
Happy reading π
Maaf banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΊπΊ
"Telpon dari siapa Mira??" tanya Dave.
"Entahlah,, langsung dimatikan saja. Mungkin salah sambung." kata Mira yang tidak mempermasalahkan siapa yang menelponnya tapi tidak bersuara.
"Baiklah,,, siapkan segera berkas berkas yang ku perlukan ya. Aku harus ke kantor temanku. Pria itu selalu membuatku kesal dengan kebiasaan telatnya." kata Dave sebal.
"Mungkin sebaiknya pak Dave telpon dulu untuk memastikan apa beliau sudah ada di kantornya apa belum." kata Mira mengusulkan.
"Benar juga,, terima kasih Mira. Kamu boleh keluar." kata Dave mempersilahkan.
"Permisi pak Dave,,," Mira mengangguk sopan dan meninggalkan ruangan bosnya.
"Sebaiknya memang ku telpon saja dia,,," gumam Dave.
Drrttt,,, drrrtttt,,,,
Getaran ponsel diatas ranjang itu mengganggu dua insan yang tengah berlomba menguras keringat. Pemilik ponselnya pun segera menyudahi kegiatannya dan menyambar ponselnya begitu menyadari siapa yang menelponnya.
"Ha,, halo Dave,,,ada apa??"
"Ada apa kata lo?? Apa lo lupa kita ada jadwal meeting hari ini?? Di mana lo pagi pagi sudah ngos ngosan gitu,,,??!!" tanya Dave curiga.
"Gue jogging lah,,," sahut pria itu.
"Jogging sama bini orang,,,???" sinis Dave.
"Tau aja lo,, udah jangan bawel,, gue ke kantor setengah jam lagi." kata pria itu.
"Kenapa harus setengah jam lagi sih?? Lo pikir kejaan gue cuma ketemu lo aja??" Dave kesal.
"Tanggung Dave,,, udah di ujung nih. Lo sih ganggu!! Udah gue lanjut dulu,, see you later" pria itu langsung mematikan telpon dan melempar telpon itu.
Dilanjutkannya apa yang sudah dilakukannya tadi.
"Dasar mesum,,, heran gue,, apa gak cukup sih Naina buat dia?? Sampai sampai dia harus makan bini orang?? Seperti apa sih bini orang sampai bikin Reno sahabat gue mengabaikan gue,,," gerutu Dave.
Dave pun memilih menatap monitor cctv dan memperhatikan Mira daripada memikirkan Reno sahabatnya itu.
Melihat apa yang dilakukan Mira membuatnya jauh merasa lebih tenang dan teduh. segala pergerakan Mira membuat Dave makin mencintai wanita itu meski belum bisa mengalahkan cinta pada tuhannya.
πΊ
__ADS_1
"Harus pergi sekarang??" rajuk Vera.
"Iya Ver,,, Dave sudah menunggu. Kamu tau kan dia itu sumber uang perusahaanku. Aku tidak boleh mengabaikannya." kata Reno memakai kembali pakaiannya.
"Tapi aku masih mau lagi,,, sudah lama sekali kita tidak melakukannya sejak sepuluh hari lalu,,," rajuk Vera manja.
"Sabar,, masih banyak hari kan,, ini juga sudah untung kamu lahirannya secara cesar,, coba kalu kamu lahiran normal,,, mana bisa kita melakukannya secepat ini,, by the way,, meski belum pulih benar kamu tetap bisa memuaskanku. Thanks ya Ver,,," ucap Reno merayu.
Vera tersenyum puas karena disanjung Reno seperti itu. Vera pun membiarkan Reno pergi meninggalkannya setelah memastikan keadaan aman.
"Gue otw ke kantor,,, lo jalan juga lah,,," kata Reno yang menelpon Dave.
"Iya gue jalan,,," sahut Dave.
Dave pun keluar dan berpamitan pada Mira. Mira yang tidak perlu ikut hari itu hanya mengingatkan agar Dave hati hati.
"Aku akan usahakan bisa pulang sebelum jam makan siang. Aku tidak ingin melewatkan waktu makan siangku denganmu Mira." kata Dave sebelum pergi.
"Sebaiknya pak Dave fokus dulu dengan meeting bapak,, jika memang sudah benar benar selesai baru segeralah kembali,,, jangan jadikan jam makan siang alasan untuk pak Dave tidak fokus." pesan Mira.
