
Happy reading ya ๐ค
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
๐บ ALUR MASA LALU๐บ
รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท
Setelah menikah Yudha membagi waktu yang memang hanya tinggal beberapa hari saja untuk bisa tinggal di rumah Mira dan rumah bu Ambar. Tiga hari pertama digunakan untuk tinggal di rumah Mira.
Ibu dan adiknya sangat memahami bahwa mereka hanya punya sedikit waktu untuk bersama mereguk indahnya menjadi pengantin baru. Oleh karena itu mereka sama sekali tak ingin mengganggu.
"Sudah biar ibu sama Icha saja yang mengerjakan,,,, Mira temani suami Mira saja. Kalian kan hanya punya waktu sebentar." Kata bu Gina saat Mira hendak membantunya mencuci piring di dapur selepas makan bersama.
"Bu,,, kan cuci piring tidak lama. Biar Mira saja ya bu,,, Abi tidak akan keberatan kalau Mira tinggal sebentar." Kata Mira.
"Jangan membantah Mira,,,, Kamu membantah ibu disini sama saja sudah melewatkan waktu kebersamaanmu dengan Yudha." Kata bu Gina kembali mengingatkan Mira.
"Baiklah bu,,,." Mira pun akhirnya mengalah dan menemani Yudha yang sedang menonton televisi.
Begitulah yang terus terjadi selama mereka berada di rumah bu Gina. Mereka bisa sesering mungkin menghabiskan waktunya di kamar pengantin tanpa ada yang mengganggu. Yudha pun bersyukur sekali dengan pengertian bu Gina dan Icha.
"Bu,,,,, Yudha pamit ya. Yudha harus kembali ke rumah ibu disana dan langsung berangkat ke Dubai setelahnya. Yudha akan pulang tahun depan bu." Pamit Yudha pada ibu mertuanya yang langsung memeluknya dengan erat.
Bu Gina pun kemudian menangis.
"Baru tiga hari ibu merasakan punya menantu tapi kamu sudah harus pergi. Jaga dirimu baik baik ya nak,,,, Ingat ada istrimu yang menunggu di sini." Pesan bu Gina.
"Iya bu,,,, Yudha juga titip Mira sama ibu selama Yudha pergi. Tolong ibu perhatikan Mira dan ingatkan agar dirinya juga selalu menjaga diri untuk Yudha." ucap Yudha.
"Baik baik di sana ya mas,,,, Cepat pulang dan bawakan aku oleh oleh yang banyak." Icha membuat mereka tertawa.
"Siap bos!" Jawab Yudha.
Mereka pun pergi meninggalkan rumah itu dan menuju rumah bu Ambar.
__ADS_1
Rumah yang menjadi awal mula peran Mira diuji sebagai istri dan menantu,,,, dan peran Yudha sebagai anak dan suami juga diuji.
Harus bisa mendahulukan dan menjaga perasaan yang mana???
Perasaan istri atau perasaan ibu???
Sungguh dua pilihan yang sulit.
Seperti biasa bu Ambar dengan wajah masamnya menyambut kedatangan mereka. Beliau telah menyiapkan sebuah kamar untuk mereka tempati namun sebelumnya sempat terjadi adu pendapat dengan Yudha.
Beliau menginginkan agar mereka menempati kamar besar yang berada tepat di sebelah kamarnya tapi Yudha menolak dengan alasan kamar itu terlalu besar.
Yudha pun memilih kamar dengan ukuran lebih kecil di ujung agak jauh dari kamar bu Ambar. Sebenarnya bukan masalah seberapa luas kamar itu,,,, Yudha hanya punya satu alasan klasik dan sederhana.
Yudha tak mau bu Ambar mendengar aktifitasnya bersama Mira tiap malamnya jika kamar mereka berdampingan.
Bu Ambar pun akhirnya setuju dan membiarkan mereka menempati kamar ujung.
"Ibu ini masih kangen sama kamu Yudha,,, Sebentar lagi kan kamu berangkat lagi. Selama ini juga kamu sibuk urus pernikahanmu sampai sampai kamu sedikit sekali memiliki waktu bersama ibu."
