BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Rahasia BesarMU


__ADS_3

Selamat membaca ya πŸ€“


Semoga suka 🌺


Mohon maaf kalau ada banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌺🌺🌺


"Mira,,, kamu masih belum mau bercerita padaku kenapa hari ini matamu sembab??" tanya Dave begitu mereka telah membelah jalanan kota yang cukup terik hari itu.


"Maaf Dave,,, aku belum ingin membagi cerita hari ini denganmu. Sudah terlalu banyak cerita yang ku tumpahkan padamu." lirih Mira tertunduk.


Tangannya memainkan map yang dipegangnya. Dave hanya meliriknya. Betapa pun besar keinginannya untuk tau ada masalah apa,,, tapi Dave memilih untuk mencari tau sendiri dengan mengirim orang kepercayaannya.


"Baiklah,,, aku tidak akan memaksa. Tapi kamu harus ingat bahwa aku selalu ada untukmu." ucap Dave sembari tersenyum manis.


"Terima kasih Dave,,, kamu sudah terlalu baik padaku selama ini. Aku minta maaf,,, kalau aku banyak sekali merepotkanmu dengan semua masalahku selama ini. Maaf juga telah membuat banyak orang di kantor membicarakanmu" kata Mira.


"Hey,,, apa pun yang mereka katakan,,, itu tidak benar. Kamu sama sekali tidak pernah berlaku begitu padaku. Tidak perlu pedulikan mereka,,,, Aku juga tidak terpengaruh." jawab Dave.


"Mereka bebas mengutarakan isi hatinya Mira,,, dan jika kita merasa apa yang mereka utarakan itu adalah kesalahan,,, maka hanya ada dua opsi saja. Pertama mengacuhkannya hingga mereka lelah sendiri berbicara,,, kedua ya mendatangi dan menegur mereka lalu kamu akan bertengkar dan malah menambah masalah blablabla,,,, "


Dave panjang lebar menjelaskan.


"Yang jelas,,, aku memilih opsi pertama. Simple saja,," pungkasnya dengan mengangkat kedua bahunya tanpa melepas tangannya yang masih memegang kemudi.


Mira tersenyum. Dirinya merasa bersyukur karena Rabb nya telah mengirimkan malaikat berwujud manusia tampan nan baik hati dalam kehidupannya.


Meski malaikat itu kadang membuat Mira bimbang,,


Malaikat itu memang bisa membawakan beribu senyuman untuk dirinya,,, bahkan mampu menebar benih kasih sayang dan cinta dalam hatinya,,, Meski keduanya tak pernah mengungkapkannya.


Namun perbedaan di antara keduanya membuat Mira bimbang,,,


Yang diinginkannya sebagai seorang muslimah tentunya adalah imam yang seagama dan mampu menunjukkan jalan surga dengan jalan yang sama.


Dave memang bisa menjadi pemimpin yang baik untuk urusan dunia,, tapi untuk urusan akhirat tentunya dengan perbedaan yang ada menciptakan juga persepsi yang berbeda.

__ADS_1


"Ada apa Mira??" Dave membuyarkan lamunannya.


"Tidak ada Dave,,, aku hanya,,, entahlah,,, eehhmmm apa masih jauh kantor PT Anugerah??" Mira mengubah pembicaraan.


"Sepuluh menit lagi kita akan sampai" jawab Dave dengan senyum kembali mengulas di wajahnya.


"Aku harus segera tau apa yang sebenarnya terjadi padamu Mira,,, kamu membuatku cemas." batin Dave.


Selanjutnya Mira sibuk dengan menata ulang berkas berkasnya. Dia tidak ingin saat sudah di kantor itudirinya masih harus berbenah.


Mira memang sekretaris terbaik yang pernah Dave miliki. Pandai,,, sopan,,, baik hati,,, cantik. Cantik dalam persepsi Dave yang belum pernah sekali pun berhasil tau seperti apa wajah wanita pujaan hatinya itu.


Dave membelokkan mobilnya memasuki sebuah kantor dengan gedung yang tak terlalu besar dan tinggi. PT Anugerah memang bukanlah rekanan bisnis Dave yang wow,,, tapi Dave tak pernah merendahkan siapa pun rekanannya.


Selama bisnis berjalan lancar,,, besar atau kecil keuntungannya,,, Dave tetap akan menjalin kerjasama yang baik.


Seperti kata pepatah,,,


Sedikit demi sedikit akhirnya menjadi bukit,,


Ilmu seperti itulah yang selalu Dave pakai dalam berbisnis. Tidak menuntut terlalu besar dan banyak keuntungan. Yang penting tidak minus.


