BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Serba Kebetulan


__ADS_3

Selamat membaca ๐ŸŒธ


Maaf banyak typo ๐Ÿ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Ternyata Yudha yang jadi rival Dave adalah rival gue juga. Yudha mantan suami Mira adalah Yudha suami Vera selingkuhan gue. Kok gue bisa lupa ya nama lakiknya Vera juga Yudha. Ini dunia sempit banget sih,,, Gue kasih tau Dave gak ya sebaiknya,,,Si Mira tau gak ya kalau Yudha sudah beristri dan baru punya anak??,,, Hmmm,,,," Reno berpikir keras.


๐ŸŒธKejadian sebelumnya,,,๐ŸŒธ


Reno ke kantor pak Yohannes siang itu dan sempat merasa tidak aneh dengan wajah pria yang diperkenalkan pak Yohannes sebagai orang yang akan mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan Kawai Enterprise.


Reno sempat mencuri curi pandang tiap ada kesempatan di sela pertemuan mereka tadi. Reno yakin betul wajah pria itu pernah dilihatnya di suatu tempat namun entah di mana.


"Siapa ya ini lakik? Kayaknya gak asing banget tuh muka,,," batin Reno.


"Jadi begitu pak Reno. Apa ada yang ingin bapak tanyakan,,,??" tanya Yudha yang telah selesai menjelaskan pembahasan meeting mereka.


"Lu siapa sih??" celetuk Reno saking penasarannya.


"Maaf pak,,," ucap Yudha yang tak begitu bisa mendengar dengan jelas.


"Eh maaf,,, Tidak ada,,, Tidak ada yang ingin saya tanyakan. Semua penjelasan anda sangat detail dan jelas. Baiklah karena tidak ada hal yang perlu dibahas lagi,,, kalau begitu kita tutup saja meeting kita hari ini." kata Reno cepat.


"Baik pak,,," jawab Yudha sopan.


Reno dengan cepat meninggalkan kantor pak Yohannes dan menuju ke rumah Vera begitu Vera bilang keadaan aman karena suaminya juga masih bekerja dan tidak akan pulang cepat.


Seperti biasa Reno menyelinap masuk ke rumah itu begitu yakin tidak ada yang melihat.


"Mana juniorku,, Papa kangen nih,,," kata Reno yang langsung menuju ke ranjang tidur Reno kecil.


Diambil dan digendongnya bayi yang tengah terlelap itu. Diciuminya bayi itu dengan penuh kasih sayang.


"Dia mirip banget sama aku ya Ver,,," kata Reno.


"Ya namanya aja anak kamu ya pasti mirip lah,," jawab Vera yang bergelayut manja di lengan Reno.


"Apa suamimu gak pernah curiga??" tanya Reno.

__ADS_1


"Curiga sih gak,,, Cuma pernah aja sih dia merasa kenapa anaknya tidak mirip dengannya. Aku jawab saja karena bayi itu masih berubah ubah wajahnya dan dia ok saja,,," jawab Vera.


"Dasar bodoh,,," sinis Reno.


"Ya gimana gak bodoh kalau sudah bertahun tahun diselingkuhi masih juga gak sadar,,, Sampai beranak pula." Vera menimpali.


Reno tertawa mendengarnya.


"Mau main gak hari ini sayang,,,??" tanya Vera dengan nada menggoda.


Reno menggeleng pelan dan tak menggubris Vera yang terus mulai menggerayanginya.


"Libur dulu lah,, Lagian aku gak lama kok. Aku harus kembali ke kantor sekarang. Sekarang aku gak cuma urus kantorku tapi juga kantor temanku yang dipercayakan kepadaku." kata Reno.


Vera yang kecewa menghentikan gerakan tangannya dan menariknya kasar dari tubuh Reno.


"Segitunya teman kamu percaya padamu,,, Apa kamu tidak bisa mencarikanku kerja di tempat temanmu itu biar aku bisa kerja dan gak stress sama bayi ini saja. Kamu bisa tempatkan aku di kantor temanmu itu saja. Kita bisa sering bertemu dan biar istrimu tidak mendengar desas desus tentang kita di kantormu sendiri. Kalau orang kantor temanmu kan pasti gak kenal istrimu." kata Vera.


