
Selamat membaca ya π€
Semoga suka πΊ
Maaf kalau banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΊπΊ
"Apa sih mau ibu?? Dulu sudah punya menantu seperti Mira yang sangat menghormati ibu tapi ibu memfitnahnya hingga kami bercerai,,,, Sebelumnya Sofia,, sudah merendahkan dirinya datang pada ibu juga ibu kecam dengan perkataan pedas,,, sekarang Vera,,, pilihan ibu sendiri,,, ibu minta untuk Yudha ceraikan lagi,,,"
Yudha pusing.
Dan belum hilang pusingnya dia bertambah pusing saat ada seorang suster menyampaikan padanya bahwa biaya administrasi operasi Vera sudah harus dibayarkan.
"Beri saya waktu sampai malam ini ya sus,,," kata Yudha meminta tempo.
"Baik pak,, tapi hanya sampai malam ini saja ya." pesan suster.
yudha mengangguk dan mengucapkan terima kasih atas pengertian pihak klinik.
"Seandainya saja kamu tidak boros Ver,,, pasti kita bisa membayar biaya persalinanmu ini,,," kata Yudha saat ibu mertuanya sudah pulang.
"Loh,,, kok kamu jadi nyalahin aku sih mas?? Aku kan hanya menikmati uang bulanan yang memang sudah jadi hakku sendiri. Terserah aku dong mau aku habiskan atau aku pakai apa uang itu,,," sungut Vera.
"Iya aku tau,,, tapi kan kamu juga semestinya bisa berpikir bahwa kita akan butuh uang banyak untuk persalinanmu" jelas Yudha.
"Massss!!! Yang buat aku sampai kehabisan air ketuban itu siapa?? Jawab mas!! Yang tega menampar aku sampainaku jatuh juga siapa?? Yang tega mengorbankan istri sendiri yang hamil tua demi membela mantan istri yang tukang selingkuh itu juga siapa????" kecam Vera.
Yudha diam.
"Kamu kan mas??? Terus sekarang kamu juga masih mau menyalahkanku?? Seharusnya aku bisa melahirkan normal ya mas,,, kamu juga tau itu!! Yang harus disalahkan disini itu ya kamu dan Mira!!" Vera terus menyudutkan Yudha.
"Tunjukkan dong tanggung jawabmu sebagai lelaki. Jangan pikir kamu bisa seenaknya melenggang dariku seperti kamu meninggalkan istri pertamamu dulu ya!!" Ancam Vera.
__ADS_1
"Cukup Vera,,, jangan lagi bawa bawa masa laluku. Aku memang pernah bersalah tapi biar kesalahan itu aku sendiri yang tanggung,,, kamu tidak usah lagi mengungkitnya. Dan soal Mira,,, Jangan sok tau kamu!!" jawab Yudha.
Yudha langsung mengambil kunci mobilnya dan keluar meninggalkan Vera sendiri di ruangan itu.
"Mau kemana lagi kamu mas??!!! Siapa yang jaga aku disini??" Vera berteriak saat Yudha sudah sampai di pintu.
"Panggil saja suster. Buat apa ada mereka disini kalau mereka tidak kau panggil. Aku mau cari uang!!!" sahut Yudha.
Vera kesal dan hendak menjawab lagi tapi diurungkannya karena luka bekas operasinya tiba tiba terasa sangat nyeri. Vera pun menekan tombol untuk memanggil suster.
Suster datang tidak lama kemudian dan menyuntikkan sejenis obat pereda nyeri yang membuat Vera merasa lebih baik. Vera pun kemudian meminta suster menemani dan menjaga putranya sampai Yudha kembali.
πΊπΊπΊ
Dave mengantarkan Mira pulang seperti biasanya. Tadi siang Dave mengajaknya makan siang dengan harapan Mira akan mau terbuka namun nyatanya Mira tetap bungkam.
"Apa kamu mau masuk dulu Dave? Kita bisa makan mie ayam ini bersama sama di sini." kata Mira menawarkan.
Dave tentu saja langsung mengangguk karena dia senang bisa berlama lama dengan Mira meski hanya untuk makan malam dengan menu mie ayam yang tadi di beli oleh Mira dalam perjalanan pulangnya.
Keduanya menikmati mie ayam itu di kursi teras rumah Mira. Dave memang tak pernah sampai masuk ke dalam rumah Mira tiap kali dirinya datang atau sekedar mampir.
Meski berbeda agama,,, diam diam Dave juga berusaha mempelajari hal apa saja yang dilarang dalam agama Mira.
