BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Ketahuan Selingkuh


__ADS_3

Happy reading ya 🤓


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


(Masih alur masa lalu ya,,,)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Namun memang dasar Yudha yang tidak tau diuntung dan tipis iman. Yudha pun mulai menyakiti hati Mira. Yudha mulai membuatnya kecewa setelah tau sisi hitam dari dirinya.


Zamira gelisah menunggu balasan pesan Yudha. Tidak seperti biasanya Yudha sehari semalam tak berkabar padanya.


"Apa abi segitu sibuknya sampai tidak ada waktu semenit pun untuk sekedar menjelaskan kenapa tak bisa menghubungi Mira?" Tulis Mira di pesan yang dikirimkannya tengah malam sebelum dirinya terlelap.


Mira masih berharap Yudha membalasnya setelah puluhan pesan yang sudah dikirimnya pada Yudha tak satupun dibaca. Malam itu setelah begitu lama menunggu akhirnya Mira pun terbangun saat menjelang pagi.


"Astagfirullah sudah pagi dan aku malah tidur lelap. Abi tentu kecewa karena aku tak membalas pesannya." Lirih Mira yang terkejut bukan main melihat jam dindingnya.


Mira meraih ponselnya dan mengecek layar ponsel tak menunjukkan ada satu pun notifikasi. Yudha belum juga menghubunginya. Mira mulai mencemaskannya.


"Ada apa sebenarnya??? Lindungi abi ya Rabb. Jangan biarkan sesuatu yang buruk menimpanya." Mira berdoa.


"Apa abi baik baik saja??" Sekali lagi Mira mengirimi Yudha pesan berharap agar Yudha membalasnya. Namun sekali lagi dirinya harus tetap kecewa karena hingga sore berlalu Yudha tak kunjung menghubunginya.


Dreettt,,,


Ponsel Zamira bergetar. Dengan cepat Mira mengambilnya dan berharap ada kabar dari Yudha. Seharian ini Mira tak bisa jauh dari ponselnya dan tiap kali ada notifikasi masuk dirinya berharap itu dari Yudha.


"Alhamdulillah akhirnya abi berkabar." Batinnya senang saat melihat tulisan nama Yudha tertera di layar ponselnya.


"Assalamualaikum Mira. Love you Mira." Tulis Yudha tanpa rasa bersalah dan sama sekali tak menjawab pertanyaan pertanyaan Mira sebelumnya. Yudha bertingkah seolah tak pernah terjadi apa apa.


"Oh ya Mira,,, abi sudah menelpon ibu dan ibu sangat ingin mengenalmu lebih dulu. Oleh karena itu abi pesan kalau nantinya ada yang menghubungi Mira, tolong Mira jangan abaikan panggilannya ya. Bisa jadi itu mas Yudhi. Kakak abi yang membantu ibu untuk menghubungi Mira." Ucap Yudha masih tanpa rasa bersalah apa pun.


"Kenapa abi sama sekali tak membahas dan menjelaskan kemana dan apa yang terjadi padanya seharian kemarin?" Batin Mira.

__ADS_1


"Waalaikumsalam. Iya abi." Jawab Mira singkat dan memilih tak ingin mempermasalahkan lagi masalah kemarin.


"Mungkin abi memang hanya sedang sibuk saja kemarin." Pikirnya walau dalam hatinya masih tetap bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi di balik sikap aneh Yudha.


Beberapa hari pun berlalu tanpa ada penjelasan apa pun dari Yudha. Dan hari itu tepat sebulan sebelum kepulangan Yudha, Mas Yudhi benar benar menghubungi Mira.


"Mira sama sekali tidak keberatan jika memang harus tinggal bersama ibu setelah kami menikah nantinya. Mira sudah mengajukan resign" Zamira menyanggupi semua persyaratan yang diberikan bu Ambar padanya.


"Terima kasih Mira. Mas harap kamu juga sudah memberitahukan pada keluargamu sendiri tentang rencana pernikahan kalian ini." Ucap mas Yudhi mengingatkan.


Mira mengiyakan dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kerjanya. Tangannya dengan malas memainkan kursor dan menaikturunkan beranda medsosnya di laptop itu. Dibukanya beranda medsos Yudha.


Mata Mira membulat melihat ke layar laptop. Ditariknya kepalanya yang tadi bersandar dan kini duduk tegang.


"Siapa wanita ini?" Batinnya seraya memperhatikan baik baik foto wanita itu.


Tampak wanita yang tengah mengenakan pakaian yang sangat ketat berwarna merah dengan bagian terbuka lebar dan mengekspos bagian depannya. Wanita itu pun berpose menantang dan menggoda dengan menjulurkan lidahnya.


