BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Part 53


__ADS_3

Selamat membaca ๐ŸŒป


Maaf banyak typo ๐Ÿ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


๐ŸŒป๐ŸŒน


"Mira,,, Aku tidak terima diperlakukan seperti ini. Semua gara gara kamu!!!" Vera menggebrak meja di toilet wanita.


"Kamu sudah begitu membuatku malu di depan semua orang. Kamu membuat Yudha menceraikanku. Semua bencana ini datangnya dari kamu Miraaaa!!!!" teriak Vera.


Tepat saat Vera berteriak,,, Naina hendak ke toilet juga.


"Maaf,,, Apa saya mengganggu??" tanyanya sopan karena tak menyangka ada seseorang yang tampaknya sedang butuh waktu sendiri.


"Masuk saja." ketus Vera yang belum menyadari siapa yang datang.


"Terima kasih,,," jawab Naina sopan dan langsung masuk ke salah satu kamar kecil yang ada.


Vera masih gusar dan kesal dengan kejadian yang menimpanya tadi. Dirinya baru sadar siapa yang masuk ke kamar kecil itu tadi.


"Bukankah itu tadi Naina?? Istri Reno,,,Bukankah ini waktu yang baik buatku menceritakan semuanya padanya agar aku tidak jadi satu satunya wanita yang harus menanggung malu dan sakit hati di pesta ini??" pikirnya.


"Aku memang mungkin kalah cantik darinya,,,Tapi aku tidak kalah memuaskan bagi Reno.Buktinya dirinya selalu kembali dan kembali padaku bukan?? Reno juga bahagia denganku karena aku bisa memberinya putra. Tidak seperti Naina yang mandul." batinnya lagi.


Vera memandang cermin dan mulai merapikan dirinya sebelum Naina keluar. Dirinya benar benar yakin akan mengatakan semuanya pada Naina.


Klek,,,


Pintu kamar kecil dibuka Naina. Naina keluar dan mengangguk sopan lewat pantulan cermin saat menyadari dirinya diperhatikan lewat cermin itu. Naina terus melangkah hendak ke pintu keluar.


"Tunggu Naina,,," panggil Vera tanpa embel embel "bu" lagi meski Naina adalah istri atasannya.


"Iya,, Apa kita kenal sebelumnya??" Naina menoleh dan mengingat ingat siapa wanita yang memanggilnya itu.


Naina memang tidak tau ada keributan tadinya yang melibatkan Vera karena dirinya hanya menunggu di tempat VIP saat Reno menghampiri kerumunan orang orang tadi. Naina juga sempat disibukkan dengan telpon dari asistennya yang membahas adanya masalah dengan bisnis mereka.

__ADS_1


Karena itulah Naina tak terlalu memperhatikan dan mengikuti kejadian apa yang terjadi di lobi tadi.


"Oh,, kamu yang ketemu di parkiran tadi bukan?? Maaf aku lupa,,, Siapa tadi namamu??" tanya Naina.


"Vera,,, Karyawan Reno di kantor Kawai Enterprise sekaligus asisten pribadi urusan ranjangnya jika di luar kantor." Vera begitu gamblang tanpa malu mengakui siapa dirinya.


Naina terkejut sejenak namun kemudian bisa menguasai dirinya dan tersenyum.


"Maaf saya tidak paham. Bisa kamu jelaskan lagi??" tanyanya.


Vera mencibir dan tersenyum mengejek.


"Aku tau kamu itu wanita berpendidikan tinggi jadi tidak mungkin kamu tidak paham dengan apa yang ku katakan barusan." ejek Vera.


"Vera,,, Kalau kamu mengatakan hal itu hanya untuk mencari uang,,, aku bisa memberimu uang cuma cuma tanpa kamu perlu mengancam reputasi dan nama baikku sebagai istri Reno terancam dengan perselingkuhan kalian. Lagipula,, Aku sudah terbiasa menghadapi wanita wanita murahan yang mengaku ngaku sebagai selingkuhan Reno. Jadi kamu bukan yang pertama dan satu satunya." sahut Naina tenang.


Vera terkejut dan pipinya memerah saat Naina mengatakan dirinya bukan satu satunya wanita selingkuhan Reno.


"Kenapa diam Ver?? Apa Reno belum mengakui kebiasaannya memainkan wanita?? Atau mungkin Reno menjanjikan akan menikahimu?? Apa mungkin Reno memintamu melahirkan seorang anak untuknya juga??" tanya Naina masih dengan wajah tenangnya.


"Kenapa kamu begitu tenang menanyakan semua itu???" tanya Vera heran.


"Kan aku sudah bilang,,, Kamu bukan yang pertama dan satu satunya." tegas Naina.


