
Selamat membaca โค๏ธ
Maaf banyak typo ๐
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
๐ป๐ป
Mira menghentikan langkahnya saat Yudha menghadang jalannya. Diangkatnya wajahnya yang tadinya tertunduk dalam tiap langkahnya.
"Waalaikumsalam a,,,a,,,abi." Mira sedikit tergagap karena terkejut bagaimana bisa Yudha berada di tempat ini.
"Abi senang bisa bertemu Mira di sini. Mira sendirian saja??" tanya Yudha.
Mira menoleh kanan dan kirinya yang kosong tak ada siapa. Mira memang datang sendirian tanpa pasangan dan itu membuat Yudha senang.
Artinya Mira memang belum punya pasangan,,,
Artinya Mira dan bos blasterannya itu tidak lagi ada hubungan,,,
Artinya masih ada banyak kesempatan bagi Yudha mengisi kekosongan itu,,
Setidaknya begitulah isi pikiran Yudha saat melihat Mira datang sendiri. Yudha bahkan lupa di tempat yang sama ini sedang ada Vera istri sahnya yang patut dia pertimbangkan posisinya sebelum benar benar mengajak Mira rujuk kembali.
"Mira,,, Apa sudah punya jawaban untuk permintaan abi??" tanya Yudha tak ingin menunda lagi.
"Mira rasa ini bukan saat yang tepat untuk membahas itu abi." sahut Mira.
"Tidak,,, Mira salah. Justru saat inilah saat terbaik bagi abi untuk tau jawaban Mira karena saat ini istri abi ada di sini juga. Abi ingin memperkenalkan kalian langsung agar istri abi tidak terkejut nantinya jika kita rujuk." ucap Yudha penuh percaya diri.
"Tapi abi,, Mira bahkan belum memberi jawaban kan??" protes Mira.
__ADS_1
"Mira,,, Abi tau dalam hati Mira masih ada banyak sisa sisa cinta Mira untuk abi. Buktinya hingga saat ini juga Mira masih sendiri kan?? Mira juga masih tetap memanggil abi dengan sebutan abi. Panggilan kesayangan Mira kan?? Jadi semuanya sudah cukup bagi abi meyakinkan diri bahwa Mira masih milik abi." jawab Yudha.
"Abi,, Tunggu,,,Ini benar benar bukan saat yang tepat untuk membahas masalah pribadi kita. Mira harus pergi.Ada yang harus Mira siapkan untuk acara ini. Mira panitia dalam acara ini tiap tahunnya jadi Mira mohon abi tidak ganggu pekerjaan Mira dulu. Mira permisi" Mira berusaha memberi pengertian pada Yudha sekaligus berpamitan.
Yudha menarik tangan Mira dan tak membiarkannya pergi begitu saja. Dorongan dan keinginan untuk bisa memiliki Mira sudah terlalu kuat bahkan Yudha sudah tidak mampu membendungnya lagi.
"Abi,,Mira mohon lepaskan. Kita sudah bukan muhrim lagi." pinta Mira berusaha melepaskan diri dari Yudha.
"Tidak akan abi lepas sebelum Mira jawab dan katakan bahwa Mira mau rujuk dengan abi. Abi mohon Mira jangan persulit lagi keadaan kita,,,Abi sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk,,,,"
"Untuk apa mas???" suara Vera terdengar lantang.
Mira menghentakkan tangan Yudha yang langsung terlepas begitu mendengar suara itu. Mira lebih terkejut bahwa pemilik suara itu ternyata adalah Vera sahabatnya.
Tidak hanya Mira,,, Vera pun juga tak kalah terkejut melihat sendiri Yudha tadinya memegang tangan Mira. Vera bahkan yakin tak salah dengar adanya ajakan rujuk dari Yudha tadi.
"Jadi,,,,Zamira itu Mira mas??? Zamira mantan istrimu itu adalah Mira sahabatku ini???" Vera mulai memahami situasinya.
"Diam kamu mas!! Segampang itu kamu minta maaf dan tanpa rasa bersalah kamu mengatakan ingin mengajaknya rujuk di depanku!!!" suara Vera mulai meninggi membuat beberapa pasang mata yang baru tiba dan melewati mereka menoleh dan kepo apalagi ini menyangkut sekretaris kesayangan big bossnya.