"Astaghfirullah, kenapa ada hal hal seperti ini di medsos abi???Bagaimana bisa abi membiarkan wanita ini dengan bebasnya mengunggah foto dirinya dalam pose seperti ini?" Batin Mira.


Mira yang masih penasaran memutuskan untuk membuka profil medsos wanita itu. Dengan gerakan cepatnya menaikturunkan layar laptopnya agar bisa melihat semua yang di tampilkan wanita itu di laman medsosnya.


Sejurus kemudian mata Mira tertuju pada sebuah video yang diunggah wanita itu beberapa hari lalu. Dalam video yang belum diputar olehnya itu tampak foto pria yang tentu saja dikenalinya.


"Abi?" mata Mira membulat.


Mira memainkan video itu. Hanya video membosankan berisi beberapa slide show foto foto wanita itu dengan diiringi sebuah lagu romantis. Tidak ada yang menarik di awal awal video. Namun kemudian saat video itu menampilkan dua slide foto terakhir,,,,


Pikiran Mira cukup terganggu.


Foto seorang pria yang tidak dikenalnya tengah memeluk mesra seorang wanita. Mereka tampak seperti sepasang kekasih.


Dan di slide terakhir,,,, Mira kembali melihat pasangan itu duduk di sebuah meja makan berhadapan dengan sepasang pria wanita lain. Kedua pasangan itu tampak tersenyum bahagia saat menoleh ke kamera yang mengabadikan momen kebersamaannya.


Abi,,,??

__ADS_1


Mira memastikan tanggal dan hari serta jam berapakah video itu diunggah. Diraihnya ponselnya dan membuka percakapannya dengan Yudha yang tidak pernah dihapusnya.


Video itu diunggah tepat beberapa hari lalu saat Yudha menghilang tanpa kabar.


Mira terdiam sesaat.


"Apa benar gara gara ini abi?? Tapi jika benar gara gara ini bukankah berarti wanita itu memiliki tempat special dalam hidup abi karena abi sampai mengabaikanku yang akan dinikahinya sebulan lagi?" Mira berpikir keras.


Mira mengunduh video itu dan mengirimkannya pada Yudha.


"Apa abi bisa jelaskan semua ini?" Tulis Zamira.


Mira tidak peduli sedang apakah Yudha saat itu. Yang dia inginkan hanya Yudha segera membuka pesannya dan menjelaskan semua kepadanya.


"Namanya Rani. Dia teman yang abi kenal dari sosmed juga sama seperti Mira. Saat dia menemui abi,, apa menurut Mira abi harus melarangnya??? Tempat itu bukan milik abi sendiri dan abi tidak punya hak melarang siapa pun berkunjung kesana. Lagipula dia hanya menemani abi makan saja. Rasanya tak berlebihan kan Mira?" tanya Yudha tanpa merasa bersalah sedikit pun.


Tetesan airmata menghiasi wajah cantik Mira. Hatinya sakit mengetahui bahwa Yudha tidak memikirkan perasaannya.


"Tidak salah jika dia ingin mengunjungi tempat dimana abi berada saat itu. Terlepas sudah ada janji atau tidak sebelumnya diantara kalian. Tapi yang salah hanya kenapa abi demi menyenangkan wanita itu,,, abi mengabaikan Mira??? Tidak bisakah abi meluangkan waktu abi semenit dua menit untuk mengabari Mira???" Tulis Zamira.


Balasan Mira itu membuat tangan Yudha gemetar. Yudha baru merasa bersalah padanya karena telah membuatnya kecewa dan menunggu. Yudha merasa malu menyadari betapa tipis imannya hingga mata hatinya tertutup saat melihat wanita lain.


"Maafkan abi Mira,,, Abi mengaku salah. Mira boleh menghukum abi sesuka hati Mira. Apa pun hukuman dari Mira akan abi terima konsekuensinya." ucap Yudha.


"Sekarang Mira sudah tau bahwa abi ada hubungan dengan wanita lain. Jadi abi serahkan semua keputusan di tangan Mira. Apakah Mira masih mau melanjutkan hubungan kita atau tidak?? Abi tidak akan memaksa Mira." Balas Yudha dengan penuh penyesalan.


Mira kembali menangis. Dadanya terasa nyeri dengan pengakuan Yudha. Mira pun mengabaikan pesan itu dan memilih menghabiskan waktunya dengan menangis dan menangis. Dirinya tidak tau harus bagaimana menyikapi hal ini.


Dan bukannya berusaha mempertahankan hubungannya,,, Yudha malah sama sekali tak menghubungi Mira lagi sejak itu.


"Biarkan Mira memikirkan baik baik dulu semuanya." Pikir Yudha.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 💞


__ADS_2