BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Bidadari Yang Disia Siakan


__ADS_3

Selamat membaca 🌺


"Selamat pagi Mira" sapa Dave pagi itu.


"Pagi pak Dave,," jawab Mira.


Meski sudah empat tahun mereka dekat namun tidak membuat keduanya lantas tidak profesional saat sedang berada di kantor.


Sudah seprofesional itu saja mereka masih banyak digunjingkan oleh beberapa staff kantor yang tidak suka dengan kehadiran Mira di kantor itu.


Mereka beranggapan bahwa wanita bercadar itu tidak pantas ada di kursi sekretaris pimpinan mereka. Wanita itu lebih pantas berada di pantry saja.


Meski tau ada banyak desas desus diantara para staffnya,,, Dave tidak lantas memecat mereka mesti tau siapa siapa saja yang telah berani membicarakan dirinya dan Mira di belakang.


Dave justru tetap mempertahankan orang orang itu agar mereka kelak tau dan menemukan kebenaran bahwa apa yang yang mereka pergunjingkan itu tidaklah benar. Dave ingin memberikan pelajaran moral kepada mereka bahwa tidak baik membicarakan sesuatu yang belum pasti.


"Ada apa Mira?? Matamu kelihatan sembab??" tanya Dave yang melihat mata yang biasanya bersinar itu hari ini tampak redup.


Mira menghela napas. Meski dirinya telah berusaha menyembunyikannya dengan menunduk saja,,, Dave masih saja bisa melihatnya.


Pria itu sungguh sangat detail dalam memperhatikan dirinya. Mira bukan tidak tau akan hal itu.


"Maaf pak,,, bukannya hal seperti ini tidak perlu dibahas saat ini??" tanya Mira mengingatkan Dave.


"You're right,,, maaf Mira. Aku selalu lupa waktu jika sudah melihatmu bersedih seperti ini." lirih Dave.


Hatinya selalu merasa sakit jika melihat bidadari itu bersedih hati. Namun dia juga tidak ingin membuat Mira lebih bersedih jika terus memaksanya menceritakan semuanya.


"Apa jadwalku hari ini Mira??" tanyanya kemudian.


"Bertemu dengan pimpinan PT Anugerah pak. Saya sudah siapkan semua berkas yang bapak perlukan." kata Mira mulai bersemangat lagi.


Dave yang tau betul bahwa Mira akan segera melupakan kesedihannya jika sudah membicarakan pekerjaan sengaja berpura pura lupa dan menanyakan hal itu meski dirinya ingat betul apa jadwalnya.


Dave pun senang melihat Mira sudah kembali bersemangat.


"Apa hari ini jadwalku hanya sendiri saja kesana Mira??" tanyanya lagi.


"Betul pak." jawab Mira.


"Ikutlah denganku hari ini karena aku rasa aku akan membutuhkanmu di sana." kata Dave.


"Baik pak,,," Mira menurut walau sebenarnya dia heran kenapa jika hanya menemui pimpinan perusahaan kecil begitu,,, Dave memintanya ikut.


Dave pun masuk ke ruangannya.


Seperti biasa selama empat tahun terakhir sejak kehadiran Mira di dalam hidupnya,,, dirinya akan mbuka layar cctv sebelum mengerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


Memandangi Mira dari cctv membuat dirinya bersemangat. Dari sana juga dia bisa melihat apakah Mira memang sedang baik baik saja atau menyembunyikan sesuatu darinya.


Dan pagi itu dia yakin Mira memang sedang ada masalah.


"Aku bahagia mencintaimu seperti ini Mira,,, Dengan segala perbedaan yang ada antara kita,,, dengan segala rahasia yang kau punya,,, aku tetap mencintaimu tanpa syarat." gumamnya sembari tersenyum mengelus layar cctv.


"Aku berharap agar aku selalu bisa menghadirkan senyum dibalik cadarmu itu." lirihnya lagi.


Dave awalnya merasa sangat penasaran dengan wajah di balik cadar itu,,, berkali kali dalam sehari dia akan memeriksa layar cctv dan berharap ada satu waktu dimana Mira akan melepas cadarnya.


Namun harapannya itu tidak pernah terkabul.


Hingga akhirnya rasa penasarannya itu berubah menjadi cinta tak bersyarat seiring dengan kesehariannya bersama Mira. Segala kebaikan dari Mira membuatnya jatuh cinta pada wanita itu.


Namun Dave juga tidak sebuta itu untuk menerima bahwa dalam kebaikan itu juga tentu terdapat kekurangan. Dave tau bahwa kesempurnaan itu hanya milik tuhan.


Setidaknya dia tahu bahwa semua agama mengajarkan hal yang sama tentang kesempurnaan.


