BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
ENDING


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


"Kalian??" Dave heran melihat Reno datang bersama Naina.


"Iya ini kami,, bukan hantu. Jadi jangan kaget begitu ah,," sahut Naina santai.


"Nanti gue jelasin,, lo gak suruh kita masuk dulu nih??" tanya Reno.


"Masuk,,, Masuk dulu,,," ucap Dave yang lantas juga memanggil Mira.


Sempat terkejut dan bingung melihat mereka datang namun Dave juga tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya melihat mereka terlihat rukun dan saling mencintai seperti sebelumnya.


Ditambah dengan sesosok bayi mungil yang mereka bawa,,, menambah lengkapnya kebahagiaan pasangan itu. Mira yang melihatnya juga tak kalah senang dan dengan segera meminta agar dirinya di perbolehkan untuk menggendong bayi itu.


Reno pun mulai panjang lebar menceritakan awal mula kenapa dirinya bisa bersama Naina lagi dan juga bersama baby Reno.


"Kita senang dengarnya. Kalau begitu kan kalian bisa hadir bersama sama pas resepsi kita." kata Dave saat Reno dan Naina tiba tiba datang ke rumahnya membawa baby Reno juga.


"Iya Dave,,, Kita pasti datang. Bila perlu kita bantu bantu juga deh." kata Reno.


"Tidak perlu kalau itu. Semua sudah disiapkan kok."jawab Dave.


"Oh iya,,, Gue lupa pengantinnya siapa. Mr perfect ini mana mau kalau acaranya gak perfect dan disiapkan semuanya." Reno tertawa mengatakannya.


"Iya doooong. Apalagi ini menyangkut Mira juga. Tau sendiri kamu gimana kan kalau sudah menyangkut Mira,,," sungut Dave.


"Semua harus perfect dan terbaik buatmu Miraaaaa,,,," sahut Reno menoleh ke arah Mira yang tengah asyik memangku baby Reno di sebelah Naina.


"Apa sih pak Reno ini,,," Mira malu malu dijadikan bahan pembicaraan.


"Yahhh kok masih pak aja,,, Langsung Reno aja. Aku sahabat suamimu,,, bukan atasanmu lagi. By the way kamu sudah cocok lho gendong bayi. Segera nyusul ya biar baby Reno ada teman mainnya besok." ucap Reno.


"Inshaallah segera nyusul. Sudah ngebut terus gue buatnya hahahha,," sahut Dave.


"Sayaaaanggg,," Mira kembali malu karena Dave mengatakan urusan ranjangnya.

__ADS_1


"Tidak apa apa Mira,,, Santai saja dan kamu harus terbiasa dengan pembicaraan seperti ini kalau ada aku dan Dave." ucap Reno.


"Hmm terserah kalian saja sudah,,," jawab Mira lagi memainkan pipi baby Reno bersama Naina.


"Na,, Gue salut sama apa yang sudah lu buat. Lu adopsi bayi ini dan lo terima kembali Reno tak peduli seperti apa pun kelakuan buruknya dulu. Gue bangga punya saudara seperti lu Na,," ucap Dave pada Naina.


"Gue hanya mencoba berusaha jadi manusia yang lebih baik aja Dave. Tuhan saja bisa mengampuni dosa kita,,, kenapa aku tidak bisa bertindak begitu?? Apalah aku dibanding tuhan.. Iya kan??" kata Naina.


Dave mengacungkan jempolnya lalu menghampiri Mira dan ikut memainkan pipi baby Reno.


"Nanti punya kita pasti wajahnya mirip aku deh sayang,,," kata Dave.


"Kenapa harus mirip kamu coba??" Memangnya ada yang salah dengan wajahku??" tanya Mira.


"Hahahah jangan sensi gitu dong ahhhh nanti ilang loh cantiknya,,," Dave menggoda Mira.


"Gombaaaaalllll" Reno menyahut sambil membuat sikap seperti hendak muntah.


"Ganggu aja lu ah ada temannya lagi sunnah menggoda istri,,," sungut Dave.


Semuanya pun tertawa bersamaan. Kebahagiaan mereka terasa sangat berarti ketika dirasakan bersama sama seperti ini.


🌸🌸🌸


Pesta resepsi yang diselenggarakan malam itu juga makin terasa bahagia dengan kehadiran Reno dan Naina walaupun ada Yudha yang tak bisa hadir.


Ada banyak tamu yang hadir mengucapkan selamat pada Mira dan Dave serta pada orang tua mereka. Meski hanya diselenggarakan semalam saja namun itu sudah cukup berarti bagi mereka.


