
Happy reading ya π€
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kembali ke masa kini,,, Bab ini adalah kelanjutan dari bab 1,,,,,
πΊπΊπΊπΊπΊ
"Maaaasssss,,,, kamu dimana sih???" suara Vera terdengar begitu keras dari dalam kamarnya hingga membuat semua ingatan Yudha buyar.
"Sebentar sayang,,, aku hanya haus tadi jadi aku ambil minum." jawab Yudha sembari dengan cepat menghapus airmatanya yang sedari tadi membasahi pipinya mengingat semua hal tentang Mira.
Yudha pun masuk kembali ke dalam kamarnya dan mengelus elus kepala Vera yang sudah kembali tertidur. Ingatan Yudha pun kembali pada tiap malamnya bersama Mira.
Mira selalu meminta izinnya sebelum tidur. Dan sebelum Yudha mengijinkannya,, Mira akan tetap berusaha terjaga karena dia tidak mau jika suaminya kesusahan jika membutuhkan sesuatu saat dirinya sudah tertidur.
Vera berbeda jauh,,,
VERA AGUSTINA...
Janda beranak satu yang dipilihkan oleh bu Ambar untuknya. Wanita yang masih ada hubungan keluarga dengan Yudha itu telah bercerai dengan suaminya karena alasan ekonomi setahun sebelumnya.
Yudha yang memang telah menduda selama enam tahun itu pun tidak menolak perjodohan itu meski dalam hatinya dirinya masih menginginkan Mira. Hingga kini usia pernikahan mereka telah memasuki usia setahun dan Vera akan melahirkan akhir bulan ini.
Vera yang awalnya tau bahwa Yudha adalah pria dengan penghasilan besar sangat tertarik dengan perjodohan itu. Namun siapa sangka,, Yudha malah memutuskan untuk tidak kembali lagi ke Dubai dan bekerja di negara ini saja setelah mereka menikah.
Hal itu membuat pendapatan Yudha pun banyak menurun karena tingginya gaji yang didapat berbeda jauh. Tabungan yang dimiliki Yudha pun banyak berkurang untuk pesta pernikahan mereka.
Belum lagi bu Ambar yang masih mengontrol keuangan Yudha membuat Vera risih. Vera yang tak sesabar Mira pun sering adu mulut dengan bu Ambar. Hubungan keduanya menjadi tidak baik sejak itu,,,
Yudha menghela napasnya sesaat sebelum memejamkan matanya malam itu. Pikirannya masih jauh melayang ke tempat Mira meski tangannya tak berpindah dari perut Vera.
Gerakan gerakan lembut sang bayi yang masih dalam perut itu pun tak mampu mengusir bayangan Mira.
__ADS_1
"Abi harap Mira bisa segera memberikan jawaban untuk abi,,, Semoga Mira menerima ajakan rujuk abi dan tidak memilih pria non muslim itu." batin Yudha.
Yudha pun menutup matanya malam itu dan berharap Mira akan menghiasi mimpinya.
πΊπΊπΊ
"Ceraikan saja dia!! Dia sudah berselingkuh di belakangmu Yudha. Lagipula apa yang kamu pertahankan dari wanita mandul itu,,, tiga tahun menikah denganmu tapi masih saja tak kunjung hamil!!"
Mira ingat betul perkataan mantan mertuanya itu,,, Meski sudah tujuh tahun berlalu namun Mira masih saja menangis jika mengingatnya.
Bu Ambar menuduhnya berselingkuh dengan pria yang merupakan tetangga di perumahannya hanya karena melihat Mira dibonceng oleh tetangganya itu di jalan ketika bu Ambar hendak mengunjungi rumah saudara yang kebetulan dekat dengan rumah Mira.
Setelah tiga tahun menikah,,, Mira memang meminta ijin pada Yudha agar dirinya diperbolehkan kembali bekerja agar tidak suntuk di rumah saja.
Status mereka saja yang tiga tahun menikah,,, namun kenyataannya hanya dua bulan tujuh hari saja keduanya merasakan hari hari berumah tangga. Setelah cuti pertama Yudha kembali ke Dubai. Setahun kemudian dirinya pun kembali mengambil cuti sebulan.
Namun selama itu Mira belum pernah hamil. Sendirian tanpa suami dan anak membuat Mira sering mengeluh kesepian. Yudha yang saat itu mengerti dengan kesepian yang dirasakan Mira,,, mengijinkannya.
