
Selamat membaca 💐
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌹🌹
Reno melangkah gontai memasuki halaman rumah Dave yang tampak sepi. Dave memang masih berada di rumah Mira. Dave masih sibuk membicarakan masa depannya bersama Mira.
"Kemana nih Dave,,, Sepi banget nih rumah. Apa gue telpon aja ya??" gumam Reno.
Dirogohnya saku celananya lalu Reno tepuk jidat sendiri karena baru ingat bahwa ponselnya tadi sudah berada di atas nakasnya. Karena Naina mengusirnya tanpa basa basi lagi,,, Reno pun lupa membawa ponselnya.
"Hmmm mana gak bawa ponsel lagi. Lagipula kalaupun mau dibawa palingan juga gak dikasih sama Naina. Kan ponsel itu Naina yang beliin gue,,," celotehnya sendiri.
Reno garuk kepala dan mendorong kopernya ke sudut dinding. Dirinya memutuskan untuk duduk menunggu saja di teras Dave. Sambil duduk dia pun mulai mengingat semuanya satu persatu.
"Gila,,, gue kok bisa bego banget sih dan kecolongan gini. Naina minta cerai,,, Dave juga pasti bakal marah besar nih nanti sama gue kalau dia tau gue malah yang bawa Vera ke kantor dan gue biarin dia berteman dengan Mira. Aduuuhh Renooooo,,, Lo mikir apaan sih waktu itu??? Bego!! Begooo!!!" Reno memukuli kepalanya sendiri.
Otak Reno lantas mengingat sosok Vera yang sudah dicampakkannya.
"Sedang apa tuh perempuan sekarang,,, Ah bodo amay dah dia mau ngapain aja. Salah sendiri sok sok'an menolak uang Naina. Coba kalau dia mau terima kan dia bisa pakai tuh uang buat lanjutin hidup sama tuh bayi. Gue juga gak perlu jadi gelandangan begini. Dasar Vera,,, Gak pakai otak!!!" Reno terus menggerutu.
Terus terusan bicara sendiri lama lama membuat dirinya lelah dan tertidur di kursi itu.
🌹🌹🌹
"Kalau begitu aku pulang dulu ya Mira. Jangan lupa segera bicarakan rencana pernikahan kita pada ibumu. Jangan khawatir urusan keluargaku,,, Mereka sama sekali tak akan jadi masalah." Dave berpamitan.
__ADS_1
"Iya Dave akan segera ku sampaikan pada ibu. Kamu hati hati di jalan ya. Jangan lupa berkabar sesampainya di rumah." pesan Mira.
"Iya Mira. Kamu juga jaga diri ya. Jaga hati,,,buatku." ujar Dave.
Mira tertawa kecil mendengarnya.
"Kok ketawa sih?? Ada yang lucu ya??" tanya Dave tak mengerti dan menunjukkan wajah lucu membuat Mira kembali tertawa.
"Apa sih yang lucu Mira,,, Kasih tau dong,,," Dave penasaran.
Mira menghentikan tawanya lalu mengatur napas.
"Pesanmu itu tadi,,, Jaga hati buatku. Setelah bertahun tahun aku menunggumu lalu akhirnya kita bisa mendapatkan jalan yang terbuka lebar begini,,, Apa menurutmu aku akan begitu bodoh dan mau dengan mudah menyerahkan hatiku pada yang lain Dave??" Mira menjelaskan.
"Hehehe,,, Iya juga ya,,," Dave menggaruk kepalanya dan nyengir kuda.
"Eh tapi kan siapa tau itu si Yudha masih gak mau nyerah. Dia nanti datang padamu dengan jurus seribu rayuan dan paksaannya padamu." Dave takut.
Dave tersenyum lalu memandang Mira lekat lekat.
"Sebesar itu cintamu padaku Mira??" tanyanya.