Empat tahun bersama Mira,,, Dave belum pernah menyatakan perasaannya pada Mira. Mira bukan tidak tau atau pun pura pura tidak tau dengan perasaan Dave itu. Hanya saja Mira tidak siap,,,


Tanpa sepengetahuan Mira,,, Dave sudah banyak mencari tau tentang masa lalunya. Dave tau Mira sudah pernah menikah dua kali.


Pernikahannya kandas semua tanpa menghadirkan anak bagi Mira. Namun Dave juga tau bahwa Mira punya seorang anak yang bernama Andara.


Andara atau yang lebih sering dipanggil Dara merupakan gadis cantik berusia lima belas tahun itu sering mampir dan mengunjungi Mira ke kantor. Awalnya Dave mengira anak itu memanglah anak Mira dari pernikahan terdahulu.


🌺🌺🌺🌺


Saat itu Sofia datang ke kantor Mira di jam makan siang bersama Andara. Dave yang saat itu juga menemani Mira makan siang heran siapakah wanita yang datang bersama Andara itu.


"Bundaaaaa,,,,Dara kangen!!!" Andara langsung saja menghambur pada bundanya.


"Haiii anak bundaaa,,," Mira pun tak kalah senang menerima pelukan putrinya itu.


"Halo om Dave,,," sapa Dara.


"Halo sayang,,, apa kamu sudah makan??" tanya Dave.


"Sudah om ,, Dara tadi makan sama mama" sahut Dara dengan polosnya.


"Mama,,,???" batin Dave.


Dave yang cukup detail itu tau kapan harus mengutarakan keheranan atau menyimpannya dulu.


"Duduklah mbak Sofia,,," Mira mempersilahkan.


"Iya dek,,, terima kasih. Aku dan Dara tidak mengganggu kalian kan??" tanya wanita bernama Sofia yang memanggil Mira dengan sebutan dek atau adik.

__ADS_1


"Tidak mbak,,, kita juga sudah selesai makan kok. Ada apa mbak,,, tumben mbak ikut kesini??" tanya Mira.


"Ini si Dara maksa ingin ketemu bundanya hari ini,,, besok kan ulang tahunnya dek,,, dia takut bundanya lupa hahahaha,,," kata Sofia yang kemudian tertawa.


"Dara,,, mana mungkin bunda lupa ulang tahunmu sayang." kata Mira sembari mencubit hidung Dara.


Dara hanya tersenyum malu dicubit bundanya.


"Om Dave datang juga besok ya,,, sam Bunda." undang Dara pada Dave.


Dave tak langsung menjawab dan hanya menoleh pada Mira. Seberapa inginnya dirinya hadir namun dia tetap harus meminta izin Mira.


Mira mengangguk.


"Iya sayang,, besok om akan datang." kata Dave.


Esoknya saat mereka sudah menghadiri pesta ulang tahun Dara,,, Dave lebih heran lagi melihat Sofia yang tampak mesra dengan suaminya dan Mira merasa tidak terganggu sama sekali.


"Bukankah itu mantan suamimu Mira??" tanya Dave.


Mira hanya menggeleng dan tampak sudut matanya naik menunjukkan dirinya sedang tersenyum.


"Mas Riko bukan mantan suami Mira Dave,,, Dara itu anak mantan suamiku,,, dan Sofia adalah mama kandungnya." kata Mira.


"Aku tidak mengerti Mira,,," Dave heran.


Mira menghela napasnya.


"Aku menikah saat mantan suamiku telah bercerai dengan mbak Sofia. Mereka telah punya Dara waktu itu. Saat rumah tanggaku baik baik saja,,, aku menjalin silaturahmi dengan keluarga mbak Sofia hingga kini." jawabnya.


"Dara sudah menerimaku sebagai bundanya sedari dulu,,, hingga sekarang,,, dan sekali anak itu menjadikan aku bundanya,, bagaimana bisa aku menjadikannya mantan anakku meski aku telah bercerai dari suamiku???" tanya Mira.


"Anak itu tidak berhak mendapatkan kebencianku meski ayahnya telah banyak menyakitiku." lirihnya kemudian.


Dave bertepuk tangan dalam hatinya. Wanita ini sungguh merupakan bidadari yang telah disia siakan oleh mantan suaminya.


"Dia pasti menyesal telah melepaskan bidadari sepertimu Mira,,," kata Dave.


Mira hanya menunduk dan tersenyum kecut mengingat bahwa Yudha pun tak tau bahwa dirinya hingga kini masih begitu baik menjalin hubungan dengan Sofia.


Mira menganggap Sofia adalah kakaknya sendiri dan Sofia pun menganggapnya sebagai adik.


Yudha sendiri,,, kembali melepaskan tanggung jawabnya pada Dara setelah mereka bercerai.


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih πŸ’ž


__ADS_2