Untuk itu Dave berusaha menjaga agar Mira tidak termakan fitnah tetangga tetangganya yang mungkin melihat Dave masuk dengan cara tidak pernah mau masuk ke dalam meskipun pintu dalam kondisi terbuka.
Mie ayam pinggir jalan itu terasa nikmat bagi keduanya ketika dinikmati bersama seperti ini. Rasa cinta dalam hati keduanya menambah rasa nikmat.
Usai menghabiskan mie ayamnya,,, Dave pun pamit undur diri karena tidak mau terlalu malam berada di rumah Mira. Lagi lagi demi menjaga nama baik Mira.
"Terima kasih untuk waktumu menemaniku makan malam di sini Dave,,," ucap Mira.
Dave tersenyum.
"Kamu tau kan Mira,, bahwa aku punya waktu seumur hidup untukmu,,," kata Dave.
__ADS_1
"Dave,,, aku,,," Mira menghentikan bicaranya.
"Aku tau Mira,,, dan aku tak menuntutmu,,, aku menghargai keputusanmu dan aku juga tau pada dasarnya kita sama sama menghargai. Tapi aku akan tetap selalu ada untukmu Mira,,," kata Dave.
Mira tertunduk.
"Lakum diinukum waliyadiin Mira,,, Untukmu agamamu, dan untukku agamaku." ucap Dave.
Mira terperanjat dan kemudian tertegun mendengar seorang Dave membacakan sepenggal ayat Al Quran. Dipandangnya Dave lekat lekat dengan sepasang mata indahnya.
"Bukankah itu isi dari sepenggal surat Al Kafirun?? Itulah yang agamamu ajarkan Mira,,, Meski kita berdamai,,,bersahabat,,, atau bahkan mungkin saling mencintai dalam diam,,, tapi bukan berarti kita saling bersedia atau pun memaksa menyembah apa yang sudah kita percayai masing masing selama ini." tukas Dave.
"Perbedaan kita tidak akan memengaruhi atau menyentuh hubungan baik kita sedikit pun selama kita masih percaya pada kepercayaan kita masing masing,,, Kamu bebas mengamalkan apapun yang kamu percayai dan harus mempertanggungjawabkan semuanya pada tuhanmu,,, begitu juga aku,,, Kita tidak saling memaksa bukan??" tanya Dave.
Mira hanya menggeleng dan masih berusaha menenangkan hatinya yang semakin berdebar debar mengetahui betapa Dave juga diam diam mempelajari apa yang diajarkan dalam agamanya.
"Tenanglah Mira,,, aku tidak akan pernah memaksamu mengikutiku jika dalam hatimu masih tertanam cinta yang begitu dalam pada tuhanmu,,, Aku tau aku tak pernah mampu mengalahkan kebesaran tuhanmu. Dan aku,, hanya berdoa pada tuhanku semoga jika memang kamu adalah jodoh yang dipilihkan tuhanku untukku,,, aku hanya berharap tuhan akan menyatukan kita dengan cara yang indah." pungkas Dave.
"Aamiin,,, terima kasih Dave atas segala pengertianmu." lirih Mira yang semakin merasa kagum pada pribadi Dave.
"Ingat Mira,,, perbedaan itu akan menjadi satu hal yang indah jika kita memandangnya dari sudut yang benar,,, Agama itu ibarat kata hati,,, pada siapa kamu percaya,,, maka padaNYAlah kamu berlabuh. Jangan pernah memandang perbedaan kita ini sebagai pemecah dan pemisah persahabatan kita Mira,,," pesan Dave.
"Iya Dave,, aku juga percaya pada setiap rencana yang sudah tuhan persiapkan untuk kita." jawab Mira.
"Aku mencintaimu Mira,,, tapi cintaku padamu belum mampu mengalahkan cintaku pada tuhanku. Tapi aku tetap berterima kasih pada tuhanku,,, Setidaknya DIA mengijinkan aku tetap bersamamu seperti ini,,,"
Pertama kalinya Dave mengungkapkan cintanya pada Mora setelah bertahun tahun kebersamaan mereka.
Dave pun pamit dan meninggalkan rumah Mira.
"Cintaku padamu juga belum bisa mengalahkan cinta pada Rabb ku Dave,,, tapi aku bahagia karena Rabb ku telah begitu baik menghadirkanmu dalam hidupku,,," lirih Mira yang memandang kepergian Dave.
\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Terima kasih πΊ