
Selamat membaca ya π
Maaf banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΊπΊπΊ
Tiingg,,,,
Dengan gerakan refleknya Vera membuka pesan masuk yang ada di ponsel Yudha yang memangbl sedang di pegangnya.
Vera adalah istri yang suka mengecek isi ponsel suaminya. Berbeda dengan Mira yang dulu hanya membuka karena memang menemukan keanehan saja. Itu pun malah memicu kemarahan Yudha yang jelas jelas ketahuan selingkuh.
"Semoga istri abi cepat sehat."
Mata Vera terbelalak membacanya. Berulang kali dibacanya pesan dari nomer yang tidak dinamai itu.
"Abi??? Siapa yang sudah memanggil mas Yudha dengan kata abi??" gumam Vera.
"Jadi diam diam mas Yudha juga bermain di belakangku,,, hmmm,,, besar juga nyalinya. Aku jadi penasaran siapa wanita ini?? Sok manis sekali mendoakan agar aku cepat sehat,,,, " gerutu Vera.
Dengan cepat Vera mencatat nomer itu dan disimpannya baik baik.
Yudha keluar dari mandinya dan berpakaian dengan pakaian lebih rapi dibanding hari hari biasanya. Hari ini hari pertamanya bekerja dengan jabatan barunya.
"Sudah cakep kok mas,,, sudah cukup menarik perhatian wanita lain dengan tampilanmu ini,,, " kata Vera.
"Bicara apa sih kamu ini Ver,,, pagi pagi sudah ngelantur. Apa kamu sudah bisa menyiapkan sarapan untukku??" tanya Yudha.
"Aduh mas,,, sarapan kan tinggal oles roti saja masak masih harus aku sih,,," sungut Vera.
Yudha hanya menghela napas. Dirinya lelah membimbing agar istrinya ini belajar melayani dan menghormati dirinya meski hanya dengan secangkir kopi di pagi hari.
Yudha benar benar merindukan sosok cantik berhijab yang lembut dan penuh kasih serta kerendahan hatinya selalu melayani dirinya yang bergelar suami.
Wanita cantik berhijab yang selalu membayangi pikirannya beberapa tahun terakhir ini.
"Mira,,, abi kangen sayang." batin Yudha menjerit.
"Mas,,, aku mau kita sewa pembantu ya." kata Vera.
Yudha menoleh padanya dengan pandangan heran.
"Untuk apa pembantu??" tanyanya.
__ADS_1
"Ya biar ada yang masak,, bersih bersih,,, jagain Reno anak kita,,," jawab Vera.
Reno adalah nama yang dipilih oleh Vera untuk bayi mereka setelah dirinya menolak pemberian nama Vedha dari Yudha.
"Lah terus kamu tugasnya apa??" tanya Yudha.
"Ya santai saja lah mas,,, kenapa juga aku harus capek capek melakukan itu semua kalau gajimu sanggup untuk pakai bayar pembantu?? Lagipula kamu menikahi aku bukan untuk menjadikanku pembantu kan??" tanya Vera balik.
"Tapi Ver,,, Reno kan akan lebih baik tumbuh kembangnya jika kamu sendiri yang mengasuh." kata Yudha.
"Ih bawel kamu mas,,, sudah pokoknya aku mau cari pembantu. Aku kan juga butuh untuk kumpul kumpul cantik dengan teman temanku,,, bukan terus berkutat di rumah dan urus bayi saja." sungut Vera.
"Astaghfirullah Vera,,, itu kan memang tugas istri dan ibu." Yudha mengingatkan.
"Iyaaa tapi si ibu dan si istri ini juga butuh kesenangan,,," sahut Vera ketus dengan nada tinggi.
Yudha kehabisan jawaban lagi. Kalau sudah begitu,,dia pun hanya menghela napasnya dalam dalam agar dadanya tidak sesak dengan himpitan penyesalan.
Bukan penyesalan karena menikahi Vera,,, tapi penyesalan telah melepaskan bidadari cantiknya yang tak pernah sekali pun meninggikan suaranya saat bicara kepadanya.
"Kamu benar benar beda dengan Mira,,, tidak ada apa apanya bahkan." batin Yudha.
Yudha meninggalkan kamar itu dan langsung berangkat kerja tanpa sarapan dulu. Dia sudah tidak lapar dan kenyang dengan sikap Vera yang tak kunjung berubah.
