BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Part 73


__ADS_3

Selamat membaca 💐


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


💐💐


Mira dan Dave meninggalkan rumah sakit jiwa tempat Yudha dirawat dengan penuh rasa lega dan bahagia. Sikap Yudha yang terlihat baik dan sudah bisa menerima semuanya membuat keduanya lebih tenang menjalani hari hari.


Yudha sendiri masih dirawat beberapa lama lagi sampai dokter memastikan kondisi kejiwaannya stabil. Dokter masih harus melakukan observasi pada Yudha yang belum begitu stabil kondisi psikisnya.


Yudha benar benar mengikuti semua terapi dari dokter. Dia ingin kembali sembuh dan hidup normal lagi. Bidadarinya sudah bahagia bersama orang yang tepat dan Yudha kini bisa menerima semua itu.


"Abi tenang Mira,,, Akan abi simpan cinta ini dalam lubuk hati abi. Berbahagialah sayang,,,"


Setiap hari kalimat itu selalu diucapkannya pada dirinya sendiri. Dia tak ingin lagi mengusik Mira dan kebahagiaannya. Yudha merasa sudah cukup membuat Mira menderita.


Besar keinginannya bisa menghadiri resepsi pernikahan Mira saat Dave secara pribadi mengundangnya namun berbagai terapi dari dokter menghalanginya untuk bisa hadir.


"Tidak apa apa. Yang jelas kamu cepat pulih saja kami sudah sangat senang." ucap Dave saat kembali mengunjungi Yudha bersama Mira.


Sejak saat itu mereka tak pernah lagi mengunjungi Yudha karena mereka sibuk. Mira dan Dave harus mulai mempersiapkan diri untuk acara resepsi pernikahan yang digelar di negara ini sebelum keberangkatan mereka ke Jepang. Bagaimana pun mereka tak ingin mengecewakan orang tuanya yang sudah mengatur segala sesuatunya.


Jika Mira dan Dave sibuk dengan persiapan resepsinya maka berbeda dengan Reno yang sibuk mencari tau kebenaran akan anak Vera.


"Bos,,, Anak itu sudah tidak ada di keluarga Vera. Katanya ada seorang wanita kaya yang mengadopsi bayi itu." ucap orang yang disuruh Reno.


"Siapa??" tanya Reno.


"Mereka tak mau beritahu namanya. Tapi tadi aku lihat mobil bos Naina mengunjungi rumah keluarga Vera sambil menggendong bayi." kata orang itu.


"Hah?? Naina gendong bayi?? Bayi siapa?? Dan ngapain Naina ke rumah keluarga Vera??" banyak pwrtanyaan muncul dalam benak Reno.

__ADS_1


"Jangan jangan,,,,Naina mengadopsi anak itu. Tapi kenapa?? Bukannya dia menolak kehadiran anak itu??" batin Reno tak mengerti.


"Ah entahlah,,, Sebaiknya aku datang sendiri pada keluarga Vera dan meminta agar mereka setuju jika aku ingin melakukan tes DNA." gumam Reno kemudian.


Reno pun bergegas mendatangi rumah keluarga Vera.


" Saya Reno. Mungkin kalian sudah tidak asing dengan nama saya dan cerita tentang saya. Saya minta maaf kalau saya datang sangat terlambat. Sebelumnya juga saya ingin mengucapkan rasa belasungkawa saya atas meninggalnya Vera. Saya mohon maaf atas apa yang sudah saya lakukan pada keluarga ini."Reno dengan gentle mengatakannya.


Pihak keluarga Vera yang tak menduga Reno akan datang pun tetap bersikap baik dan menerima maksud baik Reno.


Namun saat mereka mendengar keinginan Reno untuk melakukan tes DNA pada baby Reno,,, Salah satu kaka Vera masuk dan mengambilkan sebuah map besar berisikan hasil tes DNA.


Reno mengambilnya dan mulai membaca. Alisnya mengkerut saat membaca dengan jelas bahwa bayi itu memiliki kemiripan DNA dengannya.


"Siapa yang melakukan tes ini?? Bagaimana bisa mendapat sample dari saya padahal tidak pernah ada yang memintanya pada saya." tanya Reno.