Reno berpikir sejenak.


"Benar juga ya,,, Ide bagus itu. Coba besok aku tanyakan sama sekretarisku apa ada posisi kosong di kantor itu."kata Reno.


"Kalau itu tidak bisa Ver,,, Sekretaris ini bukan aku yang pilih tapi ini sekretaris temanku. Sekretaris kesayangan malah. Jadi aku tidak bisa main seenaknya geser posisinya." jelas Reno.


"Hnmm secantik apa sih wanita itu sampai bisa jadi kesayangan teman bos mu itu,,,??" sungut Vera.


"Yang jelas pasti cantikan kamu Ver tapi kamu tetap harus ngerti dong posisiku disitu cuma dititipi apa yang sudah ada dan berjalan. Aku gak berwenang untuk memecat atau mengganti posisi siapa pun. Kalau untuk masukin orang masih bisa lah,,," kata Reno.


"Ya sudah yang penting kamu harus segera beri aku pekerjaan ya,,Aku bosan di rumah terus." rengek Vera.


"Tapi aku heran sama kamu Ver,, Padahal suamimu baru naik jabatan dan gajinya juga naik tapi kamu malah tetap ingin kerja. Si kecil nanti sama siapa kalau kamu tinggal kerja??" tanya Reno.


"Kan aku kerja biar bisa lebih sering ketemu kamu. Kalau urusan si kecil nanti aku akan minta uang suamiku untuk membayar pengasuh bayi." kata Vera.


Reno mengangguk saja. Diletakkannya kembali Reno kecil ke ranjangnya.


"Papa kerja dulu ya juniorku,,"pamit Reno.


Reno lalu berjalan keluar dan melewati ruang dekat pintu samping. Matanya tiba tiba tertumbuk pada foto yang selama ini sering dilihatnya berada di sana.


Foto pernikahan Vera.

__ADS_1


Mata Reno terbelalak melihat wajah suami Vera yang kali ini dipandanginya dengan seksama. Reno benar benar terkejut melihat wajah itu. Wajah yang sama dengan wajah yang sempat membuatnya penasaran selama meeting tadi.


"Kamu kenapa sih kok terus lihatin foto itu?? Cemburu yaa,,,?? Ngaku hayooo,,," goda Vera yang heran melihat Reno yang tumben lama sekali memandang foto peenikahannya.


"Itu benar suami kamu Ver,,??" pertanyaan bodoh itu keluar dari bibir Reno.


"Iyalah,,, Kok gitu sih tanyanya?? Lagian ini bukan pertama kalinya kan kamu lihat foto itu. Foto itu sudah bertahun tahun lho tergantung di sana kok kamu baru kali ini tanya." Vera heran.


"Aku ketemu suamimu tadi,,," ucap Reno.


Vera tampak terkejut mendengarnya.


"Ketemu di mana??" tanyanya.


"Di kantor pak Yohannes. Dia yang mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan kantor temanku." kata Reno.


Vera membenarkan memang Yudha bekerja di kantor pak Yohannes. Namun Vera yakin suaminya itu tak akan pernah menaruh curiga pada Reno karena memang selama ini semuanya aman aman saja.


"Sudah jangan cemas. Yang penting tetap carikan aku posisi di kantor temanmu itu. Aku tidak akan bilang pada suamiku kalau aku kerja di sana." kata Vera yang mengira bahwa Reno itu kaget melihat foto Yudha karena mencemaskan hubungan mereka.


Padahal Reno kaget karena merasa semua serba kebetulan.


Dirinya,,,


Vera,,,


Yudha,,


Dave,,


dan Mira,,,


Reno tidak menyangka mereka akan terlibat dalam satu lingkaran permainan hati. Kebetulan semua saling bersangkut paut.


Reno pusing. Segera dia pamit dan mengiyakan permintaan Vera setelah sekian kalinya wanita itu mengingatkannya untuk memberinya pekerjaan. Reno keluar begitu situasi dipastikan aman.


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih ๐ŸŒธ

__ADS_1


__ADS_2