Dave memarkirkan mobil mewahnya dan kemudian membukakan pintu untuk Mira. Karena ini bukan kantornya dan Dave ingin memastikan keselamatan atay kehormatan Mira tidak diganggu,, kali ini dirinya tak membiarkan Mira berjalan lebih dulu.


Dan Mira yang sudah paham dengan kebiasaan sahabatnya ini pun langsung mengekor saja di belakang. Satpam di depan pintu lobby menyambut mereka.


"Selamat siang pak,,, ada yang bisa saya bantu??" tanyanya sopan.


"Saya Dave Hananta dari PT Kawai Enterprise ingin menemui pimpinan kalian. Kami sudah ada janji temu sebelumnya." jawab Dave dengan sangat berwibawa.


"Baik pak,,, selamat datang di kantor kami. Tapi mohon maaf pak Dave,,, nona ini??" satpam itu tak meneruskan perkataannya dan hanya memandang Mira naik turun.


"Siapa namamu?? Joni bukan,,,?? Wanita yang sedang anda pertanyakan ini bersama saya. Dia sekretaris saya jadi saya peringatkan sebaiknya anda bersikap sopan dan singkirkan pandangan mata mencibir itu jika masih ingin bekerja di kantor ini." ucap Dave setengah berbisik.


"Tidak apa apa pak Dave,,, Jangan mengancamnya." Mira berusaha menenangkannya.


Satpam yang baru menyadari kesalahannya itu langsung menunduk dan berkali kali minta maaf pada Dave.


"Minta maaf padanya,,, bukan pada saya!!" ketus Dave lagi.

__ADS_1


Dave yang baik biasanya memang akan sangat langsung kasar jika ada yang berani terang terangan di depan matanya merendahkan atau memandang Mira dengan pandangan yang tidak Dave sukai.


Jika hanya membicarakan di belakang saja,,, Dave masih bisa mengabaikannya.


"Mmm,,, maaf nona,,, maafkan saya. Saya masih ingin tetap bekerja di sini Nona,,, Mohon bantu saya." satpam itu mengiba.


"Iya pak saya tidak marah,,, dan bapak tidak perlu khawatir. Bapak tidak akan pernah dipecat karena hal ini." ucap Mira lembut.


"Terima kasih banyak nona,,, mari pak Dave,,, saya antarkan ke ruangan pimpinan kami." kata satpam itu kemudian.


"Tidak perlu,, kami bisa pergi sendiri. Lanjutkan saja tugasmu di sini." sahut Dave masih dengan nada kesal.


Satpam itu pun menurut saja karena tak mau membuat pemilik saham tertinggi di perusahaan ini makin marah dengan ulahnya.


Dave membuka lift dan mempersilahkan Mira masuk terlebih dulu.


"Dave,,, jangan berlaku seperti itu lagi,, tidak baik mengancam orang apalagi dengan ancaman pekerjaan seperti itu. Kita tidak pernah tau seberapa pentingnya pekerjaan itu untuk mereka. Lagipula kan tidak baik memutus rejeki seseorang Dave,,," kata Mira mengingatkan.


"Aku tau Mira,,, aku hanya ingin dia tidak meremehkanmu atau berpikir negatif kepadamu. Apalagi tatapan matanya itu,,, aku sangat tidak suka.!!" ketus Dave.


"Ya sudah,,, tenangkan hatimu,, buang emosimu. Sebentar lagi kamu harus bertemu dengan pimpinan perusahaan ini. Aku tidak mau kemarahanmu ini mengacaukan semuanya." ucap Mira.


"Iya Mira,,, terima kasih sudah mengingatkanku." sahut Dave lembut.


Mira tersenyum di balik cadarnya. Sungguh sebenarnya dalam hatinya dia merasa sangat tersanjung karena Dave begitu mengutamakan dirinya.


Dave berusaha keras menjaga nama baiknya. Dave terang terangan membelanya.


Sungguh malaikat itu sosok yang sempurna jika saja keduanya berjalan di jalan yang sama,,,


"Ya Rabb,,, hamba tidak tau apa yang sudah Engkau rencanakan untuk hamba,,, Hamba hanya bisa berdoa dan berserah diri padaMU. Jodoh adalah salah satu rahazia terbesarMU. Namun hamba yakin,,, Engkau pasti tak akan pernah salah memilihkan yang mana yang terbaik untuk hamba."


Mira membatin dalam hati saat tiba tiba bayangan Yudha berkelebat. Mira bimbang lagi,,


Dave yang berbeda keyakinan namun membuatnya bahagia atau Yudha dengan keyakinan yang sama namun membawa sejuta luka yang hingga kini masih membekas di hatinya,,,,


\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih πŸ’ž


__ADS_2