
Selamat membaca πΈ
Maaf banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΈπΈ
Dave perlahan membuka matanya saat sinar matahari mulai menerobos ke kamarnya.
"Ah sudah siang rupanya."gumamnya sambil menggapai gapai ranjang di sebelahnya yang kosong.
"Loh Mira,,, Kemana???" Dave panik menyadari istri cantiknya tak ada di ranjang itu.
Dave pun segera duduk dan coba mengumpulkan konsentrasinya dan mengingat ingat semuanya. Sejurus kemudian Dave pun menepuk jidatnya sendiri karena baru ingat bahwa Mira pamit ke dapur tadi setelah sholat subuh.
"Ternyata aku takut sekali kehilangan kamu sayang,,," batin Dave.
Dave kembali merebahkan tubuhnya yang terasa lelah dan ngilu.
"Hmm akibat rakus ya gini ini nih,,," gumamnya lagi sambil tersenyum mengingat manis dan panasnya percintaan mereka di ranjang kemarin sehari semalam.
Sambil berbaring Dave meraih ponselnya lalu mengaktifkan kembali ponsel yang semula berada di mode airplane. rentetan bunyi ringtones dari ponselnya pun terdengar beruntun menandakan banyaknya yang berusaha menghubunginya selama dia menonaktifkan ponselnya.
"Banyak sekali pesan dan telpon masuk. Apa mereka itu tidak bisa sehari saja tak menggangguku hmmm,," sungutnya sambil melihat satu persatu daftar panggilan dan pesan masuknya.
Masih dengan malas malasan Dave membalas satu persatu pesan yang masuk hingga dirinya pun membuka pesan dari pak Yohannes.
"Video apaan sih ini? Tumben orang itu mengirim video," gumamnya.
Mata Dave pun menyipit dan alisnya merapat saat membuka video itu. Dikucek kuceknya matanya berusaha menghilangkan kantuk yang masih terasa. Dave juga tak ingin salah lihat siapa yang ada dalam video itu. Video yang sangat jelas menunjukkam tingkah Yudha mengganggu tiap wanita yang berjalan di sana.
Suara rekaman video yang cukup jelas juga membuat Dave makin yakin bahwa pria itu adalah Yudha yang tengah mengira setiap wanita yang lewat di dekatnya adalah Mira.
"Tidak salah lagi,,,Ini memang Yudha. Kenapa dia jadi begini??? Masak karena pernikahanku dengan Mira?? Sebesar itukah cintanya pada Mira hingga dia tidak sanggup mengalahkan ambisinya mendapatkan Mira?? Hingga dia tak bisa berdamai dan menerima kenyataan." batin Dave bingung.
"Kasihan juga Yudha,,," batinnya lagi.
__ADS_1
Tanpa membalas pesan itu, Dave membuka pesan dari Reno yang ternyata juga video yang sama. Reno menjelaskan darimana dirinya dapat video itu. Jelas bahwa Reno hanya membantu pak Yohannes menyampaikan berita itu saja pada Dave.
Dave pun menelpon Reno.
"Hai Dave,,, lo sudah buka kan video yang gue kirim??" Reno langsung memastikan.
"Sudah dan gue mau lo lakuin sesuatu buat gue. Ini tentang Yudha." ucap Dave tegas.
"Katakan saja Dave,,, Gue senang masih lo anggap." ucap Reno bersemangat.
Reno memang rindu rasanya bisa kembali dekat dengan Dave,,,menjadi partner kerjanya,,dan rindu semua kehidupannya kembali normal.
"Gue mau lo cari tau tentang keluarga Yudha,,, Termasuk istrinya dulu itu. Gue mau lo cari tau dia di mana dan kenapa bisa Yudha jadi seperti itu. Gue tau lo punya banyak orang yang bisa melakukannya kan? Gue mau siang ini sudah gue terima laporan lo" kata Dave.
"Siap Dave,,," Reno yang sudah paham harus bagaimana langsung menyanggupi.
"Ok,,, Thank you bro."ucap Dave lalu menutup telponnya.
Dave segera bangkit dan mandi. Ada banyak hal yang harus dikerjakannya hari ini setelah libur seharinya. Selesai mandi Dave dikejutkan dengan Mira yang sudah berada dalam kamarnya dan menyiapkan pakaiannya.
"Kok gak panggil aku sayang?? Kan bisa aku siapkan handuk dan lain lainnya." tanya Mira.