Di sela sela tak ada tamu yang menyalami ke pelaminan,,, Nyonya Azumi berdiri di sebelah Mira.


"jangan khawatir Mira,,, Mommy sudah siapkan yang lebih mewah dari ini di Jepang." ucap nyonya Azumi yang merasa semua ini masih belum seberapa mewahnya bagi Mira yang sudah membuat putranya begitu bahagia.


"Mommy,,, Ini saja sudah sangat mewah bagi Mira." sahut Mira.


Nyonya Azumi menggelengkan kepalanya pertanda tak setuju dengan ucapan Mira.


"Pokoknya mommy dan ayah akan berikan semua yang terbaik untuk kalian. Dan mommy minta kalian jangan pernah menolaknya." ucap nyonya Azumi.


Tanpa sepengetahuan Mira dan Dave,,, sebenarnya nyonya Azumi dan tuan Prasetya diam diam sudah menyiapkan sebuah rumah mewah lengkap dengan isiannya dan juga mobil mewah untuk mereka di Jepang.


Tak hanya itu,,, Rumah itu pun dilengkapi dengan asisten rumah tangga yang siap kapan saja membantu Mira mengerjakan pekerjaan rumah meski nyonya Azumi tau Mira pasti ingin melakukannya sendiri.

__ADS_1


Namun dengan pertimbangan menjaga kesehatan Mira dalam rangka persiapan kehamilannya kelak,, nyonya Azumi tetap menempatkan asisten rumah tangga di rumah baru itu.


"Iya mommy,,, Mira nurut saja. Mira mewakili Dave hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak atas semua kebaikan kalian,,, atas cinta kasih kalian pada kami." sahut Mira.


Nyonya Azumi tersenyum lalu memeluk Mira dengan penuh kelembutan.


"Justru mommy yang ingin berterima kasih padamu karena kamu sudah membawa banyak kebahagiaan untuk Dave,,,dan secara tidak langsung itu adalah kebahagiaan kami juga." ucap nyonya Azumi.


Keduanya pun kembali berpelukan. Tuan Prasetya menepuk bahu Dave dan tersenyum serta menunjuk ke arah istri dan menantunya yang begitu saling menyayangi. Dave pun pun menoleh lalu ikut tersenyum juga.


"Terima kasih mommy dan ayah sudah begitu menerima pilihan hati Dave." ucapnya.


"Asal itu demi kebahagiaanmu,,,maka kami akan melakukan apa pun itu."sahut tuan Prasetya.


Resepsi malam itu pun ditutup dengan kata sambutan dari pihak keluarga yang berpamitan akan segera kembali ke Jepang.


🌸🌸🌸


Keesokan harinya,,,


"Hati hati Mira,,, Doa ku bersamamu." ucap Yudha saat Dave dan Mira kembali mengunjunginya untuk berpamitan sebelum mereka berangkat ke Jepang.


"Kamu juga baik baik di sini ya. Aku doakan Semoga kamu segera dipertemukan dengan jodohmu. Aamiin,,," sahut Mira.


"Aamiin." Yudha tersenyum dan mengangguk.


"Jaga Mira ya Dave." pesannya saat Dave menjabat tangannya.


"Pasti,," jawab Dave singkat.


Mereka pun segera meninggalkan rumah sakit jiwa itu dengan penuh perasaan lega. Lega melihat kondisi Yudha yang sudah terlihat lebih stabil dan legawa.


Yudha berdiri di ambang pintu dan memandang kepergian keduanya dengan pandangan hampa. Hatinya kembali terasa nyeri. Yudha masuk dan menutup pintu kamarnya serta menguncinya.


Diambilnya pisau buah yang terletak di mejanya dan diletakkannya pisau itu di pergelangan tangannya.


"Maafkan abi Mira,,, Abi sudah berusaha sebisa mungkin untuk merelakanmu bersama Dave,, Abi sudah bisa menerimanya sayang,,, tapi abi masih tak sanggup memaafkan diri abi sendiri. Abi tak sanggup membunuh cinta dalam hati abi untuk Mira. Jadi biarkan abi bawa cinta ini sampai mati." lirihnya sambil berurai airmata.


Yudha melukai dirinya sendiri dan memilih mengakhiri hidupnya demi membawa cintanya untuk Mira sampai mati. Yudha ditemukan sudah meninggal dunia setelah beberapa jam kemudian petugas rumah sakit kesusahan membuka pintu kamarnya yang di kunci.


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya ❀️


__ADS_2