Mira mengangguk dengan mata penuh dengan sorot kebahagiaan dan cinta bagi Dave. Membuat Dave merasa sangat bahagia.
"Terima kasih Mira. Aku tak akan pernah menyianyiakan cinta yang sudah kamu bendung untukku." janji Dave.
Mira mengantar Dave hingga ke depan pagarnya. Lambaian tangan Mira juga turut mengantarkan mobil mewah itu menjauhi rumah saksi bisu menyatunya dua hati yang telah begitu lama saling bertahan dan menunggu untuk disatukan.
Mobil mewah Dave memasuki halaman rumahnya dan membuat Reno terbangun. Dari dalam mobil telah melihat Reno yang sudah tertidur di kursi terasnya. Reno memang sering datang ke rumah Dave dulunya dan dia punya akses membuka pintu pagarnya makanya Dave tidak heran melihatnya sudah di teras.
__ADS_1
Dave keluar dari mobilnya dan langsung membuka lintu rumahnya tanpa menegur atau pun menyuruh Reno masuk. Reno pun hanya menelan ludah melihat tingkah sahabatnya yang pastinya masih sangat kesal dengan ulahnya.
"Dave,,, Tunggu. Gue mau minta maaf sama lo. Gue gak becus jagain Mira." Reno memberanikan diri menyusul Dave masuk dan mulai bicara.
Tapi yang diajak bicara sama sekali tidak merespon dan hanya sibuk menuangkan air putih ke gelasnya lalu meneguk habis air itu. Dave selalu suka menjaga kesehatan dengan lebih banyak mengkonsumsi air putih.
"Ok,,, Gue akuin gue emang punya hubungan khusus sama Vera. Dia yang selama ini gue kecengin Dave. Dia yang selama ini buat gue sering telat kalau ketemu lo. Dan gue juga tau kalau Vera itu istrinya Yudha tapi gue malah biarin saja Vera kerja di kantor lo bahkan berteman sama Mira. Gue kira dengan mereka berteman malah tidak akan terjadi hal seperti ini. Ternyata gue salah dan gue minta maaf banget untuk itu." Reno gamblang mengakui kesalahannya.
Reno tau benar watak Dave. Dave paling tidak suka dibohongi jadi dia memilih untuk jujur saja dan pasrah dengan apa pun konsekuensinya.
"Dave,,, Please dong jangan diam saja. Ngomong dong Dave. Gue gak bisa lo cuekin gini,,," Reno mulai salah tingkah sendiri karena Dave tetap no comment.
Dave hanya menyodorkan ponselnya yang berisi pesan panjang dari Naina. Reno menerimanya dan membacanya.
"Jadi lo sudah duluan tau dari Naina. Pantas lo gak kaget atau respon apa pun saat gue cerita." lirih Reno.
"Lo mau apa sekarang??" tanya Dave.
"Gue,,, Gue,,," Reno tidak enak hati mau bicara dirinya butuh tempat untuk menginap.
"Gue tau lo butuh tempat kan setelah Naina usir lo. Tapi lo sudah baca kan pesan itu,,, Naina meminta gue untuk tidak membantu lo. Reno,,,Lo tau gue sama Naina itu saudara sepupu sekaligus teman baik gue. Lo buat gue pusing dan bingung harus bagaimana. Satu sisi gue emang nyalahin lo tapi Mira meminta gue untuk maafin lo dan tidak berlaku buruk pada lo. Sementara Naina,,, Gue juga gak mau kecewain sahabat gue yang udah lo sakitin." Dave menyesalkan semua perbuatan Reno.
"Gue tau Dave. Gue sudah salah besar. Tapi gue janji gue akan perbaiki diri gue dan berubah jadi lebih baik lagi." janji Reno.
"Lo gak usah janji sama gue. Lo janji sama diri lo sendiri dan lo buktiin bahwa lo bisa lakukan apa yang sudah lo janjikan." ucap Dave.
Reno mengangguk.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌹