah makananku.
Bu Gina senang dan tertawa saja melihat Yudha yang sangat rakus dan menghabiskan semuanya.
"Habiskan!" Titah beliau.
Yudha mengangguk dengan pasti karena yakin dirinya akan benar benar menghabiskannya. Yudha bahkan tak malu malu atau gengsi karena sikap hangat bu Gina kepadanya.
Zamira sama seperti Yudha.
Ayah mereka telah lama meninggal dunia. Ibu mereka pun sama sama tidak menikah lagi setelah meninggalnya ayah. Bedanya hanya bu Gina tak menikah lagi karena Icha melarangnya. Berbeda dengan bu Ambar yang memang tak memiliki keinginan menikah kembali.
"Yudha pamit dulu ya bu,,, Terima kasih banyak untuk makanannya. Yudha puas sekali." ucap Yudha pada bu Gina.
Kali ini Yudha tak hanya mencium punggung tangan beliau namun juga memeluk beliau seperti biasa dirinya memperlakukan bu Ambar. Kehangatan bu Gina membuat Yudha langsung bisa menganggap beliau sebagai ibu kandungnya.
__ADS_1
"Hati hati abi." Pesan Zamira saat Yudha menaiki taksinya.
Usai saling mengucap dan menjawab salam Yudha pun meninggalkan Zamira dan keluarganya. Yudha pulang ke rumah ibunya yang pasti juga sudah menunggu disana. Taksi pun melaju dengan cepat seakan tau bahwa Yudha telah begitu tidak sabar mengatakan pada bu Ambar bahwa keluarga Zamira telah menyetujui pernikahan mereka.
Tiba di halaman rumah tidak ada satu pun keluarganya yang menyambut Yudha. Yudha pun hanya dibantu sopir menurunkan semua barang barang. Usai membayar lebih Yudha mengucapkan terima kasih pada sopir yang langsung meninggalkan halaman rumahnya.
"Assalamualaikum ibu." Ucap Yudha dengan semangat.
"Waalaikumsalam." Sahut bu Ambar pendek.
Yudha mengelus dada mendapatkan sambutan yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkannya karena selama ini seperti inilah sambutan yang dapatkannya dari ibu dan keluarganya.
Dingin,,,, Tak sehangat sambutan keluarga Zamira tadi.
Di sana Yudha merasa sangat dianggap dan diterima. Justru dirumah sendiri,,, dirinya merasa asing saja. Bu Ambar dengan wajah masam khas dirinya menghampiri dan membiarkan tangannya dicium Yudha. Yudha pun peluk tubuhnya.
"Kenapa lama sekali???" Protes bu Ambar.
Lagi lagi Yudha menghela napas. Bukannya pertanyaan ingin tau kabarnya selama ini tapi malah langsung berupa bentuk protes yang Yudha terima.
Namun mengingat beliau itu adalah ibu yang pernah begitu dikecewakannya dulu,,, Yudha pun tak mengambil hati sikap beliau. Yudha lebih memilih untuk mengingatkan beliau bahwa Yudha tadi memang menemui keluarga Zamira terlebih dahulu.
"Jadi kapan kamu akan membawanya kemari???" Tanya bu Ambar.
"Segera bu,,,, Ibu akan segera Yudha pertemukan dengan Mira. Ibu pasti menyukainya. Dia sangat manis bu,,," Ucap Yudha dengan semangat.
"Manis saja tidak cukup,,,, Dia juga harus bisa menjalankan semua perintah Tuhan dengan baik." Ketus bu Ambar.
"Iya bu Yudha tau. Nantinya kan ibu bisa banyak mengajarinya. Bantu Yudha ya bu,,, Bantu Yudha membimbing istri Yudha ke jalan surga." pinta Yudha merendah.
Bu Ambar hanya mengangguk lalu meninggalkan Yudha menuju ke dapur. Beliau tentu hendak menyiapkan makanan untuk Yudha. Rasanya perut Yudha sudah tak mampu lagi menampung makanan,,, Tapi Yudha tak ingin mengecewakan beliau yang sudah berusaha menyiapkannya.
Dengan sangat memaksa Yudha menghabiskan makanannya. Yudha sangat kekenyangan dibuat oleh dua ibu. Yang satu dihidangkan dengan penuh senyum hangat,,,, dan yang satunya disajikan dengan wajah masam,,,
Tapu ibu tetap ibu,,,,
Ibu yang wajib Yudha hormati dan muliakan. Ibu yang merupakan ladang ibadahnya. Terlepas dari seberapa berdosanya Yudha pada beliau di masa lampau,,,,, saat ini dan ke depannya Yudha hanya ingin membahagiakan beliau bagaimana pun caranya. Yudha akan berusaha tidak akan mengecewakan beliau lagi.
"Semoga Mira bisa mendampingiku dan mengerti akan inginku." Batin Yudha sebelum memejamkan matanya malam itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih ๐