Bahkan sudah ada anak Vera malah makin menjadi jadi. Yudha tancap gas menuju ke kantornya. Dibuangnya jauh jauh masalah keluarganya pagi ini agar tak mengganggu pekerjaan barunya.
Vera memandangi kepergian Yudha dari balik jendela. Setelah memastikan Yudha sudah benar benar pergi dirinya pun menelpon nomer yang telah mengirimi pesan Yudha tadi.
"Assalamualaikum,,, mohon maaf ini nomer siapa ya?? Karena saya tidak menyimpan nomer ini,,, "
Suara wanita di seberang terdengar merdu dan halus di telinga Vera. Vera menutup telponnya. Entah kenapa hatinya merasa kesal.
Kesal karena Yudha benar benar bermain di belakangnya.
"Sialan,,, berani sekali mas Yudha. Sok sekali wanita itu lemah lembut. Percuma juga lemah lembut dan sok beragama kalau merebut suami orang,,, lebih baik seperti aku saja,, Tidak sok suci!!!" ketus Vera.
Vera menelpon lagi.
"Kamu tidak kesini?? Sudah lama kita tidak bertemu,," kata Vera.
"Memangnya Yudha tidak ada??" tanya orang yang ditelpon Vera.
"Pria tidak berguna itu sudah pergi kerja. Tapi sebentar lagi dia bisa kita gunakan,,," kata Vera.
"Apa maksudmu??" tanya orang itu.
__ADS_1
"Dia naik jabatan dan gajinya lumayan tinggi. Aku jadi bisa mendapat banyak uang darinya. Aku juga jadi bisa membayar pembantu biar aku bisa punya waktu luang. Aku juga jadi bisa sering keluar." kata Vera.
"Aku senang mendengarnya,,, baiklah aku akan kesana sekarang." kata orang itu.
"Aku tunggu kamu,,," Vera tersenyum mengatakannya lalu menutup telponnya.
Dirinya segera mandi dan berdandan menyambut tamu yang sudah diundangnya. Tak butuh waktu lama menunggu,,, tamu itu pun datang.
"Mana dia??" tanya orang itu.
"Ada di dalam,,, kamu memang harus menemuinya. Dia mirip sekali denganmu,,," kata Vera.
"Benarkah??" tanya orang itu.
Vera hanya mengangguk dan mengajak orang itu masuk sebelum ada tetangga yang melihat kedatangannya.
Vera mengajak orang itu masuk ke kamarnya dan menemui bayinya.
"Ini,,, Reno kecilmu,,,"
Vera menyerahkan bayinya pada orang yang memandangnya heran.
"Kamu memberinya nama Reno??" tanya orang itu.
"Iya sayang,,, sesuai dengan nama ayahnya yaitu kamu. Aku sengaja memberinya namamu agar kamu selalu ingat bahwa kamu sudah punya buah hati,,, ini buah cinta kita sayang" ucap Vera pada pria bernama Reno itu.
Pria yang selama ini tanpa sepengetahuan Yudha adalah pria yang selalu mendatangi rumahnya tiap dia bekerja.
Pria yang mampu membuat Vera melayang tiap kali ranjang tempat tidurnya bersama Yudha menari nari dibuatnya.
Pria yang selalu membuat Vera tidak berdaya menolak permintaannya bahkan saat pria itu menginginkan anak dari Vera. Vera pun rela tidak meminum pil KB nya saat berhubungan intim dengan pria itu hingga akhirnya Vera benar benar hamil.
Ya,,,
Baby Reno memang bukan anak biologis Yudha. Vera yakin itu karena selama dengan Yudha dia tidak pernah absen dengan pil KB nya. Jadi sebenarnya saat Yudha merasa bayi itu tidak mirip dengannya,,, itu adalah wajar.
Vera sangat belum ingin hamil anak Yudha dengan keadaan perekonomian Yudha yang amburadul. Tapi bujuk rayu Reno yang mengatakan akan membawanya kabur suatu hari nanti membuat Vera luluh.
"Sebaiknya kamu sabar dulu Ver,,, nikmati dulu apa yang sudah dicapai Yudha. Tidak perlu terburu buru kabur. Sayang kan kalau disia siakan,,," kata Reno.
"Iya sayang,, tapi janji jangan kabur yah,,," ucap Vera manja.
\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Terima kasih πΊ