"Kalau begitu ayo pakai bajumu dulu sayang." Mira melepaskan diri dan beranjak mengambil baju yang sudah disiapkannya.
Sebuah kaos dan celana pendek casual saja untuk kenyamanan Dave di rumah.
"Terima kasih sayang tapi boleh tidak kamu ambilkan aku baju kerjaku saja?? Aku harus ke kantor hari ini,,, menemui beberapa klien juga. Ada beberapa hal yang harus ku kerjakan hari ini." ucap Dave.
"Loh gak jadi libur lagi ya sayan? Kalau begitu aku siapkan dulu bajumu dan aku segera mandi juga." jawab Mira yang masih memposisikan dirinya adalah sekretaris Dave di kantor yang harus mendampingi kemana pun Dave pergi.
"Nyonya Dave,,, Anda diam di rumah saja yaaa,,, Anda ini sekarang sudah jadi istri tuan Dave Hananta. Mana bisa anda main mau ke kantor??Tugas anda hari ini adalah di rumah saja yaa,,, Nanti malam kita bicarakan lagi bagaimana baiknya. Apa anda tetap kerja di kantor atau dirumah saja dan menjadi ratu dalam istanaku ini." lagi lagi Dave memeluk manja istri cantiknya itu.
Dicubitnya juga dengan gemas hidung mancung itu. Pemiliknya pun hanya bisa nyengir lalu menjawab.
"Baiklah imamku,,, Aku menurut saja padamu." ucapnya dengan penuh senyum.
Dave mencium kening Mira lembut dan hendak mencium bibir tipis istrinya yang langsung mundur sedikit.
__ADS_1
"Katanya mau kerja hayoooo,,," ucap Mira mengingatkan.
"Oh iya ya hehehe,,, Nanti kalau diterusin bisa bablas gak bisa di rem dan batal deh kerjanya." Dave nyengir lucu.
"Itu tau,,," sahut Mira masih dengan senyumnya.
Mira pun segera menyiapkan baju kerja Dave dan sekalian membantunya memakainya. Dave hanya merentangkan kedua tangannya membiarkan bidadarinya itu melakukan semua untuknya.
"Sudah cakep." ucap Mira sambil mengeratkan tali dasi Dave.
"Kan setiap hari juga cakep,,, Kalau tidak mana mungkin kamu akan sabar sekali menantiku hehehe,,," goda Dave menyombongkan diri membuat wajah Mira pun merona.
"Iya deh iyaaa,,, Emang paling cakep pokoknya suamiku ini. Ingat selalu jaga diri, jaga hati, jaga mata saat tidak bersamaku ya sayang. Jaga iman juga jangan lupa,,," pesan Mira.
"Pasti sayang. Kamu juga harus begitu ya." jawab Dave.
Dave kembali memeluk dan menciumi Mira. Seakan tidak pernah puas dan bosan dirinya terus menyentuh Mira yang sudah begitu lama dicintainya ini. Begitu juga Mida yang kali ini membiarkan saja suaminya terus menciumi dirinya.
Setelah puas,,, Dave pun mengakhiri kegiatannya.
"Ayo kita turun sayang. Aku mau cicipi sarapan buatanmu. Kamu masak apa sayang??" tanya Dave lembut.
"Aku buatkan nasi goreng special buatmu sayang. Aku juga buat lebih untuk mommy dan ayah. Ada juga buat si mbak sama penjaga gerbang juga tukang kebun. Pokoknya semua kebagian." jawab Mira.
"Kamu masak untuk mereka juga sayang??" tanya Dave tak percaya.
"Iya sayang. Kenapa?? Apa ada yang salah??" tanya Mira .
"Sama sekali tidak salah,, Tapi aku rasa hanya kamu nyonya rumah yang mau memasakkan untuk asisten rumah tangganya." ucap Dave.
"Sayang,,, Kita tidak boleh sekalipun memandang derajat orang dari jenis pekerjaannya. Derajat seseorang hanya bisa dibedakan di depan Rabb kita berdasarkan tingkatan keimanan tiap tiap orang itu sendiri. Jadi bukan kita yang berhak menilai setinggi apa kemuliaan dan derajat seseorang." ucap Mira.
"Aku bangga sama kamu sayang. Aku sungguh beruntung menjadi suamimu. Tidak hanya cantik parasmu tapi juga hatimu tak kalah berkilauan." puji Dave.
Mira tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas pujian itu.
\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terima kasih atas vote, like dan komennya yaa β€οΈ