Yudha sedikit merasa aneh tapi tak bisa menolak. Dirinya pun sebenarnya juga keberatan jika harus menyianyiakan waktu berdua bersama Mira saat malam tiba. Karena siang di rumah bu Ambar tak sama dengan siang di rumah bu Gina yang memberikan waktu sebanyak banyaknya untuk mereka.
Di sini bu Ambar sangat tidak mengerti dengan hal seperti itu. Ditambah lagi dengan adanya Yudhi dan anak istrinya yang juga tumben pulang dalam rangka pernikahan mereka,,, bu Ambar semakin keras meminta agar Yudha meluangkan banyak waktu bersama mereka yang sudah jauh jauh datang.
"Biar abi bicara pelan pelan pada ibu,,,, Siapa tau ibu bisa mengerti keadaan kita. Abi ingin agar Mira cepat hamil. Biar Mira ada temannya." Kata Yudha.
Zamira terdiam sesaat kemudian menggenggam erat tangan Yudha.
"Abi dengarkan Mira,,,, Jika abi sudah sangat ingin memiliki anak nantinya,,,, dan seandainya Mira belum juga bisa memberikannya,,,, Abi boleh menikah lagi." Lirihnya.
Yudha memandang istrinya yang tengah tertunduk itu. Bulir bulir airmata jatuh di sudut sudut mata indahnya. Yudha merasa sangat tidak enak karena membahas kehamilan.
Yudha pun baru ingat akan cerita Mira tentang mantan suaminya. Pernikahan mereka dulu kandas karena perkara anak.
"Kok Mira bicara begitu??? Kan kita harus tetap berusaha sayang,,,, Lagipula abi tidak menuntut agar Mira bisa hamil. Kalaupun kita menginginkan anak namun tuhan belum percaya,,,, kita bisa adopsi anak Mira. Masih banyak ada bayi bayi dan anak anak di luar sana yang membutuhkan sosok orang tua." Ucap Yudha berusaha menghiburnya.
__ADS_1
Mira menggangguk dan mengucapkan terima kasih pada Yudha yang tak menuntutnya agar cepat hamil. Yudha mengecup kening istrinya itu dengan lembut dan menghapus airmatanya.
"Sudah jangan menangis lagi,,,, Senyum dong untuk abi." rayu Yudha.
Mira pun tersenyum untuk suaminya.
"Gitu dong,,, biar gak hilang cantiknya. Abi temui ibu dulu ya dan coba bicara pada ibu. Mira tunggu disini saja ya." Titah Yudha.
"Baik abi,,," Istri penurut itu pun menuruti perintahnya.
Bu Ambar tampak sedang antusias berada di depan tv menonton serial kesayangannya. Yudha mendekati beliau dan duduk di sampingnya. Diraihnya tangan bu Ambar.
"Bu,,,, Yudha ingin bicara." Lirihnya pelan.
"Bicara apa??? Ibu masih seru nih filmnya. Oh ya,,, suruh Mira mengambil bantal dan selimut untuk kalian disini. Kita tidur disini malam ini." Titah bu Ambar tanpa menoleh.
"Yudha sama Mira tidur di kamar saja ya bu,,,,, Yudha Kasihan Mira yang tidak terbiasa tidur di lantai begini. Yudha takut dia sakit." Ujar Yudha mencoba mencari alasan lain namun tetap berharap bu Ambar bisa mengerti.
"Ibu gak pernah sakit tuh walau tiap hari tidur disini,,, Istrimu saja yang manja." Ketus bu Ambar.
"Tapi bu,,,," Yudha hendak menyela.
"Suruh saja dia tidur di kamarnya kalau begitu. Kamu temani ibu disini. Jangan hanya kasihan pada istrimu. Kasihani ibu juga." potong bu Ambar.
"Maafkan Yudha bu." jawab Yudha.
Bu Ambar menoleh dan merengut karena mengerti akan tujuan Yudha mengucapkan kata maaf. Ditariknya tangannya paksa sehingga terlepas dari genggaman Yudha.
Yudha menghela napas berat. Dirinya sungguh dihadapkan pada pilihan sulit saat itu. Akhirnya Yudha pun memutuskan untuk mengabaikan ibunya dan tetap menemani istrinya di kamar.
Memilih menghabiskan malam bersama istri cantiknya yang sebentar lagi akan ditinggalkannya.
\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Terima kasih ๐