
Happy reading ya ๐ค
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
๐บAlur Masa Lalu๐บ
รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท
Zamira menyeka keringat yang menetes di dahinya. Dirinya dengan cepat berusaha mengerjakan dan menyelesaikan semua tugasnya hari ini. Diselesaikannya tugas mengepel lantainya segera setelah menyadari bahwa dirinya juga harus membersihkan kamar mandi.
"Mira,,,, bantu kakak potong bawang ya,,," Terdengar suara kakak sepupunya yang tengah sibuk memasak di dapur.
"Iya kak,,,, Sebentar lagi ya." Sahut Mira yang belum selesai mengepel.
"Mira dimana kue kuenya?"
"Mira menunya apa saja?"
"Mira bajunya yang warna apa?"
Mira,,,, Mira,,,,, Mira dan Mira.
Pagi itu nama Mira terus disebut dan dipanggil oleh keluarga yang berkumpul di rumahnya. Mereka datang membantu bu Gina dan Mira menyiapkan pernikahannya.
Lucunya walau Mira adalah calon pengantin tapi sejam sebelum kedatangan keluarga Yudha,,,, Mira masih sibuk mengerjakan pekerjaan rumah.
"Mira mandi dulu,,,, Setengah jam lagi mereka sampai nak" Seru bu Gina mengingatkan.
"Iya bu,,," Mira segera menyambar handuknya dan cepat cepat mandi.
Tak sampai sepuluh menit,,,, Mira berlari ke kamarnya dan mulai mempersiapkan dirinya menjadi pengantin.
Sebuah gaun putih polos berhiaskan payet payet berwarna silver jadi pilihannya saat dirinya dan Yudha membeli busana untuk hari pernikahan mereka. Mira juga memilih kerudung putih polos ditambah dengan kerudung panjang berwarna abu abu tua yang kontras dengan payet payet gaunnya.
Mira memoles wajah ayunya dengan sentuhan tangannya sendiri. Make up natural menjadi pilihannya hari itu.
Rombongan keluarga Yudha tiba tepat saat Mira sudah selesai dengan make up nya. Beberapa orang tampak berdiri di halaman menerima berbagai kotak hantaran yang dibawa keluarga Yudha untuk Mira.
Zamira pun turut menyambut mereka,,,,
Mata Yudha terpana saat melihatnya dari kejauhan. Yudha terpana melihat betapa cantiknya calon istrinya itu dengan gaun pengantinnya. Sangat jauh lebih cantik dibanding saat Mira masih suka mengenakan busana minim.
Bidadari Yudha itu kini kian memancarkan aura kecantikannya dari dalam dengan tubuh terbalut kain hampir di seluruh bagian.
__ADS_1
Mata Mira menangkap sosok Yudha yang saat itu tengah mengenakan setelan serba putih yang juga mereka pilih bersama saat berbelanja semua keperluan pernikahan.
Sebuah kemeja koko berwarna putih dan dengan detail bordiran berwarna hitam di sepanjang bagian depannya dipadukan dengan celana linen warna putih dan kopiah putih membuat tampilan Yudha terasa semakin religius.
Mata keduanya beradu saat Yudha semakin mendekati Mira.
"Ini mau ditaruh dimana Mira?" Tanya Yudha sedikit canggung dan tergagap karena masih terpesona akan cantiknya dirinya.
Yudha menyerakan sebuah tas yang berisi beberapa helai baju yang akan dibutuhkannya selama dia tinggal dirumah Mira untuk beberapa hari setelah pernikahan mereka.
"Berikan saja pada Mira abi,,, Biar Mira yang membawanya masuk." kata Mira lembut.
Yudha serahkan tas itu padanya dengan perasaan berdebar debar.
Beginikah rasanya dilayani istri,,,???
Seingat Yudha,,,,
dirinya tak pernah menemukan momen dimana dulu Sofia melayaninya. Bukan bermaksud membandingkan atau menjelekkan Sofia namun apa yang dilakukan oleh Mira tadi sangat menyentuh hatinya.
Yudha tak menyangkal telah banyak wanita wanita yang melayaninya baik di ranjang atau pun di hari hari biasa,,,, namun tak ada yang sedalam ini menyentuh hatinya.
"Ayo kita berangkat Mira,,,," kata Yudha saat semua sudah siap untuk mengantar mereka ke KUA.
Yudha membukakan pintu mobil. Sepanjang perjalanan keringatnya tak berhenti bercucuran. Bukan karena panas tapi Yudha merasa grogi menghadapi pernikahannya kali ini.