"Abi,,, Mira tidak berselingkuh. Itu adalah pak Dedi tetangga kita abi. Mira dibonceng karena sepeda motor Mira mogok. Pak Dedi yang kebetulan tujuannya searah dengan kantor Mira menawarkan dirinya untuk membonceng Mira. Bu Dedi juga sudah mengijinkan abi."
"Jadi maksudmu kamu ingin bilang bahwa ibu yang membohongiku?? Begitu??? Keterlaluan kamu Mira!! Kamu menyalahkan ibuku demi menutupi perselingkuhanmu!!" jawab Yudha waktu itu.
Mira kembali merasakan sakit di dadanya mengingat perkataan Yudha dulu. Hatinya pun kembali menangis mengingat Yudha yang dengan gampangnya mengucapkan talak padanya.
Seberapa pun usaha Mira untuk membuat suaminya itu mencari tau dulu kebenarannya,,
Seberapa kerasnya pun Mira mempertahankan rimah tangganya dengan mengatakan kebenarannya,,,
Tetap saja keputusan Yudha bulat,,,
"Mulai saat ini aku talak kamu!! Kamu bukan lagi istriku dan aku tak wajib menafkahimu lagi. Hiduplah dengan jalan hidupmu sendiri,,,, Jangan pernah meminta hak harta gono gini dariku karena kamu yang bersalah dalam pernikahan kita!!!"
Mira pun masih sangat mengingat kalimat itu. Hingga detik ini pun dalam hati Mira masih terdapat perasaan tidak terima atas apa yang dilakukan Yudha padanya.
__ADS_1
"Kenapa abi,,, kenapa saat abi yang jelas jelas dan terang terangan berselingkuh dan Mira mendapatkan buktinya,, Abi memaksa Mira untuk memaafkan abi,,, Sedangkan sekarang ketika keadaan terbalik,,, saat Mira yang dituduh berselingkuh padalah tidak ada bukti dan hanya sebuah praduga,, abi sama sekali tidak mau memaafkan Mira???"
Pertanyaan itu selalu mengusik hati Mira.
Lalu harta gono gini,,, Meski Mira memang tak menginginkannya,,, semestinya Yudha tak perlu membahasnya. Itu hanya membuat luka dalam hati Mira bertambah lebar.
Menyadari bahwa Yudha tak juga memahami dirinya,, tentu saja Mira kecewa mengetahui bahwa Yudha masih saja tak memahami sifatnya.
Belum lagi isi dari gugatan cerai yang dilayangkan oleh Yudha pada dirinya tujuh tahun lalu,,, Gugatan yang diterima Mira justru setelah selesai persidangan itu kembali menyakiti hati Mira.
Tampaknya Yudha sengaja tidak memberitahukan bahwa perceraian mereka telah diurus. Yudha mengatur semuanya sedemikian rupa agar Mira tidak hadir di persidangan.
Di sana Yudha menyebutkan bahwa Mira adalah istri yag telah berselingkuh darinya,,, Mira adalah istri yang membangkang, suka melawan dan sama sekali tidak taat dan patuh pada dirinya.
Yudha tak ingin kehadiran Mira memberatkan dirinya.
Namun meski Yudha ingin memenangkan seluruh harta gono gini itu,,, Mira tetap menyayangkan tindakan Yudha yang sedemikian parahnya menjatuhkan dirinya di depan pengadilan.
Dan kini,,,
Pria yang terus menerus menorehkan luka di hatinya itu kembali masuk dalam kehidupannya setelah tujuh tahun perceraian mereka.
Pria itu kembali dengan membawa tawaran cintanya,,, tawaran rujuknya,,,
Pria yang dengan mudahnya meminta maaf padanya hanya karena dirinya telah bertemu langsung dengan pak Dedi beserta istrinya yang telah menyampaikan sebuah kebenaran padanya tentang Mira,,,
"Adilkah semua ini untuk Mira?? Ya Rabb,, apa rahasia dibalik takdirMU mempertemukan kami lagi?? Apakah ini masih tentang kesabaran diri hamba??" tanya Mira dalam hati.
Mira mengembalikan album foto usang itu dan menghapus airmatanya begitu mengingat Dave. Besok pagi Dave pasti akan bersedih jika melihat bekas bekas tangisan di matanya.
Dengan masih mengenakan mukenanya,,, Mira kembali ke tempatnya sholat dan merebahkan dirinya di atas sajadahnya. Berlama lama berada disana membuatnya tenang.
\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih π