
Happy reading ya 🤓
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sejak itu,,, setiap harinya Mira lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia maya dan Ronald pun tenggelam dalam dunianya sendiri. Mira pun tak pernah lagi menunggu Ronald pulang di malam hari dan membantunya saat dia muntah muntah.
Pernikahan mereka di ambang kehancuran.
Mira sudah tidak tau mau kemana sebenarnya hubungan mereka. Jika ada acara yang mengharuskannya kumpul keluarga Ronald, mereka tetap datang berdua walau nyatanya dijalan mereka tak saling bicara.
Cibiran dan pertanyaan pedas saudara saudara Ronald yang terus menyindir Mira dengan pertanyaan "kapan punya anak" semakin hari semakin menyulut emosinya. Namun walau begitu tak lantas membuatnya mengatakan kebenarannya. Mira masih menghargai Ronald yang belum sanggup mengakui semuanya.
"Jangan salahkan aku jika suatu saat aku memutuskan untuk berpisah." Batin Mira.
" Ceraikan saja aku. Aku rasa lebih baik kita berpisah Ronald." cetus Mira pagi itu.
Ronald menoleh dan batal meneguk kopinya. Diletakkannya kembali cangkir yang sudah diangkatnya tadi. Dirinya pun lantas tertawa begitu menyadari istri cantiknya itu tentu saja tengah bercanda saja.
"Ronald,,, aku serius!!" sungut Mira.
"Apa aku tidak salah dengar sayang?" tanyanya pelan dan kembali memanggil Mira dengan kata sayang.
"Sudahlah Ronald. Hentikan!!! Aku sudah tidak sanggup lagi menghadapi sikapmu yang makin hari makin membuatku merasa tak mengenalimu lagi." Kata Mira.
"Sayang kamu sadar kan dengan permintaanmu tadi??? Kamu serius???" Tanya Ronald kembali memastikan.
"Aku sangat sadar dan serius!!!" Jawab Mira mantap.
Ronald memperhatikan wajah cantik yang selama empat tahun ini menemaninya. Dia berusaha mencari ekspresi bohong atau bercanda dari istrinya itu namun tidak ditemukannya.
Ronald pun akhirnya menyadari bahwa Mira sedang tidak bermain main dengan ucapannya. Ronald berdiri kemudian berjalan menghampirinya. Detik selanjutnya Ronald pun berlutut di depan Mira.
"Tidak sayang,,, Aku tidak sanggup jika harus kehilanganmu. Maafkan aku jika selama ini aku berubah. Aku janji aku akan perbaiki semuanya agar kita bisa kembali seperti dulu lagi. Akan kubuat keadaan membaik lagi seperti sebelumnya" Ronald berusaha mengubah keputusan Mira dengan kalimat panjangnya tapi dirinya hanya mendapat jawaban singkat.
"TIDAK!"
__ADS_1
Ronald lemas menyadari keputusan istrinya itu sudah tidak bisa dirubah lagi walaupun dirinya merayu dan menjanjikan banyak hal manis kepada Mira.
Ronald tau betul sifat istrinya yang susah untuk dibelokkan jika sudah membuat keputusan. Menyesal pun sudah terlambat dan tak akan mengubah apa pun.
Ronald diam tak berkata. Lututnya terasa sakit terlalu lama bersimpuh di lantai namun hatinya lebih sakit mendapat penolakan dari Mira. Dirinya bahkan tak lagi bisa mencegah saat Mira meninggalkan dirinya yang masih terduduk di lantai dan menangis.
Sungguh tak ada lagi rasa iba dihati Mira. Tangisan dan janji manis Ronald justru membuat Mira muak melihatnya.
Kemana saja dirinya saat aku menantikan perubahan sikapnya dulu? Kemana saja dirinya saat aku merasa kesepian? Kemana saja dirinya tiap malam sehingga aku merasa seperti wanita tak bersuami?
Ratusan pertanyaan protes menyeruak di dalam hati Mira.
Hari itu Ronald memang tak langsung begitu saja mengiyakan permintaan cerai Mira. Ronald masih berusaha keras mengambil hati Mira yang masih sangat dicintainya itu. Dirinya pun membelikan berbagai macam perhiasan mahal dan memberi fasilitas yang lebih baik untuk Mira.
"Aku tidak butuh semua ini Ronald. Yang ku butuhkan hanya status cerai yang sah. Aku tidak ingin lagi memaksakan hati dan jiwaku menjalani sisa hari bersamamu jika akhirnya aku tetap akan melukaimu dengan sikap acuhku." ucap Mira yang semakin hari semakin dingin sikapnya.