"Nona Naina mantan istrimu yang melakukannya. Dia bilang dia masih punya sample rambut dari sisir yang dulu kamu pakai. Lalu saat dia tau hasilnya bahwa baby Reno ini adalah anakmu,,,Maka dia meminta ijin kami baik baik untuk mengadopsi anak ini karena dia merasa bersalah pernah menolak kehadiran bayi ini. Begitu yang dikatakannya." ucap kakaknya Vera.


"Naina,,,Apa maksudmu melakukan semua ini??" Reno pusing.


"Apa nyonya ada??" tanyanya pada penjaga pintu.


"Ada tuan. Silahkan masuk." jawab penjaga.


"Kamu tidak ingin minta ijin dulu pada nyonya sebelum mengijinkanku masuk??" tanya Reno takut penjaga itu kena marah.


"Justru nyonya pernah berpesan kapan pun tuan Reno datang ke rumah ini,,, saya tidak boleh melarang tuan untuk masuk." jawaban penjaga itu lagi lagi membuat Reno pusing dengan sikap Naina.


"Dia yang mengusirku,, tapi dia juga yang tak melarangku datang kembali ke rumah ini. Isi mengadopsi anak hasil hubungan gelapku lagi. Naina,,, Apa tujuanmu??" batin Reno sambil berjalan di halaman luas rumah itu.


Lamunannya buyar saat mendengar suara Naina yang bicara sendiri. Reno menghentikan langkahnya lalu melihat Naina sedang apa.


Tampak Naina tengah menggendong bayi yang sudah bisa Reno pastikan itu adalah baby Reno. Naina memperlakukan bayi itu dengan penuh kasih sayang. Reno terharu melihatnya. Seketika cinta untuk Naina yang masih selalu tersimpan dalam hatinya muncul kembali dengan ingatan impian mereka berdua ketika punya anak nantinya.

__ADS_1


Dan kini Reno melihat sendiri Naina tengah menggendong anak yang meski bukan anaknya sendiri. Naina tampak bahagia.


"Heii,,,Lihat siapa yang datang. Itu daddy datang sayang." suara Naina menyadarkan lamunan Reno.


"Daddy?? Apa tidak salah Naina mengucapkan kata itu penuh dengan kebahagiaan??" Reno makin tak mengerti.


Naina terus mendekat lalu menyerahkan baby Reno pada Reno.


"Gantian gendongnya ya daddy. Mommy capek nih,,,"ucap Naina.


"Naina,,,,???" Reno bingung.


"Ada apa lagi?? Kamu sudah cukup lama pergi kan?? Masak gak kangen sama anak kita ini??" tanya Naina.


"Anak kita??" Reno linglung dibuatnya.


"Iya anak kita,,, Anakmu,,, yang artinya juga anakku. Maafkan aku yang waktu itu terlalu emosi sampai tak bisa mengingat bahwa aku bukan wanita sempurna yang kelak bisa memberimu keturunan. Jadi setelah ku pikir ulang,,, Tidak ada salahnya aku mengadopsi baby Reno yang jelas jelas anakmu." kata Naina.


"Aku ingin kita rujuk kembali Reno. Bahagia lagi bersama anak kita ini. Hanya ada aku, kamu dan baby Reno. Kamu mau??" tanya Naina pada Reno yang masih belum sadar sepenuhnya.


"Naina,,,Aku,,,Apa aku pantas kamu perlakukan sebaik ini setelah semua yang kuperbuat??" tanya Reno.


"Aku mencintaimu Reno,,, Dan akan selalu begitu terlepas dari semua kesalahan yang pernah kamu buat karena aku juga sadar semua itu juga tak lepas dari kondisiku yang tidak sempurna. Aku tak berhak menjadikan kekuranganku ini sebagai pembatas bagimu untuk bisa punya anak." jawab Naina.


"Tapi apa yang kulakukan adalah kesalahan. Aku berselingkuh sampai ada anak ini. Apa kamu yakin bisa memaafkan bagian itu??" tanya Reno.


Naina mengangguk penuh senyuman dan memeluk Reno dengan segenap rasa rindu yang membuncah di dadanya.


"Kembalilah jadi Reno yang dulu hanya mencintaiku." pintanya.


"Alhamdulillah ya tuhan. Terima kasih atas semua kejutan ini. Iya honey,,, Aku janji akan berubah dan menjadi suami dan ayah yang baik untuk kalian." janji Reno.


Sekali lagi senyum bahagia terlukis di wajah Naina.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 💐


__ADS_2