Yudha sendiri heran kenapa bisa dirinya setegang itu padahal ini bukan pertama kalinya baginya menikah. Seharusnya Yudha lebih bisa tenang. namun nyatanya tangannya pun basah oleh keringat.
Zamira mengulurkan beberapa lembar tisu padanya untuk menyeka keringatnya. Mira sepertinya melihat betapa tegangnya Yudha saat itu. Semakin mendekati tujuan,,, Yudha semakin tegang.
"Mira abi ke kamar mandi dulu ya,,,," Pamit Yudha begitu mereka sampai.
Zamira mengangguk mengiyakan. Yudha langsung saja berlari mencari kamar mandi dan tak menghiraukan walau beberapa saudara sepupunya menggodanya.
"Wah pengantinnya tegang nih,,,,,"
Yudha tidak peduli karena memang itu benar. Bahkan tak cukup sekali dua kali saja dirinya ke kamar mandi. Untungnya mereka masih harus menunggu giliran penghulu menikahkan pasangan yang terlebih dulu datang.
"Abi tidak apa apa???" Tanya Mira yang sekian kalinya memberikan helaian tisu untuk Yudha.
Mira tampak mencemaskannya yang sedari tadi bolak balik ke kamar mandi.
"Tidak apa apa Mira,,,, Abi hanya tegang." Sahut Yudha pelan setengah berbisik padanya.
__ADS_1
Mira menahan senyum mendengarnya. Sikapnya itu membuat Yudha makin tak sabar segera menghalalkannya. Hingga akhirnya giliran mereka pun tiba.
Mereka dipersilahkan masuk dan duduk di depan penghulu. Penghulu pun menjelaskan dan mengajarkan tata cara pernikahan pada mereka terlebih dulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya Zamira Amadea binti bapak Djuhari dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!!!!"
Dengan satu napas dan lantang Yudha berhasil menyebutkanbacaan akad nikah tanpa ada kesalahan.
"Saaaahhh!!!" Sahut para saksi.
Alhamdulillah ya Rabb,,,
Akhirnya Yudha benar benar mendapatkan restu dari Rabbnya untuk menghalalkan bidadari surganya. Mira mencium punggung tangan Yudha dan membuat darah Yudha berdesir.
Yudha pun mencium lembut keningnya seiring dengan suara riuh tepuk tangan bahagia kedua keluarga yang turut menyaksikan.
Digenggamnya jemari Mira dengan erat. Yudha membawa dirinya keluar dari sana dengan status halal sebagai istri sah. Meski Mira adalah istri keduanya namun entah mengapa baru kali ini Yudha merasa menikah untuk pertama kalinya.
Dunianya terasa berbeda saat bersama Zamira.
Mereka pun pulang ke rumah Mira untuk mengadakan resepsi dan syukuran kecil kecilan atas pernikahannya. Hanya kecil kecilan sesuai permintaan Mira yang tak ingin terlalu mewah.
Hari Jumat itu terasa benar benar merupakan berkah bagi Yudha. Menghalalkan Mira lalu menunaikan ibadah sholat jumat di masjid dekat rumah dan pulang disambut senyum manis istri di pintu begitu membuat hidup Yudha terasa penuh berkah.
"Assalamualaikum bidadari abi,,,"
Mira mencium punggung tangan Yudha sebagai bukti hormat dan telapak tangannya sebagai rasa terima kasihnya pada Yudha yang kelak akan mencarikan nafkah baginya dengan tangan itu.
Sekali lagi Mira membuat Yudha merasa sangat dihargai.
Siang itu tanpa menunggu malam tiba,,, Yudha melakukan tugasnya sabagai suami yang memberikan nafkah batin pada istrinya untuk pertama kalinya. Untaian doa telah mereka baca berdua sesaat sebelum melakukan tugasnya sebagai suami istri.
Mereka berdua sama sama memohon agar tuhan menjauhkan mereka dari gangguan setan dan menjauhkan setan dari rezeki berupa bayi yang akan dianugerahkanNYA pada mereka.
"Kita sudah halal Mira,,,, Abi bahagia sekali." Ucap Yudha.
Mira tak menjawab namun menangis. Dirinya bersedih menyadari bahwa manisnya cinta mereka ini akan segera terhenti seminggu lagi dan harus ditahan setahun lagi karena Yudha harus meninggalkannya untuk sementara.
"Sabar ya Mira,,,, Demi masa depan kita dan calon bayi kita nantinya." Ucap Yudha sembari mengelus perut Mira.
\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen ya
__ADS_1
Terima kasih ๐