"Aku tidak akan melepasmu Mira. Aku bahkan rela walau kamu tak pernah peduli padaku. Aku akan tetap menunggu hingga hari dimana pengampunan darimu tiba untukku." sahut Ronald.
"Apa kamu tak memikirkan kebahagiaanku Ronald?? Jika aku terus bersamamu aku hanya akan menderita dalam kemarahanku sendiri. Aku akan tersiksa dengan kebencian dan kekecewaanku padamu." ucap Mira.
"Coba katakan padaku,,,, rumah tangga seperti apa yang akan kita jalani jika kamu tetap memaksaku untuk tinggal??" tanya Mira.
"Mira,,, aku sungguh minta maaf padamu sayang. Aku sungguh menyesal telah begitu lupa diri dan mengabaikanmu. Maafkan aku Mira." lirih Ronald tak berhenti menyesali diri.
"Aku sudah memaafkanmu,,, tapi aku tak bisa tetap menjadi istrimu. Ku mohon lepaskan aku." pinta Mira.
Butuh waktu lama bagi Mira hingga akhirnya Ronald dengan berat hati melepasnya. Mereka berdua sepakat untuk tidak saling menahan lagi. Mereka berdua sama sama tak ingin menghalangi satu sama lain mendapatkan jodoh yang lebih baik.
Pengadilan juga telah memutuskan persidangan mereka akan digelar dua minggu setelah mereka mengajukan perceraiannya. Mereka berdua diharuskan hadir agar hakim bisa mendengar langsung pernyataan langsung dari mereka tentang inti permasalahan rumah tangganya.
Sidang pertama mereka berjalan lancar. Hakim pun menjadwalkan mereka untuk bertemu di sidang kedua dengan dihadiri saksi.
Keluarga besar dan orang tua keduanya yang terkejut dengan keputusan cerai mereka yang terkesan sangat tiba tiba pun dengan berat hati akhirnya menyetujui perpisahan mereka setelah mendengar penjelasan dari mereka.
"Kalau begitu,,, kami sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi kalian berdua. Semoga setelah ini kalian sama sama mendapatkan jodoh terbaik dariNYA." kata para orang tua.
__ADS_1
Ronald menemuinya di luar ruangan sidang saat sidang pertama mereka telah digelar.
"Jaga dirimu Mira. Semoga kamu segera mendapatkan jodoh yang jauh lebih baik dariku. Namun aku ingin kamu ingat akan satu hal. Jika nantinya kamu tak bahagia dengan siapa pun,maka kembalilah padaku. Pintu hatiku selalu terbuka untukmu." Ronald berpesan seraya mengecup kening Mira.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mira masih ingat betul ucapan itu. Bahkan Mira juga masih ingat rona wajah Ronald saat mengatakannya.
Mira terdiam dan menitikkan airmata. Betapa ucapan Ronald itu sangat menyentuh hatinya. Mira juga masih ingat betul bagaimana Ronald memperlakukannya dengan penuh cinta dulunya.
Dan hari ini,,, pria itu kembali menemuinya setelah hampir dua pekan mereka tak bertemu. Pria itu masih berdiri di depannya dengan segala penyesalannya.
"Ijinkan aku melakukan sesuatu yang baik untukmu Mira. Bagaimana pun juga perceraian kita belum sah. Aku masih tak ingin melepas tanggung jawabku begitu saja padamu." Ucap Ronald.
Akhirnya Mira pun mengangguk. Ronald dengan senang hati membukakan pintu mobilnya bagi Mira dan mengantarkan wanita itu menuju ke tempat kerjanya.
"Seringlah berkabar padaku walau kita sudah berpisah Mira." pesan Ronald sebelum meninggalkan Mira.
Mira hanya mengangguk mengiyakan.
"Ronald,,,,, terima kasih." Ucapnya sebelum dirinya melangkah masuk ke kantornya.
Ronald menoleh.
Setitik airmata terlihat menetes disudut matanya namun segera diusapnya. Mira yang melihatnya pun memutuskan segera masuk dan meninggalkannya. Hatinya mendadak sakit. Mira merasa separuh jiwanya telah pergi.
Waktu kebersamaan bersama mereka yang tidak singkat mampu melukis kenangan kenangan indah di benak Mira.
"Kenapa aku jadi melow begini sih?" Seru Mira berusaha menyadarkan dirinya sendiri.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih 💞
__ADS_1