Mira melihat sekeliling yang mulai bergunjing. Dalam hatinya dia hanya bisa beristighfar dan memohon pada Rabbnya agar diberikan petunjuk untuk menyelesaikan masalah ini.
"Vera,,," panggil Mira setelah dirinya merasa sudah punya kekuatan.
"Apa!!!! Kamu ya,,, Penampilan saja sok suci. Menyesal aku menjadikanmu sahabat,,,!!! Dasar wanita tidak tau malu. Penggoda laki orang. Pelakor!!! Gak bisa ya cari pria lain lagi?? Gak cukup ya godain big boss terus selama ini??? Pantas semua orang di kantor tidak ada yang mau dekat denganmu karena mereka tau kelakuanmu rendahan. Percuma kamu itu pakai cadar cadar begini,,," Vera menyambar cadar Mira hingga terlepas dari wajahnya.
Sontak wajah cantik Mira dengan kulit putih halusnya terekspos secara bebas di depan semua orang. Semua yang melihat jujur dalam hati masing masing sangat mengagumi kecantikan sekretaris kesayangan si bos itu.
"Vera!!! Apa apaan sih kamu!! Kembalikan itu sama Mira!!' titah Yudha.
"Gak,,, Biar semua orang lihat seperti apa wajah pelakor ini. Biar semua istri istri waspada pada wanita murahan ini!!!" tolak Vera.
__ADS_1
Tak ayal lagi kejadian ini memancing banyak orang untuk berkerumun. Ada yang mengabadikannya lewat kamera ponselnya. Ada yang hanya berbisik bisik.
Banyaknya orang berkerumun membuat Mira meneteskan airmata menyadari apa yang sudah dipertahankannya selama ini menjadi konsumsi publik. Mira tidak takut dengan fitnahan dari Vera tentang dirinya yang berusaha merebut kembali Yudha namun Mira lebih sedih mengingat perjuangannya menutup semua auratnya selama ini jika akhirnya terjadi hal seperti ini.
Mira menutup wajahnya dengan kedua belah tangannya dan tersedu sedu.
"Idih sok nangis lagi!!! Kenapa pelacur??? Malu ya aibmu terbongkar??? Sini biar sekalian aku buka juga itu kerudung lebarmu biar kamu tidak perlu lagi bersembunyi di balik tabir iman." Tangan dan kaki Vera sudah mulai tergerak maju hendak melepas kerudung Mira.
"Jangan berani berani ya Kamu Ver!!!" Yudha menghalangi.
"Minggir kamu mas!!" Vera dengan kekuatan dab emosinya mampu menggeser Yudha dengan gampangnya karena Vera menendang bagian sensitif Yudha hingga Yudha mengaduh kesakitan dan tak bisa menghalanginya lagi.
Vera makin mendekati Mira.
"Ya Rabb,,, Lindungi hamba dari kejadian buruk ini. Bantu hamba mempertahankan penutup aurat hamba ini ya Rabb. Jangan biarkan semua orang melihatnya. Hamba mohon ya Rabb,," Mira berdoa dalam hati.
Tangan Vera sudah menjangkau kerudung Mira dan langsung menariknya. Mira dengan sekuat tenaga dan semampunya mempertahankan dan tak membiarkan Vera berhasil melepas kerudungnya.
Perlawanan Mira membuat Vera makin beringas. Dijambaknya kerudung belakang Mira hingga kepala Mira pun terdongak.
"Pelacur,,, Jangan banyak tingkah kamu ya,,,!!!" ucap Vera.
"Jangan Ver,,, Aku mohon. Aku bisa jelaskan semuanya. Aku tidak ada niatan menerima ajakan rujuk suamimu Ver. Sungguh,,,Sama sekali tidak ada niatan dalam hatiku melakukannya. Kalau pun aku masih memanggilnya dengan sebutan abi,,Itu bukan karena aku masih merasa dialah imamku tapi itu tak lebih dari sekedar panggilan sopan saja.Aku hanya sudah terbiasa memanggilnya begitu seolah itu adalah namanya."
Dalam keadaan mendongak begitu Mira berusaha menjelaskan semuanya pada Vera.
"Maling mana ada yang ngaku!!! Aku gak percaya!!! Sini buka saja kerudungmu ini. Sekalian gamismu ini juga buka saja. Tidak pantas kamu memakainya!!!" ketus Vera.
"Lepaskan calon istriku!!!"
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terima kasih atas vote, like dan komennya yaa ๐นโค๏ธ