Dave tersenyum mendengarnya.
"Aku senang mengetahui bahwa kamu juga menginginkan aku untuk segera kembali Mira,,, aku janji akan menyelesaikannya dengan cepat." kata Dave lagi.
Mira hanya mengangguk malu menyadari dirinya tadi mengingatkan Dave untuk segera kembali. Hatinya memang sangat tidak ingin melewatkab makan siang bersama Dave.
Dave pun tak ingin membuang waktu lagi dan ssgera menemui Reno. Ada hal penting yang hatus dibahasnya untuk proyek terbaru mereka.
Untung meski sedikit brengsek,,, Reno adalah partner kerja yang lumayan bisa diandalkan selain kekurangannnya masalah telat.
Reno tetap sahabat yang cerdas yang selalu punya ide brilian untuk kemajuan bisnis mereka. Pembahasan bisnis selalu bisa mereka selesaikan dengan cepat.
"Apa sih yang lo cari Ren,,, apa kurangnya Naina?? Dia istri yang baik,,," kata Dave.
Reno menghela napasnya.
"Baik saja tidak cukup Dave,,, lo tau kan Naina itu gak bisa punya anak. Kecelakaan itu persis seperti mami lo,,, Naina harus kehilangan rahimnya. Dan gue pengen punya anak. Vera bisa kasih gue anak Dave,,," kata Reno.
"What?? Maksud lo,, itu bini orang sudah lo buat hamil??" Dave kaget.
"Sudah lahir bahkan anak gue,, " kata Reno.
"Wah lo gila Ren,, tapi lo yakin itu bayi anak biologis lo?? Kan tuh bini orang. Gak mungkin dong dia gak begituan ma lakinya,,, Gimana lo yakin itu benar anak lo??" tanya Dave.
"Gue yakin itu anak gue,,, wajahnya gue banget,,, Vera juga selama ini selalu minum pil KB,, tapi pasa sama gue dia gak minum. Anyway gue selalu bisa sih untuk test DNA tapi gue rasa gak perlu lah,,," kata Reno yang yakin sekali bahwa bayi itu adalah bayinya.
"Trus Naina??" tanya Dave.
Reno angkat kedua bahunya pertanda tidak ounya jawaban. Dave kesal dibuatnya.
__ADS_1
"Terserah lo lah,, gue pusing. Mikirin cinta dan kisah gue sendiri aja gue belum dapat jalan,,," tukas Dave kemudian.
Reno mendadak tertawa mengingat nasib mereka berdua tidak ada yang benar benar mulus sesuai ekspektasi mereka sebelumnya.
Dulu mereka sempat membayangkan,,
Jatuh cinta pada seorang gadis,,,
Cantik,,
Single,,,
Seagama,,,
Sepemikiran,,,
Menikah,,,
Punya anak,,,
bahagia.
Hanya sesimpel itu namun nyatanya skenario yang tuhan berikan tidaklah seperti itu.
Keduanya malah terjebak cinta yang rumit.
Yang satu menikah dengan gadis tapi tak bisa punya anak dan terjebak ikatan perselingkuhan dengan istri orang,,,
Yang satu jatuh cinta pada janda beda agama.
Sungguh realita hidup begitu kejam terhadap keduanya.
"Gue balik dulu lah,,, gue gak bisa makan siang tanpa Mira,,," tukas Dave setelah mereka puas menertawakan realita hidup mereka.
"Iya,, balik dah sono,, dasar bucinnya Mira,,, Gue jadi penasaran seperti apa sih Mira itu,,," kata Reno.
"Ya udah,,, lo bawa aja Vera lo ketemuan ma Mira gue,, gue juga penasaran sama yang nama Vera itu,,," sahut Dave yang kesal dibilang bucin.
"Ide bagus tuh,,, kapan kapan kita double date aja kali ya,,, lagipula Vera sudah bisa agak bebas keluar rumah sekarang." Reno berbinar.
"Terserah lo aja,,, yang jelas jangan bikin janji tapi lo sendiri yang telat datang!!! Gue bosen nunggu lo,,,!!" ketus Dave.
Reno hanya terkekeh sembari membukakan pintu untuk sahabatnya itu.
\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih πΊ
__ADS_1