Vera diam dan bingung mau bicara apa lagi.


"Begini saja,,, Berapa yang kamu butuhkan?? Aku akan berikan cek untukmu dan kamu bisa cairkan lalu pergi dari kehidupan kami selamanya karena kalau tidak,, begitu uang ini kamu terima,,, aku tidak akan diam saja. Aku anggap semua lunas dan aku bebas berbuat apa saja padamu. Reno pun tak akan menghentikanku." ucap Naina tegas sambil mengambil selembar cek dan pulpen dari tasnya.


"Ayo katakan berapa maumu,,,??" tantangnya lagi.


"Aku tidak minta uangmu,,, Aku minta Reno suamimu karena Reno telah berjanji menikahiku. Karena Reno bahagia denganku yang sudah memberinya anak. Tidak sepertimu,,,Yang tidak bisa memberinya anak." ketus Vera.


"Baik,,, Jadi kamu menolak uangku dan lebih meminta Reno." Ujar Naina masih dengan wajah tenangnya.


Dimasukkannya kembali pulpen dan cek itu ke dalam tas pestanya.


"Kalau begitu ayo kita temui Reno dan tanyakan sendiri padanya apa dia bersedia meninggalkanku dan memilihmu." ajak Naina datar tanpa menunjukkan sedikit pun rasa ragu.

__ADS_1


Hal itu membuat Vera ragu. Vera benar benar masih terkejut dengan sikap Naina yang di luar dugaannya. Naina yang dilihatnya sangat polos dan lemah lembut rupanya wanita yang begitu berani menerima kenyataan.


Dibalik keanggunan sikapnya rupanya Naina menyembunyikan sebuah sikap dominan dan menggampangkan semua masalah dengan uangnya.


Untuk wanita yang tak bisa memberi keturunan pada Reno,,, Naina lumayan berani menantang Vera. Dan pertimbangan inilah yang membuat Vera berani mengiyakan ajakan Naina untuk bersama sama menemui Reno.


Vera sudah tidak peduli jika dirinya akan kembali menjadi pusat perhatian lagi di pesta itu. Bahkan dia juga susah masa bodoh apakah Yudha masih ada di sana atau sudah pulang.


"Kepalang tanggung. Sudah dipermalukan sekali,,, Sekalian saja mempermalukan diri." batinnya.


Dirinya pun melangkah mengekor langkah kaki Naina yang kembali bersikap anggun dan elegan begitu keluar dari toilet itu. Hal itu membuat Vera makin muak.


"Dasar wanita penuh tipu daya. Sok anggun." batinnya.


"Honey,,," panggil Naina pada Reno yang kelihatan mencari cari seseorang kesana kemari dan clingukan.


"Hei honey,,, Dari mana sih?? aku cari cari dari tadi." ucapnya menunjukkan kelegaan telah menemukan yang dicarinya.


"Maaf membuatmu cemas. Aku tadi ke toilet dan bertemu wanita yang menahanku di sana." ucapnya.


'Siapa yang berani mengusikmu?? Katakan padaku,,, Apa mereka tidak tau kamu itu istriku. Di sini kan hanya kumpulan staff saja. Berani sekali menahanmu,,,!!! Siapa dia?? Yang mana honey?? Biar aku tegur dia." ketus Reno kesal.


"She's here." Naina menunjuk Vera yang berdiri agak jauh darinya dan Reno tak melihatnya.


"Astaga,,," batin Reno.


Naina menarik tangan Reno dan membawanya mendekati Vera.


"Honey,,, Vera menolak uang yang kutawarkan padanya dan lebih memilih memintamu daripada uangku. Aku sudah katakan padanya bahwa dia bukan yang pertama dan satu satunya. So,,, Aku mau kamu sendiri yang menyelesaikan ini dan jelaskan padanya. And tell me,,, Kamu mau ikut dia or stay with me,,,!!!" tegas Naina.


Lagi lagi pandangan mata para tamu undangan tertuju pada Vera. Tak ketinggalan juga Yudha yang terpancing untuk mendekati dan mencari tau ada kehebohan apa lagi di pesta itu.


"Kamu apa apaan sih Ver?? Seharusnya kamu terima saja uang itu dan pergi dariku.Bawa baby Reno juga bersama uang itu. Itu tidak akan membuatmu miskin. Naina pasti memberikan lebih dari jumlah yang kamu minta."Reno dengan enteng menyalahkan sikap Vera.


"Ren,,, Kamu janji nikahi aku!!!" teriak Vera.


"Aku biasa ingkar janji." sahut Reno datar.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya yaa ๐ŸŒนโค๏ธ


__ADS_2